
Kediaman keluarga Sadrakh,
Obelia berdiri di balkon kamarnya seorang diri, menatap langit yang sudah menghitam dan bulan yang tengah berkuasa atas malam yang indah ini.
Dengan segelas susu hangat dia berdiri di sana sambil memejamkan kedua matanya menikmati sentuhan angin yang lembut menggelitik wajahnya.
Dia hirup dalam dalam udara segar malam itu, dia rasakan ketenangan di hatinya , tetapi sedetik kemudian kekhawatiran kembali menguasai hati wanita itu. Dia gemetar, orang-orang dari masa lalunya mulai muncul dan mengusik hidupnya, yang dia takutkan, orang orang yang dia sayangi akan terluka karena mereka.
“ apa yang harus ku lakukan, kenapa Ibu tahu ? kenapa mereka mengusikku lagi?” gumam Obelia sambil menahan rasa sesak di dadanya. Hatinya hancur setelah bertemu dan mendengar kata kata kasar dari Ibunya beberapa hari yang lalu.
Suaminya Sadrakh sedang dalam perjalanan bisnis, dia dan Alesha saja yang ada di rumah itu. Putrinya sudah terlelap sedang dia masih gundah dengan pikirannya yang berat.
Saat dia mencoba untuk menata kembali hidupnya dan mulai merasakan manisnya keluarga dan kebahagiaan, orang orang dari masa lalunya mendatanginya dan mengganggunya lagi.
Obelia tak kuasa menahan air matanya, kejahatan yang dilakukan oleh sang Ibu dan ayah masih melekat jelas diingatan gadis malang itu. Mereka bahkan lebih membela anak tiri mereka dibandingkan dengan dirinya.
“ hisk hiks hiks.... apa yang harus ku lakukan? Aku tidak sanggup jika mereka sampai melukai keluargaku, mereka.. kenapa datang sekarang? Bapak dan Ibu kenapa begini padaku, apa tak sedikitpun ada rasa kasih di hati kalian padaku?” Obelia menangis piilu.
Ayah kandungnya juga ternyata melakukan hal yang sama, hanya saja dia menghubungi Obelia dengan meminta normonya dari guru TK di mana Alesha bersekolah. Mendengar hal itu mebuat Obelia menjadi takut kalau sampai putri kecilnya itu akan di ganggu.
“ Apa yang harus aku lakukan, bagaimana ini? Hiks hiks hiks.. Alesha, Sadrakh... Laura.. kak Simon arhhh aku takut..” Obelia menangis sesenggukan, rasa khawatirnya sangat besar. Dia tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi apda orang orang yang dia sayangi hanya karena gangguan itu.
Air mata wanita itu terus berjatuhan. Akhir akhir ini dia sering merasa sedih yang berlebihan apalagi sejakk ibu dan ayahnya menghubungi dia dan menuntut berbagai macam hal dari wanita itu.
Obelia tak kuasa menghadapi semuanya sendirian, tetapi dia juga tidak mau membuat suami dan keluarganya khawatir. Wanita itu memendam kesedihannya.
“ Sayang? Ada apa?” Suara Sadrakh terdengar jelas di telinga wanita itu.
Sadrakh baru saja tiba, dan dia mendapati sang istri yang menangis sendirian di dalam kamar. Semua barang nya dia jatuhkan begitu saja di atas lantai, tak peduli dengan benda benda mahal itu, dia menghampiri sang kekasih hati dengan wajah khawatir saat melihat Obelia menangis seperti itu.
Obelia terkejut, dia menoleh dan cepat cepat menghapus air matanya,” Sa.. Sayang kau pulang!?” ucapnya sambil memasang senyum getir di wajahnya.
__ADS_1
Sadrakh langsung menarik istrinya dan memeluk Obelia.” ada apa sayang? Astaga pantas saja perasaanku tidak enak selama aku di sana, istriku menangis sesenggukan seperti ini, ahh maafkan aku sayang , maafkan aku terlalu sibuk,” ucpa Sadrakh sambil memeluk erat sang istri.
Obelia menggelengkan kepalanya,” aku baik baik saja,” ucapnya pelan.
“ katakan padaku, apa yang membuatmu menangis, kau harus jujur sayang, aku tahu semuanya tapi aku ingin mendengarnya langsung darimu,” ucap Sadrakh sambil menatap kedua netra sang istri.
Obelia membalas tatapan mata itu, jantungnya berdegup kencang, air matanya tak lagi terbendung. Ditanya begitu malah membuatnya semakin menangis.
“ Sayang... Hiks hiks hiks.. arrhhh maafkan aku... maafkan aku jadi cengeng begini huwaa... aku... aku... takut...” akhirnya tangisan wanita itu pecah begitu saja di hadapan suaminya.
Obelia menangis sesenggukan sambil memeluk tubuh sang suami yang sangat dia rindukan.
