
Dira menggenggam jari telunjuk pria itu sambil berjalan dengan langkah semangat dan wajah penuh dengan senyuman.
Untuk kali pertama, Laura melihat putrinya yang sulit bergaul dengan orang biasa malah terlihat begitu nyaman dengan Andara, pria penyandang disabilitas yang menggemaskan dengan pakaian warna warninya itu.
"Halo, siapa nama kamu?" tanya Laura seraya menatap Andara.
Andara menoleh dan mengangkat alisnya, masih berjalan dengan langkah kecil kecil mengikuti kaki Dira.
"Bintang Andara, bintang yang mengeluarkan cahaya sendiri dan menjadi Andara yang menyinari sekelilingnya, Spesial! Bintang yang terang dan unik!!!" seru Andara yang diikuti oleh si kecil Dira.
"Hahaha..." Laura dan Kevin serta anak buah yang mengikuti mereka tertawa mendengar ucapan Andara dan Dira yang serentak, dengan nada dan intonasi yang sama, sangat menggemaskan.
Tanpa banyak tanya, Laura langsung tahu kalau Andara adalah penyandang disabilitas. Melihat dari cara dia berpakaian, menyusun barang dan menata dirinya, Laura tahu pria itu spesial.
"Andara sedikit berbeda dengan orang lain, Andara itu unik, pengidap Syndrom Asperger, tapi Andara tidak idiot seperti ucapan Kevin bau jengkol, Atau bodoh seperti ejekan orang lain, atau tidak berguna seperti kata teman teman sekolah Andara. Tetapi Andara itu, unik seperti ucapan Dani, " celetuk Andara dengan kebiasaan berbicara seperti robot.
"WahhSenang bertemu denganmu Bintang Andara, aku Laura ibu Dira," ucap wanita itu sambil tersenyum dan bertepuk tangan.
prok prok prok...
Andara berseru sambil mengikuti gerakan tangan Laura, sungguh Laura adalah sosok yang bijaksana, bukan sekali dua kali dia bertemu orang-orang seunik Andara, dia sudah paham betul cara menghadapi mereka.
"Andara sudah tahu, Dira dan Laksamana Andra bilang kalau mereka punya Ibu yang super super hebat!" seru Andara.
"Ibu yang sangat cantik dan itu betul! senang berkenalan dengan Ibu," ucap Andara .
Laura tersenyum manis, Andara orang baik dan polos.
"Tapi Andara tidak punya Ibu, Ibu bilang benci pada Andara, Kakak juga benci, tidak apa apa, karena Andara itu spesial, Andara akan bersinar sendiri!" ucapnya lagi.
Kata katanya mungkin terdengar seperti sedang bercanda, dan diungkapkan tanpa emosi, tetapi Laura, Kevin, Dira dan orang dewasa yang mendengar itu tersayat di hati kecil mereka.
Laura menepuk bahu Andara sebanyak tiga kali.
puk! puk! puk!
"Hebat!" ucapnya sambil menaikkan jari jempolnya.
Andara mengikuti gerakan Laura dan melakukannya pada Dira.
"Puk! puk! puk! HEBAT!" Ucap pria itu.
Dira tertawa geli sambil menggenggam tangan Andara.
Kevin hanya bisa terdiam dan menyesal telah mengejek Andara sebagai pria idiot. Mendengar ucapannya barusan jelas sekali kalau ada rasa sakit dan kecewa, tetapi Andara tidak tahu cara mengekspresikannya dengan benar.
__ADS_1
"Arrhhh brother, mau menikmati hari ini denganku!??" seru Kevin sambil merangkul bahu Kevin.
"Kevin jengkol menjauh!!!" Andara mendorong pria itu sambil mendengus kesal.
"Kau seperti perangko, menempel terus, Andara tidak suka!!" ucapnya sambil memanyunkan bibirnya.
" Tapi aku suka, kenapa hmm!??" tantang Kevin yang malah kekeh ingin memeluk Andara, hal yang paling dibenci oleh Andara.
"Dira paman lepas dulu, Ada Kevin Godzilla jahat !!!" seru Andara sambil merentangkan kedua tangannya seolah melindungi Dira.
"Hahahah... Hajar godzillanya paman!!" seru Dira .
"Sana pergi!!" kesal Andara.
"Kalau aku tidak mau? kau mau apa hmmm??!! nantang ya!??" balas Kevin dengan wajah menyebalkannya.
" Hemphh Andara tidak suka!!!'
"Kevin suka!!" balasnya sambil memeluk Andara.
" Arkhh lepaskan, lepaskan! lepaskan aku! dasar Godzilla bau jengkol!!!' teriak Andara sambil mendorong Kevin.
"Tidak mau, aku mau minta maaf untuk beberapa hari yang lalu, karena sudah mengataimu tanpa tahu kau itu bintang yang unik!" ucap Kevin.
