Istri Untuk Tuan Simon

Istri Untuk Tuan Simon
135


__ADS_3

Laura dan kedua bayinya kini dirawat dengan intensif di rumah sakit. Seluruh keluarga tampak sangat bahagia dengan kehadiran dua malaikat kecil yang jadi anugerah terindah bagi mereka.


Danielle tak bosan bosannya menemani kedua anak itu, dia tersenyum menatap mereka sambil bermain seolah bayi bayi yang masih berusia seminggu itu sudah bisa bercanda.


Entah kenapa, sisi anak-anak gadis ini muncul begitu saja saat melihat kedua bayi itu.. Dia sama sekali tak berpindah dari ruangan Laura dan bayinya, bahkan bersedia menggunakan pakaian steril untuk menjaga keamanan anak bayi itu.


“ Cantiknya, gantengnya ponakan tante Dani, uhh sayang... sayang sayang,.. cantik sekali, ganteng sekali..” celetuk gadis itu sambil menatap kedua bayi yang jelas-jelas tertidur lelap setelah mendapatkan ASI dari ibu mereka.


Laura tertawa melihat tingkah Dani yang menurutnya menggemaskan, dia menghampiri gadis itu, dan menepuk pucuk kepalanya dengan lembut,” senang banget kamu, pengen ya punya anak, nikah dulu sana,” celetuk Laura menggoda Dani.


Dani menoleh dan terkekeh dengan pipi yang memerah seperti anak kecil,” Dani senang hehehe... “ dia tertawa bahagia. Melihat Dani yang begitu polos dan tampak seperti anak yang dipaksa dewasa membuat hati kecil Laura tersayat. Dani memiliki kisahnya sendiri, sangat sakit dan menyedihkan.


“ Ehh tapi jangan diangkat ya, kau gesrek soalnya, “ celetuk Diego sambil mengetuk pucuk kepala gadis itu.


“ Ihhh iya iya gak diangkat, apa lagi sih, tadi sudah di suruh pakai APD, jaga jarak aman sekarang gak boleh ini itu, mau larang Dani lihat mereka?” ketus Dani sambil menggembungkan pipinya.


Pushhh...


“ Maaf Dani yang imut dan cantik tapi kalau sudah mara seperti singa Liar, Kakakmu yang tampan pari purna ini hanya mengingatkan saja,” ucap Diego.


Dani kembali tersenyum sambil mengangguk, sepertinya hari harinya tak akan habis sekalipun dia menatap anak-anak itu berjam jam.


“ Biarkan saja kak,” Laura menarik tangan Diego.


“ Dia senang, aku juga senang ada Dani yang bersama kami di sini saat Simon sedang bekerja,” ucap Laura.

__ADS_1


Diego mengangguk setuju, pasalnya, yang paling kuat meskipun dia yang termuda adalah Danielle, dia perempuan gila yang bersembunyi di balik sosok lugu yang melelehkan hati itu. Tetapi dia hanya menampakkan sikap kasar dan beringasnya di hadapan orang lain.


“ Bahagia rasanya melihat dia tenang dan hidup damai seperti ini,” ucap Diego.


Laura juga mengangguk.


Danielle atau si gadis 01, sebutannya di penjara anak-anak. Gadis ini pernah masuk rehabilitasi anak atau lebih sering di sebut sebagai penjara anak-anak ketika usianya masih 8 tahun.


Alasan Dani masuk penjara anak-anak adalah karena dia membunuh dengan beringas kedua orang tua angkatnya dan seorang pengasuh di mana dia tinggal bersama beberapa anak dahulu.


Dani yang masih semuda itu telah dipengaruhi oleh lingkungan yang buruk dan mengerikan. Hidupnya pada awalnya cukup damai ketika dia tinggal di panti asuhan . Dani adalah anak hasil hubungan luar nikah yang dibuang di sebuah panti asuhan di kota kecil.


Sampai usianya lima tahun, dia hidup tenang dan bahagia selayaknya anak-anak pada umurnya. Tetapi tubuhnya berbeda dengan anak-anak lain, dia tinggi dan sehat, dia memiliki paras yang mengagumkan sampai membuat semua orang menyayanginya.


