Istri Untuk Tuan Simon

Istri Untuk Tuan Simon
179 Season 2: New season


__ADS_3

Dani dan Kevin masuk ke dalam ruangan perawatan Andara. Setelah Zayn turun tangan langsung, kesehatan mental Andara berangsur pulih dan membaik dengan cepat.


Benar kata orang, tangan dingin dokter tampan itu selalu berhasil mengobati pasien pasiennya yang dia tangani dengan cepat.


"Andara, kau sudah boleh pulang!!" seru Dani sambil berlari kecil menghampiri Andara yang tampak sangat tampan dengan kemeja baru pemberian Kevin.


Andara berdiri sambil menatap mereka berdua. Tampak ragu ragu dan takut, terutama bertemu pria.


Tangannya menari nari di udara, kedua netranya menatap ke kanan dan kiri, seolah tengah menyiapkan dirinya untuk berbicara.


Dadanya naik turun karena gugup dan dia sedikit membungkuk, kebiasaannya ketika dia sedang gugup dan takut.


"Andara, kau baik baik saja?" Kevin tampak khawatir. Dari yang mereka dengar, Andara memiliki gangguan psikis, dan mengalami serangan panik berkali kali selama pengobatan sedang dilakukan.


Bahkan tim dokter saja sedikit kewalahan menangani pria itu. Dia berulang kali menunjukkan perilaku yang sama, berteriak, menangis membenturkan kepalanya ke dinding bahkan Tremor setiap melihat benda tajam.


"Andara, ikuti gerakan Dani, tarik nafas tiga kali..


Hufftt haaahhh.... huffftt... haahhh... huffthhh..haahhh....


Andara menatap Dani sambil menggelengkan kepalanya, dia melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Dani. Meski takut, Andara terlihat berusaha keras untuk keluar dari trauma itu.


Air mata Dani dan Kevin hampir saja menetes. Melihat Bintang Andara mereka jadi lemah seperti itu membuat hati mereka tidak nyaman sama sekali.


"Kevin, aku tidak tahan melihatnya begini, bagaimana ini? " ucap Dani berbalik, dia memunggungi Andara, tak kuasa menahan kesedihannya atas apa yang dialami pria yang dia cintai.


Kevin menepuk bahu gadis itu, dia juga merasakan hal yang sama. Melihat kondisi Andara seperti itu membuat hatinya seperti dicabik cabik.


"Andara, apa kau masih takut padaku?" tanya Kevin. Setelah traumanya kembali, Andara jadi takut bertemu pria dewasa, seolah dia melihat monster dan dikejar oleh menteri itu.


Andara menarik nafas lagi, dia menutup telinganya, menatap kesana kemari dengan wajah panik.


"Andara.. Andara ... hiks hiks hiks... Andara... ma..masih takut!!!" Pria itu menangis, menutup kedua telinganya dengan rapat sambil gemetar menatap ke sana kemari.


Kevin dan Dani tak sanggup melihatnya.


Kevin berdiri dengan tegap, menatap Andara sambil beruhasa menahan gejolak kesedihan di hatinya.


"Bintang... kecil.. di langit yang biru... amat banyak, menghias angkasa... ..


Kevin bernyanyi dengan lembut, salah satu lagi yang sangat disukai oleh Andara.


Dani juga turut bernyanyi, keduanya menyanyikan lagi itu sambil menatap Andara dengan mata berkaca-kaca.


Andara terdiam, dia menatap kedua sosok berharga itu. Menatap mata Kevin dan Dani bergantian, menatap kedua orang yang terus berjuang untuk dia bahkan sejak awal selalu ada untuknya.


perlahan-lahan, Andara menurunkan tangannya, menatap mereka dan berhenti gemetaran. Bibirnya terbuka dan mulai ikut bernyanyi.

__ADS_1


Mereka bertiga bernyanyi dengan lembut sambil bertepuk tangan mengikuti nyanyian mereka hingga lagu itu selesai.


Hening!


Ruangan itu hening untuk sejenak. Ketiga orang dewasa di dalam ruangan itu saling berhadapan.


Andara menatap mereka, air mata kedua orang itu mengalir. Andara juga demikian, dia mengerucutkan bibirnya, untuk pertama kali dia merasakan rasa senang sekaligus sedih di saat yang bersamaan.


Pria yang tidak pernah menangis itu akhirnya menunjukkan sisi dirinya yang lain. Orang yang disebut tak berperasaan itu akhirnya menunjukkan pada dunia bahwa dia juga memiliki perasaan, memiliki hati yang bisa senang, sedih maupun marah.


"Dani jorok, Kevin bau jengkol huwaaa....."


Andara menangis, dia berlari menghamburkan perlukannya pada kedua orang itu. Dua sosok yang perlahan-lahan berubah menjadi orang penting dalam hidupnya.


" Andara tidak nyaman memeluk atau dipeluk, tapi rasanya Andara sangat ingin memeluk kalian, kalian berdua baik sekali!!!" ucapnya dengan mulutnya yang ceplas-ceplos itu.


"Andara... A.. Andara takut, Andara ditusuk berkali-kali, itu sebabnya Andara takut menatap Kevin, tapi Andara tidak mau jauh dari Kevin, karena meskipun Kevin bau jengkol Andara sangat menyayangi Kevin begitu juga dengan Dani yang mencintai Andara, tapi belum bisa Andara balas!!" ucapnya panjang kali lebar.


