
Suasana berbeda tampak terlihat di rumah utama keluarga Kent.
Laura dengan pakaian warna warni seperti pakaian India sedang berjalan keliling rumah dengan segala pernak pernik di tubuhnya sedang tertawa sambil menari ke sana kemari.
Pakaian alias kostum India berwarna putih dengan ornamen kepala, pinggang dan gelang yang dia lihat di mall kemarin ternyata juga dibeli oleh Dani dan Lanang yang berpikir nyonya mereka suka benda benda itu.
Laura tertawa terbahak-bahak melihat dirinya dalam balutan pakaian serba putih dengan segala macam ornamen di tubuhnya, cantik dan memukau bahkan membuat semua orang di rumah itu berdecak kagum dengan keanggunan Laura.
Simon memberi kebebasan bagi Laura untuk melakukan apa pun di rumah itu, dia tidak ingin mengekang Laura dengan membatasi gerakannya.
Bahkan Laura diijinkan bekerja sesuai keinginan gadis itu.
Di saat yang sama tampak Diego keluar dengan dasi yang diikatkan di kepala, kalung kerang menggantung di leher, tak pakai kaos hanya memakai sarung sedang berjalan sambil meniup terompet mainan ke halaman utama rumah itu mengejar Laura.
Tampaknya dua manusia ini berbagi sel otak yang sama sampai membuat mereka berdua berpenampilan heboh seperti saat ini.
Sama halnya dengan Zayn yang sangat tampan dengan cardigan merah menyala yang kontras dengan kulit putih nya dan bawahan putih dengan motif batik serta sebuah sendal kulit yang mengikat kakinya dengan tali cokelat sampai ke betis membuatnya seperti seorang raja Yunani rasa Nusantara.
"Waaahhhh kalian hebat!!!" seru Laura sambil mengacungkan kedua jari jempolnya menatap penampilan Zayn dan Diego yang sangat apik hari ini.
Laura akan membuka toko online pertamanya dengan membuat video pembukaan yang menarik perhatian dengan beragam kostum yang mereka pakai.
Sesuai dengan kegemaran Laura, dia akan membuat toko pakaian online dengan banyak dan beragam variasi pakaian oleh karena itu gadis itu mencari model untuk tokonya.
Tak disangka Zayn dan Diego tak menolak.
Di saat yang sama, Ketiga kurcaci kesayangan Laura juga masuk ke halaman utama dengan pakaian aneka variasi yang Laura padukan untuk mereka.
" Nyonya apa saya tidak aneh memakai ini!??" Gretta tampak mengusap usap lengannya, dia terlihat sangat cantik dan menawan dengan gaun hitam pekat tali spaghetti yang panjangnya menjuntai sampai ke kaki, menunjukkan lekuk tubuhnya yang indah.
wajahnya yang cantik dengan polesan make up bold membuat semua orang yang melihat Gretta terpana.
" Wow, sang Dewi turun ke bumi!!! Astaga, bidadari surgaku akhirnya kau turun!!!" teriak Diego sambil menatap Gretta dengan mata berbinar-binar saking kagumnya dengan penampilan Gretta yang cantik dan anggun.
"Acieee.... hahhahahahahahhaah...." Semua orang tertawa.
Laura tersenyum menatap mereka semua.
“ Pakai kartu ini, kalau kurang minta padaku, aku akan lama Di New York , jika butuh sesuatu minta pada Diego, semua pelayan akan membantumu,” pesan Simon sebelum dia berangkat bersama Hendry, Lanang, dan juga Dani .
Laura tersenyum bahagia, tetapi tujuan gadis itu sangat baik. Dia membuka toko untuk memulai usahanya agar dia tidak bergantung sepenuhnya pada suaminya. Dia ingin berkarya lebih banyak dan masuk ke dunia yang sama dengan Suaminya.
Semua orang tertawa dengan teriakan gembira dari Diego yang kini sedang menatap Gretta dengan sangat bersemangat. Bahkan Zayn saja terdiam melihat penampilan Gretta yang memang memukau .
