Istri Untuk Tuan Simon

Istri Untuk Tuan Simon
41. Membunuh Simon


__ADS_3

Simon menatap mereka semua dengan tatapan dingin.


Semua yang terlibat dalam pemberontakan itu dikumpulkan dan di tahan di aula gedung anak cabang Kent corporation di New York.


Mereka semua berwajah pias dengan kedatangan mengejutkan tuan muda mereka yang nyatanya sudah kembali sehat seperti sedia kala.


Kedatangan Simon seperti guncangan hebat bagi mereka yang berharap Simon tidak kembali ke perusahaan sehingga mereka dapat menggunakan kesempatan untuk menguasai anak cabang perusahaan itu.


Tapi Kenyataannya, rencana mereka di gagalkan oleh kedatangan Simon yang telah lama tak kelihatan di hadapan publik.


Simon berdiri, lalu merebut ponselnya lagi dari Hendry,” jangan sentuh ponselku lagi,” ketus pria itu.


“ maaf tuan, Anda tidak fokus, itu sebabnya..


“ DIAM!"


Mulut Hendry terbungkam, tapi jika dia tidak mengambil ponsel Simon , maka masalah itu akan semakin lama selesai dan memperpanjang waktu mereka di sana.


Simon menatap semua orang yang ada di sana, Dia berjalan mengelilingi mereka. Pria itu sudah mengantongi nama yang menjadi asal muasal pemberontakan ini.


Hanya menunggu sebentar lagi sebelum eksekusi.


"Katakan siapa!??" tanya Simon dengan nada penuh tekanan dan ancaman .


Suasana hening, tak ada yang berani berbicara, tetapi jika tidak mengaku sekarang, sama saja dengan menyerahkan nyawa ke tangan pencabut nyawa.


Suasananya begitu menegangkan, Simon tidak bisa menerima yang namanya pengkhianatan. Karena jika dia di khianati maka dia akan merasa kalau dirinya diremehkan dan dianggap bodoh oleh orang-orang naif itu.


Langkah kaki Simon bak belati tajam yang siap menusuk jantung mereka, jika sampai tidak mengaku sekarang, maka kematian sudah menunggu di depan, itu pun belum tentu akan langsung mati, mungkin akan disiksa sampai memilih mengakhiri hidup sendiri.


Kejam dan tidak berperasaan, begitulah Simon dibentuk sejak kematian kedua orang tuanya.


Simon menghela nafas berkali-kali, berusaha agar amarahnya tidak berkobar-kobar.


Brukk...


Tiba-tiba salah seorang dari pimpinan Kubu merosot ke lantai dengan tubuh gemetaran sambil duduk meringkuk di atas lantai dengan kepalanya menyentuh Lantai.


"Ampuni saya tuan, ma..maafkan saya, saya salah, ampuni saya, tuan... tuan Vino yang menghasut saya, dia mengatakan kalau anda..a..anda akan mencari pengganti baru, anda tidak bisa...tidak bisa...akhhhhrrrrr....


Simon mencekik leher orang itu dan mengangkat tubuhnya dengan sekuat tenaga lalu dalam sekali hentakan dia membanting tubuh pengkhianat yang membuatnya jauh jauh datang ke New York.

__ADS_1


"Kau sama saja dengan bajingan bajingan yang pernah kutemukan, beraninya kau mengkhianati aku!!!" geram Simon sambil melayangkan satu pukulan telak ke wajah pria itu hingga dia pingsan tak berdaya di tangan Simon.


Semua orang merosot ke lantai, duduk dengan tubuh gemetaran di dalam ruangan itu. Penyesalan selalu datang terlambat, entah bagaimana nasib mereka setelah ketahuan melakukan pemberontakan.


"Pecat semua karyawan yang terhubung dengan mereka, dan buang mereka dari perusahaan ku, aku tidak butuh karyawan sampah seperti mereka!!!" Simon mengeraskan rahangnya.


Dia berdiri dan menggerakkan jari jari tangannya," Dan ingat ini, kalian tidak akan bisa mendirikan bisnis apa pun, bergerak pun kalian akan sulit, jadilah kalian sampah jalanan yang tak berguna!!" ucap Simon dengan tegas sambil berjalan keluar dari ruangan itu.


"Tuan ampuni kami tuan, ini semua ide tuan Vino... maafkan kami tuan!!!!" teriak mereka histeris


Tetapi nasi sudah menjadi bubur, Simon sudah dimakan oleh amarahnya, mereka tak lagi mendapatkan kesempatan untuk kembali.


Nasib orang-orang itu begitu miris. Namun mungkin yang terjadi pada dalang di balik kejadian ini akan lebih mengerikan dibandingkan dengan yang mereka terima.


Simon berjalan dengan dampingan Dani, sementara Lanang dan Hendry mengurus para pengkhianat keluar dari perusahaan itu.


"Retas sistem keamanan Bernardo grup, mereka mencoba mengusikku, maka akan kutunjukkan siapa aku sebenarnya!" ucap Simon dengan seringai licik di wajahnya.


"Dia malam lagi, kerahkan semua anak buah menghancurkan gedung Bernardo bajingan itu, biar mereka tahu siapa yang mereka hadapi!" ucap Simon lagi.


