Istri Untuk Tuan Simon

Istri Untuk Tuan Simon
44. Kalian pikir aku bodoh?


__ADS_3

Nyonya Tiara menatap kedatangan Laura dengan senyuman Licik. Di saat yang sama Cintia datang dengan sebuah nampan berisi tiga gelas minuman yang dibawa oleh pelayan .


“ wah kau datang adik kecil, apa kau ingat dengan perbuatan mu padaku?” celetuk Cintia dengan nada penuh dendam sambil menunjukkan hidung dan pipinya yang terluka karena ulah Laura seminggu yang lalu.


Laura hanya diam, dia duduk dengan tenang dan menatap mereka dengan tatapan datar.


“ Wah Ma, lihat anak haram ini dia benar benar jadi orang lain sekarang ya? Hahaha.. apa kau puas setelah memukul aku dan suamiku hah? Lihat saja aku akan membuat perhitungan hukum denganmu, kau akan di penjara karena penyerangan di depan publik,” ancam Cintia .


Ancaman ini tak jauh dari rencana besar mereka. Mereka harus menjatuhkan mental Laura terlebih dahulu seperti yang sebelum sebelumnya . Dengan mental yang telah drop, Laura akan dengan mudah mereka kendalikan termasuk untuk membunuh Simon.


“ Bisnis kami dalam keadaan genting karena Simon, maka kau akan jadi senjata kami untuk membunuh bajingan itu,” batin Nyonya Tiara dengan senyuman menyeringai.


Bisnis Raymond dan Bernardo grup tiba tiba mengalami kemerosotan yang begitu drastis. Dan Vino saat ini terbang ke New York untuk memeriksa perusahaan mereka yang ada di sana. Dalam kondisi patah tulang dan wajah bekas lebam dia harus bekerja .


Serangan brutal terjadi dua hari setelah kejadian dia bertemu dengan Laura. Perusahaannya yang ada di New York hancur berantakan saat pagi hari mereka masuk ke gedung itu. Kaca, jendela, pintu dan seisi gedung diporak porandakan oleh Simon yang mengamuk karena perbuatan Vino yang menghasut orang orangnya untuk berkhianat.


Amukan Simon juga untuk balas dendam atas apa yang terjadi pada Laura.


Kerugiannya pun sangat besar, belum lagi semau desain yang mereka telah rancang untuk peragaan busana musim dingin ini dirusak begitu saja oleh mereka . gaun dan stelan pakaian semuanya digunting, buku para designer dibakar dan semuanya terjadi dalam satu malam.


Tak terima dengan keadaan ini, dendam di hati grup Raymond dan Bernardo semakin berkobar, mereka akan melakukan segala cara untuk menghancurkan Simon dan memanfaatkan Laura dengan cara bejat mereka.


Bagaimana pun, mereka tidak menganggap Laura sebagai bagian dari keluarga mereka. Laura hanya alat untuk mencapai tujuan mereka, anak yang diculik, disembunyikan sampai puluhan tahun itu tidak tahu apa pun tentang keluarga kandungnya.


Dengan menggunakan kelemahan Laura, mereka akan bisa menjadikan gadis itu sebagai alat untuk mencapai tujuan besar mereka.

__ADS_1


"Katakan, informasi apa yang anda miliki tentang orangtua saya, dan apa maksud anda meminta saya datang hari ini? saya yakin tujuan anda bukan hanya sekedar menunjukkan informasi itu, apa yang anda mau!?" Laura menatap Nyonya Tiara dengan berani, sekalipun tangan dan kakinya gemetaran tetapi dia mencoba melawan sumber traumanya.


Nyonya Tiara dan Cintia saling melirik dengan bibir tersungging. Jujur saja, jika bukan karena rencana besar ibunya, Cintia sudah menghajar Laura atas apa yang gadis itu lakukan beberapa waktu lalu.


Dia dan suaminya harus menginap di rumah sakit, Tangan Vino harus memakai penyangga dan Cintia harus mengeluarkan uang yang besar untuk memperbaiki hidungnya yang miring karena ulah Laura.


"Ternyata kau sudah berani ya sekarang, baiklah... Aku langsung saja!" ucap nyonya Tiara.


Dia mengeluarkan dokumen tentang kelahiran Laura yang disimpan dalam map tua. Beberapa lembar foto, kronologi kejadian penculikan Laura dan foto orangtua kandung Laura. Semua dokumen lengkap yang diambil nyonya Tiara dari kediaman keluarga Raymond tanpa sepengetahuan tuan Raymond.


Nyonya Tiara memegang dokumen itu, dia menatap Laura," Dokumen ini berisi data keluarga kandungmu!' ucap Nyonya Tiara.


