
Mendengar hal itu, sukses membuat dada mereka sesak. Zayn dan Rose menangis, mereka memang merasa kurang perhatian.
Tetapi Rose tidak menyangka kalau kedua orangtuanya akan sadar hal ini. Hampir saja dia merasa kalau dirinya tidak berharga.
Zayn pun demikian, dia pikir sumber kebahagiaan mereka hanya menemukan Laura, tetapi mereka pun sadar kalau mereka bersalah terhadap kedua anaknya yang lain.
Zayn dan Rose memeluk mereka berdua dengan erat sambil menangis sesenggukan. Air mata mereka bercucuran begitu pula dengan semua yang menyaksikan.
"Papa Mama kalian sudah berusaha yang terbaik, jangan bersedih hati lagi dan hiduplah dengan bahagia mulai sekarang" ucap Rose dan Zayn.
Laura menatap mereka sambil menangis. ini pertemuan yang sangat mengharukan.
" Hey adik, kemari bergabung, kita keluarga, insting ku ternyata benar, kau kembaranku, kemari!!" ucap Zayn sambil tersenyum lembut.
Rose menatap Laura dengan senyuman di wajahnya, dengan lembut dia menarik tangan Laura.
Mereka berlima berpelukan di sana merayakan pertemuan mereka yang tak disangka sangka.
Tuan besar Waltz pun ikut menangis. Laura adalah bagian keluarga mereka.
" Terimakasih nak Simon, kau mengembalikan cahaya di keluarga ini," ucap tuan Waltz sambil menggenggam tangan Simon.
Simon tersenyum dan mengangguk dengan lembut," apa pun akan saya lakukan untuk kebahagiaan Laura kakek, dia prioritas saya, saya akan melakukan apa pun untuknya," ucap Simon.
Mereka bahagia, benar benar bahagia sampai membuat seisi ruangan menangis haru.
"Huhuhuu.... Grettoottt... aku terharu huwaaaa...." celetuk Diego sambil menarik tangan Gretta dan mengusapnya ke wajahnya yang bercucuran air mata.
Pletak...
Tangan Gretta bergerak cepat dan menyentil kening pria sinting di dekatnya itu.
" ishhhh dasar mesum gila!!!" Umpat Gretta.
"Hehhehe.. habisnya mereka manis sekali, tapi lebih manis kamu my angel ummah..." celetuk Diego sambil mengedipkan sebelah matanya pada Gretta.
Gretta memutar malas kedua bola matanya" yang benar saja, apa otakmu sudah kena virus tuan? bagaimana bisa kau jadi miring begini!??" ejek Gretta.
Alesha yang ada di pangkuan Gretta anteng saja duduk di sana sambil memandangi ayahnya yang berwajah datar dan dingin, duduk menyendiri di sudut ruangan .
" Ho..oh... kena virus cintamu my angel hahahhaha..." Diego berdiri sambil tertawa terbahak-bahak.
Dia mengambil sebotol sampanye dan mengocok benda itu dengan kuat.
__ADS_1
" Ya ampun Tuan Diego jangan dikocok!!!!" Ketiga kurcaci berteriak panik sampai membuat semua orang menoleh ke arah pria sinting itu.
" Eh...kenapa!??" tanya Diego .
Hendry, Lanang dan Dani Tak habis pikir dengan pria yang satu ini.
" kau gila hah!!!!" teriak Hendry kesal.
Diego menggelengkan kepalanya," tentu saja tidak heheh, let's start the party wohooo..." teriak Diego sambil membuka penutup botol sampanye itu dan...
tukk... crasshhhhhh...
isinya membludak keluar bak air mancur. Diego dengan gilanya menyirami teman-temannya dengan sampanye tapi tentu saja melewatkan para orang tua.
" Hahahhahahah selamat untuk kalian, ini malam yang bahagia!!!" teriak pria itu heboh sendiri.
Semua orang dibuat tertawa dengan kelakuan absurd pria ini. Momen bahagia itu semakin ramai dengan keabsurdan seorang Diego.
"Diego!!!" teriak mereka semua kesal dengan kelakuan gila pria itu.
"Dasar ya, bikin kesal saja!!!" Celetuk Gretta sambil berdiri dan membawa Alesha ke sisi yang lebih aman dan tenang, di mana lagi selain di samping Sadrakh.
" Tuan,.apa anda sama sekali ingin menelantarkan putri anda!?" sindir Gretta yang tak segan duduk di samping Sadrakh.
Pria itu hanya diam sambil mengeraskan rahangnya dan melirik Gretta.
" Papa... Lecha mau digendong Papa," ucapnya pelan dengan mata berbinar-binar penuh harap.
" Ck... diam di situ!" ketus Sadrakh dengan nada dingin dan datar yang berhasil membuat Alesha berwajah kecut.
