
Dani membantu Pak Alvin sampai semua kudapan dagangan pria itu habis. Hasilnya cukup memuaskan. Orang orang ternyata banyak yang mencari toko roti unik milik pak Alvin. Rasa khas dari kue buatan Pak Alvin membuat pelanggan lamanya mencari cari pria itu sekalipun sudah banyak toko kudapan yang lebih besar dann mewah dari miliki pak Alvin.
Dani membersihkan semuanya sambil tersenyum. Bersih dan rapi, kembali seperti sedia kala.
“ Wahh pak, kita laris manis ini,” seru Dani sambil tersenyum. Ketiga pria yang hendak mengobrak abrik toko pak Alvin tadi masih ada di sana dan mereka minta untuk duduk berlutut di sana.
“ Kalian bertiga!!" Dani menyenggak ketiga orang itu.
“ Pulang sana, jika sampai ku dengar kalian mengusik bisnis Pak Alvin lagi, lihat saja, bukan hanya jarimu yang patah tapi pusakamu itu juga akan kucabut dan kuhancurkan, ku blender dan ku suruh kalian minum paham?” ancam gadis itu dengan wajah kesal.
“ ehhh ii.. iya.. ma.. maafkan kami dan terimakasih,” ucap mereka bertiga sambil berlari terbirit birit dari sana. Berlari ketakutan karena nenek sihir yang kini menjaga toko pak Alvin sama sekali tidak bisa di ganggu.
Dani tersenyum sambil menghela nafas,” Pak laris banget, “ ucap gadis itu sambil menatap pak Alvin.
Pak Alvin mengangguk sambil menitikkan air mata, kenangan akan putrinya kembali berputar.Pria itu menangis terharu dan merindukan sosok putrinya yang telah berpulang.
“ Terimakasih Non, bapak .. bapak berhutang banyak padamu.” Ucapnya.
“ um.. um... " Dani menggerakkan jarinya.
"jangan ucapkan terimakasih padaku, lebih baik kita bicarakan bisnis saja pak,” ucap Dani sambil duduk di salah satu meja pelanggan, mereka masih belum menutup keseluruhan toko.
“ Bis.. bisnis?” tanya Pak Alvin.
Dani mengangguk sambil tersenyum, dia melirik kursi di depannya seolah mengatkan agar pria itu duduk di sana.
Pak Alvin tampak terkejut sekaligus penasaran dengan apa maksud gadis ini dan sebenarnya siapa Dani? Dia melakukan hal hal mengejutkan yang jarang bisa dilakukan oleh perempuan normal. Baginya Dani tidak normal.
Tetapi tiba-tiba saja...
“ Pak Alvin Nugroho, usia 54 tahun punya seorang anak bernama Yesi Nugroho, pengusaha kudapan malam terenak yang namanya sampai trending di setiap media sosial, wajahnya keriput tapi tidak tampak tua, dia sering tersenyum....
Suara seorang pria tiba tiba terdengar di tenda itu.
Pak Alvin dan Dani terkejut, terutama Dani yang untuk pertama kalinya mendengar seseorang berbicara seperti itu, seperti sebuah robot yang mengeluarkan data bertubi-tubi tanpa ada rem, berbicara dengan sangat lancar mengucapkan informasi Pak Alvin begitu saja.
“ Siapa dia? Bicaranya lancar sekali?” Dani terkejut, dia menoleh ke belakang dan melihat seorang pria berkacamata, berdiri di sana dengan tas selempang kuning yang melingkar di tubuhnya, kaos panjang bergaris garis warna pelangi dengan celana berbahan katun berwarna hijau tua.
Sepatunya juga berwarna warni dan potongan rambutnya seperti potongan rambut mangkok, sangat lucu untuk pria dewasa seusianya.
Tingkahnya menunjukkan dia memiliki kelainan genetik yang jelas membuatnya tampak berbeda dengan orang lain.
__ADS_1
“ Bintang Andara, kamu datang?” pak Alvin tampak senang menyambut kedatangan pria yang aneh di mata Dani itu.
Dani hanya mengamatinya, ini pertama kalinya dia melihat seorang pria dewasa tapi tingkahnya seperti anak TK.
“ Siapa pak?” tanya Dani.
“BINTANG ANDARA!!" seru pria itu.
" Dieja B I N T A N G, benda langit yang menyinarkan cahayanya sendiri, dipuji orang luar biasa , Bintang juga akan jadi salah satu benda langit yang bersinar di tengah suasana gelap, menjadi cahaya bagi orang orang di sekitar Andara.” Ucap pria itu sambil menggerak gerakkan jarinya ke atas langit.
Dani terperangah, bagaimana bisa ada seorang pria dewasa seaneh ini, dari segi penampilan bahkan cara bicaranya sangat aneh menurut Dani.
“ Wahhh manusia unik,” ucap Dani.
Tiba tiba pria muda yang kerap di sapa Andara itu mendekati Dani dan menatapnya sambil memainkan jari jarinya,” manusia unik? Hah ? unik? Apa itu unik? Apa Andara unik? Andara itu bintang, bintang itu Andara,” ucapnya lagi.