Sadrakh terdiam, tangannya segera memeluk sang istri, menepuk punggung lemah itu dan menguatkannya.
Dia tahu semua yang terjadi pada istrinya, itu sebabnya dia pulang segera dari perjalanan bisnisnya sekalipun proyek yang dia kerjakan masih belum selesai sepenuhnya.
Dia mendapatkan laporan dari anak buah yang menjaga istri dan anaknya bahwa keluarga Obelia mulai mengusik kehidupan istrinya lagi bahkan ayah Obelia dengan berani memaksa guru untuk memberikan nomor ponsel Obelia.
Mendengar laporan mengejutkan itu tentu saja Sadarkh tak bisa tahan bekerja di luar. Sekalipun keamanan di rumah mereka semakin diperketat tanpa sepengetahuan Obelia dan Alesha, dia masih tidak bisa tenang ketika memikirkan istrinya.
“ Maafkan aku, aku.. hiks... aku bertemu dengan Ibu kandungku dan ayah ku mengancam ku, dia mendatangi sekolah Alesha, aku takut sayang, aku takut mereka akan melakukan hal yang tidak seharusnya, aku sangat takut” ucap Obelia sambil menangis dalam pelukan sang suami.
“ Sayang, lihat aku,” Sadrakh menatap kedua mata istrinya.
“ Semua akan baik baik saja, serahkan padaku, aku tidak akan membiarkan kalain berdua terluka, aku akan melindungi kalian, ini janjiku sayang, tenanglah, ada aku di sini,” ucap Sadrakh sambil menangkupkan kedua tangannya di wajah sang istri.
Dia menatap dalam kedua netra Obelia,” aku percaya padamu dan aku merindukanmu, sangat merindukanmu, kenapa pulangnya lama sekali .. aku kesepian.” Ucap Obelia sambil memeluk suaminya lagi .
Obelia sangat merindukan Sadrakh padahal dia hanya pergi selama seminggu.
“ Wah aku hanay pergi seminggu sayang, kamu sudha serindu ini, maafkan aku, lain kali aku akan bawa kamu dan Alesha.” Ucapnay smabil mengusap air mata istrinya.
__ADS_1
Obelia mengangguk,” terimakasih selalu ada untukku, bahkan saat aku sangat hancur seperti ini,” ucapnya.
“ Tentu saja aku akan selalu bersama kekasih hatiku yang cantik ini, aku tidak bisa jauh darimu sayang,” Sadrakh memeluk sang istri dengan sangat erat.
Sementara itu, di kediaman Kennedy, Zayn tampak berada di kamar milik Alexa, dia berbaring di kasur gadis itu sambil menatap wajah Alexa yang tengah terlelap dengan begitu nyenyak.
Kondisi Alexa semakin stabil dan membaik. Dia tersenyum emnatap wajah itu,” tunggulah sebentar lagi, kau akan bertemu dengan kakak laki lakimu,” ucapnya sambil mengusap wajah Alexa dengan lembut.
Dia bersyukur Alexa bisa kembali ke sisinya meskipun kondisinya tidak baik. Dia bersyukur, Alexa yang menyelamatkan nyawanya dahulu kini ada di dekatnya dan bisa dia jaga dan rawat sedekat ini.
Saat dia akan terlelap di samping gadis itu tiba tiba suara teriak histeris terdengar menggelegar di seluruh bagian ruamh itu.
“ Ya ampun ketubannya sudah pecah!!! Laura akan segera melahirkan, bangun semuanya!!!" teriak Gretta terdengar di seluruh ruangan itu dan berhasil membangukan seisi rumah yang baru saja terlelap dalam mimpi mereka.
“ Astaga, kenapa prediksi nya lebih cepat 10 hari? “ Zayn terperanjat kaget, dia bangun dari kasur demikian halnya dengan Alexa yang terganggu tidurnya.
“ Alexa, kau tinggal di sini dulu ya, Laura mau meletus ehhh melahirkan, kami akan ke rumah sakti,” ucap Zayn dengan singkat dan hendak pergi. Tetapi tangan Alexa menahannya, gadis itu menatap zayn dengan tatapan mata serius.
“ bo.. leh.. i.. kut?” Untuk pertama kali Alexa berbicara lagi, untuk pertama kali, gadis itu memberikan respon terbaiknya.
“ a.. alexa... kau.. arhhh bagaimana..
“ ZAYN DI MANA KAU!!! CEPAT NYALAKAN MOBIL!!!" teriakan Simon terdengar jelas di telinga mereka.
Zayn terlalu senang dan panik di saat yang sama, dia segera menarik tangan Alexa dan mereka berdua berlari keluar dari kamar itu mengikuti semua orang yang ikut panik mendengar berita mengejutkan itu.
“ WAKTU PERSALINAN TIBA, KALIAN CEPATLAH!!"
.
.
__ADS_1
.
Like, Vote dan Komen