Istri Untuk Tuan Simon

Istri Untuk Tuan Simon
173 Season 2: Sunset


__ADS_3

Kevin berdiri sambil melamun di hadapan enam nisan yang menghadap ke laut lepas. Sebuah pohon beringin nan besar menaungi kuburan enam orang itu di sana.


Kevin menatapnya sambil melamun. Wajahnya sedikit pucat, tubuhnya semakin kurus. Dia menatap keluarganya yang berjejer di sana, di dalam tanah itu, telah tenang dengan kematian mereka yang mengerikan.


"Hah!!" Kevin menghela nafas.


" Kalian sangat kejam, Kenapa meninggalkanku seperti ini? apa kalian pikir aku tidak kesepian?" ucapnya sambil duduk bersila di atas rumput Jepang yang menutupi kuburan itu.


Dia memandang ke laut lepas sambil tersenyum getir dengan hidupnya yang sangat sepi. Seluruh keluarganya telah meninggal. Bima, keponakan nya itu meninggal setelah mengucapkan perpisahan yang sangat menyakitkan.


Kevin tidak tahu harus menyalahkan siapa, dia hanya menatap langit yang selalu bertindak sesuka hati padanya.


" Jika suatu saat aku punya keluarga, jika itu terjadi, jangan ambil aku atau pasanganku terlalu cepat, biarkan aku mati tua bersamanya dan menonton anak anak kami beranjak dewasa," ucap Kevin.


Ketakutannya membangun sebuah keluarga kembali muncul. Hidupnya dan keluarga yang hancur membuat trauma tersendiri bagi pria itu.


Rasanya sakit ketika berkali kali dia harus menyaksikan kematian keluarganya, orang yang dekat dengannya.


"Ahhh... tempat ini sangat indah, kau memilih lokasi yang sangat tepat!!" suara seorang gadis terdengar di telinga Kevin.


Ella, gadis cantik berkepang dua itu duduk di samping Kevin sambil menatap pemandangan laut yang indah. Langit yang terlihat sangat cerah dan udara yang sangat segar. Kevin menemukan tempat yang sangat tepat untuk dijadikan makam bagi orang yang dia sayangi.


"Suatu saat, jika aku mati, aku juga ingin dimakamkan di tempat seperti ini!!" ucap Ella sambil menyeruput segelas minuman kaleng yang dia genggam di tangannya.


" Tentu saja, dimakamkan di tempat seperti ini akan baik!!" Balas Loey yang datang bersama Dani dan Lanang, bergabung dengan pria itu.


Laura dan Simon juga ikut serta, mereka duduk berbaris di tempat itu.


"Kevin, kau adalah anak, saudara dan paman yang hebat, mereka bangga memiliki seseorang seperti dirimu!!" ucap Laura sambil menatap Kevin.


"Mereka telah beristirahat dengan tenang, jalani hidupmu dengan keluargamu di sini Kevin, kami adalah keluarga mu," ucap Simon lagi.


Kevin tak dapat menahan tangisannya. Dia menunduk, tangisannya yang pilu, rasa sedih dan sepi di hatinya terasa sangat menyakitkan.Tetapi kehadiran Laura, Simon dan yang lainnya dalam sekejap mengubah rasa sepi itu menjadi sebuah kehangatan.


" Hiks hiks hiks... arkhhh kalian membuatku menangis, ini tidak adil!!!" Kevin berdiri dan menatap mereka sambil mengusap air matanya, tapi sialnya air mata itu tak kunjung berhenti.


" Bahahahhahaha.....


Mereka semua tertawa, sambil berdiri, Dani menarik Kevin dan memeluknya. Lanang dan yang lainnya juga bergabung. Mereka semua berpelukan dan saling menguatkan satu sama lain.


Keluarga yang terdiri dari orang-orang yang dahulunya tidak saling kenal tetapi berakhir menjadi sangat dekat dan membuat orang iri.


