
Diego terkagum kagum melihat penampilan Gretta yang sangat cantik dan menawan. Hatinya berdebar saat melihat gadis itu, dan lagi lagi dia dibuat jatuh cinta dengan pesona sang kekasih hati.
“ Sepertinya tidak cocok untukku,” ucap Gretta sambil mengusap-usap lengannya dan menatap tubuhnya dengan serius.
Diego mendekati Gretta dan memegang kedua bahu gadis itu dari depan sambil menatapnya dengan tatapan penuh kehangatan. Kedua netranya menatap bekas luka di leher Gretta dan juga bekas luka di bagian tulang bahu gadis itu. Mengusapnya perlahan sambil menatap kedua mata Gretta.
“ kau cantik sebagaimana kau ada sayang, kau sangat cantik,” ucao Diego penuh cinta.
Gretta tersipu malu, jujur saja dia masih belum terbiasa dengan gombalan maut sang Diego yang aneh tapi berhasil membuatnya tergila gila untuk kali pertama seumur hidupnya.
“ Terimakasih tuan,” ucap Gretta.
Diego terkekeh,” jangan panggil tuan, aku bukan majikanmu tetapi kekasihmu,” ucap Diego sambil mencolek hidung mancung gadis itu.
“ panggil namaku saja, atau panggil ayang ganteng,akang tampan, sayang, honey atau apa saja boleh, selama jangan panggil aku tuan,” ucap Diego sambil merangkul bahu Gretta dan mengajaknya berjalan.
“ Baiklah Diego,” ucap Gretta malu malu.
Keduanya berjalan dnegan Diego merangkul kekasihnya dengan mesra. Tentu saja Diego menutupi wajah Gretta dari perempuan perempuan licik yang sedang duduk di bawah sana sambil menebar rumor buruk.
Kebiasaan mereka adalah berkumpul dan bergosip ria seolah dunia ini adalah milik mereka.
Tambah seorang lagi target balas dendam yang sudah ditandai oleh Diego. Dia membawa Gretta ke butiknya hari ini dengan tujuan untuk membuat para gadis itu mulai mencari Gretta dan penasaran dengan gadis itu.
Dan yang dia lakukan berhasil. Seperti dugaannya, calon istri yang dipilih oleh kedua orangtuanya datang lagi hari ini ke butik miliknya.
Gadis itu tentu saja tidak mendapatkan perhatian khusus dari para pelayan, bahkan dia harus mengantri jika ingin memperoleh sesuatu di sana.
Diego merangkul kekasihnya, tetapi ekor matanya melirik ke lantai bawah. Ada Vera Bruce di sana, calon istri yang dipilih keluarganya hanya untuk menjalin bisnis dengan keluarga Bruce yang terkenal kaya raya dan memiliki banyak pabrik.
Diego diperalat untuk mencapai tujuan keluarganya, harta, tahta dan kemewahan adalah prinsip hidup mereka.
Tidak masalah melihat orang lain terluka dan hancur selama apa yang mereka inginkan bisa tercapai. Prinsip keluarga ini sangat gila.
Namun Diego Michiels, putra bungsu dari Michel grup memiliki cara pandang yang berbeda. Anak yang tidak mendapat kasih sayang sejak kecil.
dia adalah anak yang tinggal di desa bersama kakek neneknya yang membuatnya memiliki cikal bakal sebagai tukang kayu tersukses. Kedua orangtuanya tidak peduli pada dia yang dianggap tidak memiliki kemampuan jika dibandingkan dengan kedua kakak laki-lakinya yang sangat cerdas, tampan dan bisa diandalkan.
__ADS_1
Yang mereka butuh dari Diego adalah dirinya yang bisa digunakan untuk mendapatkan tujuan mereka.
"Vera... kau datang juga," batin Diego.
Dia membawa kekasihnya, sebentar dia mengambil Masker .
"Neng geulis, lihat akang sebentar deh," ucap Diego sambil menahan tangan gadis itu.
Diego selalu berbicara seolah dia adalah anak kecil. Dia hanya bisa makukan itu di depan orang yang sangat dekat dengannya.
"Ada apa Diego?" tanya Gretta penasaran.
" Wahh kau sudah tidak canggung lagi," ucap Diego sambil mencolek hidung gadis itu dan tersenyum.
Gretta balas juga dengan senyuman manis yang selalu berhasil membuat hati seorang bang Diego ganteng cenat cenut dan berbunga bunga.
