Istri Untuk Tuan Simon

Istri Untuk Tuan Simon
217 Season 2: Kill Them!


__ADS_3

Simon masuk ke dalam kantor dengan langkah riang gembira. Kembali bekerja setelah menghabiskan waktu dengan keluarga membuat semangatnya berkali lipat lebih meningkat.


Laura juga fokus dengan pekerjaannya di galeri miliknya bersama karyawan yang bekerja di bawah kontrol wanita itu.


Simon melangkah masuk seolah tidak terjadi apa-apa, tetapi kedua matanya jelas sekali memerangkap pria bodoh yang sedang duduk melamun di depan komputer.


Memutar mutar ponselnya dengan wajah bodoh. Sudah seminggu sejak Petra menghilang, bahkan Sandra yang seharusnya bekerja sama dengan Laura pun tak kunjung datang ke perusahaan sejak terakhir kali Lanang meminta Petra bertemu dengan Dina.


Kepala pria itu mau pecah rasanya memikirkan di mana gerangan Petra berada bahkan kekasihnya saja tidak membalas pesannya.


" Sialan di mana dia, kenapa tak kunjung datang!?" batin Lanang mengeraskan rahangnya.


Dina membuat pria itu melangkah ke jalan yang salah. Menjadi mata mata bagi Dina, pria itu memberikan laporan tentang Simon melalui Petra kepada kekasihnya.


..."Sayang, aku ingin bekerja sama dengan grup Kent, bantu aku untuk tahu banyak tentang tuan Simon, kumohon ya,"...


Dina merayunya dengan segala akal bulus. Membuat Lanang terpikat. Padahal sebelumnya, Dina sama sekali tidak pernah membicarakan Simon, setahun terakhir ini justru dia mulai membahas Simon setiap kali mereka bertemu.


Bukannya membahas hubungan mereka, Dina malah lebih tertarik pada hubungan Simon dengan Laura. Sedikit wajar, karena Simon dan Laura tentu membuat penasaran semua orang termasuk Dina ,tetapi sayangnya Lanang ditipu oleh gadis itu.


Simon berjalan dengan riang sambil tersenyum membayangkan wajah istrinya yang mengomel pagi tadi karena si kembar memecahkan vas bunga.


Dia duduk tenang di kursinya dan bekerja seperti biasa.


" Lanang apa kau sudah berhasil menghubungi Sandra? kerja sama Sandra dengan Laura akan segera dilaksanakan, apa kau tahu dia di mana!?" tanya Simon dengan kedua tangannya yang sibuk bergerak di atas mejanya.


Tetapi Lanang tak menjawab. Bahkan sekretaris kepercayaan Simon yang duduk di samping Lanang sampai menatap pria itu dengan tatapan heran.


"Lanang!?" panggil Simon lagi, tetapi sama saja hasilnya. Lanang hanya melamun seperti orang bodoh yang kehilangan nyawanya.


"Eva pukul kepalanya!" kesal Simon.


Bugh!!


" Arrhh... sakit Eva!!! ada apa sih!????" kesal Lanang sambil mengusap kepalanya yang dipukul oleh Eva.

__ADS_1


"Ada apa denganmu!? kau seperti punya anak selusin saja sampai tidak mendengar ucapan tuan, aku saja yang punya anak dua tidak seperti itu!? Sadarlah Lanang!" hardik Eva, ibu dua anak yang jadi sekretaris sekaligus Asisten Simon untuk mengerjakan masalah perusahaan.


Bisa dibilang dia adalah orang penting di perusahaan itu, sudah menikah dan seumuran dengan Simon.


Lanang terkejut, dia baru sadar kalau tuan mudanya ada di sana, sontak dia berdiri dan menghampiri Simon dengan wajah pias.


" Maaf tuan saya tidak fokus," ucapnya sambil membungkuk hormat.


Simon menghentak hentakkan jarinya di atas meja sambil menatap Lanang dengan tatapan dingin dan datar. Jangan bilang Simon adalah ketua tim Aryn jika dia tidak tahu apa yang sedang dilakukan oleh anak buahnya.


" Ck.. ck.. ck... kekacauan apa yang sebenarnya sedang kau lakukan Lanang, " ucap Simon dengan nada kecewa.


" Maafkan saya tuan!" ucap Lanang menyesal.


Simon menarik nafas dalam dan menghembuskan nya dengan kasar.


Dia tahu kekacauan yang sedang dibuat oleh Lanang, yang bertindak sendiri tanpa berdiskusi dengannya atau setidaknya dengan tim Aryn.


"Bereskan semua kekacauan ini Lanang, aku kecewa dengan cara kerjamu!" tukas Simon sambil bangkit berdiri tanpa bilang kalau dia sudah tau segala sesuatu tentang Lanang dan Dina.


