Istri Untuk Tuan Simon

Istri Untuk Tuan Simon
177 Season 2: Drop!


__ADS_3

Andara bersembunyi di belakang tubuh kakaknya. Menatap tidak suka ke arah kedatangan Gabriel.


Dani dan Kevin yang melihat reaksi Andara menjadi bertanya-tanya mengapa pria itu tidak menyukai kehadiran Gabriel di dalam ruangan ini. Mereka tidak tahu kalau Andara sudah berapa kali pernah bertemu dengan detektif itu.


"Ahhh kita sebelumnya sudah pernah bertemu, Saya butuh sedikit informasi dari anda mengenai penusukan yang terjadi pada anda, bisa berikan waktunya sedikit saja?" ucap Gabriel.


Andara menggelengkan kepalanya, dengan cepat dia bersembunyi di belakang Bizael dengan wajah kesal. Bahkan sampai menggembungkan kedua pipinya karena dia tidak menyukai pria itu.


"Tanyakan saja di sini!" Bizael mencegat Gabriel untuk mendekati adiknya.


Gabriel menarik nafas dalam-dalam. Dia adalah orang yang sangat keras kepala bahkan beberapa kali dia masih terus menatap Andara yang tidak suka dengan kehadirannya.


"Aku hanya ingin berbicara sebentar dengan dia, Jangan menghalangi penyelidikan Kalau kalian tidak mau terkena masalah!" tegas Gabriel dengan suaranya yang lantang dan angkuh.


"Aku adalah detektif yang menangani masalah penusukan Andara, pelakunya mungkin sudah tertangkap tapi Siapa yang tahu jika masih ada pelaku lain di luar sana? Tolong jangan halangi penyelidikan!" tegas Gabriel sekali lagi sambil menatap mereka dengan tajam.


Air muka Dani, Kevin dan Bizael langsung berubah. Mereka tidak suka cara detektif itu, terlihat sangat semena-mena dan merendahkan Andara.


"Andara jika tidak mau terkena masalah, maka bicara denganku sebentar!"


"Tanyakan saja di sini, jangan membuat dia panik!!!" tegas Bizael.


"Aku walinya,aku berhak tidak mengizinkanmu bertemu dengan dia, kau pikir kami tidak melek hukum dasar detektif sombong!!" Bizael kesal. Kedatangan Gabriel tidak dengan cara yang baik.


Seandainya Gabriel sopan dan sedikit menghargai mereka, Andara mungkin bisa mereka bujuk, tetapi dengan cara Gabriel yang sembarangan dan terkesan meremehkan, mereka jadi semakin membenci detektif itu.


"Tck... baiklah," Gabriel mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya. Pisau yang dibungkus dalam plastik bening, masih berlumuran darah yang sudah menghitam, merupakan salah satu bukti perbuatan jahat para pelaku.


"Apa benar ini pisau yang digunakan untuk menusukmu!? coba lihat ini!!!" ucap Gabriel sambil mengangkat pisau itu.


Mereka sedikit terkejut melihat pisau panjang itu.Anak anak yang ada di sana ditarik oleh Andara dan dia peluk agar tidak melihat detektif itu.


"Andara tidak mau lihat!!" teriak Andara yang tiba tiba panik. Ingatan kejadian hari itu terulang kembali. inilah memori yang ditakutkan oleh Dani dan yang lainnya, Andara akan punya trauma karena kejadian itu.


Mungkin beberapa waktu ini dia melupakannya, karena respon otaknya yang berusaha melindungi pria itu, tetapi Gabriel yang gegabah akan membuat semuanya kacau.


"Keluar kau, dia tidak mau, jangan kau paksa!!" kesal Bizael.


"Tckk.. sudah ku bilang jangan halangi penyelidikan kalau kau tidak bisa apa apa sialan!!!" umpat Gabriel.

__ADS_1


" Beraninya kau membuat keributan di sini, apa hakmu hah!!!" Dani angkat suara.


" Dasar detektif sialan yang tidak kompeten, bahkan tidak sanggup menyelesaikan masalah Ini!!!" teriak Dani mengamuk.


Mendengar dirinya dinilai tak kompeten, harga diri Gabriel yang sangat tinggi itu terluka.


Dia sudah beberapa kali bertemu dengan Andara dan jelas pria berkebutuhan khusus itu mengenalnya, bukan hanya bertemu karena dia polisi yang mengurus kasus yang sudah lebih dahulu dilaporkan Andara, tetapi sejak di masa lalu mereka sudah saling kenal.


Gabriel adalah teman seangkatan Andara di SMA di mana Andara dan Bizael bersekolah dulu.


