Istri Untuk Tuan Simon

Istri Untuk Tuan Simon
199 Season 2: Fault


__ADS_3

Ella mengurung diri di dalam rumahnya, di mana sang ibu meninggal dunia.


Satu satunya tempat yang bisa dia tuju untuk menenangkan dirinya, menenangkan pikirannya.


Dengan memeluk pakaian ibunya, dia bersembunyi di dalam lemari pakaian sambil menangis sesenggukan.Tak kuasa menahan kesedihan saat melihat kondisi Vanya yang sangat jelas adalah karena penganiyaan yang mengerikan.


Ella menangis histeris, dadanya sampai sesak, matanya membengkak bahkan dia lemas karena tak ada lagi energinya untuk bangkit.


Ella adalah korban perundungan selama bertahun-tahun sejak duduk di bangku SMA. Hidupnya sangat keras, dia diejek sebagai anak haram karena tak punya ayah, diejek sebagai pembawa sial yang membuat ibunya meninggal, dan hampir setiap hari mendapat pelecehan verbal maupun fisik dan juga penganiayaan yang tidak manusiawi dari teman teman sekolahnya.


Ella terus menangis, dia tak bisa melupakan kejadian mengerikan itu. Dia dipukul, dijambak, disiksa bahkan direndam di dalam bak air dingin selama tiga hari.


Sering dikunci di kamar mandi sekolah dan dipukuli oleh para perundung yang saat ini sudah tak tampak lagi batang hidungnya.


Trauma mendalam membuatnya tak bisa menahan rasa sakit yang dia derita.


Sementara itu, di luar rumahnya, Kevin berdiri di sana sambil menekan bel rumah. Tetapi Ella tak kunjung membuka pintu.


"Dia pasti menangis," batin Kevin.


Mau tak mau, pria itu memilih masuk dengan cara dipaksa. Dia memanjat pagar dan melompat masuk ke dalam rumah itu.


Berjalan dengan cepat memasuki rumah sederhana itu dan mencari keberadaan Ella yang sedang terpuruk.


"Ella, hei di mana kau, Ella!!!" teriak Kevin sambil mencari gadis itu di setiap sudut rumah itu. Rumah yang sudah lama tidak dihuni tetapi masih dirawat dengan baik karena setiap sekali seminggu Ella selalu mengirim petugas pembersih ke rumahnya yang sederhana.


Kenangan bersama ibunya masih tersimpan rapi di sana, itu sebabnya setiap dia dalam masalah atau trauma dan gangguan paniknya kambuh, dia akan bersembunyi di tempat itu, memeluk pakaian ibunya untuk merasakan aroma sang ibu seolah beliau masih ada di sisinya.


Kevin mencari, terus mencari, dia khawatir dengan keadaan Ella, gadis itu pasti sangat terpukul saat melihat kondisi Vanya, karena dia pun dulu seperti itu.


"Ell... "panggilnya lagi dengan suara membujuk hingga dia tiba di kamar mendiang ibu Ella yang sangat rapi dan harum.


Pria itu jelas mendengar suara tangisan dari dalam lemari, cepat cepat dia melangkah dan...


Brap!!


dia membuat pintu lemari dengan cepat dan tampaklah Ella meringkuk sambil menangis sesenggukan memeluk pakaian ibunya. Air matanya bercucuran, dia sangat kacau saat ini.


"Ella, ahhh di sini rupanya kau," ucap Kevin.


Ella masih menangis, dia memeluk dirinya sendiri di dalam lemari itu, rasa sepi yang membekukan hatinya membuat dia menjadi lemah seperti itu.


Kevin menghela nafas, jika berhubungan dengan trauma, siapa yang akan tahan?

__ADS_1


Dia mendekat, dan duduk di samping Ella, lalu memeluknya dengan lembut.


"Tak apa, menangis lah, menangis sepuasmu La... itu bukan salahmu, kamu berhak menerima hidup yang lebih bahagia," ucap Kevin seraya menepuk nepuk punggung gadis itu.


Ella menangis sesenggukan, dadanya sangat sesak, rasanya begitu menyayat hati. Masa lalunya membuat dia hancur.


Kevin tidak meminta dia untuk berhenti menangis, dia hanya duduk di sana memeluk dan menemani Ella membiarkan gadis itu menangis sampai dia benar benar puas.


Sementara itu, di rumah sakit, Dani merutuki dirinya sendiri karena tidak mengikuti instingnya.


"Ahhh sialan, padahal kami melihat gadis ini beberapa hari lalu, tapi aku tidak curiga sama sekali!!'" kesal Dani.


"Kau tidak fokus akhir akhir ini Dani, bahkan sering melepaskan kasus, ini akibatnya jatuh cinta, kau jadi tidak memperhatikan lingkungan sekitar mu!" ucap Lanang.