Simon melangkah dengan cepat,"Eva jadwal selanjutnya!" ucap Simon.


Sedangkan Lanang ditinggalkan dengan perasaan bersalah menyelimuti hati dan pikiran nya.


" Tuan tahu, dia tahu semuanya, arkhhh sialan!!" Lanang memukul meja dengan kepala tangannya.


Kesal, marah dan kecewa pada dirinya sendiri.


Lanang tahu dua bulan yang lalu tujuan Dina mendekati nya, itu adalah ketika dia meminta Petra menjadi kaki tangan Dina seolah Petra hendak berkhianat pada perusahaan. Ketika tahu tujuan Dian sebenarnya, hatinya hancur berkeping-keping, tapi malah membodohi dirinya kalau Dina bisa berubah.


Dia menempatkan Petra di sisi Dina sebagai mata mata sekaligus mengawasi gerakan kekasihnya.


Jujur saja, Lanang telah jatuh cinta terlalu dalam pada Dina. Dia sangat mencintai perempuan itu sampai rela melakukan apa pun Untuk Dina termasuk menjadi orang bodoh dan hampir mengkhianati kepercayaan tuannya.


Tapi ketika dia menempatkan Petra di sisi Dina, Petra juga melaporkan segala gerakannya pada Simon tanpa sepengetahuan Lanang.

__ADS_1


Itu sebabnya Simon tahu kalau Lanang telah membuat kekacauan besar.


Petra adalah orang yang setia, otaknya masih normal untuk tidak mengkhianati tuan mudanya. Dia bisa saja mengkhianati Lanang maupun Dina yang terus menerus mengancamnya, tetapi dia tidak bisa mengkhianati tuan dan nyonya yang mempekerjakan dia di perusahaan itu atas bantuan Irvan.


Lanang melakukan langkah yang ragu ragu. Sebentar dia ingin mengakhiri semua langkah jahat Dina dan membongkarnya pada Simon, itu adalah saat dia menunjukkan rekaman Linda bertemu dengan Dina dan beberapa foto lainnya.


Tetapi di sisi lain, dia ingin mendukung gerakan Dina yang tanpa dia ketahui akan menghancurkan keluarga tuan mudanya.


Bodohnya Lanang, dia memberikan informasi tentang anak anak Simon dan Laura, yang tanpa dia sadar telah menimbulkan masalah lain yang lebih besar.


"Tidak bis, aku harus menyelesaikan ini!!! Dina.. Dina kau tidak boleh melakukan apa pun, aku akan menghentikan mu!! aku yakin kau bisa berubah!" gumam Lanang masih percaya pada kekasihnya.


Lanang menghubungi nomor gadis itu," Dina aku ingin bertemu,di mana kau sekarang?" tanya Lanang tanpa basa basi.


"Aku di kantor, ada apa sayang? apa ada yang mau dibicarakan? aku sedang sibuk," ucap Dina.


" Ini penting, aku akan menjemputmu!" ucap Lanang langsung memutus panggilan teleponnya lalu pergi dari sana untuk menemui Dina.


Sementara itu, di kantor Dina..


" Mau apa keparat ini!? tidakkah diatur aku jijik melihat wajahnya!? hah... cuihh!!" Dina membenci Lanang, dia hanya memanfaatkan Lanang untuk mengorek informasi tentang keluarga Simon.


Dina duduk dalam ruangan pribadinya, dipenuhi dengan foto wajah tampan Simon yang dia kumpulkan dan pajang di sana untuk dia nikmati seorang diri dengan fantasi liarnya.


"Tunggu aku Simon, aku akan membereskan wanita itu dan kedua anak sialan itu, maka tidak akan ada lagi yang menghalangi cinta kita," ucap Dina.


"Sebaik apa pun kau melindungi mereka, maka aku akan melakukan usaha yang lebih keras untuk menyingkirkan mereka sayang, aku mencintaimu, hanya aku yang bisa memahami monster seperti dirimu, kau adalah monster yang hanya bisa takluk padaku, kau harus kembali seperti dirimu yang dulu, " gumam Dina sambil tersenyum licik.


Dia menghubungi seseorang lagi," Apa kalian sudah dapatkan anak anak itu!?" tanya Dina.


" Sudah nona, kami akan segera menyingkirkan mereka!" ucap orang di seberang sana.


" Bakar sampai musnah, lalu buang abunya ke tempat sampah, dan jal4ng itu, kalian juga harus mendapatkan nya, bunuh dia!" ucap Dina.


.

__ADS_1


.


Like, vote dan komen 🤗


__ADS_2