
Sesuai dengan laporan dan pengakuan Vanya, anak anak yang merundung nya ada di kelas yang sama dengan dia, dan juga di kelas unggulan sekolah itu.
Kelas 11 A adalah kelas bagi siswa-siswi terpintar menurut peringkat nilai mereka dan Vanya menjadi rangking satu di kelas sekaligus juara umum dari seluruh kelas 11.
Vanya terkenal karena kecerdasannya yang luar biasa, tetapi semua itu berakhir ketika semester kedua dimulai.
Penderitaan nya dimulai sejak kepindahan Mika anak pemilik sekolah, bersama Ben dan Tom yang menjadi otak dar perundungan yang dia alami.
Hanya karena Vanya mencatat nama mereka dalam daftar siswa yang berisik saat guru sedang rapat, dia jad incaran geng itu dan dirusak habis habisan.
Bahkan Josua, kakak kelas sekaligus teman baik Vanya juga turut serta mendapatkan perundungan dari anak anak Dajjal tersebut.
Vanya tidak tahan dengan penderitaannya, dia terus berjuang agar tetapi bisa bersekolah dengan baik meskipun dia harus menanggung derita yang tidak berkesudahan.
Josua dirundung karena hanya pria itu yang mau berteman dengan Vanya padahal sudah sangat jelas mereka melarang semua siswa berteman dengan si rangking satu dari kelar unggulan.
Tetapi Josua masih punya sisi kemanusiaan, namun tidak sadar kalau dia dengan berani memasuki kandang harimau tanpa tahu mereka sudah bersiap menyergapnya.
Dani dan Ella berdiri di depan kelas itu, di hadapan seluruh siswa kelas 11 A. Tentu saja penampilan mereka berdua yang jelas berbeda bagaikan langit dan bumi berhasil membuat semuanya tercengang tak terkecuali Ben dan teman-temannya yang Malah membuatnya jadi bahan candaan.
"pftdhh!!!'
Ben dan yang lainnya tertawa cekikikan di belakang sana. Jangan lupakan Nike yang memulai siaran langsung dengan ponselnya secara terang-terangan.
Siswa lain yang ada dalam ruangan itu juga tertawa melihat penampilan Ella.
"Anak anak,hari ini kita kedatangan dua siswa baru, siswa pindahan dari Brokklyn, Danielle Wang dan siswa pindahan dari London, Ella Scott!" ujar wali kelas mereka memperkenalkan siswa baru itu pada kelas 11 A.
Dani maju satu langka dan mengangkat tangannya," Hellouurr.. nice to meet you guys, i'm Dani," ucapnya sambil melambaikan tangannya dengan jari jarinya yang bergerak lembut menyapa para siswa di ruangan itu.
"Ha..halo semuanya, a.. aku Ella, Sa.. salam kenal, semoga kita bisa belajar bersama dengan baik!!!" seru Ella sambil menunduk seolah dia malu dan gugup bertemu.
"Wahh nice acting La, sepertinya aku harus lebih totalitas lagi!!!" batin Dani yang terkesiap dengan acting Ella yang luar biasa.
"Baiklah, silahkan duduk di kursi yang kosong, ahh di sana satu di depan Benny dan satu lagi di samping Nike!" ucap sang wali kelas menunjuk posisi belakang.
"Thanks Ma'am," ucap Dani sambil tersenyum lalu berjalan dengan arogan ke kursi yang dimaksud oleh wali kelasnya.
Ella pun demikian, dia berjalan dengan wajah takut dan gugup seolah dia adalah bocah cupu yang baru lepas dari orangtuanya.
Dani berjalan dengan anggun, dari ujung kepala sampai ujung rambut sudah sangat jelas terlihat kalau semuanya adalah barang branded.
__ADS_1
"Wahhh barang mahal Mik!!" bisik Tom yang duduk di belakang Mika, di samping Ben, dan di sampingnya yang lain ada Nike.
"Bener, mahal semua!!!" balas Mika
Dani berjalan ke tempat duduk itu, baru hari pertama, dia sudah sangat terkejut melihat cairan merah yang membasahi kursi miliknya.
"Wahh anak anak ini benar kurang ajar, kelakuannya Dajjal dan tidak bisa ditoleransi, sepertinya mereka memang minta dikebumikan!!" batin Dani.
Jangan sebut dia si kejam Dani kalau masalah kecil seperti itu tak bisa dia buat jadi masalah yang besar.
