
Lagi lagi, Sadrakh tak pulang. Sudah seminggu dia hanya mengirim kebutuhan putri kecilnya tanpa menanyakan kabar Alesha barang sekalipun.
Laura dan yang lainnya tidak habis pikir dengan sifat Sadrakh yang keras kepala dan penuh dengan dendam itu.
Bagaimana bisa dia menyalahkan seorang gadis kecil karena kematian istrinya. Tetapi tak bisa dipungkiri, hati Sadrakh memang benar benar hancur saat dokter menyatakan bahwa istrinya telah meninggal tepat setelah operasi melahirkan Alesha selesai.
Simon terlihat sangat tampan dengan Hoodie hitam polos dengan celana putih dan sepatu senada dengan celananya. Wajahnya yang tampan terlihat sangat berseri-seri karena hari ini adalah kencan pertamanya bersama sang istri sebelum kejutan besar dia berikan pada Laura.
"Zayn pastikan rumahmu tidak berantakan, jangan membuat malu paman dan Bibi!' pesan Simon pada Zayn melalui sambungan telepon.
Setelah kencan hari ini, rencananya mereka akan makan malam bersama di rumah keluarga Zayn.
Semua teman dan orang penting sudah diarahkan untuk pergi ke sana.
Lanang dan Dani akan mengkawal kencan tuan mereka bersama Gretta yang dipilih Simon untuk mengasuh Alesha selama Sadrakh belum pulang, alasannya karena Gretta adalah seorang perawat yang handal.
Diego pun turut mengekor bersama Simon dan yang lainnya, dengan dalih mau cari jodoh untuk bujangan itu.
Acara kumpul kumpul nanti malam adalah rencana besar Simon untuk mempertemukan Laura dengan keluarga kandungnya. Sudah saatnya bagi mereka untuk tahu kebenarannya.
"Kau pikir rumahku seperti rumahmu ha!? rumahku yang paling bersih di sini!!!" Kesal Zayn dari sebrang sana.
Simon hanya tertawa cengengesan," Jangan lupa hubungi Sadrakh dan pastikan seluruh keluarga mu berkumpul, aku ingin mengumumkan sesuatu, jangan sampai ada yang tidak datang, kau paham!?" tegas Simon .
" Hmm baiklah baik, dasar bawel, lama lama kau mirip dengan istrimu!" celetuk Zayn sambil mengakhiri panggilan telepon itu.
" Sayang apa kau sudah siap!??" panggil Simon sambil menatap ke arah pintu kamar ganti.
" Emm.. sebentar, sudah selesai kok," jawab Laura sambil keluar dari ruang ganti.
Tampaklah bidadari surga keluar dari dalam ruang ganti Simon. Berjalan dengan perlahan seolah sedang tersenyum, dengan Kilauan dan taburan kelopak bunga mawar yang menghujaninya.
Rambutnya yang hitam dan panjang bergelombang dikuncir setengah dengan sebuah pita krem besar di bagian atas.
Gadis itu memakai Hoodie yang sama seperti milik suaminya, dengan celana jeans putih yang menunjukkan kaki jenjangnya serta sepatu Kets senada dengan celananya.
Sebuah Sling bag krem dia kenakan dan di wajahnya diberi sedikit polesan make up dengan lip balm merah muda yang sangat manis.
Deg... deg .. deg ..
Jantung Simon berdetak kencang, semburat merah memenuhi wajahnya. Dia terpana dengan kecantikan surgawi yang dimiliki oleh bidadari yang selalu berhasil memporak porandakan hatinya.
__ADS_1
Simon terkejut, dia sampai menutup mulutnya tak percaya," Ya ampun, istriku ternyata sangat cantik, ahhhh aku berdebar lagi, Wahhh... cantik sekali sayangku," batin Simon sambil terus menatap Laura.
"Aku sudah selesai, sengaja pakai celana supaya nyaman dan bisa main bareng Alesha nanti," ucap gadis itu sambil memeriksa tasnya.
" Ponsel dan dompet kamu jangan lupa di bawa, kalau ada barang yang penting segera disiapkan jangan sampai ketinggalan," ucap Laura.
Merasa Simon tak menanggapi ucapannya, Laura menengadah dan menatap ke arah suaminya.
"Sayang?" panggil Laura.
Gadis itu sudah terbiasa dengan sebutan tersebut, meski sedikit malu malu dia harus membiasakan diri jika dia ingin lebih dekat pada suaminya yang ternyata konyol itu.
"Simon !?? hey ada apa!??" Laura mendekati Simon dan menarik tangan pria itu.
Terlihatlah dengan jelas semburat merah memenuhi pipi suaminya.
" Hahahahha... ada apa denganmu???" tanya Laura sambil tertawa.
Simon tampak malu malu. Dia tersenyum sambil menatap Laura dengan kedua bola matanya yang berbinar binar.
Entah hilang ke mana sosok tuan muda Simon yang dulunya kejam dan tak berperasaan tapi sekarang malah seperti hello Kitty saat di depan istrinya.
"Cantik, kau sangat cantik," ucap Simon.
"Ya ya kupikir seperti yang ditunjukkan Zayn hari itu, dia bilang pakaian couple itu pakai motif bunga bunga, Barbie masa iya aku pakai begituan, heheh tau taunya begini juga boleh," jawab pria itu dengan jujur sambil tertawa cengengesan.
