
Andina panik. Bagai di sambar petir di siang hari, kepergian Lanang barusan adalah malapetaka yang tak akan ada habisnya mendatangi Andina.
" Bagaimana bisa!!!" pekik Andina dengan wajah memerah.
Dia benar-benar syok mendengar kalau adiknya dan pria yang dia kurung di salah satu apartemennya telah kabur dari tempat itu.
Bahkan si kembar yang seharusnya diculik telah hilang dari genggaman anak buah Andina.
" Sialan!! kalian tidak becus sama sekali!!!"kesal Andina.
Dia berlari keluar dan langsung masuk ke dalam mobilnya.
"Katakan di mana kalian kehilangan anak anak itu!!! aku harus mendapatkan mereka!!' kesal Andina sambil memegang erat kemudi mobil.
Andina mengemudi ke area hutan yang disebutkan oleh anak buahnya di mana mereka kehilangan anak anak itu saat akan segera menangani keduanya sesuai dengan perintah Andina.
Gadis itu memerintahkan mereka untuk membunuh kedua anak itu dan memusnahkan mereka untuk selamanya, sama seperti perintah yang diterima oleh orang orang yang menculik Laura untuk mereka musnahkan.
Andina tergila gila pada Simon sampai tega melakukan hal tak terpuji dan bejat itu pada orang yang tidak bersalah.
Sementara Andina melaju dengan sangat kencang menuju tempat itu. Laura berlari dengan bertelanjang kaki sambil menangis sesenggukan mencoba menghubungi suaminya.
Mobil yang dipakai membawnaya telah hancur berkeping keping saat Laura berusaha untuk menyelamatkan dirinya dari orang orang itu.
Dia menghajar anak buah Andina dengan tangannya sendiri dan berlari dari tempat itu sambil menangis sesenggukan saat mengetahui dari orang orang itu kalau kedua anak kembarnya telah dibawa oleh orang suruhan Andina, perempuan yang mereka temui di taman hiburan waktu itu.
Laura tak kenal lelah, sekalipun kakinya terluka, dia berlari, kabar hilangnya si kembar telah sampai ke tim Aryn dan juga Simon.
Laura diculik saat dalam perjalan menuju sekolah si kembar. Wanita itu berhenti sejenak di toko roti yang berada di kawasan bisnis sehingga tak banyak orang keluar saat itu karena belum jam istirahat.
Ternyata tanpa dia ketahui toko roti itu sudah disabotase oleh anak buah Andina. Para pelayan yang ada di sana bukan pelayan yang biasa. Mereka adalah tenaga profesional yang dipakai Andina untuk menculik Laura dan membunuh wanita itu.
Laura disuguhi minuman seperti biasanya, sembari menunggu pesanannya di bungkus semua. Saat dia duduk dengan tenang sambil menatap taman toko itu, dia dipukul dari belakang dan tak sadarkan diri setelah nya.
Laura diculik dan dibawa ke hutan untuk segera di musnahkan seperti perintah Andina.
__ADS_1
Karena Andina punya banyak uang dan juga kenalan di dunia bawah, dia dengan mudah bisa menyewa siapa pun untuk menculik perempuan itu.
Laura yang tak bersama pengawal atau siapa pun yang biasa mengikutinya. Di saat itu lah mereka beraksi setelah mengikuti dan mempelajari kebiasaan Laura selama sebulan penuh.
Penculikan ini tak semata mata dilakukan secara tiba tiba tetapi telah terencana . Namun bodohnya Andina, dia tidak tahu Laura memiliki kemampuan bela diri yang kuat sama seperti ayahnya dan saudara saudaranya.
Laura diculik tetapi di tengah perjalanan dia malah menculik orang orang itu dan membuang mereka ke jurang di area hutan di mana dia di bawa. Mereka masih bernyawa tetapi di ambang batas antara hidup dan mati.
Laura berlari, dia menangis sesenggukan sambil terus berbicara dengan suaminya, Keadaannya juga tak baik. Melawan tiga pria sekaligus tentu menguras tenaganya. Dia juga dipukul tetapi karena mengingat dua buah hatinya yang berada dalam bahaya dia mampu mengalhakn mereka bak monster yang mengamuk.
" Sayang kumohon temukan anak anak, mereka dalam bahaya hiks hiks... ini salahku, aku sama sekali tidak curiga, aku sangat bodoh!!! mereka sangat licik... anak anak kita temukan mereka ku mohon!!" teriak Laura sambil terus menangis.
" Aku akan mencari mereka, tetap di jalanmu, Dani akan menemputmu sayang, Andara sudah mendapatkan posisi terakhir anak anak, entah mereka masih di sana, tunggu kkami sayang!" ucap Simon yang juga sangat panik ketika mendengar berita buruk ini.
