
Laura terlihat sangat sibuk dengan pekerjaannya di studio kerja miliknya yang cukup luas dan besar berisi berbagai desain yang siap diluncurkan tahun ini.
Irvan juga ada di sana, pria itu adalah asisten Laura dalam mengerjakan semua proyek mereka. Keduanya bekerja sama dengan begitu apik bersama karyawan lain yang berada di bawah naungan mereka.
Saat semuanya sedang asik bekerja di bagian masing-masing, Simon mengintip dari balik pintu seperti anak kecil yang mengendap-endap untuk melihat ibunya.
Pria itu menatap Laura sambil tersenyum tipis tipis. Dia sangat senang menikmati waktu seperti ini, mengintip istrinya yang anggun dan menawan saat bekerja, menurutnya itu sisi yang sangat menarik dari Laura.
"Cantiknya istriku, sangat susah melihatnya kerja seperti ini, dia sangat menawan, ahhh... sayangku...." gumam Simon sambil tersenyum menatap Laura yang sangat fokus dalam pekerjaannya.
Simon terus mengintip, padahal bisa saja dia masuk ke dalam ruangan itu, toh dia adalah Presdirnya.
"Loh Simon sedang apa di sini!?" suara seorang perempuan terdengar dari belakang pria itu.Tentu saja Laura dan yang lainnya mendengar suara, mereka terkejut karena mendengar nama Simon sekaligus suara perempuan yang terdengar sangat akrab dengan Simon.
Seorang gadis cantik, berambut panjang dengan gaun putih gading yang menawan tengah berdiri di depan Simon, tersenyum lembut sambil memperbaiki rambutnya.
Sangat cantik dan menawan, make up tipis yang lembut dengan bibir pink Cherry yang manis, membuat semua yang melihatnya terpana karena aura dan kecantikannya yang luar biasa.
Simon memicingkan matanya, jarak mereka cukup dekat, sontak dia berjalan mundur, menghindar dari gadis cantik itu.
Simon bingung, siapa gerangan perempuan yang memanggilnya hanya dengan nama itu. Hanya orang-orang tertentu yang mengenalnya dan bisa memanggilnya hanya dengan nama.
Simon memicingkan matanya dan menatap perempuan itu dengan wajah bingung.
"Siapa? kau!?" tanyanya sambil menjaga jarak.
Gadis cantik mempesona itu terkekeh, dia tersenyum menatap Simon.
" Loh, Sandra!! kapan kamu datang, kenapa gak bilang-bilang!?" Laura langsung menghampiri gadis itu ketika dia mendengar suara yang cukup familiar di telinganya itu.
Gadis bernama Sandra itu tersenyum manis dan melambai pada Laura.
" Baru saja, aku gak sempat kasih kabar,'" ucapnya sambil menghampiri Laura dengan senyuman manis di wajahnya.
Irvan dan karyawan lainnya sampai dibuat terpana dengan kecantikan Sandra yang luar biasa bergabung dengan nyonya muda mereka yang sangat elegan, bak menyaksikan dua Dewi turun ke bumi.
"Siapa dia? bagaimana dia mengenalmu?" tanya Simon sambil memiringkan kepalanya, cukup heran ketika dia tidak mengenal teman istrinya kali ini.
" Ahahaha... kamu pasti gak kenal, dia Sandra teman kuliah kamu dulu, "ucap Laura .
__ADS_1
"Lama tidak bertemu Simon ini aku, Sandra si gadis Gorilla fakultas Seni," sapa gadis itu sambil tersenyum lembut.
Simon terdiam sejenak, dia menatap Sandra dari ujung kepala sampai ujung kaki, merasa tidak percaya dengan apa yang dia lihat saat ini..
Sandra Lee, dulu bukan gadis secantik ini. Dia dulunya bertubuh gemuk dan tampak dekil, berbeda sekali dengan sekarang, dia telah berhasil mengubah dirinya menjadi lebih cantik dan menarik.
"Ya Ampun, kau gadis itu!?? gadis yang selalu mengekoriku karena takut diejek!!!" Simon akhirnya ingat, dia terkejut bukan main. Wajahnya syok menatap Sandra yang sudah berubah begitu banyak sekarang ini.
Perubahan Sandra membuatnya terkejut, tentu saja semua yang mengenal gadis itu pasti akan pangling dengan kecantikan Sandra yang luar biasa.
"Wahhh apa kabarmu!!' ucap Simon dengan senyuman riang. Dia kenal gadis itu, perempuan yang dulu selalu mengikutinya untuk menghindari ejekan dan perundungan dari teman temannya di kampus.
Kini dia telah berubah sepenuhnya, sangat cantik dan menawan sampai membuat semua mata tak bisa berpaling dari dirinya.
" Kabarku baik hahaha... senang bertemu denganmu, dan.. walaupun terlambat, selamat untuk pernikahanmu dengan nyonya cantik baik hati ini," ucap Sandra sambil memeluk lengan Laura dari samping.