Mendengar hal itu membuat Laura mengernyitkan keningnya. Sama halnya dengan Zayn yang duduk tak jauh dari mereka, dia juga penasaran dengan keluarga kandung perempuan itu, entah sejak kapan dia duduk di sana tanpa berbicara dan mendengarkan pembicaraan mereka.


"Keluarga kandung? maksud anda? Tuan Raymond dan Ibuku bukan!?" tanya Laura memperjelas.


" Cihh naif sekali kau Laura, ayahku tidak mungkin punya anak seperti dirimu, anak pembawa sial, kau bukan anak Papa, kau hanya disebut anak Papa untuk menyembunyikan mu, kau bukan anak kandung Papaku!!" tegas Cintai.


Betapa terkejutnya Laura dan Zayn saat mendengar hal itu. Laura bukan anak tuan Raymond tetapi anak yang disandera dan dibuatlah rumor bahwa Laura anak tuan Raymond dengan perempuan malam untuk menutupi kalau Laura adalah anak yang diculik oleh adik tuan Raymond sebagai balasan atas kehancuran bisnis mereka yang disebabkan oleh keluarga kandung Laura.


" Lihat ini!" Nyonya Raymond mengeluarkan foto bayi kecil yang adalah Laura dengan sekelompok orang, berbaring di atas kereta bayi .


Laura jelas tahu itu dirinya karena Pak Mandu juga mempunyai foto bayi kecil itu.


Laura hendak melihat lebih jelas tetapi Cintia langsung menariknya dan memasukkannya lagi dalam amplop itu dan menutup segelnya.

__ADS_1


" eitsss akan kuberikan dokumen ini setelah kau melakukan apa yang kami perintahkan!" Ucap Cintia dengan senyuman licik sambil menahan dokumen itu.


Laura terdiam, dia butuh informasi itu, informasi tentang keluarga kandungnya, dia ingin mengenal orangtua dan keluarganya, tetapi semua informasi itu hanya bisa dia dapatkan dari Keluarga Raymond, mereka yang memiliki informasi tentang keluarga Laura yang sebenarnya.


" Berikan padaku, bukankah aku bukan bagian keluarga Raymond!? lalu kenapa kalian menahan informasi itu!?? berikan padaku sekarang!!!" ucap Laura dengan tegas.


"Ada syaratnya Laura, kalau kau mau mendapatkan dokumen ini maka lakukan perintah kami!!" ucap Cintia dengan senyuman menyeringai sambil mengayunkan dokumen itu ke kanan dan kiri seraya menatap Laura yang sudah terpancing dengan jebakannya.


"Kami mengambil dokumen ini dari brankas Papa, dokumen ini berharga, oleh karena itu, jika kau mau maka datang ke kamar ini.." Nyonya Tiara memberikan sebuah kunci kamar hotel bernomor 103 pada Laura.


"dokumen lainnya ada di sana, dokumen berisi informasi tentang ibumu, kau harus mengambil tasku dan turun ke bawah, " ucap Cintia.


Laura menatap tak yakin pada mereka," aku tidak yakin, apa benar dokumen itu berisi informasi tentang ibuku!??" tanyanya dengan tatapan curiga.


Tentu saja Laura berhati-hati, dia tidak akan langsung percaya begitu saja pada mereka.


Nyonya Tiara dan Cintia sedikit kaget dengan Laura yang mereka kira adalah perempuan bodoh.


"Jika benar ada informasi di sana kenapa harus aku yang mengambil ke kamarmu? aneh saja, kau memintaku mengambil tasmu dari kamar dan mengatakan sisa dokumen ada di sana, ini malah terlihat seperti kalian sedang memancingku, apa kalian pikir aku sebodoh itu!???" Tukas Laura sambil menatap mereka dengan tatapan tajam.


" Pfhfhthh.... hahaha... ya ampun, hampir saja aku tertawa terbahak-bahak di depan mereka, Laura kau benar benar tidak terduga Laura, hahahha rasakan kau nenek lampir!!!" Zayn sampai tertawa cekikikan, berusaha untuk tidak terlihat oleh mereka.


Nyonya Tiara dan Cintia terdiam, mereka benar benar terkejut dengan Laura yang memiliki sifat tidak terduga seperti ini.


Siapa sangka Laura yang dulu mudah mereka tindas. sekarang malah berubah jadi perempuan Badas seperti ini.

__ADS_1


" Sialan, dia tidak mudah dipermainkan, aku harus cari cara agar perempuan sialan ini masuk jebakanku!!?" Cintia memutar otaknya, Laura bukan lagi perempuan yang mudah mereka pengaruhi.


"Kenapa anak sialan ini jadi seberani ini! melihat penampilannya aku tidak yakin tuan Simon merawatnya, dasar perempuan dekil, lihat saja aku akan menghancurkan mu bersama dengan si Simon anak sialan itu!!!" Batin nyonya Tiara.


__ADS_2