Seluruh perusahaan di buat gempar dengan berita ini. Nyonya Mereka dalam keadaan tidak baik baik saja dan si kembar kesayangan grup Kent dalam bahaya, tak tahu di mana keberadaan mereka saat ini.
Di markas tim Aryn, Dani mengambil alih pelacakan, Simon sendiri langsung terjun ke lapangan mencari posisi anak anaknya saat ini melalui pelacak yang terpasang di kalung si kembar yang diberikan oleh Andara.
Satu satunya petunjuk yang bisa mereka terima adalah titik akses terakhir kalung berisi pelacak itu.
Mereka menyamar menjadi staff baru di sekolah itu . Rencana Andina telah dia susun begitu matang bahkan para penculik itu tidak terdeteksi sama sekali karena gerakan mereka tidak mencurigakan.
Si kembar di buat pingsan dan dibawa ketika jam pelajaran terakhir telah selesai. Mengetahui si kembar tak kunjung datang ke pos penjaga sebagaimana biasa mereka berada di sana menunggu ibunya, satpam langsung mencari keberadaan anak anak itu di sekolah tetapi sayang, mereka telah menghilang bersama dua orang staff sekolah itu.
Dina sangat nekat, merencanakan semuanya dengan sangat matang bahkan mendatangi Simon secara langsung untuk menggoda pria itu. Dia menjalankan semua rencannya dengan baik sampai target yang dia sasar ternyata memiliki keberuntungan yang di luar nalar.
Bahkan Sandra, Lanang dan Petra saja bisa dikelabui oleh gadis yang dimabuk cinta dan terobsesi pada Simon itu. Gerakan nya sama sekali tidak terbaca, karena dia dibantu oleh seseorang dari dunia bawah yang memiliki tujuan buruk terhadap Simon dan keluarga nya.
Saat semuanya sedang gempar, Lanang tiba di perusahaan itu tanpa tahu apa apa karena Simon melarang mereka memberitahu pria itu.
Lanang masuk dengan wajah heran melihat semua orang tengah sibuk .
"Ada apa Irvan?" tanya Lanang heran.
" kau bodoh, apa kau sudah menyelesaikan kekacauan yang kau buat? nyonya dan si kembar diculik oleh orang orang suruhan kekasihmu itu Lanang!!" teriak Irvan mengamuk.
__ADS_1
Degh!
Lanang terdiam membisu dengan wajah pucat pasi begitu mendengar kalau nyonya muda dan si kembar menggemaskan telah menjadi korban penculikan .
" Ba.. bagaimana bisa?" tanya Lanang seperti orang bodoh.
" itu semua karena kau!! kau yang bekerja sama dengan dia kan? kau dalang di balik semua ini kan!!" pekik Irvan tak kuasa menahan emosinya saat mengetahui kalau Lanang berhubungan dengan otak di balik penculikan itu.
Irvan menarik kerah pria itu, dia sangat marah sampai pukulan kuat dia hantamkan ke wajah Lanang.
Bugh bugh bugh!
" BODOH KAU LANANG!!!" teriak Irvan sampai membuat semua orang menatap mereka.
" Berhentilah, ini bukan saatnya mengurus Bajingan pengecut ini!!" Kevin menarik Irvan yang terbawa amarah.
Irvan kecewa, semua yang ada di sana kecewa saat mereka melihat fakta kalau Lanang dan Andina sangat dekat.
" kau cari jal4ng itu atau jangan pernah datang ke tempat ini!!" ucap Ella dengan wajah kesal.
Mereka semua menatap Lanang dengan wajah kesal. Tetapi tanpa mereka tahu, Lanang sangat terluka saat ini. Berkali lipat dia dibuat kecewa, masalah penculikan ini, dia memang benar benar tidak tahu. Bahkan Simon dan tim Aryn juga terkejut mendengar berita tiba tiba ini.
Andina adalah orang yang sangat gila, tetapi mereka tidak menyangka kalau dia akan mencoba menyingkirkan Laura dan kedua anak Simon.
Lanang diliputi oleh rasa bersalah yang sangat besar. Seandainya sejak awal dia menghentikan langkah Andina, seandainya sejak awal dia menaruh curiga, hal ini tidak akan pernah terjadi pada nyonya dan si kembar.
Pria itu keluar dari perusahaan itu, dia membawa mobilnya, melaju dengan kecepatan penuh menuju titik ke mana Andina pergi saat ini. Lanang telah memasangi GPS pada beberapa benda yang dipakai Andina.
Dia mengikuti titik GPS itu untuk menangkap Andina dengan tangannya sendiri.
.
.
.
__ADS_1
Like, vote dan komen