
"Dani bangun!!"
"Mati kalian arkhhh!!!" teriak Dani saat dia bangun dari mimpi buruknya.
"Hah...hah... hah... Sialan!!" umpat gadis yang terlelap di atas kursi ruang tunggu itu. Dani duduk dengan keringat bercucuran di seluruh tubuhnya, jantung nya berdegup kencang dia memijit kepalanya yang terasa sakit.
"Mimpi buruk lagi? sudah ku bilang istirahat yang banyak, kau sudah dibilangin!!" omel Simon sambil duduk di samping Dani dan menatapnya dengan kesal.
"Maaf tuan, saya senang melihat ponakan saya, jangan dilarang ya..." ucapnya sambil memasang wajah cemberut.
Simon menghela nafas, dia tahu dan sangat paham dengan sifat Dani yang satu ini.Gadis itu sangat menyayangi anak-anak, dia tidak suka melihat anak-anak diperlakukan kasar oleh orang dewasa.
Puk!
Tangan Simon mendarat di pucuk kepala gadis itu, "Minum ini dan masuk ke kamar kakakmu, temani Laura dan beristirahat dengan benar!" ucap Simon sambil memberikan segelas susu hangat untuk Dani.
Gadis itu mengangguk sambil tersenyum. Dia beranjak dari sana menuju ruangan Laura yang tak jauh dari sana, seperti anak kecil yang menyeruput minumannya dengan cepat.
Salah satu alasan Simon menempatkan Dani di sini Laura adalah karena Dani itu kuat dan penyayang. Dia tahu kalau Dani akan melindungi istri dan anak-anaknya sementara dia di luar mengurus para bedebah yang mengusik kehidupan rumah tangga saudara sepupunya, Sadrakh.
Danielle, gadis yang tidak punya keluarga itu ditolong dan dikeluarkan oleh Simon saat usianya 10 tahun.
Saat itu Dani masih berada di pusat rehabilitasi anak dan Simon tengah mengunjungi salah satu keluarga Lanang yang juga di penjara di tempat itu karena terlibat kekerasan berujung kematian.
Dani kecil menarik perhatian Simon yang saat itu usianya masih 19 tahun. Mereka dengan koneksinya membawa gadis itu dari sana. Dani tidak terlihat seperti anak pada umumnya, dia pendiam, sering melamun dan tatapan matanya kosong.
Jiwa yang kosong itu membuat Simon terenyuh, hati kecilnya berbicara dan dia mengurus kepindahan Dani dari pusat rehabilitasi anak.
Dani sulit bangkit, Simon dan tim Aryn berjuang keras membangun percaya diri dan kepribadian gadis malang itu. Dia dilatih dengan baik dan diperhatikan oleh seluruh anggota.
Dani yang malang menyentuh hati Simon, dia dibawa dari kegelapan menuju kehidupan normal. Bertahun-tahun gadis itu berperang melawan trauma dan dirinya sendiri.
__ADS_1
Hingga akhirnya dia lebih stabil saat usianya 18 tahun. Gadis itu pintar, dia anak yang manis dan penyayang, didikan Simon dan Tim Aryn berhasil membuatnya jadi manusia lagi.
Namun saat itu dia masih belum menemukan alasan dia tersenyum. Dia masih sering melamun bahkan beberapa kali Simon menemukan dia menangis sendirian di dalam Terowongan dekat markas mereka.
Dani yang hancur membuat Simon merasakan seperti apa dirinya dahulu.
Dani mereka latih dengan baik, dalam hitungan bulan dia menguasai bela diri, dalam setahun dia menjadi hacker handal. Tetapi gadis itu terus menerus menenggelamkan dirinya dalam pekerjaannya.
Fokus dan menggila ketika pernah dimulai. Sebut saja dia maniak pertumpahan darah, dia menyukai perang dan pembantaian para penjahat.
Setidaknya Simon dan tim Aryn bersyukur sejak kedatangan Laura. Gadis itu mulai mengalihkan pikirannya dari pekerjaan dan belajar menikmati hidup untuk melupakan rasa sakit yang dia alami.
Sejak hadirnya Laura, Dani menjadi gadis yang sering tersenyum, bahkan hanya memikirkan Laura saja sudah membuat dia bahagia.
Perhatian Laura dan cara wanita itu memperlakukan dia membuatnya merasakan yang disebut dengan kasih sayang seorang ibu.
Sementara itu, Obelia terus mendapatkan teror dari keluarganya. Sang Ibu bahkan terang terangan menemui Sadrakh di kantor dan mengatakan hinaan pedas tentang Obelia.
Pria itu duduk sambil menyeruput kopi yang dibuatkan sekretarisnya untuk dia dan seorang wanita yang tengah memainkan sebuah drama di depannya.
“ Wahh ini akan cocok jadi sinetron, dia sangat pandai berakting,” celetuk Diego seraya menatap Nyonya Yanti si wanita warna warni bak klepon yang duduk di depan mereka.
