
Gretta menahan tangan Vera, menangkapnya dan memelintir tangan perempuan itu lalu dengan mudah membalik tubuh perempuan itu begitu saja sampai Vera benar benar kesakitan.
Diego tercengang, dia takjub, bangga sekaligus terharu melihat betapa beraninya sang pujaan hati di depan para perundung. Bukti kalau Gretta siap untuk bangkit dari keterpurukannya selama bertahun tahun.
“ ahhh ayangku sudah berani, hatiku jadi cenat cenut lagi...” Diego menatap Gretta penuh haru sambil tersenyum gemas padahal situasinya sedang tegang. Ada saja isi pikiran pria absurd ini.
“Tentu aku harus berani untuk membalas kematian anakku Vera Bruce, apa kau pikir kejadian di massa lalu tidak melekat di pikiranku?” ucap Gretta sambil menatap perempuan itu dnegan tatapan sinis.
Dia benar benar berani mungkin karena Diego ada di dekatnya, sumber kekuatan terbesarnya.
Di titik ini, Gretta sadar tak ada gunanya menjadi orang bodoh yang selalu ditindas dan menjadi lemah di depan para perundung. Mereka bisa menikmati hidup mewah dan tenang dnegan impian mereka yang tercapai sedang Gretta harus hidup menderita dengan ingatan itu.
Bukankah hal ini tidak adil untuk Gretta? Maka selagi Gretta memiliki kekuatan yang mendukungnya di belakang, dia akan berusaha untuk bangkit dan membalaskan perbuatan mereka dengan caranya.
Vera dan teman temannya tercengang. Mereka tidak menyangka kalau Gretta akan berubah sebesar ini bahkan memiliki kekuatan untuk menentang mereka.
“ Ka.. kau.. hahaha... a.. aku melakukan apa Gretta, aku tidak melakukan apa apa.. hahah apa apaan kau ini..” ucap Vera sambil tertawa namun wajahnya tegang seraya melirik Diego yang menurutnya tidak boleh tahu tentang masa lalu nya.
Bahkan publik pun tidak boleh tahu tentang hal ini karena akan merusak seluruh pencapaian yang telah dia raih selama ini.
“ Sialan, Loli Rina sebaiknya kita pergi, aku takut gadis sialan itu akan membongkar apa yang terjadi di masa lalu, ayo kita bertingkah tak kenal saja, aku tidak mau karirku hancur karena dia,” bisik Anna.
“ kau benar aku tidak mau namaku rusak,” balas rina.
Mereka bertiga berjalan perlahan hendak kabur dari sana,” Kalian bertiga pikir, setrika panas itu tidak bisa berbicara?” ucap Gretta sambil menatap Anna, Loli dan Rina yang berusaha kabur dengan cara mengendap-endap.
Melihat gadis yang dulu mereka siksa bahkan sampai saat ini pun selalu mereka anggap remeh berubah menjadi kuat dan mengejutkan berhasil membuat mereka takut dan panik.
"Sialan!" umpat Anna sambil melirik ke kanan dan kirk takut ada yang mengenalinya di sana.
Gretta menatap mereka dengan tatapan sinis. Namun di saat yang sama traumanya kembali menyerang. Rasa gatal, panas dan sakit perlahan mulai menggerogoti tubuhnya.
Gretta mendorong Vera ke atas lantai lalu berjalan mundur sampai beberapa langkah. Diego yang melihat kekasihnya seperti itu langsung menghampiri Gretta dan merangkulnya dengan era.
"Mungkin di masa lalu kalian bisa melakukan semuanya sesuka hati kalian, tapi di masa ini akan ku tunjukkan siapa aku sebenarnya!" ucap Gretta.
"Siapa yang tahu apa yang kalian perbuat di masa lalu mungkin akan segera terbongkar ke publik, " ucap Gretta dengan nada mengancam ditemani tatapan dinginnya yang membuat sekelilingnya terasa membeku.
__ADS_1
Meski suaranya gemetar dia menguatkan dirinya dan mempertahankan harga dirinya di depan mereka semua.
"Di..Diego bisa kita pergi?" tanya Gretta dengan suara pelan.
Diego mengangguk dan langsung merangkul kekasihnya berjalan keluar dari gedung itu tanpa menggubris Vera dan teman temannya barang sekalipun.
"Grrhhhh arkhhhh sialan!"Vera hanya bisa berteriak di dalam kekesalan karena tidak dihiraukan oleh orang yang dia incar incar selama ini.