__ADS_1
Gretta menarik gaunnya dan berlari pada Laura yang tak kalah cantiknya,” Nyonya bisa ganti yang lain tidak? Saya tidak nyaman, malu...” bisik Gretta sambil bersembunyi di belakang Laura.
Hal ini tentu saja terjadi pada perempuan yang setiap hari hanya mengenakan celana panjang dan kemeja kerja. Bersolek pun dia tak pernah apalagi memakai gaun seindah itu di tubuhnya.
Gretta bersembunyi seperti anak kecil yang sedang mengadu pada ibunya. Melihat hal ini yang lain tertawa cekikikan tapi tidak untuk Zayn, dia terus menerus menatap Gretta.
“ wahhh ini anak mulai jatuh hati juga nih?” batin Diego yang memang si raja gombal sekaligus paranormal. Dia adalah pengamat yang bisa tahu isi pikiran teman temannya, Diego termasuk dalam kaum Ekstrovert, dia selalu membuat suasana meriah sama seperti Zayn dan Sadrakh yang juga orang yang suka berbaur dengan banyak orang.
Laura berbalik dan menggenggam tangan Gretta, jelas gadis itu sangat cantik tetapi kurang percaya diri,” kamu cantik tahu,” ucap Laura sambil menatap Gretta yang lebih tinggi darinya beberapa centi.
Laura menatap Gretta dan meyakinkan gadis itu kalau Gretta cocok dengan tampilan ini,” kamu cantik tapi kurang percaya diri, apa yang kamu takutkan, ekspresikan dirimu dan tunjukkan pada orang orang kalau kamu tidak mudah di tumbangkan, kamu itu hebat, aku gak tahu apa yang kamu alami karena kita baru bertemu, tapi aku yakin kamu adalah orang yang hebat,” ucap Laura sambil tersenyum dengan lembut dan membangun percaya diri Gretta dengan caranya.
Semua yang ada di sana diam dan tenang mendengar Laura berbicara dengan sangat lembut. Mereka semua senang menjadi pendengar jika Laura mulai berbicara atau menasehati karena dia akan melakukannya seperti seorang Ibu yang sedang mendidik anak anaknya.
“ Benarkah?” tanya Gretta .
Dengan cepat Laura mengangguk,” Semuanya lihat Gretta, benar dia cantik bukan?” ucap Laura sambil menatap para model yang juga sudah bersiap dengan pakaian mereka.
“ Cantikkkk...” seru mereka sambil berteriak gembira.
Diego sampai melompat lompat kegirangan, sedangkan Zayn tersenyum karena memang benar kalau Gretta itu sangat menawan.
Gretta tersipu malu, ini pertama kalinya dia merasakan hal seperti itu. Padahal statusnya hanya seorang pelayan tetapi nyonya yang dia layani atas perintah tuannya menganggapnya sebagai teman dan saudara, betapa beruntungnya Gretta bertemu dengan Laura.
Dari sudut rumah, pak Malik sedang menggunakan kamera ponselnya dan mengambil beberapa foto kedekatan Laura dengan para pelayan dan penjaga di rumah itu.
Sambil tersenyum dia mengambil gambar mereka,” tuan besar pasti akan senang melihat ini, dia tidak salah pilih cucu menantu,” gumam Pak Malik sambil tersenyum dan mengirim foto foto itu pada tuan besar kent.
Tanpa dia ketahui, Laura mengamati dirinya dengan tatapan curiga tetapi tak ambil pusing karena tampaknya suaminya masih percaya pada Pak Malik. Laura selalu berpikir positif tetapi tetap berhati hati agar tidak sampai terjadi sesuatu yang berbahaya.
“ pak Malik aneh, atau ini hanya aku yang terlalu sensitif?” pikir Laura.
Mereka melanjutkan aktivitas mereka,
“ Turn The Music On!!” seru Irvan yang merangkap menjadi DJ di halaman rumah dengan area yang dibuat untuk pesta. Laura akan membuat video pembukaan toko online dengan cara yang meriah.
