Istri Untuk Tuan Simon

Istri Untuk Tuan Simon
97


__ADS_3

Sadrakh dan Obelia berada di ruang kerja pria itu, duduk berdua saling berhadapan dengan suasana yang cukup serius.


“ Apa yang mau Anda bicarakan tuan?” tanya Obelia.


“ Masalah pernikahan, aku ingin tanya dan kau harus jawab dnegan jujur,” ucap Sadrakh.


Mendengar nada bicara Sadrakh yang serius sontak membuat Obelia duduk tegap dan menatap pria itu,” katakanlah tuan,” ucap Obelia.


Sadrakh menatap gadis itu, dia telah memikirkan hal ini beberapa hari belakangan, hal yang sangat penting terkait pernikahan keduanya.


“ Apa kau benar benar bersedia menikah denganku? Jawab yang jujur, mungkin agak aneh menanyakan ini, tapi aku ingin memastikan kau nyaman bukan karena terpaksa atau karena kami memintamu atau karena Alesha, tetapi kamu benar benar setuju menjalani pernikahan ini karena alasan yang kuat,” ucap Sadrakh.


“ Lihat aku dan jawab dengan benar, apa kau benar benar mau menikah denganku?” tanya Sadrakh lagi.


Mendengar pertanyaan itu justru membuat Obelia terkejut, Sadrakh ternyata memikirkan perasaannya, dia tersenyum melihat wajah Sadrakh yang memerah karena malu,” Saya sudah sangat yakin tuan, “ jawab Obelia dengan senyuman manis yang menenangkan .


Deg deg deg...


Sadrakh terdiam seribu bahasa, jantungnya berdebar kencang, sepertinya dia mulai menyukai gadis cantik ini,” ekhm... ba.. baiklah, tapi apa alasannya?” tanya Sadrakh dengan wajah memerah, beruntung lampunya tidak terlalu terang, jika tidak Obelia pasti sudah bisa menebak bagaimana wajah pria itu saat ini.


Mendengar pertanyaan yang satu ini, Obelia menjadi gugup. Dia memilin ujung gaunnya dan menunduk sejenak,” apa saya juga harus menjawab yang jujur tuan?” tanya Obelia pelan.


“ ekhmm tentu saja, harus jawaban jujur,” ucap Sadrakh.


Obelia menggigit bibirnya, dia lalu perlahan memberanikan diri menatap Sadrakh.


“ Saya tahu saya tidak pantas tuan,bahkan mungkin tidak berhak mengambil posisi mendiang ibu Alesha, tetapi salah satu alasan saya menerima pernikahan ini karena saya.. emm.. sa.. saya me..menyukai Anda, maaf..” ucap Obelai smabil menunduk.

__ADS_1


Dia benar benar malu saat ini, wajahnya panas dan jantungnya berdebar kencang. Jujur saja, saat melihat Sadrakh yang terus berusaha dekat dnegan Alesha membuat hati gadis itu tersentuh dan berakhir mulai menyukai Sadrakh.


Obelia takut perasaannya diketahui orang tetapi jika Sadrakh mau tahu alasannya dia akan menjawabnya dengan jujur sekalipun dia tahu kalau perasaannya mungkin tidak akan berbalas. Selama bisa di dekat Sadrakh dan menjaga Alesha, dia sudah tenang dan bersyukur karena bisa hidup bersama orang-orang yang dia sayangi.


Mendengar jawaban itu sontak membuat bibir Sadrakh melengkung indah ke atas. Dia sampai salah tingkah saking senangnya mendengar penjelasan Obelia. Bak anak remaja yang sedang kasmaran, Sadrakh tersipu mendengar ucapan itu, tetapi dia berusaha untuk menutupinya dengan baik.


“ Ekhmm.... baguslah jika demikian, pernikahan ini bisa dilanjutkan,” ucap Sadrakh sambil menenangkan dirinya yang kini dimabuk gejolak asmara.


Obelia tersipu malu, dia tersenyum kecil sambil menunduk tak berani melihat Sadrakh seperti tadi.


“ apa kau sudah menentukan undanganmu ? setahuku hanya undangan dari pihak keluarga kami yang masih terdaftar,bagaimana denganmu, bukankah ada orang orang yang ingin kau undang ? mengingat ini pernikahan yang serius,” tanya Sadrakh.


Obelia menggelengkan kepalanya,” tidak perlu tuan, saya tidak punya orang penting untuk diundang, hanya undangan yang ada sudah cukup buat saya,” jelas Obelia sambil tersenyum lagi .


Sadrakh mengamati perubahan mimik wajah gadis itu, jelas Obelia sedang menyembunyikan sesuatu di balik senyumnya. Matanya mengatakan kalau dia sedih dan merasa kesepian.


