Istri Untuk Tuan Simon

Istri Untuk Tuan Simon
142


__ADS_3

Obelia menabrak mobil itu sekencang kencangnya sampai mobilnya ringsek dan dengan cepat dia menghantamkan mobil itu menuju bangunan di dekatnya. Obelia mengendalikan situasi, sekalipun kepalanya terbentur dia tetap sadarkan diri karena tekadnya menolong sang putri.


“ Hah.. hah.. hah... kau pikir aku akan kalah dengan kalian, aku adalah ibu dari dua orang anak..” teriak Obelia sampai naasnya tersengal sengal.


Dia melihat kedatangan mobil itu, feelingnya benar kalau nyonya Yanti akan melakukan hal mengerikan untuk membuatnya menderita.


“ kalian tetap sama.. arhhkkk... bahkan sampai sekarang pun kalian berusaha untuk menghancurkanku sampai aku tidak punya apa-apa lagi,” ucapnya sambil keluar dari dalam mobil. Kepalanya berdarah karena terbentur, dia menangis sesenggukan, dia berlari menuju putrinya yang menangis ketakutan di pinggir jalan itu.


“ Mommy..” teriak Alesha sambil berlari menuju sang ibu dengan tangis sesenggukan. Air matanya mengalir begitu deras. Obelia menghampiri putrinya dan langsung memeluk Alesha dengan erat sambil menangis.


Salah sedikit, dia pasti akan kehilangan Alesha, dia tidak bisa membayangkan bagaimana jadinya jika dia tidak datang ke tempat itu, putrinya pasti sudah tidak bernyawa.


Obelia tahu apa yang akan terjadi, itu sebabnya dia bersikukuh datang ke sana meski Sadrakh melarangnya.


“ Hiks hiks anak Mommy, anak ku sayang, maafkan Mommy sayang, maafkan Mommy, ini semua salah Mommy,” Obelia menggendong putrinya, dia memeluk gadis itu dan mengecupnya berkali kali.


Jelas di kedua netranya tercetak jelas luka dan lebam di tubuh mungil putrinya,” Kasihan kamu sayang, arrhhh jahat sekali mereka melakukan ini padamu,” Obelia tak kuasa, dia memeluk sang putri tak peduli seberapa sakit kepalanya.


Dia bertahan untuk anak anaknya, dia kuat karena anak anaknya.


Alesha menangis sesenggukan, hubungan kedua orang ini sangat kuat. Alesha tahu ibunya akan datang, itu sebabnya dia keluar dari rumah itu dan langsung berlari ke arah jalanan begitu dia berhasil menyelinap dari antara semak-semak yang melukai tubuh kecilnya.


Alesha memerangkap wajah sang ibu di kedua telapak tangannya yang mungil,” mom don’t cry, ini bukan salah Mommy, mereka yang jahat,” ucapnya sambil menangis tetapi jari jarinya mengusap air mata sang ibu dengan lembut sambil menatapnya dengan penuh kasih sayang.


Belum pernah ditemukan ikatan batin sekuat ini antara seorang ibu sambung dengan putrinya. Hubungan mereka sangat dalam, Obelia dan Alesha terikat satu sama lain seolah mereka adalah anak dan ibu kandung.


Dengan berlinang air mata, Obelia menatap putrinya yang cerdas,” Anak Mommy, ahhh syukurlah kamu selamat sayang, maafkan Mommy,” ucapnya menangis lagi.


Alesha mengusap air matanya sendiri, dia tak mau lagi menangis di depan ibunya,” Mom Alesha baik baik saja karena Alesha tahu Mom akan datang, dan benar Mommy datang menyelamatkan Alesha, terima kasih Mommy, Alesha sayang Mommy,” ucapnya sambil tersenyum dengan wajah penuh luka lebam itu.


Obelia sangat sedih sekaligus terharu dengan ucapan putrinya yang tampak dewasa padahal usianya baru menginjak 5 tahun.

__ADS_1


Dia tak henti hentinya memeluk Alesha. Gadis kecil itu mengusap kening ibunya yang terluka, “ ini pasti sakit, Mommy hebat,” ucapnya.


Obelia tak bisa mengucapkan apa-apa lagi, yang terpenting baginya putrinya selamat dan betapa baiknya langit padanya, kandungannya aman dan baik-baik saja.


“ Terima kasih anak-anak Mommy sudah bertahan, terimakah banyak,” ucapnya .


“ umm? Anak anak? “ tanya Alesha heran sambil menatap sang ibu dengan tatapan heran.


Obelia tersenyum sambil berjalan menjauh dari mobil ringsek itu saat ekor matanya mendapati putra tiri nyonya Yanti keluar dengan tubuh bersimbah darah. Perasaannya tidak enak, dia berjalan menjauh dengan langkah kaki yang cepat.


