
Laura dan Simon menatap Marcel dan Mike yang mulai cukup dekat. Rencana mereka berhasil dan berjalan dengan sempurna.
Sejak di hari pernikahan Dani dan Andara, Marcel menjadi dekat dengan bayi itu.
Laura dengan senagaja mengukur waktu dan membuat masalah dengan Marcel hingga seolah terpikat dengan Marcel sesuai rencana Marcel.
Padahal tujuan utamanya adalah menjalin hubungan antara anak dan ayah itu semakin erat.
Pernikahan Andara dan Dani sukses digelar dengan meriah dan penuh bahagia. Pasangan pengantin baru itu sedang menikmati bulan madu mereka yang romantis dan diatur sepenuhnya oleh Andara .
Semua orang kembali ke aktivitas mereka masing-masing .
Seperti biasa, hari ini Mike akan dibawa oleh Laura lagi ke taman bermain, di mana dia dan Marcel sudah berjanji untuk bertemu. Laura juga membawa si kembar.
"Sayang kamu akan berangkat. sampai jumpa di tempat itu ya!" ucap Laura sambil merapikan kerah sang suami yang akan berangkat ke kantor.
Cup!
" Terimakasih sudah mau membantuku dan melibatkan dirimu untuk membuatnya kenal siapa Mike," ucap Simon setelah mengecup kening istrinya dengan lembut.
Laura mengangguk," Aku juga merasa terbeban sayang. Apapun akan ku lakukan agar anak ini dan ayahnya kembali berkumpul," ucap Laura.
" Ahhh aku sangat mencintaimu, lagu lagu aku jatuh cinta padamu, bagaimana ini sayang rasanya aku berbunga bunga lagi!!!" ucap Simon sambil memeluk istrinya dengan erat.
" Aku tahu, aku ini memang layak dicintai hahahaha..."
"Wahh kau benar benar keturunan seorang dedengkot mafia ya, benar benar percaya diri dan tajam. " ucap Simon.
Laura terkekeh," tentu saja, Laura gitu loh!!' ucapnya.
Simon dan Laura berangkat ke tempat tujuan mereka masing-masing.Hari ini Simon akan memberitahukan Pada Marcel kebenaran apa yang sebenarnya harus dia hadapi.
Laura berangkat bersama Lanang yang sudah pulih dari trauma akan cintanya yang sakit, pria itu jadi lebih pendiam sekarang bahkan terkesan sangat dingin.
Beberapa anggota tim Aryn juga turut serta bersama Laura dan yang lainnya.
Mereka melaju menuju taman bermain yang sangat luas di kota itu.Taman yang dulunya sering dikunjungi Marcel dan Mikha, bahkan sebelum berangkat ke London, Mikha menghabiskan waktu seharian duduk dan melamun di taman itu.
"Uwahah kita ke taman yeaayyy!!" seru si kembar yang ceria.
Prok! prok! prok!
Mike juga bertepuk tangan dengan meriah sambil tertawa penuh semangat dan antusias karena dia juga menyukai taman seperti orangtuanya.
Anak itu sangat ceria sampai membuat Laura sering menangis memikirkan betapa malang nasib Mike karena harus berpisah dari ibunya bahkan bertemu dengan ayahnya yang belum tahu siapa dia.
" Aunty, Mike akan beltemu Papa hali ini kan? " ucap anak itu sambil menatap Laura.
__ADS_1
" Iya sayang, akan bertemu Papa hari ini!' " balas Laura.
Mike tersenyum sambil duduk dengan tenang. Dia lebih dewasa jika dilihat dari anak anak seusianya.
Sebulan lagi dia akan genap empat tahun, dan dia berharap bisa merayakan ulangtahunnya bersama sang ayah.
"Mike, ingin melayakan ulangtahun belcama Papa, semoga Papa mau menerima Mike," ucapnya penuh harap..
Anak menggemaskan itu sudah tau!
Dia sudah tahu sejak pertama melihat Mike berjalan mondar mandir di depan pintu masuk area pesta perikanan Andara dan Dani.
" Papa!" kata-kata yang dia ucapkan pertama kali saat dia melihat wajah Marcel, padahal posisi Marcel sangat jauh dari dirinya.
"Pasti sayang, Papamu pasti akan paham," ucap Laura menahan tangisannya.
Anak sekecil itu, bisa menahan dirinya bahkan tidak mengungkapkan identitasnya pada sang ayah kandung yang jelas sekali dia kenali. Mike mengenal ayahnya berkat usaha Mikha sebelum dia meninggal telah menyiapkan banyak video bahkan foto foto dirinya dengan Marcel ayah kandung Mike.
Mike telah melihat wajah Marcell dan Mikha setiap hari. Dia telah mengenal Marcel sebelum pria datang ke acara pernikahan Dani dan Andara hari itu.
