Istri Untuk Tuan Simon

Istri Untuk Tuan Simon
216 Season 2 : Crazy


__ADS_3

Lanang terus menerus menatap komputernya. Sejak dua hari yang lalu. Petra tak kunjung datang ke perusahaan setelah dia memberikan misi pada pria itu.


"Sial, kenapa dia tak kunjung datang!! ada apa dengannya!?" kesal Lanang.


Pria itu menatap ponselnya yang masih berhiaskan wallpaper foto dirinya dengan perempuan yang membuatnya jatuh cinta, yaitu Andina Nicholas, saudara kandung Sandra. Perempuan yang membuatnya mengenal cinta dan sampai tergila gila karenanya.


Tak sabar menanti kedatangan Petra dia menghubungi langsung kekasihnya Andina.


" halo Lanang, ada apa?" tanya gadis itu dari seberang sana dengan suara yang sangat lembut.


" Sayang, apa Petra bersama mu?" tanya Lanang tanpa basa basi karena ketidakhadiran Petra di perusahaan itu selama beberapa hari terakhir telah membuatnya merasa aneh sekaligus khawatir dengan keberadaan Petra.


" petra? tidak, terakhir kali kami bertemu di restoran, setelah itu aku tidak tahu dia pergi ke mana, ada apa?" tanya Dina dengan suara penasaran padahal dia tahu di mana Petra berada saat ini.


Di apartemennya, Dina sedang merias dirinya sendiri. Membuat penampilannya tampak sangat cantik di depan seorang gadis yang tak lain adalah adiknya sandra.


"Empkkh... emrrkhhh... emmrrhkkkk" gadis itu memekik sambil menangis di sudut ruangan dengan tangan dan kakinya yang terikat. Wajahnya lebam dan dia terluka.


Dina melirik dengan sinis, lalu tersenyum dengan bibir tersungging menatap adiknya yang malang.


" Aku tidak menemukan dia, ohh iya adikmu datang ke perusahaan beberapa hari lalu, apa kau tahu itu?" tanya Lanang yang suaranya dapat di dengar oleh Sandra melalui speaker ponsel Dina yang dia kuatkan volumenya.


" Ohh ya? aku tidak tahu sayang, buat apa dia datang ke sana? apa dia mengenalmu?" tanya Dina dengan senyuman licik seraya memutar mutar pisau kecil di tangannya menatap Sandra yang menangis sesenggukan dalam keadaan acak acakan.


" Entahlah, ku pikir kau tahu karena kau adalah kakaknya," ucap Lanang.


" Baiklah, kalau kau sudah bertemu dengan Petra, segera minta dia untuk menemui ku, ada yang harus kami bahas," ucap lanang.


" Mau membahas apa tanpa sepengetahuanku?" tanya dina.


" Ahh hanya masalah kantor, sudah dulu ya, ingat janji kita nanti malam, aku akan menjemputmu," ucap lanang.


" baiklah sayang,bye" ucap Dina mengakhiri panggilan teleponnya.

__ADS_1


Dia berdiri tegap, meregangkan tubuhnya dan menatap sandar yang duduk meringkuk di ujung sana sambil menangis ketakutan melihat kakak perempuannya.


" Emrrprhkkk... eremppkkhh..." gadis itu menangis histeris saat melihat Dina berjalan mendekat dengan tangannya membawa sebuah ikat pinggang yang sudah berdarah di bagian ujungnya karena mencambuk Sandra.


" Beraninya kau mencoba menghancurkan segala sesuatu yang sudah kusiapkan sejak lima tahun lalu Sandra, beraninya kau mengkhianati kakakmu sendiri!!" pekik gadis itu mengamuk.


Dia sangat marah ketika mendengar dari Petra kalau Sandra telah datang ke perusahaan Simon bahkan berteman dengan istri pria yang sangat dicintai bahkan Dina tergila gila pada suami orang .


Sejak dia melihat wajah simon di sebuah buletin terkenal di negeri itu, dia ingat cinta lamanya yang kandas begitu saja karena Simon menolaknya mentah mentah di masa lalu. akhirnya dia bertekad untuk mendapatkan simon kembali tetapi sialnya ketika dia akan kembali pada pria itu untuk mendapatkan nya sebagai pasangan, Simon telah menikah dengan Laura.


Dia berusaha untuk menerima tetapi bertahun tahun dia mencoba untuk menerimanya tetapi hatinya tidak bisa bohong. Selama bertahun tahun dia mencoba untuk melupakan Simon dia malah semakin terobsesi dengan pria itu.


