Istri Untuk Tuan Simon

Istri Untuk Tuan Simon
77. Pelakunya Tuan Brown


__ADS_3

Laura dan Simon terdiam.membatu saat mendengar ucapan Hendry terkait hilangnya Obelia dan Alesha.


"Bagaimana bisa!??" tanya Simon sambil berdiri bersama Laura.


Hendry sedikit terkejut melihat keadaan tuan dan Nyonyanya tetapi dia masih bisa fokus meskipun wajah sembab mereka berdua membuatnya penasaran.


" Obelia membawa Alesha ke taman bermain bersama salah satu pengawal tetapi mereka berdua diculik dan pengawal kita dalam keadaan kritis tuan, dia...dia dipukuli dengan benda tumpul," jelas Hendry.


Laura dan Simon saling menatap, hal yang tidak pernah mereka sangka akan terjadi malah terjadi pada mereka, padahal Obelia dan Alesha tidak ada hubungan apa pun dengan kasus mereka tetapi sepertinya mereka akan digunakan menjadi alat untuk memancing Laura dan Simon keluar dari zona nyaman mereka.


“ Ini pasti ulah mereka , aku sangat yakin, arkhhh kenapa sampai terjadi hal seperti ini, kalian benar benar orang gila...” geram Laura yang sudah mencapai batas puncak kemarahannya karena perbuatan keluarga Raymond dan gengnya yang tak habisnya mengganggu mereka.


“ apa yang harus kita lakukan tuan, jika sampai nona Alesha dan Obelia kenapa kenapa bisa gawat, kita harus segera melacak mereka,” ucap Hendry mulai panik. Si cengeng itu mulai tak terkendali dan membayangkan apa saja yang mungkin akan terjadi pada Obelia dan Alesha.


“ Tuan bayangkan saja nona sekecil itu diculik, arhhhhh aku tidak tega, dan Obelia, gadis lemah itu , dia tidak bisa beladiri,” ucap Hendry sambil menatap mereka dengan wajah paniknya yang menyebalkan.


Simon memutar malas kedua bola matanya, dia benar benar jengah dengan kelakuan absurd pria yang satu ini.


“ kau bisa tenang tidak, aku juga sedang berpikir, “ kesal simon.


Di saat yang sama, ponsel Laura berdering bersamaan dnegan masuknya tiga manusia heboh yang berlari sampai nafas mereka ngos ngosan memasuki ruangan Simon.


Lanang, Dani dan Diego masuk dengan ekspresi mereka masing-masing setelah mendengar berita itu.


“ Simooonnn si lecaaahhh baby unyu yang bikin gemas hilang bagaimana ini arrhhhkkkkk Daniiii ayo selamatkan dia!!!" teriak Diego sambil mengangkat Dani dan membawanya berlari sambil berputar putar keliling ruangan itu seolah Dani hanya sebongkah kayu yang tidak ada beratnya sama sekali.


“ arrhhhhkk Dieeego kampret lepaskan aku arrjjkkkk...” teriak Dani kesal.


Bagaimana tidak, dia diangkat bak sepotong kayu dan diputar putar seperti kipas angin.


“ Diego diam kau...” teriak simon .


Sontak Diego terdiam di tepat sambil gigit jari dan menatap mereka dnegan tatapan khawatir.


“ Bagiamana ini?” ucap Diego.

__ADS_1


Brukkk...


“ Hoiiisshhh manusia kampret, dasar wajah kanebo kering kurang ajar, huh!" Dani menendang pria itu sampai terjatuh sambil berjalan dan menghampiri Laura.


“Kak, tuan simon kami mendapatkan sinyal baru terkait lokasi tuan Raymond,”jelas Dani.


“ Nona Alesha berada di tangan Vino, Cintia dan nyonya Tiara sedangkan tuan Raymond berada di markas Brown.” Jelas Dani dengan singkat namun jelas.


Semuanya terdiam sejenak, seolah pikiran mereka terbagi menjadi dua. Simon memang mengincar lokasi tuan Raymond untuk menghancurkannya dengan alasan karena telah menyakiti istrinya dan menyebabkan banyak kerugian padanya dan gangguan pada perusahaannya, tetapi alasannya bertambah semakin kuat untuk membunuh pria itu dnegan tangannya sendiri setelah tahu kebenaran tentang kematian kedua orangtuanya.


Lalu Vino, Cintia dan Nyonya tiara memang selalu berada di bawah pengawasan mereka samapi mereka tahu kalau Obelia dan Alesha diculik oleh mereka .


