Istri Untuk Tuan Simon

Istri Untuk Tuan Simon
54. Panggilan Baru


__ADS_3

Balasan Nyeleneh Simon membuat Laura dan yang lainnya tertawa geli. Mereka paham bahwa Simon bisa melakukan apa pun . Bahkan membuat Nama Laura terkenal dalam waktu singkat saja dia bisa melakukannya.


Namun bukan ketenaran seperti itu yang Laura harapkan. Dengan ponsel lamanya dia membuka kompetisi yang dimaksud oleh Hendry. Apa pun itu dia akan mencobanya, belajar dengan baik dan mencapai puncak dengan caranya bukan dengan bantuan jalan pintas.


"Wahhh ini menarik!" seru Laura sambil menatap iklan kompetisi Akbar antar desainer itu. Hasilnya nanti akan jadi ikon baru Kent Corporation. Mereka akan mencari tiga pemenang utama yang berkesempatan berkolaborasi dan bekerja di bawah naungan grup Kent dan bisa mengeluarkan merk sendiri.


Semua orang jelas tahu, kalau masuk ke grup ini akan menjadi jalan pintas untuk go internasional dan bekerja sama dengan banyak orang di luar sana.


"Aku bisa membuatmu jadi pemenangnya, bukan masalah buatku," ucap Simon dengan angkuhnya.


Dia ingin menunjukkan kekuatannya pada Laura kalau dia adalah orang yang hebat.


Laura terkekeh," Tapi akan jadi masalah untuk saya tuan, mana bisa saya terima hasil nepotisme, itu tidak adil untuk orang-orang berbakat lain yang ingin berpartisipasi dengan karya mereka," ujar Laura.


" Saya akan ikut kompetisi ini, lumayan untuk cari pengalaman, saya juga kurang banyak berbaur dengan orang di dunia Fashion, apa boleh tuan?" Laura menatap Simon dengan mata berbinar-binar penuh harap.


Simon membalas tatapan istrinya sambil memicingkan kedua matanya.


"Hmmm... Apa yang harus kulakukan, kalau dia masuk dengan kompetisi itu dia pasti akan kecewa kalau dia kalah, di sana desainer terkenal berkumpul semua, aku tidak mau melihat Laura menangis sedih, membuatnya jadi pemenang bukan masalah untukku," batin Simon sambil menatap Laura dengan intens.


" La, kalau kakak pakai ini cocok gak ya??" tanya Zayn tiba-tiba.


" Saya juga nyonya, apa saya cocok??" tanya Hendry.


" Hmm... Kak Zayn mungkin akan cocok karena kepribadiannya Cerah, tapi kalau kak Hendry kita harus modifikasi lagi dan beri warna gelap untuk menunjukkan sisi asisten yang tegas dan berwibawa!" celetuk Laura.


Mereka bertiga malah berdiskusi tentang model pakaian yang cocok untuk kedua pria itu kenakan.


Simon menatap mereka, ada sesuatu yang mengganggu pikirannya," Kenapa dia memanggilku tuan tapi memanggil mereka dengan sebutan kakak!?? apa apaan ini!??" Simon tersadar kalau Gap antara dua dengan Laura masih sangat jauh terutama dalam nama panggilan


" Tidak boleh begini!!" ucap Simon tiba-tiba yang sukses mengejutkan ketiga orang di depannya itu.


" Astaga kampret kenapa lagi kau!?? gak Diego gak kau sama sama membuat orang senam jantung!!!" kesal Zayn.


"Tuan ada apa?" tanya Laura.


Simon mendengus kesal, dia menatap mereka bertiga dengan tatapan iri dengki. Bagaimana bisa seorang tuan Simon yang tersohor menunjukkan wajah kesal seperti itu?


"Aku akan mengijinkanmu ikut kompetisi itu dengan syarat!" Simon menatap Laura dengan senyum menyeringai.


Zayn dan Hendry langsung paham dengan maksud dan tujuan pria tampan yang satu ini.


"Wahh Si Simon sudah mulai beraksi, dia benar benar mengambil kesempatan dalam kesempitan!!" Batin Zayn sambil menatap Simon.


Pria tampan dengan ragam rencana licik dan menguntungkan di otaknya itu menatap Laura sambil tersenyum.


Jelas mereka tahu, wajah mengesalkannya itu memiliki alasan besar di baliknya.

__ADS_1


"Apa syaratnya tuan?" tanya Laura penasaran.


"Begini..." Simon menyilangkan kedua tangannya di depan dada sambil menatap Laura.


" Yang pertama sekali harus kau lakukan adalah mengubah panggilanmu padaku dan jangan berbicara formal padaku! itu syarat yang pertama!" ucap Simon.


Mereka semua tercengang, dipikir syarat yang sulit tau taunya hanya mengubah nama panggilan.


"Baiklah, lalu seperti apa panggilan yang anda inginkan?" tanya Laura.