Mereka semua hanya menatap Kedua insan itu pergi dan berjalan dari gedung besar itu, dan lagi mereka dihantarkan oleh para pegawai butik itu dengan penuh hormat.
Anna dan dua lainnya langsung mendekati Vera dengan wajah pucat pasi dan panik.
" Vera bagaimana ini!?" tanya Rina syok. Jujur saja mereka tidak pernah menyangka akan melihat gadis yang dahulunya mereka remehkan dan mereka rendahkan akan bersanding dengan orang sepenting Diego Michels.
"Bagaiman kalau dia sampai menyebarkan kejadian di masa lalu, apa yang harus kita lakukan!??" ucap Anna.
Vera juga ketakutan. Jika hal itu terjadi maka hancur sudah karirnya di dunia fashion, bahkan nama yang sudah berusaha dia bangun untuk jadi perhatian publik bisa hancur hanya karena masa lalu.
"Arkhh sialan, bagaimana bisa dia.. dia bertahan!??" ucap Vera terkejut.
" Bebas, dia sudah bebas dan informasi terakhir mereka telah meluruskan Maslaah itu, dia tidak terlibat!" jawab Anna dengan nada ketus.
"Jika begini kita bisa gawat, dia pasti akan balas dendam!!" ucap Loli dengan wajah panik.
Keempat orang itu terdiam dengan wajah syok, tidak disangka mereka akan ketakutan sampai seperti ini karena munculnya Gretta dalam keadaan yang terlihat stabil.
Gadis itu pasti memegang kartu rahasia mereka yang sewaktu-waktu bisa dia gunakan untuk menghancurkan kehidupan mereka.
Vera terdiam dengan bibir membungkam. Tidak ada yang bisa dia pikirkan saat ini untuk mendapat solusinya.
Sementara itu, gadis yang mereka pikir kuat dan menyeramkan ternyata sedang down saat ini.
Gretta sesak nafas, perutnya mual dan kepalanya pusing.
Memori kelam itu berhasil menghancurkan gadis malang itu. Gretta kini berada di dalam toilet kafe sedang mual dan muntah tepat setelah mereka meninggalkan Vera dan yang lainnya.
Gretta menangis sesenggukan, tubuhnya bergetar ketakutan, dia sampai pucat pasi dan berhasil membuat Diego ketakutan.
__ADS_1
" Gretta, ahhh ini pilihan yang salah, kua jadi begini, maaf kan aku... maafkan aku Gretta", ucapnya menyalahkan dirinya sendiri karena tidak becus menjaga kekasihnya.
Gretta masih duduk di dekat closet, tubuhnya keringat dingin dan detak jantungnya lebih cepat dari normal.
"Diego... hiks hiks hiks.... " Gretta menatap kekasihnya sambIl mengusap pilu.
Diego berjongkok di depan Gretta dan menatapnya dengan wajah khawatir.
"Maaf Gretta, maafkan aku," ucapnya lagi.
Gretta menggelengkan kepalanya," hiks hiks hiks... bisa peluk aku?" ucapnya dengan suara pilu.
Air matanya bercucuran dan kepalanya sakit.
Diego langsung memeluk Gretta, mengusap kepala gadis itu dan berusaha menenangkan nya.
tangan gadis itu memeluk Diego sangat erat, sumber kekuatan dan kebahagiaannya saat ini.
Beberapa lama mereka di dalam toilet kecil itu. Diego tak bisa melihat Gretta hancur seperti nini, dia senantiasa menemani gadis itu hingga dia benar-benar tenang dan membiarkannya menangis sampai puas.
Gretta menatap Diego, dia menangkupkan kedua tangannya di wajah Pria itu," Terimakasih," ucapnya.
Diego sangat heran dengan kekasihnya, padahal Gretta begini juga karena rencana balas dendamnya namun dia malah berterima kasih pada Diego.
" Sayang?"
"Terimakasih, karena kamu aku bisa menghadapinya, terimakasih Diego, terimakasih banyak membawaku untuk menghadapi mereka, terimakasih karena kalian berdiri di belakangku dan mendukungku, aku pasti bangkit," ucapnya sambil tersenyum dan akhirnya kehilangan kesadarannya karena syok.
"Gretta... Gretta bangun Gretta.... bangun!!!!"
.
.
.
like, vote dan komen 🤗
__ADS_1