
Pertemuan alumni SMA Harapan bangsa setiap tahun akan dilaksanakan, surat terbuka akan dikirimkan kepada masingmasing alumni untuk menghadiri perayaan ulang tahun sekolah sekaligus menjadi ajang pertemuan bagi para alumni.
Semua yang merupakan anak didik di sekolah itu sampai lulus akan diundang ke acara tersebut. Tentu saja acara ini bukan sekedar pertemuan alumni tetapi juga untuk menunjukkan ketenaran dan menunjukkan pengaruh masing masing alumni setelah mereka keluar dari sekolah tersebut.
Anna, Loli. Rina dan Vera tentu saja menjadi lulusan terbaik sekolah yang diundang untuk menghadiri acara bergengsi tersebut. SMA itu merupakan sekolah yang sangat diminati, mereka banyak meluluskan anak anak berbakat dan juga berkemampuan tinggi.
Perayaan akbar ini juga tersampaikan pada Diego Michels yang tak tahunya adalah lulusan dari SMA Harapan. Tetapi dia masuk ke sekolah itu saat dia duduk di kelas 12 yang berarti dia tidak tahu kalau Gretta adalah adik kelasnya karena di saat dia masuk, Gretta mengundurkan diri dari sekolah itu.
Diego duduk di atas sofa sambil menatap kertas undangan alumni tahunan yang sudah bertumpuk di ruangannya. Tak sekalipun dia menghadiri acara yang menurutnya hanya acara murahan yang di datangi oleh orang murahan juga.
“ Sepertinya tahun ini aku akan menghadiri acara murahan ini,” ucapnya sambil memutar mutar kertas undangan itu.
“ Diego ayo makan,” suara sang pujaan hati membuyarkan lamunan Diego. Dia tersenyum manis lalu bangkit dari tempat duduknya dan menghampiri Gretta yang sedang menyiapkan makan siang di dapur milik Diego di workshop itu.
Diego dengan langkah yang ringan berjalan menuju dapur. Belum sampai saja dia sudah bisa mencium aroma yang sangat lezat dan menggugah selera untuk segera menyicipinya.
Tak terasa hubungan mereka sudah berjalan sangat baik selama tiga bulan belakangan. Sejak kejadian di butik, mereka tak lagi pernah bertemu dengan Vera dan gengnya. Sepertinya Vera mengurung diri karena ketakutan atau mungkin saja sedang merencanakan sesuatu yang gila sama seperti dulu. Siapa yang bisa menebak isi pikiran perempuan itu?
“ Wahhh aku dari ruangan kerja tapi aromanya sudah tercium, harum sekali!” ucap Diego sambil berjalan masuk menuju dapur.
Gretta tersenyum lembut. Penampilan gadis itu banyak berubah, salah satunya tentu saja karena paksaan Ibu muda yang tengah mengidam ingin melihat semua perempuan di rumah mereka tampil cantik seperti boneka. Jadilah Gretta di rias dan dipoles secantik mungkin sampai terlihat aura mahal sekaligus aura tegas di dalam diri gadis itu.
Gretta tampak cantik dalam balutan gaun biru yang dijahitkan Laura untuknya sebagai bahan model untuk toko pakaiannya. Rambutnya mulai semakin panjang, diikat setengah dengan sebuah pita berwarna biru tua di kepalanya.
Polesan make up tipis dengan blush on yang ringan membuatnya sangat cantik dan memukau. Diego selalu saja dibuat terpukau dan berbunga bunga dengan penampilan kekasihnya yang sangat cantik .
“ wahh setiap kali aku melihatmu aku tidak bisa memalingkan perhatianku darimu, kau sangat cantik dan menawan, ahhh jantungku cenat cenut lagi sayang,” celetuk Diego yang sanga mengagumi kecantikan luar dalam kekasihnya.
Gretta terkekeh. Dia menyiapkan semua makanan di atas meja. Hobi barunya adalah memasak. Jika dia memiliki libur seperti hari ini, dia akan menghabiskan waktu bersama Diego.
“ Kemarilah, selagi libur aku ingin membuatmu menyicipi banyak makanan enak,” ucap Gretta.