Melihat suaminya bertingkah malu malu membuat Laura tersenyum. Tuan Simon yang awalnya dia kira akan sangat sulit mendekatinya ternyata adalah seorang pria hangat yang mudah tersipu hanya karena hal hal kecil.
“ Ayo kita berangkat, Alesha juga sudah siap,” ucap Laura.
Simon mengangguk, dia dan Laura berjalan keluar dari ruangan kamar mereka. Keduanya sudah terbiasa dengan kebiasaan masing masing. Sudah nyaman dnegan suasana kamar mereka .
Gretta dan Diego tampak sedang bermain dengan Alesha, sedangkan Lanang dan Dani mengenakan pakaian bodyguard mereka dan berdiri tegap di dekat mobil sambil menunggu Laura dan simon. Hendry kali ini sedang mengurus beberapa hal penting yang simon pesan, dia memiliki pekerjaan rumit yang harus diselesaikan sebelum Simon membawa Laura ke rumah Zayn.
“ Kita berangkat,” ucap Simon.
“ horeee.. akhirnya heaaaliiiggg yuhuuuuu.... “ seru Diego sambil mengangkat Alesha ke atas dan memutar-mutar gadis kecil itu.
“ hahahha.. yeyeyeyye.. telbang...lecha telbang hahahhaa...”
Mereka semua tertawa, Simon menatap Alesha kecil, dia membayangkan bagaimana jika dirinya menjadi seorang ayah nanti. Rasanya pasti sangat menyenangkan memiliki dua atau tiga orang anak yang menggemaskan, merawat dan menjaga mereka.
__ADS_1
Tapi untuk sekarang, Simon ingin membangun hubungan yang dalam dengan Laura sebelum memutuskan memiliki anak, mereka harus siap secara mental dan fisik terutama Laura.
“ ayo kita berangkat, lecha sama paman Simon sini, jangan dekat dekat paman Diego, nanti ketularan bodoh,” celetuk simon yang mengambil Alesha dari pangkuan Diego.
“ Bwahahah benar tuan. Nanti Alesha malah jadi bodoh seperti tuan Diego,” imbuh Gretta sambil bersembunyi di balik punggung Laura dan mengejek Diego yang kerap kali mengganggunya.
“ tchiiihhh jangan percaya lecha sayang, paman Diego ini cerdas heheh... kita berangkat...” seru pria itu dengan penuh semangat.
Mereka berangkat menuju taman hiburan yang sudah Simon siapkan. Dani dan Lanang duduk paling depan sambil menikmati ocehan dari Alesha kecil yang menggemaskan.
Van besar itu muat untuk mereka semua. Nyaman dan luas sehingga mereka bisa berangkat bersama-sama.
Laura menguncir rambut gelombang milik Alesha sambil membelai kepala gadis itu dengan lembut,” Ku harap kak Sadrakh datang, dia harus memperhatikan putrinya,” gumam gadis itu.
“ tenang saja, aku akan menariknya dengan paksa, si bodoh tidak bertanggung jawab itu harus belajar jadi ayah yang baik,” balas Simon.
Diego memicingkan matanya,” ekhmm... ekhmmm... lalu kapan kalian akan punya anak hmm? Apa kalian sudah melakukan itu.. yang enak enak ... apa sudah?” celetuk Diego sambil menaikturunkan alisnya menggoda pasutri itu.
Simon dan Laura paham apa maksud Diego,” Jangan membahas yang tidak tidak di depan anak kecil , atau kau ku tendang dari mobil ini Diego..” Simon kembali ke mode ganasnya membuat Diego tertawa kecut.
“ jangan bilang kalian belum melakukannya,” celetuk Diego yang selalu bersemangat jika membasah hal itu.
“ Apa harus secepat itu? Hubungan kami juag belum benar benar dekat, aku tidak mau memaksa istriku, aku ini seorang yang sabar,” ucap Simon dengan bangganya.
“ Wohohohoho... tuan simon Anda orang yang sangat berprinsip ya, saya salut, hahahha.. hebat sekali, nyonya anda dapat suami yang tepat, saya yakin kalian akab diberkahi keturunan yang banyak..” seru Gretta.
“ heh aku juga hebat tahu..” balas Diego sambil menyenggol lengan Gretta.
“ cihh saya tak yakin tuan Diego ini bisa sehebat tuan Simon, entah bagaimana nasib istri Anda nanti, “ ejek Gretta sambil menatap Diego dengan tatapan meremehkan.
“ Grrrgggg Gretta awas kau nanti, kau juga pasti akan dapat suami yang gila aku yakin!!" balas Diego.
“ Kalau begitu saya tak perlu menikah, huh... merawat nona Alesha dan anak anak nyonya Laura saja akan membuat saya bahagia, jangan sampai bertemu pria seperti Anda,” celetuk Gretta.
“ cihh dasar munafik, kita lihat saja nanti,” Balas Diego menantang Gretta.
Mereka berdua selalu berhasil membuat suasana ceria, siapa sangka Gretta gadis tomboy yang memiliki tatapan dingin itu jika bertemu orang yang tepat ternyata bisa mencairkan suasana seperti ini.
.
.
__ADS_1
.
Like, vote dan komen 🤗