Istri Untuk Tuan Simon

Istri Untuk Tuan Simon
102


__ADS_3

Diego berjalan menuju taman di samping rumah. Dia mendekati Gretta sambil memandang gadis itu dengan senyuman manis penuh tipu muslihat di dalamnya.


" Neng geulis!' panggilnya sambil bergoyang ke kanan kiri seperti anak kecil. Jangan lupakan senyuman di wajahnya dan kedua jari telunjuknya yang saling beradu di depan dadanya.


Gretta menatap heran pria itu, Irvan yang sedang berada di ruangan kerja yang langsung terhubung ke taman langsung tersenyum kala melihat tingkah Diego.


Bisnis online toko pakaian Laura terus berlanjut, dan Irvan yang menjadi managernya.


"Wahhh Pepet terus tuan Diego!!!" seru Irvan.


"Jangan kasih kendor hahahahha....." celetuk pria itu memberi dukungan pada sesama pejuang cinta.


Diego terkekeh, dia menaikkan kedua jempolnya sambil tertawa kecil.


"Gret jalan yuk," ajak Diego.


"Tapi tuan pekerjaan saya bahkan belum selesai, saya dapat kesempatan libur, lebih baik saya gunakan untuk membantu mereka," ucap Gretta.


Gadis itu sudah mulai bertugas di rumah sakit yang sama dengan Zayn. Dia menadapat libur beberapa hari sebelum kembali aktif sebagai perawat tetap di rumah sakit itu.


"Haigooo perawat kami yang sangat rajin, justru karena libur begini akang ganteng ngajak neng geulis buat jalan, udah letakin dulu!!" Diego mengambil wadah penyiram bunga dan meletakkannya di atas tanah.


dengan erat dia menggenggam tangan Gretta dan membawa gadis itu pergi dari sana.


"Mbok Laura, Mas Simon Eneng cantik akang pinjam dulu yaaa...entar dibalikin utuh kok!!;" teriak Diego sambil melambai para mereka.


Laura dan yang lainnya tertawa dengan kelakuan Diego yang selalu berhasil menghidupkan suasana.


" bro jangan lupa kalau pulang bawa seblak!!" teriak Simon.


" Wokehh mamang ngidam melulu nih jangan jangan bayinya kembar!!" celetuk Diego.


Mereka berdua pergi dari tempat itu dengan menggunakan sepeda motor milik Diego.


Alasannya tidak lain dan tidak bukan adalah untuk mencari kesempatan dipeluk Eneng cantik dari belakang.


" Naik neng, akang ganteng siap bawa Eneng ke mana pun!!" celetuk Diego sambil menepuk kursi belakang seraya mengedipkan sebelah matanya pada Gretta yang sudah memakai helm.


Gadis itu tersenyum tipis, dia naik dan duduk di sana.

__ADS_1


Diego menegakkan tubuhnya dan menarik kedua tangan Gretta. Melingkarkannya ke pinggang pria itu," Kau baik baik saja kalau begini kan? apa ada trauma?" tanya Diego sebelum dia benar benar meletakkan tangan Gretta.


"Tidak masalah, aku baik tuan," ucap Gretta. Beberapa kali gadis itu menarik nafas dalam dalam agar dia tenang dan tidak gemetar kala memeluk Diego.


"apa kita naik mobil saja?" tanya Diego khawatir.


Gretta terdiam sejenak. Naik Mobil akan bagus karena dia tidak harus melewati masa sulit karena trauma yang bisa datang kapan saja.


Tetapi jika terus begitu, seperti ucapan Laura, dia hanya akan terus hidup dalam masa lalu dan rasa sakit Karen atidak mampu melawan dan menghadapi tantangan besar yaitu traumanya.


"Kita naik motor saja, saya bisa tuan, saya harus menghadapinya!" ucap Gretta percaya diri meskipun kedua tangannya masih gemetar.


Diego tersenyum lembut. dia menggenggam tangan Gretta sejenak lalu mengusap tangan pujaan hatinya itu.


"Semua akan baik baik saja, percaya padaku, aku akan menjagamu Gretta," ucap Diego.


Gretta mengangguk, dia percaya pada Diego dan merasa nyaman di dekat pria itu.


" Baiklah, kita berangkat!!!" seru Diego.


Motor mereka melaju dengan kecepatan sedang membelah jalanan kota. Keduanya menikmati perjalanan mereka tanpa ada percakapan. Hanya menikmati jalanan dan hiruk pikuk kota besar itu.


