Istri Untuk Tuan Simon

Istri Untuk Tuan Simon
150 Season 2: Dani's Power


__ADS_3

Andara dilemparkan begitu saja sampai ambruk ke atas meja, bahkan meja itu hancur bersamaan dengan Andara yang terluka karena ulah pria yang kerap di sapa Boss Jack itu. Pria berbadan besar yang wajahnya pernah dilihat Dani di suatu tempat.


“ Wajah itu.. dia... dia kan bersama dnegan pria yang membunuh putri pak Alvin?” Dani terkejut bukan main saat melihat wajah Jack. Orang itu adalah orang yang sama dengan orang di video di mana pelaku pembunuhan Yesi berada. Mereka kerap kali bersama.


“ Wahh dia cari mati,” batin Dani.


Gadis itu langsung mendekati Andra yang terluka parah, bahkan beberapa bagian tubuhnya sampai berdarah.


“ Andara kau terluka, ya ampun, mereka jahat sekali!” kesal Dani. Gadis itu menjadi marah, pria baik dan unik itu malah terluka karena ulah orang orang itu.


“ Heh idiot, berapa kali ku bilang jangan datang ke sini, kau sudah ku campakkan berkali kali tapi masih saja datang ke sini, dasar orang idiot, kalau sakit ya di rumah bukan berkeliaran di sini seperti orang gila, bintang apanya, kau hanya sampah masyarakat,” umpat Jack.


“ Andara bukan sampah, Andara spesial, Andara itu bintang.. jangan berkata jahat nanti kau di kutuk!!!" teriak Andara sambil memukul mukul telinganya karena panik. Tangannya berdarah bahkan tubuhnya terluka.


“ Apa ini bukan pertama kalinya kalian melakukan ini?” Geram Dani sambil menatap pria berbadan besar itu.


“ hah.. kau siapa hah? Pacarnya? Pacar si idiot ini? Bawa dia keluar dan jangan pernah mengunjungi toko ini karena si tua sialan itu akan tutup untuk selamanya,” ucap Jack sambil berjalan dnegan angkuh mendekati pak Alvin. Di belakang sana ketiga pria yang menyerang Dani tadi hanya terdiam ketakutan saat melihat api kemarahan mencuat dari kepala gadis itu.


“ Dasar orang orang sinting sialan.” Umpat Dani sambil membantu Andara berdiri.


“ Andara, kau tenanglah tidak apa-apa, aku akan membereskan ini. Tenanglah, kau mau jadi bintang spesial?” tanya Dani.


Pria itu mengangguk,” Andara mau jadi spesial bukan sampah,” ucapnya.


Dani mengangguk sambil tersenyum dan menggenggam tangan pria itu,” baiklah, Andara kan jadi bintang pelindung Dani dan Pak Alvin, sekarang Andara lindungi Pak Alvin, apa pun yang terjadi jangan keluar dan jangan mengintip, biar Dani yang selesaikan,” ucap gadis itu.


“ Tidak, laki laki harus melindungi perempuan...


“ Tapi Andara, pak Alvin butuh Andara, pak Alvin sepertinya sedang panik, hanya orang unik dan spesial yang bisa bantu pak Alvin , tolong ya?” bujuk gadis itu.


“ ba.. baiklah..” balasnya cepat dan langsung berjalan dengan kaki terseok seok ke arah pak Alvin yang merunduk di belakang meja memasak.


Danni menatap orang orang itu sambil menggertakkan rahangnya,” kalian menghancurkan rencana ku malam ini bajingan,” kesal Dani.


“ Hoh dasar jal4ng sialan, beraninya kau mengganggu ku,” ketus Jack.


“ Heh botak siapa yang menghajar kalian tadi? Apa si tua bangka itu?” pria itu tak memperdulikan Dani dan malah berbalik dan menatap ketiga bawahannya yang dihajar habis habisan oleh Dani.


“ Bboss... bos.. ga.. gadi situ yang...


Grep...


“ Heheh.. aku yang menghajar mereka, kenapa hmm? Mau ku jadikan tempe goreng atau mau ku cabot bola matamu ku jadikan bakso?” ucap Dani sambil menarik kepala pria itu sampai badanya berbalik, dia menarik rambutnya sekuat tenaga, sampai Jack merintih kesakitan.

__ADS_1


Dani menatapnya dengan tatapan mata yang sangat kejam, dia marah dan kesal dnegan kelakuan songong mereka,” mau kujual retina mu? Satu retina harganya 600 juta, satu ginjal 500 juta dan jantung bermilyar, bayangkan berapa banyak uang yang bisa ku dapatkan?” ucap gadis itu sambil tersenyum jahat.


“ arkhhh sialan!!!siapa kau sebenarnya!” teriak jack.


“ hey apa yang kalian lakukan kenapa kalian bengong, serang dia!!" teriak Jack.


