Istri Untuk Tuan Simon

Istri Untuk Tuan Simon
76. Kebenaran


__ADS_3

Simon membatu, sama halnya dengan Laura yang tak menyangka isi dokumen itu adalah sumber trauma suaminya sendiri.


Seketika dia ingat pesan Pak Mandu, agar tidak membiarkan Simon menghadapinya sendirian, apa pun yang akan terjadi ke depannya.


Inilah maksud perkataan pria itu, bahwa trauma besar Simon akan kembali diungkit untuk membuatnya tahu kenyataan tentang kematian Keluarganya.


Simon gemetaran, perutnya mulai mual, matanya menganak sungai, sekujur tubuhnya lemah. Melihat itu, Laura langsung mengambil posisi di depan suaminya dan menangkupkan kedua tangannya di wajah pria itu.


" Sa..sayang, calm down" bisiknya pelan sambil mengusap lembut rahang Simon, dia membelakangi dokumen agar Simon tidak melihatnya.


Simon tak tahu harus bagaimana, dia ingin mencekik lehernya sendiri saat ini, kejadian itu membuatnya hancur dan sekarang dia melihatnya lagi.


Air mata Simon mengalir tanpa seijinnya.


Laura menggigit bibirnya, dia merasa lemah saat melihat suaminya seperti itu. Dia menatap Simon, berusaha meyakinkan Simon kalau semuanya akan baik-baik saja.


" Sayang, lihat aku... please... Tenang, kejadian itu sudah berlalu, tenang Simon, " bisik Laura.


Simon gemetaran," Tapi... aku pembunuh La...aku membunuh ayah dan ibuku, aku pembunuh!!!" teriak Simon.


Laura terkejut, tetapi bukannya takut dia malah mencengkram bahu suaminya dengan kuat," Simon lihat aku!" bentak gadis itu.


"Itu bukan salahmu, jangan menyalahkan dirimu lagi, kumohon padamu Simon, aku sudah pernah bilang kan, orangtuamu sangat sayang padamu sampai mereka mengorbankan nyawa mereka untuk menyelamatkanmu, tapi jika kamu seperti ini, bagaimana perasaan mereka nanti, sadarkan dirimu Simon!" ucap Laura.


Jujur saja, melihat Simon yang hancur di depannya Laura benar-benar ingin menangis dan berteriak marah pada takdir, dia tidak suka melihat Simon lemah, karena hal itu juga membuatnya hancur.


" Tenang, kita lihat bersama, aku di sampingmu, aku akan bersamamu, kita hadapi bersama, kenapa dokumen itu sampai ke tangan kita dan plat.mobil itu, pasti ada sesuatu dengan kematian ayah dan ibumu, jadi kumohon tenanglah," ucap Laura.


Simon terhenyak, Laura selalu berhasil menundukkan dirinya yang keras kepala dan penuh amarah dan dendam itu.


"Kau bisa?" tanya Laura.


"Aku akan di sini, aku di sampingmu, kau bisa kan?" tanya Laura sekali lagi.


Simon diam sejenak, di menatap Laura, tatapan lembut itu membuatnya merasa tenang dan tidak panik seperti tadi. Kepalanya mengangguk perlahan .

__ADS_1


Senyuman lembut tergambar di wajah Laura, dia mengusap air mata suaminya dan mengecil kening Simon," semua akan baik-baik saja, percaya padaku," ucap Laura.


Mereka duduk berdua, Simon terus menggenggam tangan Laura sambil menarik nafas dalam-dalam agar dirinya tenang. Dengan penuh kelembutan Laura mengusap tangan suaminya.


Perlahan Laura membuka lembaran dokumen itu. beberapa foto kecelakaan dari sudut yang berbeda, sudut yang tidak pernah ditampilkan dan dilihat oleh Simon sebelumnya muncul hari ini.


Foto kecelakaan dan beberapa kendaraan yang terlibat kecelakaan itu. Ada dua mobil dan beberapa orang yang hari itu menyaksikan kejadian naas itu, tetapi Simon diberitahu kalau dia yang menyebabkan kecelakaan.


Dengan kata lain, di sisi lainnya kecelakaan nitu disebabkan oleh orang lain bukan Simon.


Hari itu, Simon menabrak sebuah mobil yang melaju dari arah berbeda, memang mobil itu berjalan lambat tetapi kemudi mobil yang dibawa Simon seolah kehilangan kendali dan diatur oleh seseorang hingga kecelakaan tak terelakkan.


Lagi Laura mendengar Hela nafas berat suaminya, dia menahan diri untuk tidak panik dan gemetar.


Laura membuka lembar demi lembar hingga ke dokumen saksi dan penyebab kecelakaan yang sebenarnya.