Ketika Laura menjelaskan semuanya dengan perlahan, Mike justru sangat senang karena akhirnya dia bisa bertemu dengan sang ayah yang setiap har membuat dia penasaran.
Dai video sang ibu, dia tahu orang seperti apa ayahnya.
Mike menatap ke jendela luar mobil sambil tersenyum bahagia," Mike akan beltemu Papa..Mike senang!" gumamnya dengan mata berkaca-kaca.
Sementara itu, di taman hiburan. Marcel sudah duduk tenang di sana menunggu kedatangan Laura dan anak-anak.
Dia membawa beberapa hadiah untuk Mike dan si kembar. Jiwa seorang ayah sudah melekat di diri pria itu. Sambil tersenyum menatap langit dia membayangkan wajah bahagia Mike .
Hingga dia teringat ucapan asistennya pagi ini," Tuan anda berubah, anda tidak sama lagi!"
Kalimat itu membuat Marcel terdiam, entah apa yang berubah darinya, tetapi sejak bertemu dengan Mike, dia lebih banyak tertawa dan merasa bahagia bahkan seperti saat dia dekat dengan Mikha.
" Anda lebih bahagia seperti ketika anda bersama nona Mikha, apa Anda jatuh cinta?' pertanyaan yang tidak bisa dijawab oleh Marcel Karena memang dia tidak jatuh cinta pada siapa pun, hanya merasa hatinya dipenuhi dengan cinta sampai dia ingat tujuan utamanya hari ini adalah ingin memancing Simon dan menghancurkan pria itu.
"Simon, apa kau tidak panas dengan semua foto kebersamaan kami yang ku kirim padamu? datanglah hari ini!!' batin Marcel.
"Paman!!!" suara ketiga anak menggemaskan itu berhasil membuat pria itu menoleh. Yang membuatnya melupakan tujuannya adalah anak anak itu, mereka mengisi hatinya yang kosong.
" Ahhh kenapa aku sangat bodoh waktu itu? ini urusanku dengan Simon, tetapi aku melibatkan anak anak itu sampai mereka hilang, arrkhh sialan, rasa bersalahku membuatku kesal!!" Marcel mengusap wajahnya.
Tentu dia merasa bersalah karena telah melukai si kembar dengan menculik mereka untuk dia manfaatkan dalam.misi balas dendamnya.
"Anak anak kalian datang, kemari paman bawa hadiah!!' ucap Marcel sambil tersenyum.
Hari ini dia tampak sangat tampan, mengenakan kemeja panjang buru langit dan celana jeans biru Dongker.
__ADS_1
Penampilan nya lebih berwarna dan segar tidak seperti ketika dia memimpin Black Phanter.
"Papa!!"
Mike kecil berlari dengan begitu riang sambil membawa setangkai bunga melati di tangannya, tersenyum riang sambil menatap Marcell.
Deg deg deg!!
Jantung Marcel berdebar kencang saat Mike memanggilnya dengan sebutan itu.
" Halo Paman, senang bertemu Paman lagi," Mike mengubah panggilannya lagi seolah tak terjadi apa apa, dia memeluk kaki Marcel sambil mendongak ke atas.
" Buat Paman!" ucapnya sambil memberikan bunga itu dan sebuah kertas kecil.
" Apa ini?" tanya Marcel.
Dia dan ketiga anak itu duduk di bangku taman . Marcel membuka kertas kecil berwarna warni itu.
Sebuah gambar yang dibuat oleh Mike sendiri tertera di sana. Gambar seorang laki laki dewasa dan anak kecil yang saling bergandengan tangan menatap ke arah bintang bintang.
Mike menahan tangisannya, rasanya ingin dia mengatakan bahwa dia mengenal Marcell.
" Papa... Itu Papa dan Mike, menatap ke langit di mana Mama berada," ucap Mike pelan sambil menangis.
"huwaa.. hiks hiks hiks.. maaf Mike cengeng... Mike Lindu mama..." ucapnya sambil menangis sesenggukan.
Marcel terdiam gemetar, entah kenapa dia merasa sedih dan pedih ketika mendengar tangisan anak itu.
" Owhh sayang, jangan menangis ya, Mama kamu pasti bangga melihatmu dari atas sana!" ucap Marcel sambil memeluk si kecil Mike.
Mike memeluk ayahnya, menangis sesenggukan, air matanya bercucuran membasahi pakaian Marcel.
"Hiks hiks hiks... Mike nggak mau cengeng tapi ail mata Mike mengalil telus...." ucap anak itu.
Marcel menepuk-nepuk punggung si kecil," nggak apa-apa sayang, nggak apa-apa," ucap Marcel dengan lembut.
"Mama kamu pasti bahagia di atas sana," ucap Marcel.
" Tentu saja akan bahagia, melihat anaknya bersatu dengan ayah kandungnya!"
.
.
.
Like, vote dan komen 🤗
__ADS_1