Istri Untuk Tuan Simon

Istri Untuk Tuan Simon
42. Panggilan Nyonya Tiara


__ADS_3

Acara pembukaan toko milik Laura berjalan dengan baik. Sudah seminggu lamanya toko online perempuan itu beroperasi.


Karena dia menggunakan Zayn si dokter tampan yang terkenal serta Diego, si tukang kayu yang maskulin serta model memukau lainnya yang membuat orang orang dengan cepat melirik toko online Laura yang menyediakan layanan pesan pakaian secara online dan ukuran yang bisa dikostumisasi.


Beberapa desain dipatenkan dan berada dalam lisensi Laura agar tidak ditiru oleh orang lain.


"LK Fashion" nama yang Laura sematkan pada toko miliknya.


Toko yang bukan sekedar menjual pakaian tetapi juga memiliki layanan konsultasi dan pemesanan yang menarik perhatian orang-orang.


Namun karena masih baru tentu saja perkembangannya lambat. Laura tak lupa membuat iklan promosi dengan modal yang dia punya.


gadis itu kini sedang duduk di meja kerja dalam rumah Besar Kent.


Tersenyum menatap ruangan besar yang kini sudah lebih terawat, harum bersih dan rapi. Selain itu, Laura mengganti beberapa background dinding dengan warna yang lebih cerah, beberapa lampu diperbaiki dan foto foto kenangan masa kecil Simon dipajang kembali.


" Wah... rumah ini jadi benar benar berwarna, kau hebat Laura!" celetuk Diego yang berjalan jalan tanpa kaos hanya dengan celana training panjang dan handuk yang bertengger di atas bahunya.


Berjalan dan menghampiri Laura dengan sebotol minuman energi di tangannya.


Tubuhnya yang maskulin ternyata banyak di ukir dengan bekas luka seperti luka tusuk dan sayatan, melihatnya saja seram .


"Apa Dia tidak akan marah?" tanya Laura sambil menatap dinding yang berisi foto kenangan itu.


Seminggu ini, Laura menyibukkan diri memperbaiki penataan rumah dan mempelajari kegemaran suaminya, semua dia lakukan semata-mata untuk mengembalikan Simon menjadi manusia yang utuh.


Diego duduk di samping Laura, sama halnya dengan Sadrakh dan Zayn yang juga bergabung dengan mereka.


Keempat orang ini semakin dekat setelah pertengkaran kecil di antara mereka.


"Mungkin dia akan terkejut, marah bisa saja tapi dia itu tidak bisa ditebak Laura, kau sudah tau resikonya bukan? Maka dari itu lanjutkan apa yang ada dalam benakmu!" ucap Zayn seraya menepuk pucuk kepala gadis itu.


"Wah tangan kau Zayn, main tepok tepok kepala anak orang!!" celetuk Diego sambil menatap curiga pada Zayn yang sangat suka berada di dekat Laura. Padahal Zayn tipe yang malas berdekatan dengan perempuan.


" Apa kau!? iri hah!?? "


"Ck... kalian ini jangan bertengkar terus!!" kesal Laura sambil menarik telinga mereka berdua.

__ADS_1


"Aww...aw...auhhh...sakit atuh neng, sakit tau... telinga Abang mau copot, iya kan neng Gretta lope lope ummah..." celetuk Diego seraya menggoda Gretta yang lewat dengan kemoceng di tangannya.


Huweekk...


"Dasar orang aneh, aku mau muntah melihatnya!" gumam Gretta dengan wajah kesal dan jengah terhadap kelakuan absurd Diego.


"Hahahaha..." mereka semua tertawa.


Seperti harapan Pak Malik, Rumah itu kini jadi penuh dengan warna setelah kedatangan Laura ke sana.


"Rasakan kau, diejek kan!?? hohhhhh... Diego kampret mampus kau hahahaha...." Zayn menyeringai dan mengejek Diego.


Rumah yang dulunya sepi dan seram kini jadi penuh dengan warna karena kehadiran Laura.


Rumah itu kini penuh dengan warna. Para Pelayan juga sangat nyaman dengan Laura yang ramah dan polos.


Saat mereka asyik bercanda ria, ponsel Laura berbunyi. Ponsel lama yang selalu dia pakai padahal sudah dipaksa untuk menggantinya menjadi yang baru tapi Laura menolak.