Gretta menyandarkan kepalanya di punggung Diego. Jelas sekali bahu pria itu sangat bidang dan nyaman, dia menatap jalanan sambil tersenyum.


"Saya sangat menyukai anda, jika mungkin bagi kita untuk bersama, saya ingin bersama anda, pria yang membuat saya percaya cinta dan percaya pada orang lain, " ucapnya pelan.


Namun Diego tak mendengarnya dengan jelas. Mereka pergi menuju sebuah butik. Sepertinya rencana balas dendam itu akan dimulai hari ini.


Diego tersenyum menatap lingkungan itu, dia sudah mengingat semua orang yang terlibat dalam perundingan itu, sekecil apa pun kesalahannya.


Mereka tiba di salah satu butik terkenal yang menjadi tempat para orang kaya sering berkumpul. Karena selain butik, mereka juga memiliki kafe di depannya sehingga banyak geng orang orang kaya sering nongkrong di sana setelah memilih desain pakaian mereka.


"Kenapa kita kesini?" tanya Gretta sambil menatap tempat yang besar dan mewah itu.


Diego tersenyum, dia menggenggam tangan Gretta,"Untuk balas dendam my sweetie angel," Celetuk Diego sambil mengedipkan sebelah matanya.


Gretta menyerngitkan keningnya," Balas dendam? pada siapa?" tanya Gretta.


Diego menepuk pucuk kepala gadis itu," Gret, aku benar benar serius dengan perkataan ku, aku akan melindungi mu dan membuatmu bahagia, "Diego menatap mata Gretta dengan seksama.

__ADS_1


Debaran di hati gadis itu semakin kencang dan pipinya memerah karena gugup.


"Bisakah kau percaya padaku dan menyerahkan semuanya padaku? aku sangat mencintaimu, aku tidak main-main Gretta," Diego serius. Sekalipun tempatnya kelihatan tidak sesuai, tapi Diego tak peduli selama perasaan nya tersampaikan.


"Tu... tuan... saya hanya seorang pelayan," ucap Gretta.


"Mungkin di mata orang kau pelayan, perawat atau bahkan model pakaiannya Laura, tapi di mataku kau itu sosok yang sangat penting, aku ingin mendapatkan kepercayaan mu Gretta, sebelum kita benar benar memulai semuanya," ucap Diego.


"Sekarang lihat aku dan jawab dengan jujur,"


"Sebelum kita masuk ke sana,"


"Maukah kau percaya padaku?" tanya Diego .


Gretta membalas tatapan mata Diego, menatap kedua netra Cokelat terang pria itu, menyelusuri nya dan mencari celah keraguan di sana.


Tetapi yang dia temukan hanya ketulusan dan cahaya terang yang masuk ke bilik hatinya.


Perlahan gadis itu mengangguk, mempercayakan semuanya pada Diego yang berjanji dengan tulus di hadapannya.


Seketika senyuman indah tergambar di wajah pria itu," Aku akan mengingat hari ini my angel, hari pertama kita sebagai sepasang kekasih!" ucap Diego sambil mencolek hidung mancung gadis itu.


Gretta tersipu malu, dia balas senyuman pria itu dengan tawa geli karena tingkah menggemaskan pria tampan tukang kayu bar bar itu.


"Ayo," Diego menggenggam tangan Gretta dengan erat. Hatinya berbunga-bunga karena dia diterima oleh gadis itu meskipun menyatakan perasaannya di parkiran dan melamarnya dengan selada beberapa waktu lalu.


Keduanya melangkah memasuki gedung besar itu. Gretta menatap genggaman tangan mereka yang saling bertaut. Dia tersenyum dengan mata terharu penuh syukur karena memiliki seseorang sehebat Diego.


"Terimakasih Tuan!" ucapnya tiba-tiba sambil memeluk lengan Diego.


Pria itu tersenyum bahagia. Bunga bunga bermekaran di hatinya. Dia sangat mencintai gadis itu bahkan tergila gila padanya.


Keduanya masuk ke dalam gedung itu dan sontak saja seluruh jajaran pegawai di gedung itu berbaris dan memberi hormat pada kedatangan mereka.


"Selamat datang tuan, nona!" ucap mereka serentak.


.


.

__ADS_1


.


Like, vote dan komen 🤗


__ADS_2