
Pak Alvin di kawal oleh tiga orang anak buah Dani. Mereka punya firasat kalau orang-orang tadi akan mengganggu Pak Alvin lagi.
Dani menatap kepergian Pak Alvin dan rekan-rekannya. Tenda sudah diamankan dan semua sudah beres.Gadis itu mengunyah roti bakarnya sambil menatap ke langit yang penuh dengan bintang.
"Wahh bintangnya banyak sekali malam ini," ucap Dani terperangah.
"Bintang selalu banyak, jumlahnya tidak bisa dihitung sehingga akan sia sia, hanya di tatap saja dan kau akan tahu betapa spesialnya mereka, di sana ada bintang biduk, di sana ada Sagitarius, dan bintang timur akan muncul di sana saat jam 5 sampai jam 6 pagi, menakjubkan sekali!!!" Seloroh Andara yang masih berada di sana, duduk di atas kursi sambil menatap ke langit.
Dani baru sadar kalau ada seorang lagi yang harus dia urus. Gadis itu duduk di samping Andara," makanlah, dari tadi perutmu berbunyi," ucap Dani memberikan kantongan berisi kue bakar.
Andara menatapnya, tak ragu tetapi dia sudah menjilat bibirnya sendiri seperti anak kecil. Roti Panggang pak Alvin adalah kesukaan pria itu.
"Hey makanlah, kenapa menatapnya saja!?" tanya Dani.
"Em... tapi Andara tidak boleh makan makanan manis, bakteri akan bertumbuh sepuluh bahkan seratus kali lebih cepat, nanti gigi Andara bolong, Andara tidak mau, tapi.." dia menatap kue itu lagi dan berhenti bicara.
"Tapi...?" Dani mengeluarkan sepotong dan melahap nya di depan wajah Andara.
"Nyam nyam nyam... ini enak sekali!!!" goda gadis itu sambil tersenyum licik.
glek...
Jelas sekali Andara menelan salivanya kuat kuat. Tak tahan rasanya melihat kue yang sangat menggoda itu. Aromanya yang khas dan cokelatnya yang lumer membuat Andara tak tahan.
"Enaknya, kalau Andara tidak makan maka akan ku habiskan semuanya," ucap Dani sambil tertawa pelan.
grep!
Pria itu menarik plastik yang dipegang Dani, dengan ragu ragu dia menatap kue bakar yang dibungkus dalam kotak itu," Dani tidak boleh makan semuanya, dasar rakus dan jorok, lihat itu mulutmu belepotan, Andara akan makan satu potong!" ucap Pria itu sambil melirik ke kanan dan kiri.
"prfttthh bwahahhahHa..."Dani tertawa terbahak-bahak sampai isi mulutnya muncrat.
"Dani jorok! Dani jorok! Dani sangat jorok!!!" teriak Andara sambil berdiri dengan Panik. Dia meletakkan kue itu dan mengeluarkan tisu basah dari tasnya.
"Eghhh... Dasar Dani jorok!!" teriak pria itu sambil menahan kepala Dani dan membersihkan bibir gadis itu dengan tatapan jijik.
Bukannya marah, Dani malah semakin tertawa geli melihat kelakuan Andara yang tidak bisa ditebak.
"Bwahahhaa.... hahahha... Andara kau membuat perutku sakit, sangat kocak hahahaha.... hahahahaha.....ada ada saja!!!" Dani tertawa terbahak-bahak.
__ADS_1
Andara menatap jijik pada tissue basah itu, dia memasukkannya ke tempat sampah lalu membersihkan tangannya.
"Da.. dasar Dani jorok, sangat jorok, menjijikkan, perempuan tidak boleh jorok!" kesal Andara.
Dani tertawa terbahak-bahak, ini pertama kalinya ada orang lain selain keluarga dan koleganya yang membuat dia tertawa puas seperti itu.
"Kau lucu bwahhahaha... Andara kau lucu!!!" Dani tak kuasa menahan tawanya.
Andara hanya mendengus kesal lalu kembali ke tempat duduknya, dan membuka bungkusan kue bakar itu.
"Dani jorok!!" kesal pria itu sambil melahap sepotong kue bakar yang diberikan Dani tadi.
Dia menikmati nya dengan tenang. Seketika pikirannya teralihkan pada rasa nikmat kue bakar itu. Dia mengunyahnya perlahan-lahan, menelannya dengan penuh perasaan.