Ella menatap Kevin sambil tersenyum tipis, entah sejak kapan dia sering memperhatikan pria itu.


"ekhmm.. kok senyum senyum aja neng? dekatin atuh kalau suka," bisik Laura.


Ella terbelalak, sontak dia berbalik dan menatap Laura dengan pipi merah bersemu,"Nyo..nyonya... saya tidak.."

__ADS_1


"Hahah.. tidak apanya, itu pipinya merah seperti kepiting rebus ," celetuk Laura sambil menyentuh pipi gadis itu.


Ella terdiam sambil mengulum bibirnya. Bagaimana bisa nyonya mudanya tahu hal seperti itu?


Laura tersenyum sambil menatap langit, ini adalah keluarganya,


bagi orang-orang yang dia sayangi dia akan berusaha membuat mereka bahagia, karena Laura telah menerima begitu banyak kebahagiaan.


Mereka menikmati angin sore di tempat itu. Kelompok mafia yang dipimpin Martin telah hancur sepenuhnya. Perusahaan raksasa itu dilaporkan atas perbudakan dan penyelundupan manusia serta produksi barang ilegal.


Beberapa anggotanya ditangkap, buku besar transaksi mereka telah diserahkan ke pihak kepolisan. Dan anggota mereka mengabdikan diri pada Kevin.


Kepala divisi bagian kriminal di kepolisian menjadi salah satu tersangka dalam kasus ini. Tentu saja kasus besar ini membuat pihak mereka bertanya-tanya, siapa gerangan organisasi yang ada di balik semua kejadian janggal ini.


Para pelaku dikirim dalam satu kontainer, dan para korban dikembalikan dengan selamat ke keluarga mereka masing-masing.


Berita ini berhasil menggemparkan seluruh negeri, membuat heboh setiap lapisan masyarakat bahkan membuat takut para pebisnis gila yang menghalalkan segala cara untuk menambah pundi-pundi kekayaan mereka.


Para detektif dibuat bertanya-tanya, siapa sebenarnya yang melakukan ini semua dan bagaimana bisa mereka melakukannya.


" Katakan padaku siapa yang meminta kalian menyerahkan diri!!" Tegas seorang detektif laki-laki yang sangat ambisius dalam mengerjakan tugasnya.


Kasus yang terjadi belakangan ini membuat tugas mereka semakin mudah tetapi membuat kepercayaan masyarakat pada mereka semakin menipis.


Dengan terkuaknya beberapa oknum kepolisian dan bagian pemerintahan yang terlibat dalam bisnis haram dan tindak kejahatan lainnya membuat nilai kepolisian semakin hancur.


"Apa itu tidak cukup!? masalahnya sudah selesai, apa lagi yang kalian mau!? dasar detektif gila!!" kesal pria itu sambil menatap Gabriel si detektif gila itu.


"tck sialan, yang mau ku ketahui adalah siapa yang menangkap kalian dan menghajar kalian, dan bagaimana mereka terlibat dalam penangkapan kalian!!" kesal Gabriel.


Boas, tangan kanan Martin itu hanya menghela nafas kesal," Manusia bodoh!" ucapnya.


"Aku tidak akan menjawab pertanyaan itu, aneh, sudah dikasih pekerjaan mudah kau malah mempersulit dirimu!!" ejek Boas sambil menatap Gabriel tak senang.


" Arkhh sialan, beraninya kau mengatai ku, katakan padaku, siapa mereka, kenapa sampai sekarang semua penjahat yang menyerahkan diri seolah tidak mau membuka mulut tentang mereka!!!" dia berteriak sambil berdiri hendak menyerang pria itu dengan bukunya.


Langsung saja anggotanya yang lain menahan dia," Gabriel, kau tenanglah, kau tidak boleh memukul pelaku!!!" teriak rekannya sambil menahan pria itu.


"Arkhhh hoisshh sialan, benar benar sial, bagaimana bisa mereka semua tertangkap tapi tidak tahu siapa yang melakukannya ini mengesalkan!!!" teriak Gabriel.