"Pakai ini ya," Diego memasang masker ke wajah Gretta dengan lembut," Apa pun dan siapa pun yang kau lihat di bawah sana nanti, kumohon berdiri di belakangku dan menggenggam tanganku jika kau takut, aku akan menjagamu apa pun yang terjadi, jadilah kuat sayang," ucap Diego.
Perkataan Diego sukses membuat Gretta penasaran. Dia menatapnya dengan serius dan wajah penasaran," Ada apa?" tanya Gretta.
Diego terdiam, hanya tangannya yang bergerak merapikan rambut cantik kekasihnya. Kedua netranya juga terus menatap Gretta seolah mengisyaratkan kesedihan karena masa lalu Gretta yang kelam dan menyakitkan..
"Diego?" panggil Gretta sambil menggenggam tangan pria itu dan menatapnya.
"Bisa kau berjanji padaku untuk tidak melihat mereka dan tetap tenang di belakangku? " tanya Diego.
"aku khawatir kau akan takut, aku khawatir kau akan sedih, hanya saja aku ingin kau bangkit itu sebabnya kubawa kau ke tempat ini, "jelas Diego.
"Mereka ada di sini, orang-orang dari masa lalu sering berkumpul di sini, apa kau bisa menatap mereka? " tanya Diego khawatir.
Gretta tersentak, dia terkejut saat mendengar ucapan Diego. Ternyata orang yang dimaksud oleh Pria itu adalah Vera dan gengnya, salah satu komplotan yang merindingnya di masa lalu.
Kejadian yang tidak akan pernah dilupakan Gretta dan sangat membekas di hatinya. Gadis itu terdiam sambil menggenggam tangan Diego. Dia terlihat syok, takut dan gemetar saat ini.
Bayang bayang kekejaman dan kekejian para gadis jelmaan setan itu selalu berhasil membuatnya gemetaran.
"A..aku.... Aku..." Gretta sesak nafas. Air matanya menggenang di kedua pelupuk matanya.
__ADS_1
Diego melihat gadis itu panik. Dia menariknya dan memeluknya dengan erat sambil mengusap pucuk kepalanya dengan lembut.
"Maafkan aku, aku membuatnya takut lagi, ahhhh... aku terlalu terburu-buru," ucap Diego merasa bersalah.
Gretta memeluk Diego, dia menenangkan dirinya dalam pelukan pria yang dia cintai. Dia menarik nafas dalam dalam dan berusaha agar dirinya tetap tenang meskipun traumanya sangat menakutkan.
"Aku akan menghadapinya," ucap Gretta pelan. Melihat usaha Diego dan teman-temannya untuk mengembalikan Gretta menjadi gadis yang bisa hidup dengan normal dan kuat dia memiliki sedikit rasa percaya diri dan kekuatan untuk setidaknya berani berpapasan dengan mereka.
"Apa tidak masalah? jika tidak bisa jangan dipaksakan, aku tidak mau kau ketakutan dan sedih, aku akan bawa kau keluar dari jalan yang lain," ucap Diego khawatir.
Dia menangkupkan kedua tangannya di pipi Gretta dan menatapnya dengan seksama.
"Apa kau yakin?" tanya Diego lagi.
Segurat senyum manis tergambar di wajah sang kekasih, Gretta tersenyum lembut," Yakin, kan ada kamu," ucapnya.
Hati Diego meleleh. Die memeluk gadis itu sekali lagi. setidaknya ini adalah perubahan besar dalam perkembangan mental Gretta.
Dia memasangkan masker gadis itu dengan baik dan memastikan wajahnya tidak terlihat.
" aku akan menjagamu, tidak akan kubiarkan mereka mengganggumu," ucap Diego.
Gretta mengangguk sambil menggenggam tangan Diego.
Pria itu menggandengnya sambil berjalan menuju lantai satu. Barang barang Gretta akan di simpan di sana, karena mungkin saja tempat ini juga akan jadi tempat yang sering dia kunjungi.
Keduanya berjalan dengan tenang sampai yang diharapkan pun muncul dengan suara cempreng dan kelakukan gilanya.
" Diego Michiels!!!" Suara Vera Bruce terdengar menggema.
"Aku mencarimu kemana mana sayang, kau ternyata di sini!? ada apa denganmu!? pernikahan kita akan segera dilaksanakan kenapa kau selalu pergi!?" Vera menghampiri pria itu dengan wajah kesal dan marah.
.
.
.
__ADS_1
Like, vote dan komen 🤗