“ Sial, kalau begitu kita harus bagi tim untuk menyerang mereka, tuan Raymond, kita harus mendapatkan pria bajingan itu,” ucap Hendry.


Laura dan Simon sama sama terdiam, mereka berpikir, kenapa bisa terjadi hal seperti ini dalam waktu yang hampir bersamaan.


“ Dani coba tunjukan lokasi vino,” ucap Laura.


Dani dnegan cepat menghubungkan ponselnya dengan komputer dan menunjukkan titik sinyal keberadaan Vino saat ini sesuai dnegan alat pelacak yang dipasang di giginya,” mereka berada di daerah terpencil Laura,sepertinya sebuah desa yang tak jauh dari tempat ini,” jelas Dani.


“ mereka ada di arah utara tempat kita berada, tidak terlalu jauh dari perkotaan," jelas Dani.


Di saat yang sama, Simon menerima pesan dari Zayn tentang sebuah pergerakan yang sudah dimulai sejak Laura di temukan,” hari ini waktunya penyerangan, Waltz telah bangkit kembali,” isi pesan Zayn.


“ Tunggu dulu, katakan lokasi Alesha dan Obelia ada di mana?” tanya Laura.


“ Lokasinya tidak terlalu jauh dari kediaman keluarga Kent, mereka menggunakan mobil ke taman itu,” jelas Lanang.


Laura berpikir sejenak, Simon menatap istrinya menantikan jawaban dari Laura, sepertinya ada yang aneh dengan rute mereka.


“ Jam berapa mereka dinyatakan hilang?” tanya Laura.


“ sekitar 30 menit yang lalu nona,” ujar lanang.


Brakkk...

__ADS_1


Laura memukul meja dnegan kekuatan tenaga dalamnya sambil menatap tajam semua alat pelacak yang menunjukkan lokasi orang orang itu,” kita di kelabui, mereka tidak ada di tempat ini,” ucap Laura sambil menunjuk titik keberadaan Vino.


“ Dari segi waktu tidak mungkin, dan kau mungkin melewatkan pengawasan pelacak nya, bagaimana pengacau sinyal bisa memberikan celah seperti ini,” ucap Laura .


Sebenarnya sinyal yang mereka lihat itu adalah sinyal tipuan yang dibuat oleh kelompok Brown untuk mengecoh perhatian mereka agar mereka pergi ke tempat di mana Vino berada sedang Laura dikirimi surat ancaman dan berakhir diculik


Laura menyadari kejanggalan ini karena mereka semua dikecoh dengan lokasi yang berpencar.


“ bagus Laura, kau memecahkan masalah utamanya,, kita memang dikecoh oleh seseorang yang berhasil mengalahkan kemampuan mengelola jaringan Danielle, “ ucap Simon sambil meregangkan jari jarinya dan melirik Dani.


“ kau kecolongan Dani,” ucap Simon dnegan smirk di bibirnya.


Dani terdiam dengan wajah terkejut dan syok, bagaimana bisa dia kecolongan seperti ini, apa yang membuatnya sampai kalah dengan hacker lain. Padahal jelas kemampuannya benar benar hebat, tetapi ada yang lebih hebat dari dirinya.


“ Tu... tuan..maafkan saya...” ucap Dani sambil duduk berlutut menyesal.


“ Simpan dulu permintaan maafmu itu, sekarang kau dan Lanang dengan tim Aryn serang rumah utama keluarga Raymond, mereka disandera di sana,” ucap Simon.


“ bagaimana tuan bisa tahu?” tanya Lanang heran.


“ Pak Mandu, orang dalam paling hebat yangs sudah menyiapkan semuanya, aku penasaran kenapa Pak Mandu tahu semua hal ini,” ucap Simon sambil menunjukkan CCTV yang di kirim Pak Mandu ke ponselnya berisi Alesha dan obelia yang dipukuli dan di[paksa masuk ke rumah gelap dan besar itu.


“ Dan beritahu si Sadrakh , mungkin kini waktunya dia sadar, katakan padanya kalau putrinya meninggal di rumah Raymond,” titah Simon dengan senyuman setannya yang baru bangkit.


“ Baik tuan,” jawab mereka dengan patuh dan langsung berangkat dari sana sesuai arahan tuan mereka.


Simon duduk di depan komputer sambil tersenyum dan mulai mengutak atik jaringan tersebut dengan kemapuan peretasannya yang tak bisa di lampaui banyak orang.


“ Shhh aku penasaran, apa tujuannya memberi celah seperti ini,” ucap Simon.


.


.


.

__ADS_1


Like, vote dan komen


__ADS_2