Laura dengan senyuman cerah mengarahkan para model berjalan ke sana kemari sedang juru kamera mereka semua kegiatan mereka.
Zayn dan Diego berjalan dengan gagah menggunakan kostum dan pesona tampan mereka, Gretta dengan penampilan anggun dan elegan, Obelia yang terlihat seperti anak sekolahan imut dan menggemaskan, Irvan dengan kostum pantainya, serta laura dengan pakaian perpaduan budaya yang dia buat. Sangat apik dan menarik.
Mereka semua menari bersama sambil bersenang-senang di halaman rumah itu .
Di saat yang sama, Sadrakh yang baru pulang dari tempat kerja dan langsung berkunjung ke rumah besar Kent dibuat terkejut saat melihat betapa meriahnya halaman rumah yang selalu kosong dan hening itu.
__ADS_1
Mereka semua tertawa bahagia, melompat ke sana kemari dengan penuh keceriaan.
Sadrakh tertegun, bahkan Diego dan Zayn yang punya dua kepribadian itu saja bisa ditarik masuk ke dalam kelompok Laura. Perempuan itu memang membawa banyak pengaruh bagi mereka.
“Wahh... Simon, istrimu benar benar seseorang yang hebat, dia disukai oleh banyak orang,” celetuk Sadrakh yang ternyata sedang melakukan panggilan Video dengan Simon .
Di New York.
Simon terperangah melihat halaman rumahnya yang penuh dengan warna, tarian dan musik yang indah. Para pelayan dan penjaga turut serta dalam kegembiraan dalam acara pembukaan toko online Laura.
Simon menatap ponselnya tak percaya, padahal dia sengaja menghubungi Sadrakh karena bosan dengan pekerjaannya yang menumpuk di sana. Dia menatap ponselnya dengan wajah tertegun, belum pernah rumahnya seramai dan sebahagia ini selama belasan tahun.
“ Tuan, bagaimana keputusan Anda dengan mereka?” tanya Hendry .
“ Bunuh saja, mengacaukan pikiranku saja, cabut jari jarinya, gunting lehernya atau apa pun, hancurkan saja, mengesalkan saja,” ketus Simon yang masih termangu dengan penampilan indah istrinya
Hendry dan yang lainnya terbelalak, yang benar saja, mana mungkin Hendry membunuh para eksekutif di sana sekalipun mereka berbuat kesalahan.
“ Tu.. tuann, yang benar saja, kenapa kami malah dibunuh,” ucap salah satu dari kubu yang berebut kekuasaan.
Tetapi Simon tampak sangat menikmati acara istrinya, di sana masih siang dan di tempat Simon sudah larut malam dan dia masih di kantor.
“ Tuan, jika anda ingin cepat, tolong urus masalah ini dahulu,” Hendry mengambil ponsel Simon dengan tatapan tegas dan kesal karena Simon sama sekali tidak bisa berkonsentrasi setelah berpisah sementara dari Laura.
“ Ponselku, hendry beraninya kau...
“ Tuan tolong fokus!" teriak Hendry juga.
“ Kita bekerja bukan bermain main, tolong fokus dengan masalah ini tuan.” Ucap Hendry dengan tegas.
“ ya ampun sial, kelepasan, bisa habis aku di makan oleh tuan Simon, arrhkkk yang benar saja, tapi kan ini salah nya juga,” Hendry merutuki dirinya sendiri.
Sontak seisi ruangan itu hening. Mereka menunggu jawaban Simon,” Jabatan kalian akan dipindahkan, aku tidak butuh karyawan seperti kalian, menjijikkan, membuat pikiranku kacau,’ ketus pria itu .
“ Sekarang katakan padaku, siapa.. siapa dalang di balik semua ini?” teriak Simon dengan nada kesal dan penuh amarah.
“ Am... ampun i kami tuan, tu... tuan....
.
.
.
__ADS_1
Like, vote dan komen