Mereka membacanya bersama, tangan Laura gemetaran, tubuhnya lemas, dadanya sesak saat membaca kenyataan pahit bahwa kecelakaan itu terjadi karena ulah keluarga Raymond yang melakukan sabotase terhadap mobil keluarga Kent


Jejak percakapan mereka dan rencana pembunuhan keluarga Kent yang sudah direncanakan sejak lama. Bahkan yang terlintas dalam kejadian ini adalah sosok yang tak pernah Laura sangka yakni tuan besar Abimanyu ayah dari tuan Raymond yang sudah meninggal dunia sepuluh tahun lalu.


Alasannya adalah untuk menghancurkan grup Kent yang kala itu sudah dipimpin oleh ayah Simon. Grup Kent yang langsung berkembang pesat melampaui perusahaan lainnya di negara itu sampai membuat hati tuan Abimanyu dan kedua anaknya iri dan panas hati.


Belum lagi Yena, istri tuan Kent Junior adalah mantan kekasih tuan Brown yang hampir menikah dengannya tetapi batal karena tuan Brown berulah dan malah tidur dengan perempuan asing sebelum pernikahan nya dilaksanakan.


Mereka berdua membaca dokumen itu satu persatu. Hati Simon terus dikuatkan dengan ucapan penenang dari Laura, melihat fakta dan kebenaran bahwa kecelakaan itu buka kesalahan Simon tetapi ulah keluarga Raymond.


"Sayang, bukan kamu pelakunya, kamu dan keluargamu adalah korban kejahatan keluarga Raymond, bukan kamu," Laura menatap wajah Simon dan mengusap wajah suaminya dengan kedua tangannya sambil menangis.


Simon tak tahu harus mengatakan apa, suaranya tercekat, air matanya mengalir, hatinya hancur saat benar-benar tahu kebenarannya, semua kebenaran tentang kejadian mengerikan itu.


Trauma besar yang ditinggalkan bagi mental dan fisiknya membuat dia tak lepas bertahun-tahun.


"Papa dan Mama La... mereka pergi karena ulah orang-orang bejat itu, arhhhkk... aku...aku tidak tahu harus bagaimana," Simon menunduk, di depan istrinya dia menunjukkan kelemahan terbesarnya.


Dia menangis di depan Laura.

__ADS_1


Tangan Laura dengan lembut menarik Simon dan memeluk suaminya dengan erat dan hangat, dia pun memeluk pria kaku itu dan menenangkan nya dengan lembut.


Siapa sangka kehancuran Simon disebabkan oleh keluarga Raymond, keluarga perempuan yang sempat dijodohkan dengan dirinya.


tentu saja hal ini menjadi alasan besar bagi tuan Kent meminta Simon untuk menikah dengan Laura bukan dengan perempuan jadi jadian Dajjal tersebut.


"Jadi ini alasan kakek memintaku menikahimu bukan Cintia," ucap Simon sambil menatap Laura.


" Maksud mu?" tanya Laura penasaran.


" Setelah kakek meninggal, pak Malik memberikan beberapa file wasiat kakek, saat pernikahan dia memintaku mengatur agar Cintia dan Vino menikah dan aku menikahimu, awalnya aku ragu tapi melihat Cintia yang memang manusia ular membuatku yakin dengan pilihan kakek yang tidak ingin aku menikah dengan seseorang seperti Cintia," jelas Simon.


" Tetapi aku tidak menyangka kalau pernikahan kita bahkan memiliki alasan besar di baliknya, aku tidak bisa membayangkan kalau aku menikahi Cintia, aku mungkin akan berakhir dibodohi dan dibunuh oleh mereka," jelas Simon.


Bagi Laura hal ini sangat mengejutkan tetapi di satu sisi dia lega kalau Simon tidak jadi menikah dengan keluarga pembunuh yang membunuh ayah dan ibunya.


"Tapi aku penasaran akan satu hal, " ucap Laura sambil menatap semua data itu.


"ada apa?" tanya Simon.


" Pak Mandu, bagaimana bisa beliau tahu semua informasi ini? beliau yang memberikan dokumen ini padaku, sebenarnya bagaimana bisa Pak Mandu tahu semuanya!??" ucap Laura.


Simon juga berpikir hal yang sama, sangat mengherankan Pak Mandu bisa tahu semua kejadian itu, bahkan merangkumnya dengan lengkap pada dokumen yang diberikan tersebut.


Saat mereka sedang berpikir, tiba-tiba Hendry berlari masuk ke dalam ruangan Simon dengan wajah pucat pasi, dia tampak terburu-buru dengan ponsel menggantung di udara," Tuan Simon ada berita buruk!!!' teriak Hendry yang sukses mengejutkan kedua orang itu.


" Nona Alesha dan Obelia Hilang!!!" teriak Hendry.


.


.


.


Like, vote dan komen 🤗

__ADS_1


__ADS_2