"Andara bintang unik, tapi Andara bisa mati kalau Kevin peluk terlalu kuat, lepaskan!!" ucapnya.
Melihat Andara yang bertingkah menggemaskan membuat hati semua orang terhibur. Orang-orang di Tim Aryn dan Kent grup adalah orang-orang yang hebat, tak satu pun dari bibir mereka keluar kata kata jahat tentang kondisi Andara.
Mungkin sifat pemimpin yang tegas dan penuh kasih seperti Simon dan Laura membuat mereka tak hanya mengejar uang di perusahaan itu tetapi juga belajar memiliki empati dan kemanusiaan.
Andara berjalan mengikuti Kevin yang cerewet. Meski menyebalkan, Kevin menyukai Andara, demikian Andara meski Kevin membuat nya marah dan kesal, dia menyukai Kevin dan orang - orang di perusahaan itu.
"Andara suka tempat ini!" ucapnya sambil menatap seluruh ruangan dan orang - orang yang menyapa mereka sepanjang jalan.
"Benarkah?" tanya Dira.
Andara mengangguk sambil memainkan jari jarinya, dia tersenyum, dan menatap wajahnya di kaca ruangan.
"Andara tersenyum, bahagia, Andara bahagia, tersenyum adalah ekspresi bahagia yang jarang Andara lakukan, wahh ini menakjubkan!!" ucapnya sambil menatap wajahnya di kaca, tersenyum berulang kali.
Laura dan yang lainnya menatap pria itu dengan hati yang hangat. Melihat Andara membuat mereka mendapatkan banyak pelajaran berharga, di mana kebahagiaan kecil bisa membuat orang sehidup dan setenang ini.
Rasanya menyenangkan seperti melihat pelangi setelah hujan badai, indah dan hangat, ditemani ayunan lembut sang angin yang menyapa, serta sapaan lembut sang cahaya yang menggelitik.
Andara membuat hati semua orang terasa nyaman.
__ADS_1
"Bagaimana kalian kenal orang ini? dia membawa keceriaan ke kantor yang terlalu serius ini!" bisik Laura pada Kevin.
"Ahhh... dia pelanggan salah satu klien kami nyonya, dia orang yang unik, Dani bahkan dibuat tertawa oleh orang ini, sangat mengejutkan dan tidak tertebak!" ucap Kevin.
Laura tersenyum," Apa kau tidak cemburu? Dani seperti nya menyukainya, dia tidak akan mudah tertawa pada orang baru!" bisik Laura seraya menggoda pria itu.
"Nyo.. nyonya ba..bagaimana anda... ehh saya tidak..
Kevin terhenyak, bagaimana bisa Laura mengetahui kalau dia punya perasaan khusus pada Dani? Dia bahkan berusaha menyembunyikannya sebaik mungkin tapi nyonya muda mereka tahu itu!
"Aku tahu semuanya, kau mungkin harus bersaing dengan Andara, dia pria yang hangat!" ucap Laura sambil menepuk bahu Kevin.
"Yang sabar ya," ucap Laura dengan senyuman mengejeknya.
Kevin cemberut dan menatap Andara, antara takut, galau dan senang dengan kehadiran Andara.
"Ahh nyonya anda membuat saya over thinking lagi, bagaiman ini!!!" Kevin cemberut.
Andara membuat semua orang merasakan hal hal baru dengan ucapannya dan ekspresinya yang unik.
"Andara perkenalkan dirimu pada mereka!" ucap Laura .
" Halo semua, saya Bintang Andara, senang berkenalan dengan kalian, tapi maaf Andara butuh waktu untuk menghapal nama kalian semua!!' celetuk pria itu dengan jari jarinya yang bergerak di udara.
"Hahahhaha... halo Andara!!! senang berkenalan denganmu!!" seru para karyawan sambil tertawa hangat.
Andara menatap mereka, dia bahagia, rasanya seperti ada yang meletup-letup di dadanya.
"Apa semua orang menyukai Andara?" tanya pria itu.
" Tentu saja!!!" sorak mereka sambil bertepuk tangan mengikuti instruksi nyonya mereka.
"Prok prok prok.. Wahhh... Wahhh.. wahh.... Andara senang, Andara bahagia hahaha... wahh Wahhh semuanya senang..."pria itu berlari dan berkeliling sambil bertepuk tangan diiringi dengan tawa para karyawan.
Pria itu mendapatkan setidaknya sedikit kebahagiaan kecil di sana, meski tak ada yang tahu sebesar apa luka yang dia rasakan.
Saat dia asik bertepuk tangan bersama yang lain, suara seseorang menghentikan langkahnya.
"ANDARA!!!!!"
"Eng???" dia memiringkan kepalanya,"Dani garang, Dani cerewet sudah bangun!!!!"
.
.
__ADS_1
.
Like, vote dan komen 🤗