Istri Untuk Tuan Simon

Istri Untuk Tuan Simon
49. Takdir Macam Apa Ini?


__ADS_3

Simon bergegas menuju restoran terbaik di kota itu. Dia langsung menemui chef kenalannya dan masuk ke bagian dapur untuk melihat langsung pembuatan bubur untuk istrinya.


" Cepatlah bergerak, kenapa kau lamban sekali, seandainya Sadrakh di sini,dia akan melakukannya dengan cepat Ribka!" omel Simon sambil menatap perempuan cantik yang dibalut dengan pakaian koki tengah memasak dengan wajah kesal dan bibirnya yang terus mengoceh karena Simon mendesaknya untuk bekerja dengan cepat.


" Ck... Tuan, kalau anda mau cepat kenapa tidak bawa Sadrakh ke tempat ini!?? mengesalkan sekali, KAU PIKIR MASAK ITU KAYAK PETIR HAH!!!" balas Ribka tak gentar.


Simon menatap tajam ke arah Ribka perempuan itu melakukan hal yang sama. Dia tak takut pada Simon, pria tampan tapi temperamennya buruk dan selalu memaksakan kehendaknya pada orang lain.


Ribka adalah adik perempuan Sadrakh, yang berarti dia adalah sepupu Simon. perempuan muda dengan banyak bakat tetapi sama seperti Kakak laki-lakinya, dia hanya tertarik pada dunia memasak.


"Bubur Sadrakh tak seenak buatanmu, ini untuk kakak iparmu Ribka, lakukan dengan benar, dia sedang sakit! " ketus Simon sambil terus menatap Ribka dengan tatapan tajam dan kedua mata yang membulat sempurna seolah ada laser dari kedua matanya sedang mengamati ibu satu anak itu.


"Dasar bawel!!"


Simon menunggu sampai Ribka selesai. Wanita itu menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat dan membuat hidangan yang sedap untuk istri sepupunya.


" Sudah semua, dia akan menyukainya, aku jadi penasaran seperti apa sosok kakak iparku sampai Tuan Simon ini menyerobot antrian pelanggan hanya untuk membeli bubur! " celetuk Ribka.


Simon tersenyum sambil mengambil paper bag itu, senyuman bahagia yang sangat langka bahkan sampai membuat Ribka terkejut karena sudah lama sepupunya itu tidak tersenyum sebahagia itu.


" Wahhh Ezekiel akan sangat senang melihat pamannya si pria kaku ini tersenyum bahagia,selamat untukmu, kami akan datang ke rumah tak lama lagi!" ucap Ribka.


Simon tersenyum dan mengangguk," Nanti bayarannya ku transfer sekaligus uang jajan Ezki, sampai jumpa Ribka, datanglah ke rumah bersama keluarga mu!' seru Simon sambil berlari dengan cepat.


Semua orang yang mengenali pria itu dibalut terperangah karena untuk pertama kalinya seorang tuan Simon yang namanya sudah tersohor ke seluruh penjuru negeri berlari tergesa-gesa sambil membawa sarapan pagi tanpa peduli kalau dia pun sedang tidak enak badan dan belum sarapan.


Seandainya mereka tahu Simon seperti itu karena seorang wanita, maka semuanya akan terkejut.


Tuan Simon yang dikenal dingin dan kejam tampaknya sudah jatuh hati dengan seorang perempuan sederhana yang membuatnya tak bisa tidur nyenyak jika jauh darinya dan akan sakit jantung jika menatapnya berlama-lama.


Simon berlari dengan cepat, dia masuk ke mobil dan membanting pintu mobilnya.


Seisi restoran tentu dibuat terkejut dengan apa yang Simon lakukan. Bahkan para petinggi yang mengenalinya langsung kaget saat melihat Simon bisa berlari dan berbicara, sehat dan kuat seperti dulu.


Semua orang dibuat tercengang dengan penampilan perdana Simon di publik. Kabar tentang dirinya yang sudah sehat dengan cepat tersebar ke penjuru dunia.


Para wanita bahkan kembali berbalik dan memuja ketampanan dan kharisma dari seorang Simon Mignolet Kent, pria muda berbakat, pewaris satu-satunya dari grup Kent dan juga manusia berdarah dingin yang kejam dan tegas .

__ADS_1


Tetapi tak ada yang akan menyangka kalau Simon akan jadi anak kucing menggemaskan ketika di berada di dekat Istrinya.


Simon melaju dengan cepat menuju rumah sakit. Lagi lagi dia berlari setelah sampai. Padahal kondisinya juga tidak benar-benar sehat karena kehujanan kemarin dan bahkan belum ganti pakaian sejak tiba.