Hingga awal dari bencana hidupnya adalah ketika sepasang orang tua yang datang ke panti asuhan ingin mengadopsi anak.


Dani tersenyum bahagia, dia memeluk mereka satu persatu, meski sedih dengan perpisahan tetapi dia bahagia akhirnya bisa memiliki orang tua.


Dani kecil dibawa oleh kedua orang tua asuhnya ke kediaman mereka yang jelas sangat jauh dari panti asuhan di mana gadis itu berada selama ini.


Kebahagiaan Dani bertambah berkali kali lipat saat dia menyadari kalau dia memiliki lima orang saudara angkat yang juga adalah anak adopsi kedua orang tuanya yang terkenal dermawan dan senang berbagi.


Mereka hidup dengan rukun dan diasuh oleh seorang pengasuh wanita yang usianya hampir sama dengan ibu angkat gadis kecil itu.


Tiga bulan berlalu sejak dia diadopsi dan juga anak-anak lain. Waktu adopsi mereka berdekatan dan Dani yang paling terakhir. Setelah tiga bulan, kedua orang tuanya dan pengasuh yang menjaga mereka mulai berubah.

__ADS_1


Ketika anak anak tidak mau makan dan merengek soal pakaiannya, mereka tidak lagi berbicara dengan lembut tetapi mulai main kasar dengan memukul mereka.


“ Ini adalah hukuman yang harus kalian dapatkan, kami melakukannya karena menyayangi kalian, satu membuat masalah maka semua akan di hukum,” begitulah kata kata yang selalu dilontarkan oleh sang ayah angkat sebelum memukul mereka satu bersatu dengan ikat pinggangnya sampai betis mereka merah dan membengkak.


Mereka menangis tetapi sesaat kemudian dipeluk seolah kedua orangtua nya meminta maaf lalau mereka pergi lagi dari rumah dan tak pulang berbulan bulan.


Selama mereka di luar, pengasuh yang menjaga mereka juga mulai melakukan hal yang aneh, pada awalnya dia yang membersihkan semua pakaian dan menyiapkan makanan anak-anak, tetapi lama kelamaan dia mulai marah marah dan memerintah para anak dengan kasar, bahkan tak segan memukul mereka dengan sendok, penggaris atau benda lain yang bisa dia gunakan untuk memukul.


Dan kata kata yang sama dia ucapkan pada naka anak kecil itu. Mereka mulai menderita, tidak dibolehkan bermain di luar rumah, tidak boleh makan sebelum jamnya, tidak boleh menonton televisi atau bermain ponsel, tidur siang setiap jam 1 siang dan harus bangun pada pukul 3 untuk segera membersihkan seisi rumah dan menyiapkan makan malam.


Bahkan anak-anak yang tertua diminta memijit tubuh pengasuh itu padahal mereka anak lelaki. Dua anak laki-laki itu dipaksa memijit punggung perempuan itu sedang dia tak memakai kaos dan membiarkan anak-anak melihat tubuhnya.


Empat anak perempuan di suruh untuk membersihkan rumah bahkan dengan tangan mereka yang kecil diminta untuk menyisik ikan-ikan yang dibeli dari pasar sampai tangan mereka terluka dan melepuh karena air panas.


Tak berani melawan, mereka bahkan di suruh membuka pakaian mereka dan pengasuh itu memotret tubuh telanjang mereka sambil tertawa cekikikan. Bahkan dia tak segan melakukan hal tak senonoh di hadapan pada anak kecil yang tak berdosa itu.


“ Kerjakan dengan benar jika kalian ingin makan!!” Teriakan yang sama, suara melengking yang sama membuat mereka trauma dan takut.


Tiga anak berusia 8 tahun dan tiga lainnya masih berusia 5 tahun termasuk Dani, mereka disiksa dan dipukuli bahkan dibiarkan menonton pengasuh itu melakukan hal cabul bersama kekasihnya di rumah itu, sungguh kejam dan tak beradab.


Beberapa bulan kemudian, kedua orang tua angkat mereka pulang, semua berpikir kalau mereka akan lepas dari penderitaan ini, tapi kenyataannya lembar kegelapan yang sesungguhnya telah terbuka untuk mereka.


.


.

__ADS_1


.


Like, vote dan komen


__ADS_2