
Dani duduk bersandar ke tiang dengan ceker ayam yang menggantung di mulutnya sedang menatap orang-orang yang sedang berkencan di malam yang dingin ini.w!
Dia menatap mereka dengan tatapan itu, bibirnya mengerucut, matanya mengatakan kalau dia galau tanpa Andara, tanpa kekasihnya yang heboh dan penuh kejutan.
"Nih makan!!" Loey menyodorkan es krim cokelat pada gadis itu. Dani menatap Loey dengan wajah manyun sambil menerima es krim itu setelah ia menghabiskan ceker ayamnya.
"Aku merindukan Andara," rengek Dani sambil menatap es krimnya dengan tatapan berkaca-kaca.
"Siapa yang tidak merindukan anak itu? kau pikir aku tidak merindukannya? "celetuk Loey yang duduk bersila di atas gazebo tempat mereka berada.
Gazebo kecil yang diletakkan di depan toko kudapan Pak Alvin. Toko itu semakin berkembang, Pak Alvin melakukan semua pekerjaan nya, memberi amal dan membantu anak anak yang kurang mampu dengan hasil yang dia dapatkan dari menjual makanan.
Setiap malam, toko itu selalu ramai oleh pengunjung dari semua kalangan.
Dani menghela nafas berat, "Aku sangat merindukan dia sampai mau mati rasanya," gumam Dani.
"Bersabarlah, dia sedang melakukan yang terbaik di sana, sekarang kita fokus pada Laundry Happy, banyak kasus yang harus kita tangani, manajemen akhir akhir ini berjalan lambat karena kau Galau!!" celetuk Loey seraya menepuk pucuk kepala Dani dengan lembut.
Dani mengangguk sambil tersenyum lembut. Dia menatap bintang di langit yang bertaburan begitu indah, wajah dan senyuman Andara terbayang di kepala gadis itu. Penikmat bintang, demikian dia sebut dirinya.
Sementara itu, di USA. Andara mengikuti serangkaian terapi gerakan kognitif, terapi berkomunikasi dan beberapa tes lainnya untuk memperbaiki gerakan kikuk dan kebiasannya.
Belajar membaca ekspresi dan berekspresi menjadi salah satu pelajaran yang paling dia suka.
Karena semua ekspresi yang dia pelajari mengingatkan nya pada Danielle yang manis dan ekspresif tentunya.
"Dani sering mengerutkan dahinya, alisnya akan naik ke atas dan bibirnya mengerut, itu artinya Dani sedang marah," celetuk Andara sambil menatap gambar yang ditempel di dinding.
Dia mendapatkan terapi sekaligus belajar banyak hal bersama tim di laboratorium penelitian di Amerika untuk mengembangkan bakatnya yang luar biasa hebat.
Tak ada yang menyadari potensi besar yang dimiliki oleh Andara selama ini. Pria itu orang yang sangat cerdas dan hebat, hanya kekurangannya dia mengidam salah satu spektrum Autisme yang membuatnya tidak bertingkah selayaknya orang normal.
__ADS_1
Andara tampak sangat bersemangat dan berkonsentrasi mengikuti setiap pelajaran. Hal rutin yang diajarkan padanya dia lakukan dengan rapi dan selalu mendapatkan nilai sempurna.
Membiaskan diri menghilangkan gerakan gerakan kikuk dan membiasakan diri menatap seseorang ketika berbicara tentu membuat pria itu harus bekerja keras karena dia harus melawan dirinya sendiri.
Gagal dan coba lagi, gagal dan mencoba lagi, prinsip pria yang sangat kuat.
"Wahhh Dia benar-benar hebat Pak, darimana anda mendapatkan seseorang seperti dia? sungguh hebat!!" puji seorang perempuan yang menjadi salah satu pembimbing Andara dalam melakukan terapi pemulihannya.
Tuan Kennedy tersenyum, sembari menatap Andara dia tersenyum puas karena dalam kurun waktu seminggu, pria itu menunjukkan perubahan yang sangat besar.
"Dia orang yang spesial Yuri, kalian harus pastikan dia aman di laboratorium ini, jika sampai terjadi sesuatu dengannya bukan hanya aku yang akan mengamuk, tetapi seisi markas akan memburu kalian," ujar tuan Kennedy.
