Istri Untuk Tuan Simon

Istri Untuk Tuan Simon
96


__ADS_3

Tubuh Gretta bergetar, peukan Diego membuatnya merasa bimbang antara nyaman dengan rasa takut yang mencekam. Gadis itu tidak membalas pelukan Diego, dia hanya menangis sesenggukan sambil terus menerus menggaruk tubuhnya yang terasa gatal dan perih.


Diego merasakan tubuh Gretta gemetar, cepat cepat dia melepaskan pelukannya,” Maaf, aku pasti membuatmu takut, aku tidak akan melakukannya lagi,” ucap Diego sambil melepaskan Gretta dan sedikit menjauh dari gadis itu . Dia tidak ingin membuat Gretta merasa tidak nyaman dengan dirinya, tidak mau memaksa dan membiarkan Gretta tetap tenang.


“ Gretta... maaf kami tidak tahu yang kamu lalui begitu berat,” Laura mendekati gadis itu dan menggenggam tangannya yang terus menerus menggaruk.


Tangan Laura yang lembut dan dingin membuat gadis itu menoleh pada Laura, dia menatap Laura dengan mata berkaca-kaca sambil menggelengkan kepalanya,” Nyonya, justru saya sangat bersyukur terutama setelah nyonya menjadi bagian keluarga Kent, saya bersyukur bisa melayani Nyonya karena berkat nyonya saya mulai percaya pada orang baru, mulai merasa tenang dan tidak ketakutan seperti dulu lagi,” ucap Gretta.


“ Jangan berlebihan Gretta, sudahlah, pakai pakaianmu, di depanmu ada si mata keranjang, kau tidak malu?” celetuk Laura untuk mencairkan suasana seraya melirik Diego dengan tatapan mengejek.


“ Ehh apa sih? Random banget kamu, suami kamu juga mesum dong,” ejek Diego sambil menunjuk Simon, tak taunya Simon sejak tadi tidak mendekat karena menghormati Gretta, dia berbalik dan menatap ke arah lain sembari mendengarkan pembicaraan mereka, dia tahu trauma itu sangat menyakitkan, dua hanya tidak ingin memperburuk keadaan dnegan membiarkan dirinya menatap tubuh Gretta.


“ Nggak tuh, suamiku yang tampan malah menutup matanya,” Celetuk Laura.


“ halah banyak gaya, tcihhh.. sotoy lu sotoy..” ketus Diego smabil mengembangkempiskan pipinya menatap kesal ke arah Laura dan Simon.


“ Kakak itu yang sotoy, deketin satu cewek saja susah banget, entar ditikung irvan tahu rasa, atau ditikung kak Zayn dan kak Hendry, tahu rasa kakak,” celetuk Laura sambil merangkul Gretta dan membawa gadis itu berjalan dari sana.


“ Ehh enak saja, mana boleh begitu, neng Gretta ayangnya akang ganteng, gak boleh ditikung sama yang lain,” balas Diego.


Mereka berdua terus berdebat di depan Gretta. Gretta sadar kalau kedua manusia baik ini sedang berusaha untuk menghibur dirinya. Air matanya tidak terbendung, dia bersyukur bertemu orang orang sebaik mereka.


“ Itu kan Gretta makin nangis itu, kalian sih ribut,” celetuk Simon sambil menunjuk Gretta yang menangis sesenggukan di antara Diego dan Laura.


“ Kenapa neng geulis?” seloroh kedua manusia aneh itu bersamaan sambil menggenggam tangan gadis itu dan menatapnya penuh perhatian.


“ Ahahahhaa.... ahhahahhaa...” Gretta tertawa terbahak bahak, dari menangis haru kini tawa penuh kebahagiaan. Gadis itu menatap keduanya dengan senyuman indah di wajah cantiknya ,” Kalian sangat lucu,” ucap Gretta sambil menahan tawanya.

__ADS_1


“ Lucu? Eleh yang bener kamu, aku bukan badut sayang, dia itu yang badut,” celetuk Laura seraya menunjuk Diego.


“ dih akang ganteng begini dibilang badut, kamu itu yang badut, dasar mak mak tukang debat,” celetuk Diego.


“ Dasar cowok bibir lemes,”


“ Kamu yang bibir lemes, dasar gak sadar diri,”


Simon dan Gretta tertawa cekikikan melihat tingkah dua anak manusia yang kalau digabungkan akan selalu berdebat dan membuat suasana yang sedih jadi ramai karena celotehan mereka.