"Ya benar, jujur saja, kau sama sekali tidak fokus karena terus memikirkan Andara," ucap Loey.


Dani terdiam, benar ucapan mereka, dia sama sekali tidak fokus pada tim Aryn dan markas rahasia karena selalu menunggu telepon Andara, padahal manajemen sedang memburuk karena beberapa kali Dani menolak kasus.


"Jatuh cinta boleh Dani, tetapi ingat prioritasmu di sini, Andara saja fokus di sana, dia belajar dengan baik, kau juga tidak boleh mengganggunya setiap hari," ucap Loey.


"Jangan karena hal ini, kau melupakan sisi kemanusiaan yang melekat padamu!" tambah Lanang seraya menepuk pucuk kepala gadis itu.


Dani menunduk, dia benar benar merasa bersalah. Namanya juga orang jatuh cinta, yang dia lihat hanya cinta yang dia dapatkan karena kekosongan yang dia alami dalam ini.


Saat ini dia tidak punya muka menghadapi Ella dan yang lainnya, rasanya sangat kacau, bagaimana bisa hanya karena jatuh cinta dia sampai melupakan tanggung jawab utamanya.


Dani mengutuk dirinya sendiri.


Gadis itu pergi begitu saja dengan perasaan campur aduk.


"Biarkan dia sadar, dia juga harus bertanggungjawab atas apa yang sudah dia kerjakan, dia harus banyak belajar sebelum menjalin hubungan yang lebih serius dengan Andara!" tegas Lanang.


Loey meras kasihan pada Dani, Karena setelah sekian lama, ini untuk pertama kalinya gadis itu mengalahkan trust issue nya pada pria dengan menjalin hubungan dengan Andara.


"Hahh dia juga harus belajar dengan baik!!" ucap Loey menghela nafas berat.


Dani melaju dengan kecepatan tinggi, sadar akan kesalahannya, gadis itu langsung berangkat menuju markas rahasia tim Aryn melalui laundry.


Dengan niat membantu orang lain dan tanggung jawab atas peran yang dia ambil, Dani membulatkan tekadnya untuk sepenuhnya.


"ayo Dani, kita fokus, jangan mempermalukan nama tim Aryn!" batin gadis itu.


Dia tiba di markas rahasia, dan di saat itu pula dia bertemu Laura dan Simon yang sedang mengawas kinerja Tim markas rahasia.

__ADS_1


Mereka turun langsung karena manajemen berjalan lambat.


Dani sedikit gugup saat melihat wajah kaku Laura dan Simon. Sekalipun mereka dekat bak saudara kandung, tetapi urusan pekerjaan dan tanggung jawab bukanlah hal sepele bagi keduanya.


"Kau akhirnya datang, laporan apa ini!!!!" tukas Simon sambil menatap kesal pada Dani.


"Ahhh... Dani, kau menolak banyak kasus, bersantai dan membiarkan orang orang di luar sana mendapat ketidakadilan!? lalu untuk apa markas ini dibangun!? yang benar saja!!" balas Laura yang tak senang dengan cara kerja Dani belakangan ini.


Dani terdiam menunduk sambil menggigit bibir bawahnya, tak dia sangka ketua organisasi melakukan inspeksi hari ini, dan dia kena imbasnya.


Dia salah, dia sadar itu.


"Maaf tuan, nyonya saya salah, akan saya Perbaiki!" ucap Dani sambil membungkuk hormat.


Srakkhh!!!


Simon melemparkan laporan itu, "Aku tidak butuh permintaan maaf dari mulutmu, yang ku butuhkan pembuktian!!" tukas Simon.


"Jika kau tidak bisa memperbaikinya, maka lebih baik markas ini ditutup selamanya!!" tegas Laura.


Setelah menyampaikan kata katanya, keduanya pergi dari markas itu tanpa menghiraukan Dani.


Dani berwajah pias, kesalahan besarnya adalah teralihkan dari tanggungjawabnya sebagai pemimpin markas rahasia.


"Bodohnya aku!!!' batin gadis itu.


Sementara itu,.


"Uhhh sayang gimana nih, aku tadi terlalu keras ya? kita balik yuk, nanti dia nangis gimana dong!???" ucap Laura yang tak tega membentak Dani beberapa saat lalu.


"Hahah sayang sudahlah tenang saja, dia akan belajar hal baru lagi, biarkan saja, kita hanya perlu mengawasi, cinta memang membuat orang jadi gila!!" balas Simon.


"Seperti kamu!!!"


"Nah itu tau!!"


.


.


.


like, vote dan komen 🤗

__ADS_1


Author: YA AMPUN SAYA DIAMUK READER 🙂🙂🔥🔥


__ADS_2