
Acara pernikahan Dani dan andara tampak sangat menyenangkan, pasangan pengantin baru itu menari dan bernyanyi bersama semua anak yang ada di pesta itu. Suara bahagia dan alunan musik yang begitu girang menghibur mereka semua.
Dani dan Andara melompat ke sana kemari, menari bersama sama dengan semuanya. Laura menatap mereka dari kejauhan sambil tersenyum dan main mata dengan suaminya, Simon yang juga sedang berbincang dengan para bapak bapak yang sedang curhat tentang pengalaman jadi calon bapak maupun jadi bapak.
Laura membawa Marcel ke tempat di mana Maria dan beberapa anggota tim Aryn sedang duduk bersama. Kevin dan Ella juga tampak menemani gadis itu menjaga Mike dan bayi kecil Gretta dan Diego.
“ Teman -teman kalian boleh menari bersama yang lain, biar Mike dan Baby Bima di sini,” ucap Laura sambil tersenyum.
“ ahh terimakasih nyonya, lalu Mike ku serahkan pada siapa?” tanay Maria sambil berdiri.
Laura tersenyum,” dia akan menjaganya,” ucap Laura lalu mengangkat Mike dan...
Srukkk..
“ gendong dia sebentar, aku akan membawa si kecil Bima dulu ke belakang, sepertinya popoknya sudah penuh,” ucap laura menyerahkan Mike ke pangkuan ayah kandungnya yang belum tahu hubungan dia dengan bayi itu.
“ Heh kenapa kau sembarangan? Kenapa kau begini!!” kesal Marcel sambil memegang anak kecil itu di tangannya dan menatap laura dengan tatapan heran.
“ Kalian boleh pergi!” ucap Laura pada Maria dan yang lainnya.
“ terimakasih nyonya!” balas mereka lalu pergi dari sana meninggalkan Laura dan Marcel dengan dua bayi itu .
Laura mengambil Bima dari kereta dorongnya lalu menatap Marcel,” Jaga dia sebentar, aku akan mengganti popok bayi ini dan mengambil ponselmu,” ucap Laura sambil tersenyum lalu pergi dari sana tanpa mendengar balasan dari Marcel.
“ Ohh iya, dia alergi kacang, jangan berikan yang mengandung kacang, bawa dia berkeliling sebentar supaya tidak bosan, aku tak akan lama!!” ucap Laura.
“ hei beraninya kau bertindak semena mena padaku, nona ambil ini, apa yang kau la..
“ Ha.. Halo...” suara anak kecil itu terdengar di telinga Marcel dan berhasil membuat sebuah getaran aneh di dada pria itu. Marcel terhenyak lalu menatap anak kecil dengan mata berbinar binar yang jelas sekali mengambil mata dari dari Mikha.
Deghh!!
Debaran di jantung pria itu semakin hebat, dia menatap Mike dengan tatapan yang tak basa, seolah suaranya tercekat dia tak bisa mengatakan apa-apa saat merasakan getaran aneh di dadanya ketika melihat anak itu menatapnya dengan berbinar binar.
“ ha.. halo..” balas Marcel dengan suara terbata bata.
“ Dia.. kenapa dia memiliki mata itu, Mikha.. Mata Mika..” batin Marcel dengan rasa pedih di hatinya ketika dia mengingat Mikha kekasih yang sangat dia cintai.
Mike tersenyum menatap Marcel. Dia tumbuh menjadi anak yang supel dan penuh kasih sayang karena orang orang di sekitarnya memberikan dia kasih sayang yang sangat banyak. Meski dia tak punya Ibu, dia merasakan kasih sayang dari semua “Ibu” yang merawat dia selama ini.
__ADS_1
Marcel terhenyak, senyuman itu membuat hatinya meleleh, dia terdiam sambil menatap Mike yang menatapnya dan berbinar binar. Anak yang tampan dan cerdas juga ramah.
“ Paman, namaku Mike, calam kenal!” sapa Mike sambil tersenyum menggemaskan.
“ ehh.. sa.. salam kenal Mike, “ ucap Marcel dengan jantung yang berdebar debar tak karuan .
“Nama paman ciapa?” tanya anak itu. Dia adalah bocah yang cerewet persis seperti ayah kandungnya.
“ Ahh.. paman Marcel, panggil saja paman Marcel!!” ucap pria itu masih gugup, ini pertama kali seumur hidupnya seorang anak mau berada di atas pangkuannya bahkan bersikap ramah pada dirinya yang selalu dianggap orang menyeramkan.
