
Diego berjalan seolah tidak mendengar apa pun.Gretta pun demikian, dia mengikuti langkah kaki Diego tanpa menoleh ke arah para perundung itu.
Diego bahkan enggan melirik ke arah Vera yang berdiri dengan wajah kesal. Pakaiannya yang kurang bahan selalu jadi andalannya, belum lagi riasan tebal yang selalu dia gunakan untuk menghiasi wajah iblis ga itu.
"Diego Michiels!!" Vera berteriak bersamaan dengan hentakan Kedua kakinya yang semakin keras di lantai. Wajahnya sampai memerah karena kesal dan marah Diego tidak memperhatikan dirinya.
Teman teman Vera tertawa cekikikan melihat Vera yang selalu membanggakan calon suaminya itu, tetapi malah diabaikan oleh Diego .
Diego tidak peduli, yang ada dalam pikirannya saat ini hanyalah Gretta yang malah dia rangkul semakin erat sampai membuat semua yang melihatnya tersenyum senyum dengan cara Diego memperlakukan gadis bermasker itu.
Saking geramnya, Vera berjalan dengan hentakan kaki yang kuat dan berusaha untuk menarik Gretta yang terlihat menempel pada pria itu.
" Kau bersama siapa!? perempuan jal4ng mana ini!? kenapa dia menempel seperti cicak di tanganmu, apa dia menggodamu, hei Diego kau sudah punya calon istri!!" teriak Vera berusaha menggapai tubuh Gretta tetapi ..
seet....
Diego memutar tubuh kekasihnya dengan cepat dan berdiri di depan Gretta dengan posisi Gretta berada tepat di belakang punggung pria itu.
Diego menyembunyikan Gretta dengan sangat baik. Sesuai ucapannya dia akan melindungi Gretta dengan sekuat tenaganya.
Pria itu menjadi tameng perlindungan Gretta, dia menatap sinis ke arah Vera yang sangat berani mengusiknya bahkan di hadapan umum.
Jelas sekali kalau Vera berusaha untuk membuat semua orang tahu kalau Diego yang di depannya itu adalah putra bungsu dari Grup Michel yang terkenal di kalangan pebisnis.
"heheh... dengan begini dia tidak akan bisa mengelak lagi, publik sudah tahu, lama kelamaan dia juga akan luluh sendiri!" batin jahat Vera bergema.
"Ada apa hah!?" Diego bertanya dengan nada sinis. Namun kedua tangannya terus menggenggam lengan Gretta meskipun dalam posisi dia membelakangi sang kekasih.
" Ohh Diego, tak salah aku datang ke sini, Kita memang berjodoh, pernikahan akan segera dilaksanakan, kau kenapa tidak menjawab panggilan Mama dan Papa!?" ucapnya tanpa tahu malu.
"Pernikahan? " Diego mendelik.
"Aku menikahi seorang perempuan murahan seperti mu!? yang benar saja Vera, mimpi kau!!" ejek Diego.
Vera benar benar telah kehilangan mukanya, dia dipermalukan di depan banyak orang. Satu satunya cara untuk membalas adalah dengan melibatkan orang lain disini.
__ADS_1
Vera menatap gadis misterius di belakang Diego, dia penasaran siapa gadis yang berusaha untuk dilindungi oleh Diego itu.
" Siapa dia!? apa dia jal4ng sialan yang membuatmu berubah pikiran!?" tanya Vera seolah dia adalah korban.
Dia menatap Gretta yang bersembunyi di balik punggung Diego," Kau gadis sialan, siapa kau!?" tanya Vera. dia menatap gaun yang dipakai oleh Gretta.
salah satu gaun yang dia inginkan dan merupakan rancangan limited edition yang berasal dari L. Fashion milik Laura yang telah dipasarkan secara terbatas.
Gaun itu sangat disukai banyak orang tetapi produksinya sedikit, namun itulah nilai mahal dari gaun cantik yang dipakai Gretta tersebut.
"Gaun itu, Itu seharusnya aku yang pakai, kenapa kau memberikannya pada perempuan tidak jelas itu!!!" terik Vera seperti orang sinting yang ribut sendiri.