"ANDARA LIHAT INI, KAU BENAR BENAR MEMBUAT SUSAH DASAR IDIOT!!" Teriak Gabriel kesal.


Seketika seisi ruangan itu hening. Ucapan Gabriel membuat mereka semua sakit hati. Bizael menggeram kesal, Kevin dan Dani pun demikian.


" Idiot katamu bajingan!!!???"


Dani tak tahan, dia hendak menarik pria itu dan menghajarnya tetapi Kevin sudah mendahuluinya. Dia menarik Gabriel keluar dari ruangan itu.


Grep...


" Ikut aku bajingan keparat, kau benar benar minta di musnahkan sekarang juga hah!!!" Kevin mengamuk


Brakk!!!


"Beraninya kau bangsat!!!" Geram Kevin sambil melayangkan pukulan bertubi-tubi ke wajah Gabriel.


Pria itu turut membalas pukulan Kevin. Harga dirinya terluka, padahal faktanya, dia memang tidak bisa memecahkan kasus itu karena menganggap remeh semua bukti yang dikirim kan oleh Andara sampai ketua divisi mereka dipecat secara tidak hormat bahkan sampai dijerat dalam penjara.


"Sialan, biarkan aku bicara padanya!" teriak Gabriel mengamuk. Di saat yang sama, Lanang dan Loey serta beberapa anak buah yang lain tiba di sana.


" Kevin ada apa!?? kenapa kau berkelahi dengan orang ini hentikan itu!!" teriak Lanang sambil berlari menghampiri Kevin yang sedang menghajar Gabriel sampai babak belur.


Jika tidak dihentikan, Kevin bisa saja membunuh pria itu di rumah sakit ini. Latar belakang Kevin adalah Mafia, maka darah pembunuh dan darah mafia itu sangat kental dalam dirinya.


Kevin menarik nafas kesal, menatap Gabriel yang terkulai di atas lantai dengan wajah babak belur.


Arkhh....


Brakh!!!

__ADS_1


Kevin meninju pintu ruangan kosong di depannya. lantai itu dibooking seluruhnya untuk keamanan Andara sehingga tak ada orang lain yang menginap di lantai itu.


Tentu bisa mereka lakukan karena rumah sakit itu adalah milik kakak laki-laki Laura, Zayn dan istrinya Alexa.


"Sialan, manusia Bajingan!!!" teriak Kevin meledak-ledak.


Lanang menarik Kevin," Tenanglah, kalau kau begini dia tetap tidak akan pergi dari tempat ini, manusia sialan ini hanya akan memperkeruh suasana, aku akan buat dia kehilangan pekerjaannya!!!' ucap Lanang sambil menarik Kevin yang sedang meledak ledak.


" Biarkan aku membunuhnya, bajingan keparat!! KAU YANG IDIOT DASAR POLISI SAMPAH!!!" Teriak Kevin menggelegar.


Dendam dan kesal bercampur aduk menjadi satu membuat pria itu tak sabar ingin menghabisi Gabriel.


"sialan, dasar mafia berengsek, lihat saja aku akan menangkap mu, kau.. kau akan merasakan akibatnya!!" ucap Gabriel sambil bangkit berdiri dan menerima panggilan telepon dari kepala kantor di mana dia bekerja.


" Halo pak, saya...


" Kembali KE KANTOR SEKARANG JUGA BAJINGAN!!!" teriakan yang sangat keras dan melengking dari seberang sana terdengar begitu jelas Bahkan sampai membuat Gabriel menjauhkan ponselnya dari telinganya.


" Sialan, ekhmm..


" Baik pak," ucapnya sambil menutup panggilan telepon itu dan pergi dari sana dengan wajah babak belur.


Kevin menatapnya, dia sangat kesal dan marah dengan cara sombong pria itu memperlakukan Andara.


Kevin langsung masuk ke dalam ruangan Andara begitu memastikan Gabriel tak lagi di sana.


" Andara bagaimana keadaan...


"Apa yang terjadi!!!!?" Kevin terbelalak demikian halnya dengan Lanang dan Loey.


" Andara.. Andara bangun!!!! apa yang terjadi padanya!!!" teriak Dani panik sambil menatap Andara yang kejang-kejang di atas lantai, sambil memukuli kepalanya, terlihat sesak dan sulit bernafas.


"Arkhh... Pergi!! pergi!!!ja..jangan.... Sakit!!! sakit!!!!!" Andara berteriak histeris, memukul kepalanya berkali-kali.


"Paman Bintang!! Paman kenapa huwaaa....


.


.

__ADS_1


.


Like, vote dan komen 🤗


__ADS_2