Istri Untuk Tuan Simon

Istri Untuk Tuan Simon
72. Kebodohan Sadrakh


__ADS_3

Malam yang penuh dengan kebahagiaan itu ditemani oleh tawa dan canda seisi keluarga yang berbahagia dengan pertemuan ini.


" Wahhh jadi si bodoh ini adalah adik iparku ya!??" celetuk Zayn seraya menaikturunkan alisnya menggoda Simon.


Simon yang berdiri dan memeluk Lauravdari belakang tak peduli dengan ejekan Zayn.


"Kau itu sudah tua, memang cocok kau dipanggil kakak ipar!" celetuk Simon .


" Tu... tua!?? matamu buta, si kampret ini benar benar membuatku kesal!!" Balas Zayn tak terima.


Mereka asik bercengkrama, tuan Waltz berada di tengah tengah mereka.


Saat asik berbicara tiba-tiba suara teriakan Alesha terdengar menggelegar di dalam ruangan itu hingga berhasil membuat semua orang menoleh ke arah di mana Alesha berada.


" Ya ampun tuan Sadrakh apa yang anda lakukan!!!!" pekik Obelia dengan wajah syok saat melihat Sadrakh dengan tatapan pembunuh mencekik leher putrinya dengan nafas naik turun.


Alesha menangis histeris dalam cengkraman tangan Sadrakh. Beberapa saat yang lalu kenangan akan kebahagiaan nya bersama istri kembali terputar tetapi kematian Istrinya membuatnya marah, marah pada Dunia dan Alesha yang merebut istrinya dari dirinya.


Obelia terkejut, ini bukan apa yang dia harapkan dengan memberikan Alesha pada Sadrakh.


" Tuan lepaskan!!!" pekik Obelia dengan tangan gemetaran.


Wajah Alesha sudah memerah, gadis itu menangis di bawah cekikan ayahnya sendiri. Sepertinya Sadrakh sudah benar benar gila sampai dia tega melakukan hal keji itu pada anaknya sendiri.


Semua orang Panik, tak ada yang menyangka kalau Sadrakh Sampai melakukan hal sebodoh itu terhadap putrinya.


" Sadarlah Sadrakh!!!" teriak Simon mendekat.


" Menjauh dariku atau ku bunuh anak sialan ini!!!!" pekik Sadrakh di ambang batas kemarahannya.


" Kak Sadrakh jangan lakukan itu!!!!" teriak Laura. Bahkan Diego dan Gretta yang ada di belakang sampai berlari panik saat mendengar teriakan melengking dari bibir Alesha.


" Ya...Tuhan... no..nona..." Kaki Gretta lemas, dia hampir saja terjatuh ke lantai jika Diego tak menahannya di belakang.


Hanya Simon yang berani mendekat, Sadrakh bisa melakukan hal yang lebih gila dari apa yang dia lakukan saat ini untuk memuaskan kemarahannya atas kematian sang istri.


Tetapi Obelia yang membenci hal seperti itu tidak gentar. Dengan melawan trauma disiksa oleh ayahnya sendiri, Obelia mengambil nampan plastik di atas meja dan mengangkat benda itu tinggi tinggi ke atas.


" LEPASKAN DIA BAJINAGN SIALAN!!!" Pekik Obelia sambil mengayunkan nampan plastik itu ke kepala Sadrakh hingga benda itu menghantam kepalanya.


Brakkkk...


" Arkhhh...." Sadrakh berteriak sakit, dia melepaskan tangannya dari leher Alesha dan berdiri lalu berbalik menarik Obelia kemudian mencekik gadis itu dan mengangkatnya begitu saja hingga...


Brukk...


Spontan dia melemparkan tubuh Obelia ke sofa dekat Alesha berbaring sambil menangis.

__ADS_1


Kepala gadis itu terluka, dia menangis dan marah dengan apa yang Sadrakh lakukan .


Tak segan dia mengambil sepatunya dan...


Syuuuuttt...


Crakkkk..


Benda itu dia lemparkan dan tepat mengenai kepala Sadrakh.


" Sadar kau Bajingan setan, beraninya kau melukai seorang anak kecil, aku yakin istrimu akan menangis melihatmu menyiksa putrinya, jangan pernah mencari nona Alesha!!!" pekik Obelia sambil menangis sesenggukan.


Dengan tubuh gemetaran, keningnya sakit dan tulang tulangnya ngilu akibat ulah Sadrakh, dia mengambil tubuh Alesha dan memeluknya dengan erat sambil menangis pilu.


" Aunty sakiiitt...."Lirih gadis kecil itu sambil menangis sesenggukan.


" Huusssh sayang, anak baik, jangan takut, aunty di sini, jangan takut sayang, tenang ya... ohhh ini pasti sakit," ucap Obelia sambil menggendong Alesha dan mendekatkan diri pada Laura untuk mencari perlindungan.


" Nyonya tolong bantu Alesha," bisik Obelia.


Laura langsung merangkul Obelia dan Alesha demikian Gretta langsung menghampiri mereka.