Anak buah Jack panik, mereka menyerang Dani bersamaan,” hohoh main keroyokan?” ucapnya menatap tiga anak buah yang masih bugar, belum pernah merasakan Bogeman mentah dari Dani. Ketiga pria yang dihajarnya pertama sudah melarikan diri karena ketakutan.


“ kau akan mati, aku mengingatkan kalian,” ucap Dani .


Dia mencengkram kepala Jack sampai rambutnya tercabut, dan..


Jleb.. jleb..


Crakhhh..


Dia menusuk kedua mata Jack dengan jarinya dan menusuk kedua kaki pria itu dengan belati sampai dia terjatuh.


“a rlhhh sialan.. mataku keparat sialan, beraninya kau..” teriak orang itu histeris saat merasakan rasa sakit yang teramat menyiksa.


“ Arrkhh serang dia!!


Dani terkekeh, dia mencampakkan tubuh Jack dan memulai aksi selanjutnya Dana melompat ke atas meja, dengan sebuah botol kaca berisi minuman ia berdiri menatap ketiak prai itu sambil siaga.


Dia melayangkan pukulan keras ke kepala ketiga orang itu sampai ketiganya benar benar kesakitan.


Dani menarik kepala Jack,” KELUAR KALIAN SIALAN!!!” gadis itu memekik kesal dan marah.


“ aku akan membunuhnya di depan kalian, jika kalian tak kunjung keluar dan giliran berikutnya aku akan mencincang milik kalian,” ucap Dani sambil menendang pusaka milik Jack.


“ Arkkhh kau memecahkannya sialan.. arkhhhh..... sakiiitt!!” pekik Jack.


Melihat dan mendengar jeritannya saja sudah sangat ngilu, mereka terpaksa keluar, takut pusaka masa depan merkea akan hancur di tangan gadis bar bar yang baru pertama kali merkea temui itu.


Dani menyeret Jack keluar, pria itu babak belur, beruntung mereka datang ketika jam sudah menunjuk pukul 1 dini hari dan tak banyak orang lewat lagi.


Mereka diseret dan dihajar oleh Dani,” jika aku melihat kalian disini lagi besok, aku akan membuat kalian membayar mahal atas perbuatan kalian, entah siapa pun yang memerintah kalian,” Dani mencengkram wajah Jack,” aku akan pastikan dia mati di tanganku,” ucap Dani.


Mereka gemetaran. ini kali pertama mereka menghadapi lawan segila Dani. Dani menendang tubuh Jack hingga tersungkur ke atas tanah, wajahnya menghantam bebatuan di atas tanah sampai terluka lagi.


"Sialan kau, beraninya kau, tunggu pelaksana kami!!!"teriak Jack yang langsung dibopong oleh anak buahnya.


Dani menghela nafas kesal, tangannya yang terluka malah semakin parah. Dia berbalik dan masuk ke ruangan kedai kudapan itu.

__ADS_1


Sembari merogoh kantong mencari ponselnya dia menatap ke arah Andara yang berdiri sambil merentangkan kedua tangannya melindungi Pak Alvin.


Dani tersenyum, dia menghubungi seseorang di sana.


"kirimkan anak buah ke tempat aku berada, ada yang harus dikerjakan, aku kelelahan," ucap gadis itu.


Selesai bertelepon, Dani menghampiri pak Alvin dan Andara.


"pak mereka sudah pergi, bapak terluka?" Tanya Dani.


"Me..mereka... Mereka pasti akan datang lagi!!!" Pak Alvin tiba-tiba berdiri dengan wajah panik.


"Kau, kau seharusnya tidak melakukan itu, mereka akan menghancurkan toko ini, mereka akan merobohkan toko ini!? Apa yang harus ku lakukan!!!" pak Alvin panik.


"Pak tenanglah, mereka tidak akan berani ucap Dani..


"Kalau kau disini mungkin tak akan berani, bagaimana kalau kau tidak di sini nona? Maka hancurlah aku!!!" Ucap Pak Alvin.


"ahhh seharusnya aku menurut, aku terlalu serakah, ini semua salahku, putriku juga mati karena salahku....


"pak Alvin menangis, menangis lagi, setiap malam menangis, tidak boleh begini, pak Alvin harus tenang, nanti sakit lagi... Tidak boleh begini... Tidak boleh begini!!!


Andara mulai berteriak, dia memukul kepalanya sambil berputar putar karena panik.


Pikiran Dani saat ini sangat kacau, suara Andara dan Pak Alvin membuat dia kesal


"Ck.. DASAR KALIAN LEMAH!!!" Teriak gadis itu murka.


Brakh!!!!


"Bagaimana kau akan melindungi putrimu kalau kau selemah ini pak tua!!!" Kesal Dani.


"Kau juga, jangan sampai orang mengatakan kau idiot karena terus menerus panik!!" Dani marah pada mereka.


"KALIAN BERDUA TENANGLAH!!!" kesal gadis itu.


.


.


.


Like, vote dan komen 🤗

__ADS_1


__ADS_2