
Bintang bersinar begitu indah malam ini. Langit yang gelap dipenuhi dengan bintang gemerlapan yang bersinar dengan cahaya mereka menghiasi langit dan menemani malam Andara sang penggemar nomor satu langit.
Kaki Andara berjalan dengan langkah lebar dan cepat, sambil berputar putar menatap langit yang begitu cerah dan menenangkan malam ini.
" Wahahhaha lihat di sana ada bulan, ada bintang merah yang panas tapi lebih panas lagi bintang biru di sana, semua bersinar indah wahahhaha... bersinar indah, indah sekali Andara senang!!!" teriak pria itu sambil merentangkan kedua tangannya menatap langit itu.
"Andara jalannya hati-hati!" teriak Bizael sambil tersenyum menatap saudara kembarnya itu. Dia berjalan membawa kotak makanan untuk mereka nikmati di malam ini. Malam yang jarang mereka nikmati bersama akhirnya terlaksana saat ini.
Bizael menatap langit yang sangat memukau, pantas saja Andara sangat menyukai langit, ternyata sangat indah dan banyak yang bisa dilihat di atas sana.
"Wahh indah sekali, sangat jarang bisa menikmati langit seperti saat ini, " ucap Bizael.
Mendengar dan melihat kakaknya tertarik pada Langit membuat Andara menatap Bizael dengan jari-jari yang menari di atas udara.
"Tentu saja jarang karena lapisan udara kita semakin kotor, sebuah berkah besar bagi manusia yang masih bisa menikmati pemandangan indah ini, di kota kota besar pemandangan seperti ini sudah jarang kita lihat!" jelas Andara panjang kali lebar.
Bizael terkekeh, dia menatap Andara, seketika dia teringat dengan tawaran tuan Kennedy untuk pengobatan bagi Andara.
Mungkin ini kesempatan bagus karena pengobatan yang dimaksud bisa membantu Andara lebih baik dari kondisinya saat ini. Setidaknya memberikan terapi untuk memperbaiki cara komunikasi Andara.
"Dia adalah pria yang cerdas, jika pengobatan kita lakukan dengan cepat, mungkin dalam kurun waktu dua tahun dia sudah bisa menjalani kehidupan yang lebih normal," penjelasan tuan Kennedy yang masuk akal.
Memang tidak dapat secara instan, karena kondisi Andara sudah seperti itu untuk waktu yang lama. Tetapi tidak ada salahnya mencoba demi kebaikan pria itu.
"Andara," panggilnya.
Mendengar namanya disebutkan, pria itu langsung berhenti berjalan dan berbalik menatap sang kakak.
"Kau menyukai nona Dani bukan ?" tanya Bizael sambil mengajaknya duduk di kursi panjang di sekitar jalanan itu.
Andara mengangguk,"sangat, sama seperti Andara menyukai bintang dan bola basket, jantung Andara selalu berdebar saat bersama Dani, darah Andara berdesir dan mata Andara seolah melihat bintang bintang yang indah!!" ujarnya dengan penuh semangat.
Bizael tersenyum,"Kau mau tidak menjalani perawatan supaya keadaanmu lebih baik?" tanya Bizael.
__ADS_1
Andara menatap ke kanan kiri, kebiasaan yang membuatnya sering diejek idiot oleh orang-orang.
"Syndrom Asperger tidak bisa disembuhkan, tetapi bisa menjalani kehidupan normal dengan terapi pada ahlinya. Andara mau diterapi supaya bisa lebih normal, supaya Andara bisa menjaga Dani, " balasnya panjang kali lebar seperti biasa.
"Tapi... tapi Andara belum punya uang, Andara akan bekerja supaya bisa ikut kelas terapi, Andara mau jadi pria dewasa yang normal!" ucapnya bersungguh-sungguh.
Menghilangkan kebiasaan Andara yang berbicara tanpa rem, tanpa nada, dan tanpa ekspresi itu memang agaknya adalah hal yang sulit, karena dia memulai terapi saat usianya dewasa.
Banyak yang harus diperhatikan. Ada sedikit penyesalan di hati Bizael karena selama ini dia tidak peduli pada adiknya.
Padahal dia sudah tahu, Syndrom Asperger yang diderita Andara tidak separah anak anak lain dengan jenis yang sama.
Tetapi karena Bizael kabur dari kenyataan, dia mengabaikan pengobatan Andara yang seharusnya bisa diperbaiki sedini mungkin.
