
Laura terdiam saat mendengar teriakan Simon yang menusuk telinga. Pria itu berjalan dengan langkah besar dan wajah tegangnya yang bersuku siku seperti ujung meja.
Simon berjalan dengan cepat lalu menarik kursi dan....
Srujkk...
Dia menghempaskan bokongnya di atas kursi tersebut, duduk di samping Laura dan menatap gadis itu dengan tatapan serius.
Laura sudah takut setengah mampus. Pasti Simon akan mengamuk lagi dan marah lagi karena dia sampai terluka seperti ini. Laura hanya dia dan menatap Simon yang datang dengan wajahnya yang menyeramkan, menatapnya tajam dan tegas.
Siapa yang tidak takut dengan wajah beringas yang seolah siap menghantam mangsanya itu?
"Bagaimana keadaanmu??" tanya Simon dengan suara pelan dan sangat lembut.
Jelas sekali nada bicara Simon pada Laura benar benar berbeda dengan wajahnya sedetik yang lalu.
Bagaiman bisa dia mengubah nada suaranya secepat itu, belum lagi tatapan matanya yang dalam seah mengisyaratkan kecemasan akan keadaan Laura.
Laura tertegun.
Simon tak segan menepuk pucuk kepala Laura, dia membelai lembut rambut istri nya dan menggenggam tangan Laura dengan sangat lembut.
Deg... deg... deg...
Jantung Laura dibuat berdebar tak karuan. Romansa di kamar rumah sakit tak pernah seindah ini.
Siapa yang tidak dibuat meleleh dengan perhatian hangat dan tatapan dalam dan teduh seperti itu.
Belum lagi, love language Laura adalah act of service. Jadi sekecil apa pun perhatian orang padanya akan membuat dia tersentuh . Gadis yang tumbuh tanpa perhatian, tumbuh dan berjuang sendiri sejak kecil menjadi lapar akan kasih sayang dan perhatian sekecil apa pun itu.
"Kau baik? apa ada keluhan?" tanya Simon dengan penuh perhatian.
Laura hanya menggelengkan kepalanya, dia tersenyum lembut sambil menatap Simon dengan mata berkaca-kaca penuh dengan haru.
Jari Simon mengusap lembut pipi merah muda Laura, matanya menatap Laura dengan dalam. Dia sadar, Laura adalah sosok yang tidak boleh terluka jika dia tidak ingin merasa kacau seperti sepanjang malam ini.
Simon sama sekali tidak bisa tidur. Dia terus memantau Laura, memeriksanya bahkan setiap jam dia meminta Zayn untuk mengecek kondisi istrinya.
Dengan penuh perhatian dia menjaga Laura,tanpa peduli kalau dia juga sudah lelah selama perjalanan .
"Zayn apa dia sudah bisa makan!??" teriak Simon sambil menatap ke arah pintu.
__ADS_1
Zayn masuk dan menghampiri mereka,"Sudah bisa, tapi untuk sementara lebih baik makan bubur kasar dahulu, jangan makan makanan berat," jelas Zayn.
Simon mengangguk paham," Laura tunggu sebentar ya, akan kucarikan yang paling enak untukmu, Zayn jaga dia! jangan sampa dia Kenapa kenapa!!" tegas Simon yang langsung beranjak dari kursinya dan mencari sendiri bubur yang dimaksud Zayn.
" Tapi Simon, ada bubur di rumah sakit," ucap Diego heran.
" Ck... makanan di rumah sakit ini mana enak, Lauraku tidak akan sehat kalah makan makanan rumah sakit, aku pergi dulu, Lanang Dani ikut aku!" ucap Simon tanpa sadar dengan kata katanya barusan.
" Wohoohohohih......" Diego menatap Laura dan masuk ke dalam ruangan itu dengan wajah tercengang sambil menatap tak percaya pada Laura.
Wajah Konyol Diego langsung tampak.Dia menaikturunkan alisnya dan menatap Laura dengan tatapan centilnya itu.
"Hohoho ... Neng, Lauraku uhuuyyy...... romantisnya dunia cintah hahhahahahaha....." Diego tertawa terbahak-bahak.
Sama halnya dengan Zayn, Sadrakh dan Hendry serta para pengawal di luar ruangan.
Siapa yang menyangka kalau tuan Simon bisa mengatakan hal semanis itu?.
Semburat merah memenuhi pipi Laura, gadis itu tersipu malu, bahkan dia saja sampai terkejut saat mendengar Simon mengatakan kata-kata ajaib itu.
"Wah neng, benar benar udah Deket nih sama si bos!?" celetuk Diego yang mendekati Laura sambil menaikturunkan alisnya menatap Laura.