Dani tertawa,” hahahhah kau lucu juga, ayolah kau jangan bermain main, lucu sekali hahahhaa.... “
“ Unik? Andara tidak tahu apa itu unik, kamu tertawa, tertawa artinya senang, senang berarti bahagia, bahagia karena apa? Karena Andara atau karena apa!??...
Dani sampai pusing mendengar celotehan dari bibir pria itu, ini pertama kalinya dia bertemu dengan seorang pria yang sangat cerewet.
“ pak Alvin, dia ini siapa? Artis ya? Kenapa begini!? hahahaha...” Tanya Dani yang merasa Andara itu unik dan lucu, meski dia tidak tahu kondisi sebenarnya dari pria itu.
“ Dia penyandang disabilitas, mengidap Syndrom Asperger,” jelas Pak Alvin sambil tersenyum dan menepuk bahu pria itu dengan lembut.
“ Syndrom Asperger, kondisi genetik yang menyebabkan penderitanya tak bisa membedakan emosi dan mengganggu kegiatannya, tetapi jika dirawat dnegan baik akan jadi anak yang berbakat seperti Andara, “ Ucapnya sambil menatap ke sana kemari, sebuah kebiasaan dari pengidap syndrom yang tak bisa disembuhkan itu.
Dani tersenyum, ini pertama kalinya dia bertemu dengan penyandang disabilitas seperti Andara, tak ada cacat fisik yang ada cacat pada bagian saraf dan DNAnya.
“ Wahhh kau hebat, memang benar benar hebat, kenalkan aku Danielle Wang,” seru gadis itu sambil tersenyum dan mengulurkan tangannya.
Andara terdiam menatap tangan Dani yang penuh dengan luka baru. Luka pertarungan dengan pria pria berbadan besar tadi.
Melihat interaksi mereka, Pak Alvin membiarkan mereka berbicara dan mulai memanggang pesanan Andara seperti biasanya.
Dani masih heran, kenapa pria itu tak mau menerima jabatan tangannya.
“ kenapa tidak menerima tanganku?” tanya Dani heran.
“ tangan yang terluka itu menyakitkan,” ucapnya tiba tiba berbalik dan membuka tasnya. Entah apa yang dia cari di sana, Dani hanya mengamati pria unik itu, dia sangat penasaran dengan orang orang seperti Andara.
__ADS_1
Tiba tiba saja Andara berbalik dnegan kotak P3K di tangannya. Dani terkejut, tak menyangka kalau orang itu akan membawa kotak P3K di tasnya, apa dia sering terluka?
“ Wahh kau bawa bawa itu di tasmu?” tanya Dani tetapi pria itu tak menjawabnya sama sekali. Dia menatap tangan Dani dengan tatapan serius,” luka itu sakit,kalau sakit harus berobat, karena rumah sakit jaraknya 2533 meter dari titik ini maka sebaiknya diberi pertolongan pertama dahulu sebelum dibawa ke rumah sakit,” ucapnya.
Langsung saja dia menarik tangan Dani dan mulai mengobati tangan gadis itu.
“ Ini mudah, Andara sudah diajari, pertama bersihkan luka dengan pembersih, lalu usap dengan...
Dia terus mengoceh sampai membuat Dani menatap heran pada pria itu,” wahh pak Alvin dia ini robot atau motor sih? Kenapa berbicara terus sejak tadi? Aku seperti orang bodoh yang sedang di ceramahi seorang pengidap Asperger..” celetuk Dani tak percaya.
“ hahah.. dia memang seperti itu, dia pria yang polos, orang orang di sekitar lingkungan ini sudah mengenalnya, dia sangat unik dan spesial,” ucap Pak Alvin.
“ hah..” Dani tertawa.
“ aku bisa langsung melihat kalau dia itu unik,” ucap dani sambil geleng geleng kepala tak percaya.
Saat Dani asyik memperhatikan pria yang sedang mengobatinya dengan teliti dan rapi itu, tiba tiba saja, suara teriakan dan barang yang hancur terdengar di telinga gadis itu.
“ BERANINYA KAU MENENTANGKU PAK TUA SIALAN.. ARRKHHH KURANG AJAR KAU, BERANINYA KAU BUKA TOKOMU DAN MERUSAK PEMANDANGAN KU!!" teriak orang itu sambil menghancurkan semua perabotan milik pak Alvin.
“ Siapa lagi sih?” kesal Dani.
Pak Alvin jelas tahu siapa yang datang, pria itu terdiam membisu. Andara masih fokus membersihkan luka Dani, hal ini membuat Dani tetap tenang dan menunggu pria itu selesai.
Tapi tiba tiba saja pria dari luar masuk dan menghancurkan semuanya bersama anak buahnya,” keluar kau Alvin sialan!!!" pekik pria itu.
Adara yang terkejut mendengar itu spontan berdiri dengan tangan bergetar,” tidak boleh berteriak, tidak boleh marah pada orang tua, serangan jantung bisa terjadi, tidak boleh tidak boleh..” teriak pria itu panik sambil memukul mukul telinganya sendiri.
“ Hei Andara, kau baik baik saja, tenanglah,” Dani terkejut.
“ arkhh dasar sialan, berani kau menyela saat aku bicara,” pria bertubuh besar itu mencekik Andara dan...
Brukkk...
“ Andara!!"
.
.
.
__ADS_1
Like, vote dan komen