Istri Untuk Tuan Simon

Istri Untuk Tuan Simon
126


__ADS_3

Dokter Sarah Azhari, seorang gadis yang terobsesi dengan dunia kesehatan terutama bidang psikologi. Sangat senang melakukan eksperimen pada berbagai objek dan selalu berusaha menjadi yang terbaik dari semuanya.


Namun sejak kehadiran Zay,n dokter muda yang usianya jauh dibawah perempuan itu, dia menjadi memilik saingan berat yang tak pernah bisa dia pukul kalah.


Setiap kali dia ada penemuan, maka pria itu pasti sudah menorehkan prestasi lain yang sangat menakjubkan. Sarah memang tertarik pada Zayn, namun ambisinya membuat dia ingin menekan Zayn dan menjatuhkan pria itu termasuk memanfaatkan pasien yang sedang ditangani oleh pria tampan berkharisma itu.


"Percobaan langsung pada manusia akan membuat obat obat ini semakin sempurna,!" ucap Sarah menatap bangga obat yang dia buat.


" Dengan adanya obat ini, kita bisa memerintah para pembunuh dan penculik untuk mengaku dan membongkar kejahatan mereka, bukankah ini sangat menakjubkan, kita bisa melakukan banyak hal dengan benda kecil ini!" ucap ya.


" Tapi nona, gadis itu malah menggila, apa racikannya belum sempurna!?" tanya Mirna.


Sarah mengeraskan rahangnya, "Itu yang sedang ku selidiki!" ucapnya sambil berdiri.


" Bagaimana bisa obat dengan dosis kecil itu membuat objeknya menggila, persis seperti kucing ini dia menjadi gila dan mati!" ucapnya sambil menatap kucing yang sudah menggelepar dan mati di dalam box kaca transparan itu.


Mati karena saraf kejang dan serangan jantung akibat obat yang diberikan oleh Sarah.


"Apa dia juga akan mati?" tanya Mirna.


Sarah menggelengkan kepalanya," tidak akan, aku memberinya dosis kecil di punggung bawahnya dan obat itu hasil penelitian ketiga, resikonya lebih rendah, dia aset penelitian ku, mana mungkin ku buat mati secepat itu!" ucap Sarah.


Mirna mengangguk paham. Kedua orang ini berencana memanfaatkan Alexa sebagai kelinci percobaan mereka tanpa peduli bahwa gadis itu bisa kehilangan nyawanya jika terus menerus di beri obat.


"Mirna, hari ini kita ke rumah sakit itu, aku ingin mencari tahu bagaimana perilakunya setelah obat itu, apa mungkin dia menampakkan gejala lain atau sejenisnya, ini akan jadi penelitian yang sangat penting!" ucap Sarah sambil mengemas barang-barangnya.


Dia mengambil mayat kucing itu dan memasukkannya ke dalam kardus untuk dibuang ke luar.


"baik nona, akan saya siapkan semuanya!" balas Mirna.


Setelah berbicara, keduanya keluar dari dalam ruangan itu dengan membawa beberapa barang mereka. Ruangan dokter Sarah dikunci rapat dan tidak seorang pun diperbolehkan masuk ke dalam ruangan itu tanpa seijinnya.


."Tapi kita pasti akan bertemu tuan Zayn di sana, apa yang akan anda lakukan nanti?" tanya Mirna.


"Ayolah Mirna tatap aku!" ucapnya sambil tersenyum" Apa menurut mu ada lelaki yang bisa menolak pesonaku? atau ada perempuan lain yang bisa mengalahkan kecantikan ku?" celetuk Sarah dengan penuh percaya diri.


Mirna berpikir sejenak, seketika dia teringat wanita cantik yang sering berkunjung ke rumah sakit itu, " Ada nona, tapi dia sudah menikah, dia memang sangat cantik dan mempesona, istrinya pemilik grup Kent!!" jawab Mirna dengan polosnya.


Siapa yang bisa membantah kecantikan dan keanggunan seorang Laura Khiel Kennedy, tak akan ada yang bisa melupakan wajah cantiknya itu.

__ADS_1


Sarah mendengus kesal," Kau bisa tidak mendukungku, dasar bodoh!!!" ketus Sarah..


" heheh maaf nona, tapi memang dia sangat cantik!" ucap Mirna.


" hmmm kalau itu sih aku setuju, dia memang punya aura yang misterius!" ucap Sarah.


Huaaachuuuhhh!!!!


Huaaaachuhhhhh!!!!


Laura bersin bersin dan hidungnya sangat gatal. Tiba tiba saja terjadi, membuatnya kesal karena harus menahan dirinya yang malah jadi kebelet pipis.


" Aihsshhhhh siapa yang membicarakan ku, nggak tau apa emak emak hamil susah nahan pipis!!!' gerutu wanita yang sedang duduk anteng di sofa sambil menonton film dengan semangkuk buah apel di tangannya tapi tiba tiba malah bersin bersin.