Mendengar hal itu membuat Obelia terdiam, “ saya tidak punya orang tua,” jawabnya singkat. Pria itu sudah tahu kehidupan keras yang dijalani Obelia di masa lalu, kedua orang tuanya bercerai dan dia dibuang oleh keluarganya. Tidak ada yang menganggapnya karena ayah dan ibunya sudah punya keluarga masing-masing.


Hidupnya selalu sepi hingga di bertemu teman temannya yang berharga, lalu bertemu Laura, kemudian Alesha dan seorang pria yang membuatnya jatuh hati. Baginya itu sudah lebih dari cukup. Dia tidak akan menuntut lebih, dia akan menjalani hidupnya dengan apa yang sudah diberikan padanya.


Sadrakh mendekat, lalu duduk di dekat kaki Obelia sambil menatap gadis itu, dia spontan menggenggam tangan Obelia dan menatapnya dalam-dalam,” Semua akan baik-baik saja, kalau tidak mau diundang juga tidak masalah selama kamu nyaman, maaf membuatmu mengingat masa lalu,” ucap Sadrakh.


Obelia hanya mengangguk sambil menatap pria itu dengan mata berkaca-kaca. Tangan kekar Sadrakh mengusap lembut pipi indah Obelia dan kedua netranya menatap gadis itu, dia tersenyum dengan lembut,” gadis baik,”ucapnya .


Tanpa mereka sadari ada kepala tuyul yang sedang mengintip dari balik pintu sambil tertawa cekikikan melihat keduanya tampak begitu mesra dan cocok. Diego, Laura, Hendry dan Zayn sedang mengintip dari balik pintu sambil tertawa cekikikan seperti anak kecil yang sedang menonton film komedi di tengah malam.


“Mereka sangat serasi hahaha,” ucap Laura sambil mengunyah mangga muda yang baru dipetik dari rumah tetangga mereka, sampai Simon harus rela memanjat di malam hari hanya untuk memenuhi keinginan aneh sang istri. Saking Lelahnya, saat ini dia sudah tepar di dalam kamarnya karena kelelahan memanjat seharian di atas pohon mangga.

__ADS_1


“ hahah kau benar, wahh aku jadi iri,” ucap Diego sambil menatap mereka cemburu. Jelas dia ingin punya hubungan yang dekat dengan pujaan hatinya tapi tampaknya perjalanan pria tampan ini masih panjang mengingat trauma yang dimiliki oleh Greta.


Zayn, Hendry dan Laura menatap pria itu sambil menepuk bahunya,” yang sabar ya,” ucap mereka bertiga serentak sambil menahan tawa.


“ Hahhhh dasar kalian.”


Malam yang dingin itu mereka lewati dnegan tawa dan sukacita. Pernikahan Obelia dan Sadrakh telah menjadi agenda khusus mereka yang tidak bisa diganggu gugat. Keluarga dari pihak mendiang istri Sadrakh pun turut senang mendengar berita ini, karena mereka juga memikirkan tentang masa depan Alesha yang sama sekali tidak mengenal ibu kandungnya.


Obelia tidak mengundang siapa pun dari pihaknya dan Sadrakh tidak masalah selama calon istrinya tenang dan nyaman.


Hari hari mereka lewati dengan banyak warna, semuanya tampak sibuk mempersiapkan diri untuk pernikahan Obelai dan Sadrakh, sedang kan Diego tengah melakukan hal yang tidak pernah terpikirkan oleh orang lain sebelumnya. Pria itu dengan bantuan dari Simon dan si bumil cantik mencari informasi mengenai semua orang yang melakukan perundungan pada Gretta.


Diego bersumpah bahwa dia tidak akan membiarkan siapa pun itu yang melakukan hal menyedihkan dan menyakitkan pada pujaan hatinya. Gretta hidup menderita selama ini sedangkan yang mereka lakukan hanya tertawa dan menikmati masa depan mereka tanpa memikirkan kalau ada seorang perempuan yang hancur karena perbuatan jahat mereka di masa lalu.


Diego menggali semua informasi tentang mereka dan menyusun rencana untuk menghancurkan mereka selagi kasus itu terjadi 8 tahun yang lalu, yang artinya mereka masih ingat dan Diego dengan bebas bisa membuat mereka hancur.


“ Akan kupastikan semua yang melakukan hal bejat pada Gretta hancur untuk selamanya,” ucap Diego sambil menatap foto beberapa orang dengan tatapan tajam.


"Tidak ku sangka orang ini juga terlibat, akan bagaimana nasib jika dunia tau seperti apa dia,"


.


.


.


Like, vote dan komen

__ADS_1


__ADS_2