"Ahh jangan lupakan pesanku, jangan menaruh hati padanya, dia seseorang yang sudah punya kekasih, kau bisa digoreng kekasihnya kalau sampai merebutnya," pesan tuan Kennedy dengan tegas.
"Eh... ekhmm.. Sa..saya tidak mungkin tuan, ada ada saja tuan ini," ucap Yuri dengan wajah terkejut saat mendengar larangan tuannya.
Tetapi siapa yang tahu hati manusia? Larangan biasanya adalah perintah yang harus dilakukan.
Yuri menatap Andara yang sedang belajar bersama karyawan lain dalam laboratorium penelitian itu. Andara tampak sangat nyaman dan bekerja dengan cepat sembari belajar memahami ekspresi dan menahan gerakan tubuhnya yang kikuk.
Tak bisa dipungkiri, Andara semakin hari semakin tampan. Dia belajar berbenah diri, mengubah dirinya menjadi pria yang terbaik bagi Dani.
"Emmm... ada yang mau Andara tanya," ucap pria yang tadinya bekerja dengan diam dan tenang itu, mengejutkan rekan rekannya.
"Ada apa?" tanya salah satu anggota di ruangan itu.
"Apa kalian sudah menikah?" tanya Andara tiba-tiba.
Tentu saja hal itu membuat orang terkejut.
"Emm.. sebagian besar sudah, ada apa? apa kau mau menikah?" tanya Yuri yang sudah bergabung dengan mereka.
__ADS_1
Andara mengangguk pelan, tetapi enggan menatap yang lainnya saat bicara.
"Kau mau menikah!? wahh kau punya kekasih? hebat sekali!!!" respon teman temannya di dalam ruangan itu.
Andara tersenyum, menunjukkan wajah bahagia lalu sedetik kemudian langsung berwajah datar, dia masih melakukannya seperti robot yang sudah di sistem untuk menunjukkan ekspresi ketika merasakan sesuatu.
"Aku punya seorang kekasih, kami akan menikah," tutur Andara dengan nada datar sambil merakit benda benda yang ada di depannya.
"Rasanya berdebar debar membayangkan aku akan menikah dengan dia, seseorang yang sangat baik tapi pemarah, cerewet dan pemberani, dia bahkan bisa membakar satu gedung besar dan menghancurkan gedung tinggi, kalian akan terkejut jika melihatnya, dia cantik seperti bintang dan cerdik sepe singa," ujar pria itu panjang lebar sebagaiman kebiasannya berbicara di depan orang-orang.
"Ekhmm... berapa kali ku katakan jangan terlalu panjang lebar, ingat jeda Andara, kau harus latihan dengan serius jika ingin menikah,"Tegur Yuri saat melihat pria itu kelepasan saking senangnya membicarakan Dani.
"Maaf," ucap Andara sambil membungkuk.
Andara menatap orang-orang itu, di dalam hati dia sangat kesal karena mereka semua membosankan, tidak bisa diajak bercanda dan tidak semenyenangkan tim Aryn .
"Huffhhtt... aku tidak mau berlama lama disini, membosankan, mereka semua tahunya kerja saja, seperti ayahnya si kembar uhhhh aku merindukan sup ayam buatan nyonya Laura, merindukan Kevin bau jengkol, merindukan Lanang dan semuanya,huhhh.... di sini sepi sekali, mereka semua seperti robot yang tidak berperasaan!!!' Andara menggerutu di dalam hatinya, tetapi tangannya dan pandangannya terus fokus pada robot yang sedang dia rakit.
Begitu cepat gerakan tangannya sampai membuat Yuri dan yang lainnya tercengang dengan kemampuan pria tampan itu.
" Wahh dia ini manusia bukan? kenapa bisa secepat dan sedetail itu dalam hitungan menit!?"
Yang lain mulai bisik bisik, terpukau dengan kemampuan Andara yang di luar nalar.
Yuri Terus menatapnya sambil tersenyum lembut, "Wahh lama lama aku bisa jatuh cinta pada orang ini, dia sangat unik, wahh... ini luar biasa!!!" batin Yuri yang terus mendekati Andara dan memperhatikan pria itu dengan seksama.
"Yuri ini mau apa sih? dekat dekat begitu? Nanti dilihat Dani, kepalanya patah atau tangan dan kakinya dijadikan sup, pandangannya tidak enak di lihat, aku benci!!" batin Andara.
.
.
__ADS_1
.
Like, vote dan komen 🤗