Bukannya melupakan, dia malah semakin tergila gila pada Simon, suami orang lain.


Dia mengumpulkan segala macam informasi tentang pria itu, tentang keluarganya, tentang siapa saja orang dekatnya, tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan Simon.


Dia dan Sandra berasal dari keluarga kaya dan memiliki perusahaan keluarga sebagai tempat mereka bekerja.


Dina berubah, dia menjadi orang yang serakah dan melakukan segala cara untuk mendapatkan apa pun yang dia inginkan termasuk menjebak adiknya sendiri untuk rencana besar yang akan segera terlaksana.


" Ku.. mohon.. lepaskan aku dari sini.. lepaskan aku!!!' pekik Sandra sambil menangis sesenggukan karena Dina sangat gila.


" Seharusnya kau tetap di rumah sakit jiwa. Harusnya kau tetap jadi orang gila seperti dua tahun sebelum oni, harusnya kau tidka bertemu dengan istrinya priaku arrkrhhh kau menghancurkan semuanya sialan!!" pekik Dina mengamuk.


Dia sangat marah, semuanya akan hancur karena ulah Sandra yang mendekati Laura untuk memperingatkan mereka tentang kakaknya yang jahat dan mengerikan. Tetapi ketika dia akan menyampaikan semuanya itu, dia malah diculik oleh kakak perempuannya sendiri dan di kurung di tempat gelap ini selama beberapa hari.


" Kau tidak berhak melakukan itu !! dia sudah lama menikah dan kau mau menghancurkan kebahagiaan mereka? sadarlah Dina, kau bukan apa apa, kau bisa mendapatkan pria lain!!" pekik Sandra sambil menangis.


"pria lain katamu hah?" Dina mendekati gadis itu dengan sabuk yang dia genggam dengan sangat erat di tangannya.


Dia berjalan mendekat lalu melibaskan sabuk itu ke arah sandara.


clak! clak! clak

__ADS_1


" Katakan sekali lagi sialan, tau apa kau tentang hidupku dasar parasit, kau seharusnya tetap jadi orang gila hahaha... benar juga aku akan membuatmu jadi orang gila, itu akan sangat bagus hahahhaa.. seperti lima tahun yang lalu Sandra.." ucap Dina sambil tersenyum mencengkram wajah Sandra.


"Kenapa kau melakukan ini semua Dina!? kau kan sudah punya pacar!? kau gila hah!??" teriak Sandra sambil menatap gadis itu dengan mata berkaca-kaca.


Kakaknya memang seorang yang sangat gila. Jika sudah berhubungan dengan apa yang dia sukai, dia akan melakukan apa pun untuk mendapatkan nya meskipun harus mengorbankan banyak orang.


" Ahh maksudmu pria bodoh itu?" ucap Dina sambil tersenyum sinis.


"Pria bodoh!? dia sangat mencintaimu, dengan tulus menyayangimu tapi kau...


" Cinta!? aku hanya cinta pada Simon, bukan pria bodoh yang tergila gila padaku itu!" tukas Dina.


" aku tidak pernah mencintai Lanang!" ucap Andina.


" Lalu kenapa kau mendekati nya!? apa ini bagian dari rencanamu!!!" pekik Sandra.


"Kau memang pintar. tentu saja, hihihi... aku akan buat dia jadi kambing hitam, dia akan mengkhianati Simon dan aku akan datang sebagai penyelamat, dan Simon akan jatuh cinta padaku dan kami hidup bahagia selamanya!!" ucap Dina tertawa dengan fantasi liarnya.


" Sadarlah bodoh!! kau tidak boleh melakukan itu!!!" pekik Sandra.


Dina hanya tersenyum, dia pergi dari sana dan mengunci Sandra di dalam ruangan itu.


Dina tidak pernah mencintai Lanang, sejak bertemu beberapa tahun lalu, hanya Lanang yang jatuh cinta. Dina mendekati pria itu untuk mengorek semua informasi tentang Simon. Dia membuat Lanang tergila-gila dan mendapatkan apa yang dia mau dengan cara yang sangat lembut.


Itu sebabnya dia tidak mau Lanang mengatakan pada orang lain kalau dia adalah kekasih Lanang.


" sial, Dina tidak bisa diajak kompromi, dia benar benar gila, dan kekasihnya itu, apa yang dia lakukan sebenarnya? menunggu selama ini? sialan, aku harus keluar dari sini dan menyelamatkan anak anak itu terlebih dahulu!" batin Sandra.


.


.


.

__ADS_1


Like, vote dan komen


__ADS_2