Simon berlari dengan senyum di wajahnya, entah kenapa dia selalu bersemangat dan antusias hanya memikirkan kalau dia akan melihat wajah istrinya Laura.


Pria itu sampai di lantai dua dengan cepat, lalu masuk tanpa menghiraukan panggilan Hendry yang panik karena sadar kalau tuan mudanya belum ganti pakaian sama sekali setelah kehujanan saat membeli oleh-oleh untuk Laura.


Seandainya Laura tahu, betapa tersentuh nya hati gadis itu nanti.


"Aku sampai, kalian keluar!' titah Simon.


" Aku mau di sini," ucap Zayn dan Diego serentak.


"tckk... dasar semut pengganggu!" ketus pria itu sambil duduk di samping brankar Laura.


Sadrakh sendiri menatap Simon dengan bibir melengkung ke atas," Simon, aku berangkat hari ini, uruslah dia jangan sampai terjadi hal seperti ini lagi!" ucap Sadrakh .


" Kau mau kemana!?" Tanya Diego yang spontan berdiri.


Seketika ruangan itu hening.


Diego menatap ponselnya, ini adalah tanggal peringatan kematian istri Sadrakh yang telah meninggal dunia setelah melahirkan putri kecil mereka yang dirawat mertua pria itu.


Sadrakh adalah pria yang sudah menikah, usianya terpaut dua tahun lebih tua dari Simon. putri kecilnya masih berusia 4 tahun, selama beberapa tahun ini putrinya dirawat oleh mertuanya sementara Sadrakh berjuang menyembuhkan lukanya dengan tenggelam pada pekerjaannya.


Istrinya meninggal dunia karena kanker yang muncul setelah kandungannya 7 bulan. Tetapi dia berjuang dan memilih melahirkan putrinya ke dunia ini.


Senyum getir masih terlihat jelas di wajah Sadrakh, baginya tidak akan ada wanita lain yang bisa menggantikan istrinya.


Itu sebabnya dia tidak tertarik dengan perempuan mana pun. Dan setelah empat tahun, akhirnya dia akan menjemput putri kecilnya.


" Sadrakh aku ikut, biasanya kita pergi bersama, karena Laura sedang sakit biar aku saja yang menemanimu, aku juga mau liburan bro, tidak sabar bertemu dengan Alesha, lesha si cantik hehehhe...." celetuk Diego sambil merangkul bahu Sadrakh.


" Kau yakin?"


" hmm... apa yang tidak untukmu Bestie... Menciummu pun aku bisa ummahhh...." Diego dengan sembarangan mengecup tangan Sadrakh.

__ADS_1


" Haishhh aku masih normal kampret, kalau belok jangan ngajak ngajak dodol!!!" kesal Sadrakh sambil mengusap punggung tangannya.


" Kalau normal, buka hati dong gan, jangan ditutup terus gimana sih..." goda Diego.


Mereka selalu terhibur dengan celoteh receh dari tukang kayu Tampan yang sedang liburan dan meninggalkan toko dan semua kegiatannya itu untuk bersama dengan rekan rekannya.


Sadrakh dan Diego beranjak bersama dari sana menuju sebuah kota kecil di luar negara itu.


Laura menatap mereka dengan tatapan penasaran, dia bahkan tidak menyangka kalau Sadrakh sudah menikah.


" Kupikir kak Sadrakh itu belum menikah," gumam Laura.


"Dia sudah menikah, hanya saja istrinya meninggal tepat setelah melahirkan putri mereka, empat tahun dia meninggalkan putrinya bersama mertuanya di kampung halaman istrinya, luka di hatinya masih belum sembuh, tapi sepertinya dia akan merawat putrinya mulai sekarang," jelas Simon.


Laura hanya bisa terdiam. Ditinggal orang yang sangat kita cintai adalah hal yang paling menyakitkan.


Gadis itu menatap Simon yang sibuk menyiapkan sarapan untuknya," Dia juga pasti kesepian setelah ditinggal kedua orangtuanya, bahkan menyalahkan dirinya atas apa yang terjadi, Tuan, betapa kuatnya hati anda," batin Laura.


"Ayo sini ku bantu duduk, kau harus makan supaya cepat sehat," ucap Simon dengan penuh perhatian.


Simon membantu Laura untuk duduk dengan tegap.


"Tuan, boleh saya minta dokumen itu? dokumen yang diberikan kak Zayn pada anda?" tanya Laura.


Tangan Simon berhenti, dia terdiam sejenak. Wajahnya langsung berubah. Dia sudah membuka isi dokumen itu.


Simon menatap Laura dan Zayn Sekilas," Selesai makan dulu, setelahnya akan kuberikan padamu," ucap Simon.


"Takdir macam apa ini?" batin Simon.


.


.


.


Like, vote dan komen 🤗

__ADS_1


__ADS_2