" Idih dasar kamu, sini ku bantu ke toilet!" celetuk Obelia sambil menggandeng tangan Laura.


Mereka, para wanita dan gadis di rumah Kennedy sedang duduk bersama di dalam ruang keluarga, menemani nyonya muda keluarga Kent menonton film sambil bercengkrama.


Alexa juga bergabung dengan mereka, tetapi dijaga ketat oleh Zayn yang dengan terpaksa masih harus mengamankan Alexa dengan pengikat di kedua tangan dan kakinya yang terhubung ke kursi roda yang dia pakai.


Zayn tertawa geli dengan celotehan Adiknya itu, Alexa sendiri tampak tenang dan mulai stabil, dia menonton dengan tenang dan nyaman di kursi rodanya.


" Kaka Zayn aku punya rencana besar, kau segera datang ke rumah sakit jiwa, pelakunya akan datang dan mencari nona itu!!!' teriak Dani dari sebrang sana. Terdengar jelas kalau dia sedang berbicara di atas motor.


"Dani apa kau berbicara di atas motor lagi!? ka mau mati hah!?? ingat tulang tulangmu sudah dipasangi besi, jangan cari resiko dan pegangan yang benar!!!" omel Zayn.


" tenang aja kapten, sekarang cepat datang ke rumah sakit, aku akan berubah jadi orang gila, yang perlu kau lakukan nanti adalah memperhatikanku seolah kau sedang jatuh cinta!!" teriak gadis itu lalu mengakhiri panggilan telepon itu Begitu saja bahkan sebelum Zayn mendengar jawabannya.


Lanang dan Dani bekerja sangat cepat. Atas komando Simon dan tim Aryn mereka berhasil menemukan fakta besar tentang apa yang terjadi pada Alexa.


Mereka berdua melesat menuju rumah sakit jiwa, sedang anak buah tim Aryn sedang melakukan tugasnya untuk memperlambat perjalanan Dokter Sarah dan Mirna .


Zayn menyerngitkan keningnya, " Dasar semena mena, apa lagi yang sedang dia dan Lanang rencanakan!? aku meminta mereka mengawasi rumah sakit itu tapi malah mau berubah jadi orang gila!?" Zayn tak habis pikir mendengar ucapan Dani tadi.


Setelah mendengar informasi yang aneh itu, dia bersiap untuk pergi ke rumah sakit jiwa yang dimaksud oleh Dani.


"Simon, Diego, Sadrakh aku akan berangkat ke rumah sakit, Dani dan Lanang menemukan sesuatu, apa kalian bisa menjaganya?" tanya Zayn seraya melirik Alexa yang terlihat sangat tenang.


"Pergilah bersama Diego, dia tak berguna di sini, lagipula ada Gretta yang akan membantu menjaga Alexa jika terjadi sesuatu yang tidak kita harapkan!" ucap Simon..

__ADS_1


"Lah Simon, Kenapa kau pisahkan aku dari sang dewiku, malaikat cintaku, lope lopeku, kenapa kau lakukan itu!!!' protes Diego.


"Diam kau!" kesal Simon.


"Yang kau lakukan hanya terus menerus menggodanya, dasar tidak konsisten, sana kau ikut Zayn dan bantu dia menyelesaikan masalahnya, jangan melulu menempel seperti cicak pada Gretta!" ketus Simon.


Pria itu sangat kesal dengan kelakuan Diego yang dimabuk cinta sampai akhirnya dia lagi lagi membiarkan pekerjaan utamanya terbengkalai.


Diego tertawa cengengesan," Ya maaf, aku akan kembali bekerja, maaf deh maaf, ya sudah ku bantu babang dokter ganteng buat menyelesaikan masalahnya!" balas Diego sambil memeluk Zayn dan...


ummah..


"Babang Zayn, akang ganteng siap membantumu!!" celetuk Diego sambil mengecup pipi Zayn.


" Arkhh Bangs....erghhh ingin aku berkata kasar tapi ada Alesha, sana kau!!!"


Bughh!


Zayn meninju perut pria itu sampai Diego terlepas dari tubuhnya.


" Dasar gila, makanya jangan suka main nyosor nyosor sebelum sah, rasakan kau!!!" kesal Zayn sambil membersihkan pipinya dari bekas ciuman Diego.


" Hahahahaha......


"Ya maaf"


Zayn berdecak kesal, dia menatap Alexa dan meredakan amarahnya.


" Alexa, aku keluar dulu, kamu baik baik di sini ya,"ucapnya sambil menepuk bahu Alexa dengan pelan.


Gadis itu paham, dia mengangguk pelan sambil tersenyum.


Zayn menghela nafas, tampak dia mulai lega ketika melihat kesehatan Alexa semakin membaik.


.


.


.

__ADS_1


Like, vote dan komen


__ADS_2