
Dani berdiri di hadapan ke empat orang gila yang bekerja sama melukai Obelia dan Alesha. Dia menatap mereka dengan senyuman sumringah di wajahnya. Gadis ini sudah benar benar tampak seperti algojo yang siap memborbardir kehidupan mangsanya.
"Heheh saatnya hukuman," ucap gadis itu. Dia malah tertawa senang karena sudah lama tak memberikan hukuman pada orang-orang jahanam seperti mereka.
Tentu saja alasannya karena dia sibuk dengan dunianya bersama Laura dan teman teman barunya.
Dia teralihkan dengan kebaikan Laura yang selalu membuatnya merindukan wanita itu. Bahkan saat ini saja dia sudah merindukan dua bayi kembar menggemaskan yang pasti tengah lelap tertidur dalam pangkuan Laura.
"Kau tampak sangat senang, " ucap Lanang sambil menepuk bahu gadis itu. Dani memutar mutar permen lollipop nya sambil terkekeh," tentu saja, sudah lama tidak melakukan ini, rasanya seperti kembali ke rumah," ucap gadis itu sambil meregangkan tubuhnya.
"Dasar psikopat!" ejek Lanang.
Dani hanya terkekeh, dia benar-benar senang melihat orang-orang jahat itu dihukum.
"Seret mereka!!" teriak Dani sambil berjalan menuju sebuah tebing dengan tiang tinggi dan tali tambang yang menjulur sampai ke bawah.
Jika objek diikat di sana, maka mereka pasti akan direndam dalam air laut yang asin itu.
Nyonya Yanti, Tuan Riko, Yura dan Yoga putra nyonya Yanti di seret dalam keadaan pingsan. Mereka memasukkan orang-orang itu ke dalam karung dan diseret begitu saja tak peduli jika tubuh mereka terkena bebatuan tajam di dekat tebing itu.
"Apa yang akan kau lakukan? apa memasukkan mereka ke sana? polisi polisi sialan itu akan menemukan jejak kita lagi, aku malas berhubungan dengan mereka!" ucap Lanang.
"Kau pikir aku senang dengan polisi dan jaksa songong yang sok hebat itu!? mengurus hukum di negeri ini saja mereka belum sanggup, apalagi menghadapi ku," ucap Dani dengan nada ketus.
"Danielle, sepertinya akan menyenangkan melihat mereka menggeliat di dalam air laut, aku buka saja karungnya hahaha..." ucap Loey rekan mereka yang sama gilanya dengan Dani.
"Boleh juga, menyenangkan melihat manusia jahanam ini menggila kesakitan!" ucapnya sambil tertawa.
"Baiklah kita mulai hukumannya!!" teriak Dani.
Hukuman dimulai dar tuan Riko, pria jahat yang membuat Obelia menderita bahkan hampir kehilangan keperawanannya di tangan pria itu sendiri.
Tuan Riko terbukti melecehkan Obelia saat wanita itu masih duduk di bangku SMP, dia membuat video tentang Obelia. Merekamnya saat mengganti pakaian, bahkan di ponselnya yang sudah dibajak oleh Dani terdapat berbagai foto bagian tubuh wanita lain.
__ADS_1
Bejat memang orang yang satu ini, korbannya diancam dan ditutup mulutnya. Siapa sangka dia salah satu buronan pedofil yang tidak bisa dilacak karena kepiawaiannya menyembunyikan aksinya bahkan membuat korban trauma berbicara.
"Pedofil bangsat, seharusnya kau mati di tanganku, tapi aku ingin para korban terlepas dari trauma itu, setelah kau di hukum ingatlah bahwa penderitaan mu tidak akan berakhir di sini, akan ku past kau membusuk di penjara!" ucap Dani.
"bangunkan dan Lempar dia!"
Byurr...
Tubuh pria itu disiram dengan air dingin. Dia tersadar dengan wajah gelagapan. Terkejut karena disiram dengan air dingin.
"Ahhh.. hah.. hah... di mana aku, di mana aku!!!" teriak pria itu..
bughh!
Lanang menendang perutnya," di neraka bangsat!" ucapnya .
Dia diikat dengan tali tambang dan dilemparkan ke bawah tebing dengan tali yang terikat di tiang besar itu.