Gretta benar-benar dibuat kesal dengan sifat keras kepala Sadrakh. Bagaimana bisa seorang ayah tega bersikap dingin pada putrinya yang baru berusia empat tahun. Makan sendiri pun dia belum beres, tetapi Sadrakh meminta Alesha secara tidak langsung untuk hidup mandiri.
Obelia yang melihat hal itu pun tak habis pikir. Gadis menggemaskan itu menatap benci pada Sadrakh. Dia adalah anak yang ditelantarkan oleh ayahnya setelah bercerai, melihat Alesha yang tidak dipedulikan sama sekali membuatnya merasa kesal dan sakit hati.
Dengan langkah cepat gadis itu mendekati Gretta dan mengambil Alesha.
" Alesha, kamu Sama Daddy dulu ya, Nanny Grettanya mau Nanny Obelia pinjam dulu," celetuk Obelia sambil mengangkat Alesha dan menaruh gadis kecil itu di atas pangkuan Sadrakh.
" Loh kenapa dikasih padaku!??" kesal Sadrakh sambil menatap Obelia dan Gretta.
Obelia maupun Gretta sama sama menarik nafas kesal.
"Kan anda bapaknya tuan, Kami juga punya pekerjaan lain, jaga putri anda!" ucap Obelia dengan nada ketus bahkan lebih kasar dari cara Gretta mengahadapi Sadrakh.
__ADS_1
Gretta malah terperangah dengan betapa beraninya gadis itu, setahu dia Obelia gadis cengeng tapi saat melihat anak anak mendapatkan ketidakadilan dia pasti akan bereaksi demikian.
"Kalian berani sekali!!" ucap Sadrakh.
"Tuan, jangan sampai anda menyesal karena anda melewatkan banyak hari di mana seharusnya anda menyaksikan pertumbuhan putri anda, dia anak anda!!" tegas Gretta.
" Benar tuan, Jangan taunya bikin anak saja tapi giliran merawat dengan alasan aneh anda membiarkan putri anda menderita, saya akan minta pada tuan Simon untuk membiarkan Anda merawat nona sendirian!!" ucap Obelia dengan berani.
Kedua pelayan itu berjalan meninggalkan Sadrakh di sana dengan wajah melongo. Sebenarnya mereka memang terlalu berani menantang seorang Sadrakh.
Namun bila dipikir pikir, ucapan mereka pun tak ada salahnya. Dia memang seharusnya merawat Alesha, tetapi setiap saat dia akan teringat dengan mendiang istrinya jika dia melihat gadis kecil itu.
Gretta dan Obelia berjalan dengan cepat. Tangan dan kaki mereka sudah gemetaran apalagi Obelia yang biasanya kalem tapi langsung menunjukkan taringnya hanya untuk menyatakan hal Alesha.
" Waduuhhhh gimana nih... aku takut dipecat...." seloroh Obelia sambil menatap Gretta dengan tatapan khawatir.
" Pffthh bwahahhahha yang benar saja ,kamu takut Bel? pantes tadi ku Pikir kamu kerasukan sampai seberani itu hahahaha.... hebat kamu!!" ucap Gretta menertawakan kekonyolan Obelia.
" ck... hufffhh gimana dong...." Tanya Obelia .
"Heh dua kurcaci curcol ngapain disini!??" Diego yang hendak membersihkan diri mendapati kedua pelayan itu sedang berbicara.
"Ehhhh tu...tuan..
" Obelia yang kau lakukan tadi benar jadi jangan takut, lawan saja si dodol Garut tukang ngambek itu, mengesalkan saja anak sendiri gak bisa dirawat, bodoh, jagonya goyang ranjang doang tapi ga mau ngurus baby-nya, bangsat memang!" celoteh Diego.
" Ya ampun tuan, mulut nya bisa di rem gak sih?? kenapa harus begitu kan tuan juga temannya, ajarin dong," celetuk Gretta.
"Ck..ckckckckc... Gretta ku, my angel, pliss ya beb, Sadrakh itu bukan manusia, dia itu setan berkedok manusia, pengasuhan Alesha masih harus diawasi, dia bisa gila dan melakukan hal kejam, jangan sampai Alesha kenapa-kenapa!" ucap Diego.
"Obelia periksa sana, Gret.. bantu akang, tangan ku kebas nih, kayak asam urat, kebanyakan kacang tanah ehhh...
"Tuh kan ngeyel dibilangin jangan makan banyak kacang malah di makan, tuan sihh..."
"Obelia sana duduk di dekat Sadrakh, pastikan Alesha aman," ucap Diego dengan tegas.
Obelia yang tertegun melihat dua manusia gesrek ini berdebat mengangguk cepat dan menuruti perintah Diego.
"Jangan sampai Si bodoh itu bertindak di luar nalar," batin Diego.
.
.
__ADS_1
.
Like, vote dan komen 🤗