“ Ahhh.. Paman Accel.. heheheh.. paman Accel punya nama yang cama dengan papanya Mike,” ucap anak itu sambil tersenyum. Pipinya merona, senyumannya sangat menggemaskan. Dia masih belum bisa mengucapkan huruf huruf dengan jelas tapi sudah berbicara dengan sangat lancar.
“ Benarkah? Lalu di mana ayahmu? Kenapa membiarkanmu di sini?” tanya Marcel.
Mike menatap pria itu dengan mata berbinar binar, hanya tersenyum sambil terus menatapnya tanpa mengatakan apa pun.
“ Jawab aku, di mana dia? Kenapa dia membiarkanmu di sini sendirian? Dan ibumu di mana?” tanay Marcell sambil berjalan membawa anak itu dalam pangkuannya. Semua orang di pesta itu sudah tahu kalau Marcel dan Mike adalah ayah dan anak kandung, mereka semua diminta untuk bekerja sama agar Marcel dan anak kecil itu menjadi dekat sebelum Simon memberitahukan kebenarannya.
“ Mama sudah pelgi jaaaauuuhhh ke sana, “ ucap Mike sambil menunjuk ke arah langit dengan jarinya yang kecil dan gemuk.
“ Kalau Papa.....” Mike menatap Marcel dengan mata berbinarnya, lalu tak mengatakan apa pun lagi seperti sebelumnya.
“ ahh maaf bocah kecil ,aku tidak berniat membuat mu sedih.” Ucap Marcel seraya mencubit lembut pipi Mike .
Mike tersenyum sambil mengangguk. Kecil kecil begitu , meski belum jelas berbicara, dia adalah anak yang cerdas karena tinggal di lingkungan orang orang cerdas.
“ Mike mau mamam kue!!” ucapnya menunjuk jejeran kue yang terletak di meja hidangan di depan mereka.
“ Lapar ya? Ya sudah ayo!!” ucap Marcel .
Marcel membawa anak itu dalam pangkuannya, mendekat ke arah meja di mana semua hidangan disusun rapi.
“ Tidak boleh makan kacang kan? Paman juga alergi, kenapa kita bisa sama ya?” ucap Marcel yang perlahan mulai merasa nyaman bersama bocah kecil itu.
Ada rasa hangat di hatinya dan insting melindungi yang muncul begitu saja saat dia menggendong si kecil Mike.
“ Mike sukanya rasa apa?” tanya Marcel.
“ Setlaubeli dan belubeli!” ucap anak itu dengan senyaman penuh semangat.
__ADS_1
Lagi lagi Marcel hanay terdiam, makanan kesukaan Mike adalah rasa kesukaan Marcel dan juga Mikha. Semakin gundah lah hati pria itu, dia memeluk Mike sejenak , karena anak kecil itu mengingatkan dia pada kekasih yang sejujurnya tak pernah dia hapus dari hatinya.
“ Umm Paman? Mike sesak!” ucap Mike karena Marcel malah memeluknya terlalu erat.
“ ehh maaf maaf, kau mengingatkan paman pada seseorang” ucap Marcel.
Marcel mengambil beberapa potong kue dengan rasa yang disukainya dan Mike lalu minuman segar dan membawanya duduk ke salah satu kursi di sana.
“ Nah sekarang ayo makan!” ucap Marcel sambil meletakkan Mike di kursi. Pria itu menatap bayi kecil yang tampaknya kesulitan memakan kue yang ada di depannya karena ukurannya yang besar.
Mike mengambil kue itu dengan tangannya yang kecil dan mencoba memakannya dan..
Jlup! Jlup! Jlup!
Mike mencoba memakan kue dengan selai strawberry itu tetapi alhasil, wajahnya malah belepotan karena kue yang terlalu besar.
" Pamaaann..." panggil ya memelas.
Marcel sejak tadi mengamati anak itu sambil menahan tawa.
" Pffthh bwahahahhahaha....... Kau lucu sekali!" Ini pertama kalinya,Marcel tertawa setelah Mikha meninggalkan dia, tertawa dengan lepas dan bahagia.
"Hahahah bukan begitu cara makannya hahhaha...sini biar paman bantu hahahhaha...." Marcel mengangkat bayi itu dan mendudukkannya di atas pahanya lalu memotong kue itu kecil-kecil dan memberikannya pada Mike.
"Pelan pelan makannya, dasar ceroboh, wajahmu sampai belepotan!" ucap Marcel.
"Hehehehe enyakk... ini enyak sekali... hummphh... ahahhaha..."
"Hahaha memang enak sayang, makannya pelan pelan ya..."
.
.
.
.
Like vote dan komen 🤗
__ADS_1