“ Ada adik kamu di perut mommy,” jawabnya dengan tenang meskipun pria itu tampak berjalan ke arah mereka sambil membawa benda tajam. Dia merasakan bahaya, dia tahu tatapan mata penuh kebencian itu akan membuat dia dan putrinya bahaya.


“ Adik?” Alesha terbelalak, alisnya terangkat ke atas dan Obelia mengangguk dengan senyuman di wajahnya.


“ uwahhh Seperti mimpi Alesha, asik lecha punya adik hahaha, terima kasih Mommy, Mommy the best..” seru gadis kecil itu sambil memeluk dan mengecup sang ibu berkali kali.


Sementara itu, pria tadi berlari ke arah mereka dengan langkah yang pincang, dia terluka dan sangat marah dengan apa yang dilakukan oleh Obelia barusan.


“Mommy...” pekik Alesha.


Bughh.....


“ Sial..” Simon menerjang pria itu sampai dia terjerembap ke atas tanah. Dia dan yang lainnya berlari keluar setelah mendengar benturan keras yang mengerikan . Sadrakh sampai syok saat mendengar ucapan dari istrinya yang ternyata mengikuti mereka ke tempat itu.


“ Sialan.. harusnya kau mati.” Teriak pria itu seperti orang gila.


Obelia membawa putrinya sambil menutup telinga gadis kecil itu.


“ Sayang, Alesha... kalian.. bagaimana keadaan Kalian,” Sadrakh langsung menghampiri istri dan anaknya dengan wajah panik. Dia syok begitu mendengar tabrakan hebat itu.


“ Sayang kau terluka, Alesha.. “ Dia memeriksa keadaan mereka , menatap mereka dengan wajah panik. Pria itu langsung memeluk istri dan putrinya dengan erat. Rasa takut akan kehilangan orang yang berharga baginya membuat pria itu panik.

__ADS_1


“ Kami baik baik saja sayang, ini sebabnya aku meminta ikut, karena aku tahu persis isi otak mereka, “ ucap Obelia.


“ Ahhh terima kasih sudah selamat sayang, dan maafkan aku terlambat,” ucap Sadrakh menyesal.


Simon dan Diego serta anak buahnya langsung membawa pria itu menuju halaman di mana Nyonya Yanti dan yang lainnya diikat dan di tahan menunggu hukuman yang pantas untuk mereka. Perencanaan pembunuhan, penculikan, merusak nama baik Obelia dan kejahatan lainnya membuat mereka tak bisa dimaafkan begitu saja.


“ Obelia, orang tuamu ada di dalam, apa kau tidak mau melihat mereka? Kami mungkin akan berbuat kasar pada mereka, tentukan keputusanmu sebelum Dani dan Lanang menggila,” ucap Simon.


Obelia memeluk Alesha dengan erat, dia menangis, rasa sakti di hatinya semakin pedih, tak ada perubahan pada kedua orang tuanya, sudah lama mereka putus hubungan, bahkan Obelia tidak tahu ayahnya yang sebenarnya siapa.


Obelia menutup kedua matanya, menarik nafas agar dia bisa tenang. Tak ada sehari pun dia merasa diperlakukan seperti seorang anak oleh nyonya Yanti dan tuan Riko.


Kenyataan akan asal usulnya sudah dia ketahui sejak lama, bahwa dia adalah anak dari hubungan liar nyonya Yanti yang entah siapa ayahnya.


“ Aku tidak punya orang tua, mereka bukan urusanku,” ucapnya dengan tenang.


Sadrakh memeluk istrinya yang terguncang, ia tahu ini berat bagi Obelia, tetapi bagaimana pun juga kedua orang itu tidak pernah menganggap Obelia ada, mereka hanya memanfaatkannya dan membuat seluruh hidupnya hancur.


“ Baiklah, kalau begitu, Sadrakh bawa istrimu dan Alesha ke rumah sakit, jaga mereka dengan baik, kami akan menyelesaikannya di sini,” ucap Simon yang dibalas anggukan kepala oleh Sadrakh.


Sadrakh membawa istrinya dan Alesha dengan sakit hati di dalam dadanya. Sakit hati karena dua orang yang dia sayang berada dalam bahaya karena ulah manusia-manusia di halaman rumah sana.


.


.


.


Like, vote dan komen


BTW JANGAN LUPA BERKUNJUNG KE NOVEL AUTHOR YANG LAGI ON GOING YA👇👇👇👇👇👇

__ADS_1


"HIDUP KEMBALI: NIGTH AT PARADISE"


__ADS_2