" Ngomong-ngomong, apa masalahnya? bukankah itu bagus untuk kita?" tanya rekannya.


" Bagus apanya, jika mereka bisa melakukan itu maka data ribuan orang sudah bocor ke tangan mereka, belum lagi bisa saja mereka mencuri aset para pelaku, dan banyak yang mencurigakan dari mereka!! ini bisa jadi hanya cara mereka untuk mengelabui kita!!!" jelasnya.


"Dasar bodoh, hahhaha... manusia bodoh!!!!" Ejek Boas sambil tertawa menatap Gabriel yang malah membuat ramalan sendiri.


"Seandainya kau tau seperti apa kejamnya mereka, kau pasti akan menyesal, Melihat kelompok itu saja sudah membuatku merinding!" batin Boas.

__ADS_1


Sementara kepolisian dikacaukan dengan kehadiran para pelaku yang mengakui perbuatan mereka. Dani dan yang lainnya masih berada di makam keluarga Kevin, menikmati matahari terbenam yang sangat indah.


Dani duduk dengan tenang sambil membayangkan wajah Andara. Hingga suara dering ponselnya membuat dia dan yang lainnya terkejut.


" Arka!?" ucapnya sambil menerima panggilan itu.


" Halo, ada apa?" tanya gadis itu.


" Dani, cepat ke rumah sakit, Andara dalam keadaan darurat!!!" ucap Arka dari seberang sana, mantan dokter yang bergabung dengan mereka dan bertugas menjaga Andara di rumah sakit.


"Apa!!!" Dani terkejut bukan main.


"Ada apa!?" tanya teman-temannya.


"A..Andara darurat!!" ucap Dani dengan mata berkaca-kaca.


Degh!!


Jantung mereka bak dipukul dengan palu yang besar. Seketika mereka panik, langsung saja mereka pergi dari tempat itu menuju rumah sakit.


" Ayo cepat!!" teriak Kevin yang juga panik mendengar hal itu.


Mereka semua berangkat dengan jantung berdebar kencang. Rasa takut akan kehilangan membuat mereka kacau.


Semuanya berangkat, melaju dengan kecepatan tinggi menuju rumah sakit.


Dani menatap langit yang mulai menggelap, sebentar lagi Langit kesukaan Andara akan berkuasa, tetapi pria penyuka bintang itu sedang dalam keadaan kritis setelah berminggu-minggu mengalami koma.


"Andara, bertahanlah, ku mohon jangan pergi, kau pasti bisa!!!"


Rasa takut membuat mereka semua lemah. Tak bisa mereka bayangkan jika sampai Andara meninggal dunia.


Tak butuh waktu lama, mereka tiba di rumah sakit. Semuanya berlari dengan langkah terburu-buru. Sampai membuat semua orang yang melihatnya terheran heran dengan apa yang terjadi.


" Andara, bagaimana di mana dia!? apa yang terjadi!? kenapa bisa begini!!" Teriak Dani memasuk ruangan khusus di mana Andara di rawat.


Bizael tengah berusaha semaksimal mungkin menyelamatkan saudara kembar nya. Arka berdiri di luar ruangan di mana Andara berada sambil menahan Dani dan yang lainnya di sana.


"Apa yang terjadi!?" tanya Dani.


"Andara kritis, dia mengalami serangan jantung beberapa saat lalu, Bizael dan petugas medis lainnya sedang berusaha menyelamatkan dia!!" jelas Arka.


Mereka terdiam membisu, kaki mereka lemas, jantung mereka berdebar kencang. Semuanya terduduk lemas menatap ruangan itu.


" Ti..tidak boleh terjadi, dia harus selamat, dia harus selamat!!!!" Kevin dan Dani panik. Mereka berdua menangis di depan ruangan itu.


.

__ADS_1


Like, vote dan komen 🤗


__ADS_2