Tertulis nama Nyonya Tiara di sana. Zayn tak sengaja melihat nama itu. Laura dengan cepat mengambil ponselnya,” sebentar aku angkat telepon dulu,” ucapnya sambil berjalan tergesa gesa ke belakang.


Zayn menatap Laura yang tampak terkejut dengan panggilan telepon itu,” ada apa?” tanya Diego.


Zayn menatap Diego,” sepertinya kita akan punya pekerjaan tambahan,” ucap Diego sambil menyipitkan kedua matanya.


Sementara itu, Laura menerima panggilan Nyonya Tiara di dekat dapur. Tentu saja Laura merasa ada yang janggal dengan nyonya Tiara yang menghubunginya secara pribadi.


Bahkan memanggil namanya dengan nama asli Laura saja wanita itu tak pernah tapi kenapa hari ini dia menghubungi Laura secara langsung?


“ Halo..” jawab Laura.


“ Datang ke alamat yang ku kirim padamu, akan ku beritahu siapa ibu kandungmu dan keluargamu yang sebenarnya tetapi dengan syarat kau datang ke hotel itu dan penuhi permintaanku, jika tidak, Pak Mandu akan mati hari ini.”


“ Ingat ini , kau harus datang sendiri, jangan sampai ada yang tahu!!" Tegas wanita itu.


Tap..


Panggilan itu langsung berakhir tepat setelah nyonya Tiara mengungkapkan niatnya.

__ADS_1


Laura terdiam dengan jantung berdebar. Informasi tentang keluarganya? Tentang ibu kandung yang selama ini dia cari tetapi mereka sangat pelit memberikan info tentang Ibu Laura. Dan apakah Laura juga punya keluarga yang lain?


“ Bagaimana ini?” Laura terdiam sambil mengusap dadanya, rasanya dia ingin segera berlari ke tempat itu, tempat yang dimaksudkan oleh nyonya Tiara.


Penasaran dengan sosok ibunya dan keluarga yang di maksud Laura sebab selama ini dia selalu hidup dengan bayang bayang sebutan anak haram. Tetapi dia bahkan tidak tahu siapa ibunya, pantaskah dia menerima begitu saja sebutan itu terhadap dirinya?


Laura menggenggam ponselnya, dia harus bertemu dengan mereka hari ini sesuai dengan alamat yang di tujukan oleh nyonya Tiara.


Dengan cepat gadis itu melangkah ke depan, dia mengambil tasnya dan beranjak keluar hingga suara Zayn menghentikan langkah Laura.


“ La, mau ke mana?” panggil zayn.


Laura berhenti sambil menggenggam tasnya, dia mengulum bibirnya, dia ingin memberitahukan pada mereka tapi dia ragu.


Laura berbalik dan menatap Zayn dnegan mata yang gemetaran,” a.. aku mau keluar tuan, ada yang harus ku beli,” ucap Laura pelan dan berusaha untuk tetap tenang sebagaimana biasanya.


Tetapi insting Zayn mengatakan ada sesuatu yang lain dengan gadis itu,” ohh ya sudah, apa perlu ku antar?” usul Zayn,” Kebetulan aku akan ke rumah sakit, boleh ku antar?” tawar Zayn.


“ Emm tidak perlu tuan. Saya bisa sendiri, kalau begitu saya duluan,” ucap Laura yang langsung pergi tanpa melanjutkan pembicaraan dnegan Zayn.


Laura berjalan dengan cepat dan keluar dari rumah itu.


"Apa yang harus kulakukan? kalau aku bilang aku mencari ibuku mereka pasti menertawakan ku, belum lagi jika tuan Simon tahu, dia pasti akan curiga dan mencekik ku seperti hari itu lagi," Laura terus bergelut dengan pikirannya.


Dia takut, jika dia mengatakan kalau dia ingin bertemu nyonya Tiara maka Simon akan marah. Tapi jika ketahuan bertemu maka mungkin saja masalahnya lebih pelik dari yang Laura pikirkan.


Nyonya Tiara orang yang penuh muslihat, entah apa yang ingin dia rencanakan terhadap Laura untuk mencapai tujuannya.


"Bagaimana ini? Apa yang harus kulakukan!? Nyonya Tiara bukan orang yang sesederhana itu!" batin Laura sambil berbalik dan menatap rumah keluarga besar Kent.


.


.


.


like, vote dan komen 🤗

__ADS_1


__ADS_2