"Tuan, jangan mengganggu saya!" ucap Laura tersipu malu. Gadis itu menutup wajahnya dengan kedua tangannya, rasanya sungguh berdebar karena perhatian kecil Simon diikuti godaan dari Diego.
" Ciee... ciee... ada yang berbunga bunga niee....." goda Diego sambil menurunkan tubuhnya hendak duduk tanpa melihat ke belakang dan....
Gedebukkk....
"Aaarrrkhhhhhh pantatku panas... arrrkhhhh pantatku yang indah jadi lepek, awwhhhhh sakit woii!!!!!" Diego terjatuh ke atas lantai sampai bokong indahnya, kebanggaannya menghantam permukaan lantai yang keras.
"Bwahahahahahahahha......" Semua orang tertawa terbahak-bahak melihat kelakuan konyol si tukang kayu Tampan nan narsis itu.
Tidak ada yang bisa mengalahkan kenarsisan seorang Diego di jagad raya ini.
" Diam kalian, dasar manusia laknat, mengesalkan sekali!! adududuhhh pantatku sayang, harta negara sakit ya ulululuu.... Papa minta maaf sayang ,maaf ya" seloroh Digeo sambil menarik celananya dan mengintip bokongnya sendiri sambil mengusap-usap benda itu.
Seisi ruangan dibuat tertawa terbahak-bahak karena tingkah jenaka Diego. Bahkan Laura yang sedang sakit pun terhibur dengan kelakuan absurd pria yang seusia dengan Simon itu.
Semuanya tampak terhibur. Tetapi tidak untuk Dani dan Lanang. Kedua manusia ini sedang sibuk mengutak Atik jaringan komunikasi dan menghancurkan Bernardo grup.
Dani dan Lanang duduk di ruangan lain. Sedang berkonsentrasi dengan gadget mereka masing-masing. Merusak sistem informasi dalam jaringan data milik Bernardo grup.
__ADS_1
Selain itu, Dani diminta melacak pria yang hendak meniduri Laura kemarin.
Mereka harus menemukan orang itu untuk memberikan balasan yang sama pada Cintia dan Nyonya Tiara.
Hukum yang diterapkan Simon adalah gigi ganti gigi, mata ganti mata. Apa yang orang lain perbuat padanya dan pada orang-orang nya akan dia balaskan berkali lipat pada pelakunya.
Dani tampak sangat serius. Seminggu ini dia dan Lanang dihukum tak boleh bicara dengan Laura. Hingga Simon mengijinkan mereka berbicara.
Untuk membayar rasa bersalah karena kejadian di Mall, Dani dengan keahlian peretasannya serta tim Aryn melacak keberadaan pria itu dan...
" Dapat!!" seru Dani sambil mengangkat tangannya dan berteriak dengan gembira di sana.
Lanang menatap gadis itu, dia tersenyum, sepertinya masa hukuman mereka akan berakhir sehingga mereka boleh kembali bekerja di dekat nyonya mereka, orang yang membuat hati mereka berwarna.
" Kau hebat Danielle, " puji pria itu.
Dani tersenyum manis. Dia menatap data itu.
Senyuman menyeringai tampak jelas di wajah Dani," Aku akan memastikan jal4ng sialan itu terkena akibatnya, karirnya akan ku hancurkan, lihat dan tunggu saja!!" gumam Dani sambil mengepalkan kedua tangannya.
Dani membaca semua informasi tentang pria itu. Nyatanya dia adalah seorang maniak hubungan ranjang. Sudah banyak perempuan yang membayar jasanya untuk bermain di atas ranjang.
Dan dia memiliki beberapa video di saluran dewasa yang hanya bisa diakses dengan membeli keanggotaan di website itu.
Tentu harganya tak murah, karena dia memberikan video eksklusif di dalamnya.
Dani membuka media sosial pria itu, sebuah postingan baru muncul ketika dia membukanya.
..."Hot, permainan panas dengan putri salah satu pemilik perusahaan terbesar. Inisial Perusahaan R grup! check now sebelum di hapus!!!"...
Mata Dani membulat sempurna dan senyumannya merekah dengan indah seolah dia baru saja mendapatkan jackpot.
"Hahahahhaha..... Sepertinya alam memang sangat menyayangi kak Laura!!" ucap Dani yang siap dengan jari jarinya meretas akun itu lagi.
"Apa lagi yang mau dilakukan gadis ini? apa pun itu aku dukung hahahahah...." Seloroh Lanang yang juga sedang tertawa terbahak-bahak menatap Vino yang hancur karena perusahaan nya kini dalam kekacauan besar.
.
.
.
__ADS_1
like, vote dan komen 🤗