"Arkhh tidak, lepaskan aku!!!" pekik pria itu. Dani sangat membenci pedofil, baginya mereka bukanlah manusia yang layak dianggap sebagai manusia. Mereka hanya sampah menjijikan yang membuat anak anak remaja hancur di masa mudanya.
Sejak saat itu kebencian nya pada penjahat semakin menjadi-jadi. Para polisi waktu itu hanya menghukumnya, memasukkan nya ke panti rehabilitasi atau lebih tepat jika disebut penjara anak.
Tidak ada keadilan baginya, dia hanya dianggap sebagai anak yang tidak dididik, anak anak lain yang jadi korban kekerasan itu tak tahu lagi keberadaan nya entah di mana.
Kepolisian menyalahkan dia karena membunuh tiga orang dewasa bahkan menyebutnya monster. Bukannya memeluk dia dan menenangkan dirinya yang trauma dan hancur, mereka malah mencoba menggunakan kasus itu untuk menaikkan jabatan sekaligus bahan penelitian.
Tetapi sejak kedatangan Simon, dia dirangkul dan tidak dianggap sebagai penjahat. Simon menganggapnya sebagai manusia, dan sejak saat itu hidup Dani berubah total.
"Ahh sial, membuatku bernostalgia saja," gumam Dani sambil duduk di pinggi tebing tanpa rasa takut. Tampak jelas di bawa sinar matahari bekas luka tusuk dan luka cambukan di tubuhnya, tidak hilang dan membekas selamanya.
Akan dia ingat sebagai kenang kenangan paling menyakitkan.
Di bawah sana, Tuan Riko tak bisa menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya saat merasakan luka lukanya yang terbuka lebar direndam dalam lautan garam yang membuatnya sangat tersiksa, berteriak pun tak ada gunanya, dia menangis kesakitan memohon ampun bahkan meminta agar dia mati saja.
__ADS_1
Tapi Dani tetaplah gadis dingin yang tak berperikemanusiaan jika sudah menyangkut pedofil.
"Selanjutnya!!" ucap gadis itu sambil menatap ke bawah, tuan Riko sudah sangat kelelahan di bawa sana.
Giliran berikutnya adalah nyonya Yanti Yang sama jahatnya dengan pria itu, mantan suaminya. Dia memang melahirkan Obelia tetapi dia tidak menganggap perempuan itu sebagai keturunannya.
Jelas dari sikapnya yang tanpa hati berusaha menjual Obelia bahkan mengirim foto tubuh Obelia kepada om om mesum hanya untuk mendapatkan uang. Nyonya Yanti juga berhubungan dengan sindikat penjualan manusia, dia menculik anak anak dan para remaja untuk dijual dan diperbudak.
Sungguh jahat dan kejam wanita itu memperlakukan para korbannya. Tidak dia anggap manusia anak anak dan orang dewasa yang dia culik.
Wanita itu di siram dengan air es, dia terbangun dengan sesak nafas, jantungnya hampir pecah karena terkejut.
"Di.. dimana aku!!! di mana kau lepaskan aku!!!' pekik wanita itu histeris saat dia melihat lautan yang hitam dan luas terpampang di depannya.
Dani menarik kepala wanita itu," Kau akan ku kirim ke neraka nenek sihir jahanam!" kecam Dani seraya menusuk paha yang masih berdarah itu dengan jarinya.
"Arkhhhh!!!!" Nyonya Yanti hanya bisa berteriak histeris saat Dani melakukan hal itu padanya.
Wanita jahat itu dilemparkan ke arah laut dan sama seperti Tuan Riko luka-lukanya seperti disayat-sayat lagi rasanya sangat sakit dan menderita di dalam air asin itu.
Yura dan saudaranya juga mendapatkan perlakuan yang sama. Mereka dilemparkan ke bawah tebing itu. direndam berjam-jam di dalam air laut yang asin, luka-luka mereka sangat perih dan sakit membuat mereka sangat menderita.
Dani menatap mereka dari atas tebing. Sembari menyesap permen lolipop nya, dia mengumpat orang-orang itu.
"kirimkan tubuhnya dan semua bukti kejahatan mereka ke kantor kepolisian, dan kirimkan bunga pemakaman ke kantor itu!" ucap Lanang .
" Baik!!"
.
.
.
__ADS_1
Like, vote dan komen 🤗