Dia adalah manusia unik yang sangat menghargai hal hal kecil. Melihat Andara makan dengan nikmat dan penuh penghayatan, membuat Dani tersadar akan hal hal kecil di sekitarnya yang bisa membuat dia bahagia.
Sama seperti Andara yang polos, dia juga bisa bahagia karena ada Laura, bos nya, teman teman dan anak anak yang ada di sisinya.
Andara mengajarkan nya untuk bersyukur dengan hal hal kecil di sekelilingnya.
Gadis itu menatap Andara dengan senyum lebar di wajahnya. Andara menikmati makanannya dengan begitu tenang.
"Ini sangat enak, Andara sangat suka," gumamnya sambil menatap ke atas langit saat merasakan cokelat bercampur kacang itu meleleh di dalam mulutnya. Tekstur kue yang lembut dan aroma yang menyeruak di mulutnya membuatnya selalu sedang melihat kembang api di atas sana.
Andara terbelalak dan membuka matanya menatap plastik yang sudah kosong karena isinya ludes dia makan sendiri.
"Oh no!" seru pria itu sambil menepuk kepalanya dan menatap Dani dengan mengulum bibirnya yang belepotan cokelat.
"Seharusnya Andara hanya makan satu, tapi kenapa semuanya habis? apa kuenya menari ke mulut Andara? rasanya enak tapi... Andara tidak membagi Dani!!" ucapnya menyesal.
Dani terkikik geli," Dasar rakus dan jorok,Andara jorok!" ejek Dani sambil mengambil tisu basah dari tas pria itu.
"Sini Mendekat!" ucap Dani.
Andara menggelengkan kepalanya," ma..maaf tapi yang sudah di makan tidak bisa dikeluarkan lagi!!" ucapnya sambil menutup mulut.
"Kalau kau tidak mendekat, aku akan mengeluarkannya dari perutmu sekarang juga!" ucap Dani dengan senyuman jahat di wajahnya.
Mata Andara membulat sempurna,dia menggelengkan kepalanya dengan cepat dan langsung mendekat ke arah Dani.
__ADS_1
Gadis itu tertawa lagi. Dia mengambil tisu basah dan membersihkan bibir dan wajah Andara yang belepotan makan kue.
"Dasar jorok, Andara sangat jorok," ejek Dani.
Pria itu menurut dan menutup matanya dengan bibir manyun.
" Sudah selesai," ucap Dani.
Andara mengedipkan kedua matanya berkali kali dan menatap Dani," Terimakasih," ucapnya sambil tersenyum manis.
Dani balas dengan senyuman, mereka berdua duduk berdua di sana menatap langit yang penuh dengan bintang untuk waktu yang lama.
Langit yang indah seindah hari Dani malam ini.
"Hoooaaammmmm..... Andara ngantuk," Pria itu menguap sambil menggosok-gosok kedua matanya seperti seorang bayi.
"Ayo kita pulang, beritahu alamatnya, akan ku antar," ucap Dani.
" Ummm? sudah malam, Andara juga ngantuk, baiklah, Dani antar Andara!" ucapnya.
"Baiklah beritahu alamatnya!" balas Dani sambil menatap pria itu.
"Jalan Bengawan no. 134 tepat di depan toserba 'YaYuk' rumah berpagar biru, dengan pohon besar di depannya!" ucap pria itu dengan cepat.
"baiklah!" ucap Dani sambil menarik lengan pria itu dan membawanya masuk ke mobil.
" Kita pulang!" ucap Dani saat mereka sudah di dalamobil.Tak ada sahutan, gadis itu menoleh ke arah Andara.
" pfthh, dia tertidur, dasar anak beruang," gumam Dani dengan tawa geli.
Dia mengambil selimut kecil lalu menyelimuti pria itu, memasangkan seat belt nya dan siap mengantarkan Andara ke alamat nya.
" Apa tidak ada yang mengurusnya? kenapa sampai semalam ini tak ada yang menghubunginya? padahal dia bawa ponsel," batin Dani merasa aneh dengan aktivitas Andara.
Mereka berangkat menuju rumah Andara. Tanpa Mereka ketahui, seseorang mengikuti mereka dari sisi lain jalan itu dengan menggunakan sepeda.
.
.
__ADS_1
.
Like, vote dan komen 🤗