__ADS_1
Diego dengan senyuman haru menurut pada Gretta. Dia tidak pernah diperlakukan selembut ini bahkan oleh keluarganya sendiri. Dia sangat menyayangi Gretta karena selalu memperhatikan hal hal kecil tentang dirinya.
Keduanya duduk dan menikmati makan siang itu dengan tenang. Jika biasanya Diego akan ribut dan mengoceh tentang banyak hal, maka setelah Gretta aktif bekerja di rumah sakit, dia lebih menggunakan semua waktu yang bisa dia miliki bersama Gretta dengan menikmati kebersamaan itu.
“ Ini enak.. terimakasih my sweet honey,” ucapnya sambil tersenyum dengan mulut penuh.
“ sama sama my Guardian angel,” balas Gretta.
Tukk..
Sendok Diego sampai jatuh ke lantai saat dia mendengar ucapan Gretta yang jelas di luar dugaan nya. tidak pernah dia membayangkan Gretta akan mengatakan hal seperti itu pada dirinya.
selama ini hanya Diego yang asik menggoda dan mendekati gadis itu. Tapi sekarang Gretta mulai leluasa menunjukkan perasaannya pada Diego.
"kau... Tidak sedang kesurupan bukan!? " Mata Diego membulat tak percaya.
Gretta terkekeh," nggak tuh," jawabnya dengan nada centil. Dia tertawa, tersenyum dan mulai menjalani hidup yang bahagia bersama kekasihnya.
Hati Diego meleleh. Belakangan kekasihnya itu semakin banyak tersenyum, tetapi tidak memungkiri dia juga sering melihat Gretta dalam kesedihan mendalam.
meski tersenyum di depan Diego, dia jelas tahu kalau dendam itu masih ada. Perlakuan biadab mereka tidak akan bisa di maafkan oleh Gretta.
"Sayang, kau mau ikut ke sebuah acara denganku?" Tanya Diego.
"Ummm? Tentu saja jika aku senggang," jawab Gretta langsung setuju.
"acara apa memang nya?" Tanya Gretta.
"Acara ulang tahun SMA Harapan Bangsa sekaligus acara pertemuan para alumni, aku adalah alumni dari sana," jelas Diego.
Betapa terkejutnya Gretta saat mendengar hal itu. dia tidak tahu kalau Diego adalah alumni SMA itu.
__ADS_1
" Aku masuk di kelas 12, pindah dari New York Karena ibuku, kita tidak sempat bertemu karena kau keluar beberapa bulan sebelum aku masuk," jelasnya bahkan sebelum Gretta meminta penjelasan.
"Ahhh.. ku pikir juga begitu, karena aku tidak pernah melihat wajahmu di sekolah itu," jawabnya.
"Apa kau mau ikut?" Tanya Diego.
"Memangnya boleh? Aku bukan alumni, aku keluar saat.."Gretta terdiam.
Dia keluar dari sekolah begitu mengetahui dirinya hamil muda dan Diego tahu semua itu. Diego menggenggam tangan Gretta, menguatkannya dan memberinya perhatian.
"Kalau takut tidak masalah, aku juga tidak pernah datang ke sana," ucap Diego.
"Kalau kita datang, mau apa di sana? Sebenarnya aku ingin melihat mereka yang merundungku di satu tempat sekaligus, kesalahan mereka tidak akan pernah ku lupakan," ucap Gretta .
"Kalau kau ikut, aku ingin menunjukkan pada mereka kalau kau tidak lemah dan kau pasti bisa mendatangkan mimpi buruk bagi karir mereka," jelas Diego.
Gretta terdiam sejenak. Balas dendam adalah tujuannya sejak lama. Namun karena tidak ada yang mendukungnya, tidak ada keluarga atau bahkan teman, dia menyerah seiring waktu berjalan.
Tetapi kali ini berbeda. Dia punya Diego dan geng bar barnya yang selalu menjaganya dengan baik.
"Baiklah, jika kau tidak malu membawaku, aku akan ikut denganmu," ucap Gretta setuju.
Diego tersenyum," siapa juga yang malu sayang, baiklah kalau begitu!" Ucap Diego dengan senyuman manis di wajahnya.
.
.
.
Like, vote dan komen 🤗
__ADS_1