" Kak Zayn apa ada kamar perawatan?" tanya Laura.


" Irvan bawa mereka ke kamar medis, kau tahu letaknya kan? " ucap Zayn yang dianggukkan oleh Irvan.


Ketiga Perempuan itu bersama Alesha dan Irvan pergi menuju ruang medis di rumah Zayn.


" Laura bergabung lah dengan yang lain, biar aku tangani di sini," ucap Diego.


" Baik kak, terimakasih," Laura melangkahkan kakinya menuju ruangan berkumpul.


Suasana kini hening dan tak seorang pun berbicara, mereka menatap Sadrakh dengan tatapan dingin terutama Simon yang merasa malam spesial istrinya terganggu karena Apria bodoh itu.


" Sayang bagaimana ini?" bisik Laura.


Simon menepuk lengan istrinya," tenang serahkan padaku," ucap Simon.


Dia mendekati Sadrakh yang hanya diam sambil menunduk dan mengeraskan rahangnya setelah mendengar ucapan Obelia tadi.


Tangan kekar Simon tiba-tiba menarik kerah Sadrakh Dann...


Bughhh... Bughh... Bughh


"Tuan Simon!!!


"Sadrakh bajingan, beraninya kau melakukan hal keji seperti itu pada seorang bayi kecil tak bersalah sialan, beraninya kau melukai Alesha, arrhhh di mana kau taruh otakmu bodoh!!!" teriak Simon tak habis pikir.

__ADS_1


Zayn dan Hendry pun sama kagetnya. Ini kali pertama mereka melihat Sadrakh menyakiti anak kecil.


Saking marah dan kesalnya, Simon memukuli sepupunya itu sampai babak belur. Perbuatan tak terpujinya itu membuat semua orang geram dan kesal.


" Betapa bodoh dan tololnya kau sebagai seorang ayah. Kau menyalahkan Alesha atas apa yang terjadi pada Istrimu, arrhhh sialan, aku tidak tahu cara menghadapi kakak ipar jika kau seperti ini!!!" geram Simon.


Sadrakh menarik diri dari cengkraman Simon .


" Kalian tidak tahu apa-apa, anak sialan itu.... Anak sialan itu yang membuat istriku meninggal, jika dia tidak lahir ke dunia ini mungkin Ester masih hidup!!!!" balas Simon.


Dia berdiri dan menatap mereka semua, seperti orang bodoh yang tak bisa menerima kenyataan sampai sekarang kalau takdir memang tidak ramah terhadap dunia pernikahannya.


" Kak, kematian tak ada yang tahu, kenapa kau menyalahkan Alesha?? dia bahkan tidak kenal dengan ibunya!!" ucap Laura.


Sadrakh menatap Laura," Tahu apa kau hah!?? kau bukan siapa siapa, kau tidak punya hak bicara di sini!!!!" bentak Sadrakh.


" Dasar perempuan pengganggu, jangan sok hanya karena kau tahu siapa orangtuamu sialan!!!!" umpat Sadrakh. Dia malah menghina Laura di depan semua orang.


" Sadrakh kau sadar hah!? apa otakmu rusak, kenapa Laura pun kau hina Bajingan!!" geram Zayn tak suka.


" Dia siapa!?? kenapa dia ikut campur, dan para pembantu sialan itu, hanya seorang pembantu tetapi berani membicarakan put....


Laura mengeraskan rahangnya, dia tahu dia bukan siapa-siapa tapi bagi anak kecil seperti Alesha dia harus berdiri membelanya..


Dengan berani gadis itu mendekati Sadrakh dan....


Bughhhh... Bughhh... plakkk...


" Bajingan kau, memang setan yang masuk ke otakmu bangsat!!!" kesal Laura setelah menendang jatuh Sadrakh dengan jurus bela dirinya.


" K...kau!??? "Wajah Sadrakh bengkak dan perutnya sakit.


" Aku tidak tahu apapun itu benar, aku bukan siapa-siapa itu benar, para pelayan yang kau sebutkan pun benar , tetapi bagi kami yang tidak mendapatkan kasih sayang orangtua perbuatan bejatmu itu tidak benar berengsek, jangan coba-coba menemui Alesha sebelum kau cuci otak sialanmu itu!!!!" geram Laura.


Tatapan tajam, rahang mengeras, tangan mengepal, dia benar benar mengintimidasi suasana, tak heran dia bisa demikian karena ayahnya adalah ketua komplotan mafia.


"Tcihhh.... sialan, aku tidak butuh anak pembawa sial, aku tidak butuh dia!!!!" Sadrakh berdiri dan pergi dari sana begitu saja.


"Hahhhhh.... " Laura terjatuh ke lantai, dia sangat lemas karena Sadrakh.


" Sayang kau baik-baik saja??" Simon menghampiri istrinya.


Laura menggelengkan kepalanya," Bagaimana bisa Alesha yang sekecil itu memiliki ayah sebodoh Sadrakh, ahhhh.... aku tidak habis pikir!!!"


.


.

__ADS_1


.


Like, vote dan komen 🤗


__ADS_2