Hal yang sangat dirindukan oleh Dani dan Kevin, keabsurdan, kelakuan jenaka dan kebiasaan Andara yang membuat mereka bahagia.


" Hahahahahhaa...."


Dani dan Kevin tertawa terbahak-bahak mendengar ocehan pria itu. Pria yang jadi happy virus mereka dan jadi support sistem mereka.


Ketiganya berpelukan hangat satu sama lain, saling menguatkan dan mendukung.


"Syukurlah, dia benar benar telah membaik," ucapnya sambil menahan tangisannya.


Bizael masuk ke dalam ruangan Andara. Perlahan hubungannya dengan sang adik semakin membaik.


"Andara, waktunya makan obat terakhirmu sebelum keluar dar rumah sakit," ucap Bizael.


Ketiga manusia itu menatap Bizael. Andara menatap sang kakak dengan perasaan gugup dan bahagia.


"E.. em... ka... kakak... A.. Andara boleh minta sesuatu?' ucap pria itu sambil menggerakkan jari jarinya lagi ke udara, kepalanya menunduk dan matanya menatap ke sana kemari.


Bizael cukup terkejut, ini kali pertama Andara meminta sesuatu padanya .


"Baiklah, apa yang kamu inginkan, aku akan memberikannya setelah kamu makan obat," ucap Bizael.


Mendengar itu, Andara langsung menyambar obat obatan yang harus dia konsumsi dan menghabiskan semuanya dalam sekejap.


" Sudah!!" ucapnya. Dia terlihat bersemangat dan sangat antusias. Andara berdiri di depan kakaknya sambil memainkan kikuk jari tangannya, menatap ke sana kemari sambil ragu ragu menyatakan keinginannya.


"An.. Andara mau.. mau peluk Kakak.. boleh tidak? kalau tidak boleh juga tidak apa apa! tidak masalah, Andara hanya meracau saja, maafkan Andara tolong jangan marah lagi kak," ucap Andara.


Hati kecil Bizael berteriak, dia terhenyak, tanpa basa basi dia menarik Andara dan memeluk saudara kembarnya itu juga.

__ADS_1


Keduanya berdiri di sana, saling berpelukan meski jelas sekali Andara sama sekali tidak nyaman dengan pelukan.


Tetapi dia juga membalas pelukan kakaknya, rasanya sangat aneh, hatinya berbunga-bunga, seolah dia sedang melihat ribuan bintang sedang berkelap kelip dan menari dengan indah di atas langit.


Dani dan Kevin tersenyum penuh haru menatap mereka berdua.


"Maafkan kakak," ucap Bizael sambil menepuk pucuk kepala pria itu.


" Jangan pegang kepala," celetuk Andara sambil menggembungkan pipinya. Mereka hanya tertawa, kelakuan Andara selalu menghibur mereka.


Akhirnya, pria berkebutuhan khusus itu keluar dari rumah sakit, setelah banyak pertimbangan dan riset, Zayn memutuskan pengobatan Andara dilakukan dengan membawa dia ke lingkungan sosial.


Mengembalikan Andara seperti semula adalah tugas yang berat. Tetapi mereka tidak akan menyerah.


Keluarnya Andara dari rumah sakit menjadi berita bahagia bagi mereka semua, terutama tim Aryn dan si kembar Kent yang sangat menyukai paman bintang mereka.


Andara dibawa ke gedung tim Aryn, di mana semua orang menantikan kedatangan pria tampan nan jenaka itu.


" Selamat datang kembali Bintang Andara!!!" teriak semua karyawan di tim Aryn, sambil tersenyum dengan kostum bertema bintang di hari mereka menyambut Andara.


Bahkan dekorasi ruangan itu dibuat dengan penuh bintang kesukaan Andara, banner bertuliskan "Welcome our Star" terpasang di sana.


Andara menatap mereka dengan mata berbinar-binar. senyuman indah tergambar di wajahnya.


" Wahh... hahahahah... bintang, Wahhh bintang!!! yeyaaaaayyy!!!!! ahahahahaha.... wohooo!!!!"


Pria itu bertepuk tangan bahagia sambil tertawa dan bergabung dengan mereka.


Semuanya bertepuk tangan bahagia sambil menatap Andara dengan senyuman manis.


Sementara itu, saat pesta penyambutan Andara di lakukan, di sisi lain gedung Kent grup yang berdiri tepat di depan gedung tim Aryn, seorang pria tengah berdiri di sana sambil berbicara dengan seseorang melalui sambungan telepon.


"Saya sudah melakukannya bos, sebentar lagi perusahaan ini akan hancur, detektif bodoh itu akan termakan omongan kita, " ucapnya sambil tersenyum licik.


"...."


"Baik bos!"


Irvan, asisten Laura tak sengaja mendengar pembicaraan pria itu. Dia merekam nya dengan ponselnya tanpa sepengetahuan orang itu. Sialnya dia harus masuk ke tempat sampah agar tidak terlihat orang itu.


"Sial, kenapa aku harus bersembunyi di dalam tong sampai ini!!! apa yang dia bicarakan!? apa hubungannya dengan perusahaan!?" batin Irvan.


.


.


.

__ADS_1


Like, vote dan komen


__ADS_2