"Simon, say my name, Simon!" ucap pria itu sambil tersenyum bangga.


Simon sepertinya sudah dibuat bertekuk lutut sampai memperbolehkan Laura memanggil namanya dengan sebutan langsung.


"Atau panggil Sayang, hah iya panggil sayang saja!!" ucap Simon sambil tersenyum sempurna.


Entah apa yang sedang terjadi pada kepala pria itu, tetapi dia menyukai sebutan itu.


" Sa... sayang!!???" ketiga orang itu dibuat melongo dengan ucapan Simon yang tak pernah mereka sangka..


" Simon kepalamu tidak terbentur kan!??" tanya Zayn.


" Tuan anda sehat kan!??" celetuk Laura.


" Bos sadar bos, yakin bos begitu!??" imbuh Hendry.


" Aku sudah memikirkannya, dan itu wajah untuk pasangan yang sudah menikah," ucap Simon dengan tatapan bangga.


" Wahhh kau sepertinya sudah gila!" ucap Zayn dan Hendry tak menyangka teman mereka bisa separah ini.


Tetapi Laura menatap Simon dengan diam dan seksama.


" Apa tuan Simon mulai membuka hatinya? Apa aku sudah bisa masuk ke dalam hatinya yang gelap itu? aku ingin dekat dengannya, memberikan perhatian dan kasih sayang yang dia cari, entah sejak kapan aku merasakan hal ini, tapi aku mulai menyukai suamiku, ini akan jadi hal baik bagi kami," batin Laura sambil menatap Simon dengan tatapan penuh Haru.


" Laura jangan terlalu dipikirkan, dia ini terkadang gila!" ucap Zayn.


" Benar nyonya ,jangan terlalu dipikirkan, tuan muda memang selalu bergerak dengan cepat!" balas Hendry.


"Baiklah aku setuju, Sa..Sayang!" ucap Laura dengan bibir melengkung sempurna ke atas sambil menatap Simon dengan semburat merah di kedua pipinya.


Deg deg deg...


Jantung Simon dibuat bertalu saat Laura setuju dan memanggilnya dengan sebutan itu. Sontak saja semburat merah mencuat di kedua pipinya bahkan sampai ke telinganya.


Senyuman indahnya kembali mekar dan dia terlihat sangat tampan dengan senyuman itu.


Dia menyentuh dadanya yang berdegup kencang, rasanya gugup dan senang di saat yang sama. Belum pernah Simon merasa senang seperti ini.

__ADS_1


"Coba ulang!?!" pinta Simon seperti anak kecil . Dia menatap Laura dengan antusias dan penuh kegirangan.


"Sayang," ucap Laura sekali lagi dengan lembut.


Semakin puaslah hati Simon mendengarnya dan semakin kurang rasanya.


" Lagi, kurang jelas seperti nya aku mulai Tuli sampai mendengar suaramu pun kurang jelas," ucap Simon dengan serius.


Zayn dan Hendry tak bisa menahan tawa mereka, seandainya Diego dan Sadrakh mendengar ini, maka sangat senanglah mereka mendapatkan bahan ejekan baru untuk si pria kaku yang baru kenal cinta itu.


Laura terkekeh, menurut nya dalam situasi ini Simon sangat menggemaskan. Pria itu bisa bertingkah seperti anak kecil hanya untuk mendengar kata sayang dari dirinya. Lucu sekali memang pria tampan di hadapannya itu.


" Sayang," ucap Laura lebih keras," Sudah puas kan?" ucap gadis itu sambil tersenyum malu malu dengan pipi merah merona bak tomat matang.


Simon tertawa bahagia, jantungnya berdebar tak karuan yang awalnya dia pikir penyakit ternyata adalah rasa bahagia.


" Wahahahhahaha kau membuatku merasakan efek kembang api, ini luar biasa!!!' Seru Simon sambil merentangkan kedua tangannya ke atas, tertawa dengan sangat bahagia.


" Coba katakan lagi Sayang," ucap Simon sambil menahan tawanya.


"Sudah ihh, malu tau..." balas Laura sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


" Sayang, lagi ya... lagi dong... kurang tau..." rengek Simon sambil menarik tangan Laura dan memutar wajah Laura agar berhadapan dengannya.


" Sayang," ucap Laura sambil mengulum bibirnya, rasanya malu dan lucu sekali melihat Simon seperti anak anak.


"Lagi dong ya.. ya ...ya!!" ucap Simon.


" Sudah ihhh...


" Lagi...


" sudah sayang ...


Zayn dan Hendry menatap datar ke arah Simon,m sambil geleng-geleng kepa, Teman mereka baru mengenal cinta dan berubah jadi anak TK.


" Pulang yok, masa kita jadi nyamuk? cari pacar yuk!!" ajak Zayn.


" Maaf Zayn, saya tidak tertarik, kerjaan banyak!!"


" Hahh... kalian semua gila!!!


.


.


.

__ADS_1


Like, vote dan komen 🤗


__ADS_2