Bizael menepuk bahu saudaranya," Andara, Minggu depan kita akan bertemu orang baik yang akan membantumu untuk mendapatkan terapi, kamu akan dilatih di tempat itu selama satu tahun, dan mungkin selama itu juga kamu tidak akan bertemu Dani, apa kamu bisa?" tanya Bizael.
"Satu Tahun!? 365 hari!?? Tidak bertemu Dani, Kevin bau jengkol juga!? si kembar juga!? Nyonya Laura juga!? kakak juga!?" mata pria itu membulat, dia menatap ke sana kemari, jari-jarinya bergerak dengan cepat, wajahnya tampak panik.
"Em.. iya, selama satu tahun," ucap Bizael yang mulai was was melihat Andara yang tampaknya akan kumat serangan paniknya.
"Andara ... Apa yang harus Andara lakukan, Bintang berikan jawaban untuk Andara, Andara mau berubah jadi Tampan seperti Gabriel, mau hebat seperti tuan Simon dan menyenangkan seperti Kevin, tapi.. tapi Andara tidak mau berpisah dengan Dani!!" ucapnya sambil berputar putar di tempat seperti orang gila.
"Jika melakukan terapi, Andara akan lebih baik dari saat ini, komunikasi lebih lancar, paham emosi, dan lebih tenang, bahkan gangguan panik mu akan berkurang, dengan demikian, kamu bisa lebih cepat bersama dengan Dani!!" ucap Bizael.
"Ingat Andara, saingan kamu itu pria yang lebih normal dari kamu, Andara memang spesial, tetapi pria saingan Andara juga baik semua," ucap Bizael dengan maksud untuk membangkitkan semangat pria itu.
Andara berputar putar di tempat dia berdiri sambil menatap ke langit membayangkan wajah Dani dan para pria yang jadi saingannya untuk mendapatkan Dani.
Andara tidak bisa terima, dia ingin bersama Dani tapi harus bisa bersikap lebih normal.
"ANDARA MAU!!" teriak pria itu sambil berhenti dari putarannya yang membuat pusing kepala.
Bizael tertawa melihat adiknya," Baiklah, persiapkan dirimu selama seminggu ini, dan habiskan banyak waktu dengan Dani dan yang lainnya, jika beruntung kau bisa keluar dari tempat terapi itu setelah tiga bulan, jika kau bermalas malasan mungkin akan makan waktu sampai tiga tahun!" ucap Bizael.
__ADS_1
Andara mengangguk dengan cepat," Baiklah, Andara paham!' ucapnya dengan cepat.
"Kalau begitu dimulai besok saja! kita mulai terapinya besok, supaya lebih cepat!" ucap pria itu.
" emmm... seminggu lagi saja Andara, kau akan menangis jika tidak mengucapkan perpisahan pada yang lain, aku tahu dirimu!" ucap Bizael.
Andara hanya mengedipkan kedua matanya sambil mengulang ulang gerakan kikuk dengan kedua tangannya.
"Bagaimana kalau kita mulai dengan menghentikan kebiasaan menyebut namamu sendiri, dan hentikan gerakan tangan itu," ucap Bizael.
Andara mengulum bibirnya, "Mulai hari ini gunakan kata Aku, dan tahan gerakan tanganmu semaksimal mungkin!" ucap Bizael.
"Andara...
"Ekhmm... A... ku!"
"Aku... An... A..aku, akan berusaha!" ucapnya sambil menurunkan tangannya yang bergerak dengan kikuk dan menahan dirinya untuk tidak melakukan kebiasaan aneh itu.
"Nah begitu, kalau begitu kita berangkat ke tempat pak Alvin, Dani dan Kevin pasti sudah menunggu kita di sana!" ucap Bizael.
" Yeyahhh.... And... ekhmm... Aku mau!!!" seru pria itu sambil bersorak dan berlari dengan tangan terangkat ke atas menuju ke arah gerai kudapan malam pak Alvin.
Bizael hanya menghela nafas haru melihat perkembangan Bizael. Bersosialisasi dengan banyak orang belakangan ini, membuat perkembangan mental pria itu semakin baik.
Dulu dia lebih parah dari ini, berbicara dengan bahasa baku, dengan tatapan dingin, berbuat sesukanya bahkan kerap memaksakan kehendaknya pada orang lain sampai dia sering dipukuli.
"Kakak harap, kau bisa hidup dengan tenang di dunia ini Andara, kakak hanya ingin kau hidup bahagia jika kakak pergi nanti," ucapnya sambil mengusap dadanya yang terasa nyeri.
Jari jarinya membiru dan tatapan matanya kabur, Bizael sakit, tetapi dia merahasiakan semuanya dari Andara.
.
.
__ADS_1
.
like, vote dan komen 🤗