"arkrhhhhhh.... tiidaaakkk... toooloong!!!!" Gadis itu tiba tiba memekik dengan suara melengking seperti peluit di tengah lapangan.
" Yakk apa apaan kau sialan, kau berteriak dan merusak telingaku!!!" kesal Ben sambil bangkit berdiri dan menggebrak meja di depannya.
Para siswa terdiam gemetaran, karena Vanya tak datang, mereka takut salah satu dari mereka akan jadi korban berikutnya!
"Benarkah!??" ucap Dani sambil tertawa dan berbicara dengan suara yang centil.
Ben dan yang lainnya terkejut, yang benar saja, darimana datang keberanian gadis itu!?
"Rencanamu awalnya jadi target bulyy? ahh sepertinya kurang bagus, sebaiknya aku yang jadi pembully!! ini akan menarik!" batin Dani.
"sialan, apa kau tidak dengar!" kesal Benny.
"Apa kalian tidak akan duduk!?" suara sang wali kelas terdengar.
" Ehh...hhhaahha... baik Bu terimakasih," ucap Dani sambil tertawa dan menarik kursi bercairan merah itu, lalu duduk di atasnya sambil tersenyum menatap Mika dan teman temannya yang lain.
Mereka melongo, melihat Dani yang tak peduli dengan cairan itu dan malah duduk di atasnya.
"Duduklah, kenapa kau berdiri, aku tahu aku cantik, tapi aku juga akan malu kalau ditatap begitu hahahah..." celetuk Dani.
"Perempuan macam apa dia ini? hah.. bocah ingusan!!'" geram Ben.
"Ben kau tidak duduk!? apa kau tidak dengar ucapan ibu!??" sang wali kelas kembali menegur Ben yang sejak tadi hanya berdiri dia menatap Dani dari belakang gadis itu.
Tiba-tiba Dani berdiri," iewwwhhh Ibu... lihat ini!!!! aku menduduki noda merah!!!" teriak Dani tak suka.
Dia berjingkrak-jingkrak sambil menunjukkan bagian belakang roknya yang bernoda merah begitu banyak dan jelas.
"Astaga kenapa bisa begitu!??" ucap Ibu Hana.
__ADS_1
"Huwaa... sepertinya mereka membenciku Karena aku siswa baru, Bu sepertinya ada yang melakukannya dengan sengaja!!!" ucap Dani sambil berbalik dan menatap Benny seraya melirik jari jari pria itu yang terkena noda merah.
Jelas sekali kalau pelakunya adalah Ben.
Dani dengan cepat menarik tangan Ben dan mengangkatnya ke atas.
"Dia yang pelakunya!!" ucap Dani.
Ben terkesiap bahkan yang lainnya juga tidak menyangka kalau siswa pindahan itu akan berani membuat masalah di hari pertama sekolah.
"Ben apa itu benar!?" tanya Ibu Hana.
Ben terdiam, dia menatap Dani dengan tatapan penuh dendam, tetapi di satu sisi dia terkejut karena sama sekali tidak bisa menarik tangannya dari genggaman Dany.
"Sialan, dia sangat kuat, bagaimana bisa seorang anak SMA sekuat ini!?" batinnya sambil mengamati Dani.
Dan betapa terkejutnya dia saat melihat tato kecil di bagian telinga gadis itu
"Lihat tangannya, berbercak merah, itu pasti ulahnya Bu!!" ucap Dani mulai mengadu domba dan membuat keributan di kelas itu.
"Benny!!! Berdiri di luar, selama jam pelajaran pertama berlangsung!!! dasar anak nakal!!" tukas Ibu Hana dengan wajah garangnya.
Benny mengeraskan rahangnya, dia benar benar sial setelah bertemu dengan Dani.
"Wahh kau gila!? kau berani mengusik ku!??" bisik Benny.
"Tentu saja, kau saja berani mengusik Josua!!" balas Dani sambil mengedipkan sebelah matanya.
"Ka...kau!??"
ptasss!
Dani menepis tangan pria itu, lalu berjalan ke arah Ibu Hana,"Bu saya ganti pakaian dulu, ini basah semua," ucap Dani yang dibalas anggukan kepala oleh wanita itu.
Sementara itu, Benny dan teman-temannya dibuat menganga dengan keberanian Dani, perempuan yang tanpa mereka ketahui adalah ketua dari para Algojo!
"Sialan, dia tahu tentang Josua? siapa dia!? "
.
.
__ADS_1
.
Like, vote dan komen 🤗