“ Kenapa kau di sini? Urus dulu furniture itu, kau benar benar sinting,” ketus Sadrakh. Diego seharusnya mengurus mebel yang dikirimkan ke perusahaan Sadrakh tapi nyatanya dia malah nangkring di sana sambil menatap kedua orang itu.
“ Apa mau Anda nyonya?” tanya Sadrakh tanpa menatap wanita itu, dia tidak senang dengan kelakuan tidak sopan wanita itu.
“ Ibu mertuamu ini ingin bertemu dengan Obelia, boleh kan nak, Ibu merindukan dia, dia itu anak yang sangat ibu sayangi, dia kabur dari rumah dan membenci Ibu karena Ibu tidak pandai merawatnya, “ ucapnya smabil menangis sesenggukan.
“ Uhuhuhuhuhhu... kasihan dia,.. Ibu benar beanr merindukan dia, Ibu membuat dia menderita, Obelia ingin bebas, ingin berpacaran dengan bebas tapi ibu larang dahulu, Ibu memperingatkanmu nak, jika dia mengandung dia mungkin mengandung anak para pacarnya,” ucap Nyonya Yanti sambil menyodorkan beberapa foto yang telah diedit .
Ada wajah Obelia di dalamnya, tengah bermain panas dengan pria lain. Wajah Sadrakh menggelap, dia mengambil foto itu dan menatapnya,” istriku yang berharga di perlakukan begini, hukum apa yang cocok untuk para bajingan ini,” batin Sadrakh seraya mengeraskan rahangnya.
__ADS_1
“ Wahh hahhaha... ini benar benar keterlaluan...” uca Diego dengan bibir lambenya.
“ Wahhh yang benar saja bagaimana bisa smapai seperti ini," Diego berdiri dan menatpa wanita itu sambil berkancah pinggang. Sejujurnya dia sudah sangat ingin menarik rambut wanita itu dan menghajarnya sampai benar benar babak belur.
“ Itu benar adanya, dia anak yang nakal, karena itu lah dia menyebutku sebagai ibu yangjahat, dia bahkan membuat saudari tirinya Yura, salah satu karyawan di sini menderita untuk membayar utangnya pada rentenir,” jelas nyonya Yanti.
“ KELUAR.. KELUAR DARI SINI SEKARANG JUGA SIALAN!!” teriak Sadrakh menggelegar, dia sangat marah saat mendnegar ucapan ucapan konyol itu keluar dari bibir Nyonya Yantiyang tak berhenti menghina istrinya.
“ ka.. kau.. apa kau tidak percaya dengan apa yang ku ucapkan? Dia benar benar jahat tuan, kau harus segera menceraikan dia, dia itu perempuan jahat, istrimu itu jal4ng yang merusak kehidupan kami!!!" teriak nyonya Yanti menggelegar sampai suaranya berhasil menarik perhatian semua orang di gedung itu.
“ Apa ini tidak terlalu berlebihan nyonya? Anda mengaku ibunya tapi Anda berperilaku seperti haters yang terus menerus berbicara kebohongan bahkan..” Diego mengangkat foro editan itu.
“ Sampai melakukan pelecehan seperti ini!!" teriak Diego sambil melemparkan semua foto ke atas sampai semuanya berhamburan begitu saja.
“ kalian tidak percaya kan? Tentu saja karena Obelia sudah menipu kalian!" ucap nyonya Yanti.
“ mama.. sudahlah.. kenapa Mama membatkeributan begini? Aku malu Ma..” Yura menghampiri wanita itu sambil menangis sesenggukan seolah mereka adalh korban kejahatan Obelia di sini.
“ Yura anakku sayang.. ohhh malangnya nasibmu karena kakak tirimu yangjahat itu, ahh... aku hanya berharap kau menemukan orang baik sayang, menemukan seseorang yang pantas untukmu, Obelia bahkan mendapatkan seorang pria baik baik seperti tuan Sadrakh ahhh malangnya kau Yura..” Nyonya Yanti membuat Aktingnya sangat nyata. Sampai semua orang membicarakan istri Sadrakh.
“ Tenanglah sayang, rencana kita pasti akan berhasil, orang orang yang mami kirim pasti akan menculik wanita itu, hanya butuh waktu sedikit lama agar kita tidak dicurigai,” bisik nyonya Yanti sambil tersenyum licik.
“ Percayakan sisanya padaku mami, aku akan melakukan yang terbaik,” balas Yura sambil tersenyum.
Sadrakh kesal dan marah, dia pergi dari sana tanpa mempedulikan mereka lagi. Nyonya Yanti menatap Sadrakh dan Diego yang pergi bersama,” Tuan Sadrakh, Anda pasti akan tahu perempuan seperti apa Obelia, dan sekotor apa dia, tunggu saja, dia pasti akan menunjukkan aslinya,” ucap nyonya Yanti dengan suara besarnya.
.
.
.
__ADS_1
Like, vote dan komen.