Dani paham, tim Aryn yang juga ditugaskan di perusahaan itu dengan cepat mengeksekusi jaringan data milik Bernardo grup.


Simon tidak memiliki nilai toleransi terhadap pengkhianat, dia membenci mereka yang merusak kepercayaannya.


Sementara itu, di Raymond grup tuan Raymond sedang marah besar sekaligus gemetaran ketakutan karena pikirannya kini sedang kacau setelah mendengar laporan dari Clara, mata mata itu.


Laporan mengenai kondisi Simon yang sehat dan bugar serta laporan tentang apa yang terjadi pada putri dan menantunya di mall beberapa hari lalu.


Tuan Raymond dan Nyonya Tiara sama sekali tidak bisa tidur dengan tenang. Mereka terus memikirkan tuan Simon yang sewaktu-waktu bisa membuat mereka hancur dalam sekejap.


Harus ada cara jitu agar tuan Simon tak murka atau mungkin mengalihkan kemarahannya pada hal lain.


Nyonya Tiara, Cintia, Vino dan tuan Raymond berpikir keras.


"Pa, bagaimana kalau kita paksa Laura, kita gunakan saja dia untuk menghabisi Simon, mereka kan tinggal serumah, cukup ancam dia dengan menggunakan pak Mandu, dengan cara itu dia akan menuruti kita!!" ucap Nyonya Tiara yang sudah tak menemukan cara untuk menghindari kemarahan tuan Simon.


Satu satunya cara adalah dengan cara mereka yang pertama, yaitu menghabisi nyawa Simon secara diam-diam.


Dan lagi lagi, Laura menjadi tumbal keserakahan mereka.


" Benar!" Cintia menatap ayah dan ibunya dengan senyuman sumringah.

__ADS_1


Melihat kedekatan Simon dan Laura waktu itu, Cintia bisa menebak kalau hubungan mereka mungkin tidak seburuk yang Cintia pikirkan.


" Dengan memanfaatkan Laura, kita bisa membunuh bajingan sialan yang membuat suamiku babak belur, tangannya sampai patah karena ulah psikopat itu!" ucap Cintia.


"Aku setuju, biar aku yang meminta Laura melakukannya, aku yakin dia masih berharap kepadaku, mana mungkin dia bisa lepas dari pesonaku, akan kumanfaatkan perasaannya!" tambah Vino.


"Lagi pula aku masih dendam dengan kejadian hari itu, aku tidak akan puas sebelum menghancurkan jal4ng busuk itu!!!" geram Vino.


Tangannya dipasangi penyangga, wajahnya dibalut perban sama seperti Cintia.


"Kita jebak dia, lalu gunakan jebakan itu sebagai ancaman, maka masalah beres, dia akan melakukan semua perintah kita dengan baik, bagaiman menurut kalian!?" tanya Vino.


"Caranya?" tanya tuan Raymond.


" Mudah saja, aku akan meminta bertemu dengannya di restoran hotel, lalu kalian juga datang bawa informasi tentang ibunya, biarkan dia tahu tentang keluarganya, toh juga setelah tahu dia tak bisa berbuat apa-apa, "


"Tidak, dia tidak boleh tau asal usulnya!" tolak tuan Raymond.


" Tapi Pa, daripada kita yang jadi korban"


"Lagipula, jika Vino saja yang memancing, dia mungkin tidak akan mau. Kita tau jelas kalau Laura hanya mencari keberadaan ibunya sampai saat ini, bahkan makam pun dia tanyakan, dengan cara itu kita bisa menggunakan Laura, informasi tentang orangtuanya akan jadi alat yang sempurna!' ucap Nyonya Tiara dengan penuh siasat.


Tuan Raymond terdiam sejenak. Ucapan mereka ada benarnya, satu satunya cara yang paling jitu untuk membawa Laura adalah dengan menggunakan informasi kelahirannya.


"Lagipula apa yang Papa takutkan!? dia kan memang bukan darah dagingmu!" sindir nyonya Tiara.


"Ck... kau tidak tau apa apa Tiara, jika sampai dia tahu dan mencari keluarganya? apa yang akan kita lakukan, meskipun orang orang itu mungkin sudah mati, tapi keluarga Kandung Laura bukan orang yang bisa kita remehkan!" tegas tuan Raymond.


Semuanya terdiam, sangat membingungkan situasi ini. Laura memiliki identitas yang aneh. Dia adalah anak yang diculik dan dititip oleh adik tuan Raymond agar terhindar dari kelompok mafia yang mengejarnya dan menggunakan bayi kecil Laura sebagai ancaman.


Tetapi untuk menjaga keluarga Raymond tetap aman, mereka menciptakan sendiri rumor tentang Laura sebagai anak haram, dan hal itu yang awalnya diberitahukan pada nyonya Tiara, hingga saat perempuan itu beranjak remaja nyonya Tiara dan anak anaknya tahu kebenaran bahwa Laura adalah anak yang disandera .


"Aku tidak bisa diam seperti ini, aku sendiri yang akan bergerak, apa pun rencananya akan ku habisi mereka sebelum mereka menyerang kami!!"batin Nyonya Tiara penuh tekad.


.


.


.


like, vote dan komen 🤗

__ADS_1


__ADS_2