"Ahhh terimakasih, kami menikah hampir enam tahun yang lalu, kini dikaruniai dua beruang kecil menggemaskan!!" ucap Simon. Sungguh hari yang baik. Dia malah bertemu dengan teman lama yang dulu dia biarkan terus mengikutinya.
"Dan anak anak kalian mengambil wajahmu, dasar serakah, hahahhaha.... yang sabar Laura, dia ini memang serakah," celetuk Sandra yang tertawa dengan sangat anggun.
Laura terkekeh, dia cukup dekat dan akrab dengan perempuan manis itu bahkan beberapa kali berbagi cerita satu sama lain.
"Benar, kita ke ruangan Simon saja Sandra," ucap Laura .
Sandra mengangguk sambil tersenyum manis. Dia gadis baik yang disukai semua orang. Membawa keceriaan dan kegembiraan bagi orang-orang di sekitarnya.
Mereka bertiga berjalan menuju ruangan milik Simon. Perbincangan mereka terdengar sangat hangat.
" Nahh bagaimana kalian bisa saling mengenal. Dan kenapa sayangku tidak pernah cerita hmm??" tanya Simon dengan wajahnya yang tersenyum lebar.
"Kami bertemu satu tahun lalu, sejak saat itu kami cukup dekat, tapi dia memintaku merahasiakannya dari kamu," ucap Laura .
" Ahhh iya, aku sedikit gugup, makanya ku minta Laura merahasiakannya, dia menyelamatkan nyawaku waktu itu, aku hampir dilecehkan, beruntung Laura menolongku," ucap Sandra.
"Dia sangat hebat bertarung," ucap Sandra lagi.
Laura mengulum bibirnya sambil tersenyum kikuk di depan suaminya. Simon langsung menatap Laura dengan tatapan terkejutnya," Sayang apa kau jalan sendiri lagi!?" tanya Simon dengan serius.
" Heheh.. ketahuan, waktu itu sih iya, aku mau naik ke bukit di belakang komplek A, tau taunya ketemu Sandra di sana, maaf sayang.. aku gak bilang," ucap Laura sambil tersenyum dengan perasaan bersalah.
__ADS_1
Simon sangat melarang istrinya untuk tida berjalan sendiri atau melakukan aktivitas tanpa pengawal, karena dia tahu beberapa oknum pasti mengenal Laura dan bisa memanfaatkan hal itu untuk menyakiti istrinya.
" Laura berapa kali ku bilang...
" Sudah jangan diomeli, kalau dia tidak datang hari itu, mungkin aku akan masuk berita dan jadi korban pelecehan dan pembunuhan, kita akan bertemu di pemakaman bukan di tempat ini, dasar kau ini!!" celetuk Sandra.
"Apa kau membuat Laura tersiksa hmm!? dasar protektif!!" ketus Sandra.
"Yahh begitulah, aku tidak bisa membiarkan orang yang ku cintai terluka, ahhhh ngomong-ngomong ada urusan apa ke sini?" tanya Simon mengalihkan pembicaraan.
"Ahhh Sandra akan jadi model untuk pakaian musim ini, dia akan jadi model utamanya, kami sedang merundingkan semuanya, laporan belum selesai, kau sudah lihat modelnya," ucap Laura.
" Proyek tahun ini akan menggunakan Sandra, serta beberapa model lainnya, jadi pak Presdir untuk saat ini sudah dulu ramah tamahnya, kami mau lanjut kerja, apa boleh?" tanya Laura sambil menarik tangan Sandra.
"Hahahaha... baiklah sayang, jangan bekerja terlalu keras, kamu pemilik perusahaan ini, mau dikemanakan nanti semua yang aku berikan? " celetuk Simon.
" Dasar sombong, sudah sana siap siap jemput si kembar, mereka akan mengomel kalau aku yang jemput, ingat jadwalnya sayang," ucap Laura.
" Baiklah, kalian lanjut bekerja, dan nona Sandra," Simon menjulurkan tangannya.
" Senang bertemu denganmu kembali, aku bersyukur kau menjalani hidup yang baik, semoga kedepannya kita memiliki kerja sama yang baik!'" ucap Simon.
" Sama sama tuan Simon, senang bertemu dengan Anda dan senang bekerja sama dengan istri Anda," balas Sandra menerima jabatan tangan Simon.
Laura dan Sandra beralih ke mode profesional sebagai designer dan model. Entah bagaimana mereka bisa begitu cepat beradaptasi satu sama lain dan jadi partner yang cocok.
"Setahuku, Sandra bukan seseorang yang mudah dekat dengan orang lain, bagaimana Laura bisa dekat dengannya? dan Laura juga punya insting yang kuat tentang orang asing, ini Aneh!!' batin Simon.
Di saat yang sama Lanang masuk dengan langkah kaki tergesa-gesa ke dalam ruangan tuannya.
" Tuan muda, ada yang harus anda lihat!" ucap Lanang.
.
.
.
Like, vote dan komen 🤗
__ADS_1