Diego sama sekali tidak mendengarkan dia, pria itu berjalan dan merangkul Gretta di sisi yang lain. Gretta bisa melihat wajah Vera dan teman-temannya dengan sangat jelas.
Wajah wajah yang membuatnya hancur dan menderita karena terima bekas bully di masa lalu.
Vera mendekati Gretta dan menarik tangan gadis itu dengan kasar.
" Kau bicaralah, dasar jal4ng!!!' kesal Gretta Karena tak dihiraukan sama sekali.
" Wahh ini anak bisa bunuh orang kalau gini!!" ucap loli.
" Sialan, kenapa Vera tidak pernah bisa menahan amarahnya!!" kesal Anna.
Vera menatap Gretta dengan tatapan tajam dan kesal. Dia menggenggam tangan gadis itu sedang tangannya yang lain hendak menari masker Gretta.
“ Apa yang kau lakukan, jangan pernah menyentuh wanitaku dengan tangan kotormu itu,” Diego menarik tangan Vera dan ...
Brukkk..
Dia tanpa segan mendorong perempuan itu hingga Vera terjerembab ke lantai. Diego benci jika orang yang dia sayangi disentuh oleh sembarangan orang apalagi jenis manusianya seperti Vera.
“A khh... ka.. kau.. Diego kau jahat hiks hiks hiks....” Vera menangis. Tentu saja ini hanya tangisan palsu untuk menarik simpati orang orang dan membuat mereka membela Vera.
Gretta menatap perempuan itu. Bayangan akan kekejaman Vera padanya selalu terngiang dengan jelas. Bayinya yang mati juga karena campur tangan Vera.
__ADS_1
Gadis itu mengepalkan kedua tangannya.
“ Jika kau terus lemah dan tidak berani melawan, maka kau yang rugi Gretta, ingat kami, kak Diego, Simon dan yang lainnya selalu mendukungmu dan berdiri di belakangmu sebagai kekuatanmu, kau harus membalaskan perbuatan mereka,” kata-kata nasehat dari Laura yang selalu menjaganya di kediaman keluarga Kent terngiang di kepala gadis itu.
Keberanian, tekad, rasa marah dan rasa ingin bangkit bersatu dan berkumpul.
Gretta membuka maskernya dan menunjukkan wajahnya pada orang orang yang telah merusak hidupnya itu.
“ Tak ku sangka.." Gretta mulai berbicara.
“ Sayang?” ucap Diego terkejut kala melihat Gretta membuka maskernya.
“ Kau tetap sama seperti 9 tahun yang lalu Vera Bruce,” ucap Gretta sambil menatapnya dengan tatapan datar dan dingin yang berhasil menusuk sanubari keempat perempuan yang berdiri di sana.
“ Gretta... ka.. kau .. kau perempuan itu...” mereka semua syok. Tercengang, kaget dan tak menyangka kalau mereka akan melihat Gretta lebih tepatnya melihat seorang perempuan yang selalu mereka anggap tidak ada apa apanya dibandingkan dengan diri mereka kini bersanding dengan salah satu pria yang paling diminati oleh orang orang di seluruh negeri itu.
“ Diego sejak kapan kau berhubungan dengan manusia sampah ini?” Vera terkejut.
“ Dia bahkan tidak cocok untukmu, dia itu orang miskin, anak yatim piatu yang tidak punya orang tua untuk menjadikannya dengan baik..” teriak vera.
Semua orang yang ada di sana menatap sinis ke arah vera. Beberapa orang tersinggung dan yang lainnya kesal dengan pernyataan perempuan bodoh itu.
Diego hendak maju, tetapi Gretta telah mendahuluinya.
Plak..
Dengan berani gadis itu melayangkan sebuah tamparan keras ke wajah Vera . Semua orang yang ada di sana dibuat tercengang dengan keberanian seorang gadis biasa mengganggu Vera Bruce, model cantik yang selalu dielu elukan publik karena paras cantiknya tetapi tak ada yang tahu betapa buruk sikapnya selama ini.
“ Beraninya kau!!" teriak Vera sambil balas melayangkan pukulan ke arah Gretta.
.
.
.
__ADS_1
Like, vote dan komen.