Namun, sekalipun bercanda demikian, keduanya selalu mengamati ekspresi Gretta, tak akan mereka biarkan gadis malang itu bersedih hati. Mereka seperti seorang saudara yang selalu ada di setiap membutuhkan, jadi tempat yang nyaman bagi Gretta dan jadi orang penting di hati gadis itu sekalipun banyak cobaan berat yang dia jalani.


Meski pun bercanda, Simon jelas tahu bagaimana sifat Laura dan Diego, mereka akan cari cara untuk membangkitkan kembali Gretta yang ceria dan berusaha melepaskannya dari jerat trauma itu. Dibully dan menghadapi trauma bertahun tahun, Gretta termasuk sosok yang kuat karena bertahan bahkan masih bisa bersosialisasi sampai saat ini.


Sementara itu, pernikahan Sadrakh dan Obelia menjadi topik penting yang dibahas oleh keluarga besar saat ini. Pernikahan antara dua insan yang akan jadi orangtua resmi Alesha dan menemani gadis itu sampai selamanya.


Obelia tidak punya keluarga yang bisa dia ajak diskusi, semuanya dia serahkan pada Sadrakh. Dia ingin pernikahan yang sederhana dan digelar secara privat, dia tidak mau membuat acara yang heboh bahkan ingin menyembunyikan dirinya dari kedua orangtuanya yang meninggalkan dia .


Seminggu telah berlalu, persiapan pernikahan mereka mulai terlihat jelas. Dekorasi, fitting baju dan lain lainnya diurus dengan cepat atas bantuan Simon untuk pernikahan sepupunya itu, bukan mereka tak sanggup tetapi si bumil cantik ingin sekali mengurus pernikahan Obelia yang dia anggap saudaranya, dia ingin Obelia merasa tenang dan bahagia.


Obelia sudah tinggal di kediaman Sadrakh untuk menemani Alesha, rumah itu selalu saja ramai dengan kunjungan teman teman bobrok Sadrakh, bahkan bisa dibilang mereka pindah ke tempat itu.


Sadrakh berjalan menuju kamar Alesha di mana Obelia berada, dia mengintip sejenak, karena hari sudah malam dan waktunya gadis kecil itu untuk tidur.


Di saat yang sama, Obelia melihat Sadrakh sedang mengintip, dia melirik Alesha yang baru saja terlelap, spontan gadis itu menghampiri Sadrakh dan tanpa sadar menarik tangan pria itu sambil menaruh jarinya di depan bibir, “ kemari tuan, berikan ciuman selamat tidur untuk Alesha, dia akan sangat senang,” bisik Obelia.


Sadrakh terenyuh, sekalipun Alesha masih sulit dekat dengannya, Obelia terus berusaha agar hubungan pria itu dengan putrinya diperbaiki.

__ADS_1


Senyum tipis tergambar di wajah Sadrakh saat melihat betapa hati hatinya Obelia saat menyeretnya,dia melirik genggaman tangan Obelia yang erat di pergelangan tangannya dan wajah serius gadis baik itu.


Mereka ada di dekat kasur sang tuan putri yang terlelap, Obelia mengisyaratkan Sadrakh untuk mengecup kening dan pipi Alesha.


Pria itu paham dia melakukannya...


Cup... cup..


“ Selamat malam anak Daddy, terimakasih sudah membuka mata Daddy nak,” bisik pria itu.


Alesha tersenyum, dia tertidur dengan lelap.


Obelia menatapnya dengan tatapan penuh haru, satu satunya yang ada dalam pikirannya adalah kebahagiaan Alesha .


“ada yang mau ku bicarakan, kita ke luar sebentar,” ucap Sadrakh pelan.


“ Baik tuan,” jawab gadis itu spontan berjalan meninggalkan Sadrakh terlebih dahulu.


Sadrakh menatapnya dan mengamati kebiasaan Obelia, untuk pertama kalinya dia sangat penasaran dengan gadis itu, penasaran orang seperti apa dia, penasaran kenapa gadis seperti dia mau menjadi ibu dari anak seorang duda.


“ Kau berhasil Obelia, kau berhasil membuatku penasaran tentang siapa dirimu, apa aku boleh serakah jika ingin memilikimu di sisiku? Ahhhh... ini benar benar di luar dugaan,” batin Sadrakh seraya mengusap dadanya yang berdebar kencang.


.


.


.

__ADS_1


Like, vote dan komen


__ADS_2