Istri Untuk Tuan Simon

Istri Untuk Tuan Simon
171 Season 2 : Kebenaran untuk Bima


__ADS_3

Mendengar kata kata itu membuat pria yang kerap di sapa Bima itu naik pitam. Dia mengeraskan rahangnya dan langsung berdiri, Tempramennya yang tidak stabil dan tingkah yang kekanakan persis seperti bocah sialan yang baru dewasa.


“ Pembunuh? Aku bukan pembunuh bajingan, mereka mati bukan Karena kesalahanku, tapi nasib mereka yang buruk sampai mereka harus mati di tanganku!!" teriak Bima mengamuk.


Bima dan kevin masih berasal dari satu keluarga besar yang sama. Hubungan mereka adalah paman dan keponakan yang memiliki jarak usia yang cukup dekat.


Kevin adalah anak bungsu dari tiga bersaudara. Jarak usia Kevin dengan kakak laki lakinya yang tertua sangat jauh, 20 tahun beda usia mereka. Itu sebabnya saat kevin lahir, beberapa tahun kemudian kakaknya menikah dan memiliki Bima yang dulu tumbuh bersama Kevin.


Tetapi latar belakang keluarga mereka yang berasal dari dunia bawah membawa keduanya tersesat di tengah jalan dan memilih jalan mereka masing masing. Keluarga mereka hancur, saudara-saudara kevin meninggal demikian kedua orangtuanya.


Dan yang paling sadis adalah, kakak tertua kevin dan istrinya alias orangtua Bima mati di tangan anak mereka sendiri.


“ sekali PEM. BU. NUH. Tetaplah pembunuh keparat sialan!" ucap kevin.


Brak.. brak.. brak!


“ Sialan kau, sialan kau arkrhhh AKU. BUKAN. PEMBUNUH. KEPARAT!!" Teriak Bima histeris .


Semua barang dia hancurkan, “ Mereka yang menyerahkan nyawa mereka, sialan kau!” Bima mengamuk. Tempramen buruknya sangat sulit dikendalikan dan Kevin sudah jelas tahu itu.


“ Kau masih mudah terpancing seperti dulu, sialan,” umpat kevin sambi melepaskan diri dari genggaman para penjaga itu dan..


Brakkk... bughh...


Dalam waktu secepat kilat dia berlari dan menerjang Bima.


Bagg....


Kepala pria itu dia tendang sampai Bima terhuyung ke belakang dan membuat anak buahnya ikut panik.


“ Sialan, seorang dia!" teriak Bima mencoba mendapatkan keseimbangannya lagi.


Sekitar 8 pria anak buah Bima menyerang Kevin bersamaan, tetapi sial seribu sial, Kevin bukan tandingan mereka. Bima mungkin cerdas menyembunyikan aktivitas terlarangnya, tetapi dia tidak cerdas memilih manusia yang tepat untuk melindungi markas itu.

__ADS_1


“ Kau pikir curut curut ini bisa mengalahkan ku!? jangan mimpi keponakanku sayang!” ucap Kevin yang tak tahunya sudah menghajar habis semua anak buah mereka.


“ Si.. SIALAN kau!!” Bima mengeluarkan senjata tajam dari laci mejanya, menatap kevin tak gentar dan menodongkan pisaunya ke arah Kevin.


“ Kau.. kau harusnya mati hari itu, mati di hari kau dan kedua manusa sampah itu berlibur akrrhhh sialan..” teriak Bima .


“ Dasar psikopat, kau benar benar gila sampai tega membunuh orangtuamu sendiri, sampah sepertimu tidak layak dibiarkan hidup.” Ucap Kevin.


“ lalu kau bagaimana hah? Apa kau tidak sama sampahnya dengan aku? Dasar munafik,”


Kevin terdiam, kematian keluarganya dan pergolakan kelompok mafia itu terjadi karena bocah kecil yang sangat ingin ikut dalam dunia mafia padahal kedua orangtuanya , kakek neneknya bahkan Kevin sendiri sudah melarang bahkan sampai mengirimkannya ke sekolah normal dan tinggal di asrama.


Mereka tidak ingin masa depan Bima hancur, tetapi Bima yang tidak tahu diri malah dengan bodohnya mau dimanfaatkan oleh pihak lawan untuk membunuh kedua orangtuanya.


“ kau bodoh Bima,” ucap Kevin.


“ Kau dikelabui oleh kelompok itu sampai kau membunuh orangtuamu, dan kau lihat sekarang, kelompok itu bekerja menaungi pekerjaan busuk mu sedangkan kau kehilangan segalanya,” ucap Kevin sambil berjalan ke sana kemari menatap Bima.


“ tck.. apa kau masih belum sadar Bima? Kakak memintamu keluar dari dunia mafia karena dia ingin menyelamatkan anak yang sangat dia sayangi agar hidup anaknya yang tampan, anak yang dia nantikan kehadirannya tidak hancur seperti hidupnya, apa kau sudah baca pesan ayah dan ibumu? Apa kau sudah buka semua kotak hadiah yang mereka kirimkan? Sadarlah Bima, Orangtuamu sangat menyayangimu, mereka mengorbankan segalanya untukmu, tapi kau... “ Kevin menarik kerah pria itu.


“ malah menghilangkan nyawa orang yang sudah mendonorkan ginjalnya padamu saat kau hampir mati karena perkelahian dengan kelompok mafia itu. Kau malah membunuh Ibu yang berusaha keras memasukkan mu ke sekolah terbaik agar kau punya teman dan hidup dnegan bahagia, kau sudah membunuh kakak perempuanku yang malang yang berkorban untuk melindungi mu dari kejaran kelompok mafia itu dengan menyerahkan tubuhnya untuk mereka jamah, apa kau tahu kebenarannya itu?” ucap Kevin dengan nada penuh penekanan.


Amarah dan dendam yang tersimpan bertahun tahun akhirnya dia tumpahkan saat melihat kembali keponakannya itu.


“ Sial, aku melanggar janjiku untuk tidak membongkar ini, tapi..” Kevin mengeluarkan ponselnya dan melemparkannya ke wajah Bima.


“ Mereka melarang ku, tapi kelakuan anaknya seperti dajjal mana tahan aku,” ucap Kevin.


Bima terdiam dengan tubuh gemetaran, dia mendengar ucapan Kevin dan saat itu juga rasa bersalah menyelimuti seluruh tubuhnya. Dengan tangan gemetaran dan air mata yang lolos begitu saja dia jatuh dan ambruk ke atas lantai.


“ ka.. kau tidak berbohong kan? Ka.. kau..


“ untuk apa? Apa untungnya buatku, toh kakak kakakku tidak akan kembali karena sampah seperti dirimu, larilah, setelah itu kau pikirkan apa yang harus kau lakukan,” ucap Kevin.

__ADS_1


Bima di biarkan lari dengan membawa ponsel milik Kevin. Pria itu berlari dengan sangat kencang sambil menahan rasa sesak di dadanya saat mengetahui kebenaran menyakitkan setelah dia membunuh kedua orangtua dan bibinya dengan tangannya sendiri karena marah dan dihasut oleh kelompok Mafia yang kini berkuasa atas perusahaan besar yang beroperasi di atas mereka.


Kevin menatap kepergian Bima dnegan mata sendu,” anak bodoh, kau sangat disayangi orangtuamu, mereka mengorbankan hidupnya untukmu dan kau malah menyianyiakan kesempatan yang mereka berikan, arrhhhhh kakak kakakku yang tolol,” umpat Kevin.


Di saat yang sama, Dani tiba di ruangan itu,” kevin kau baik baik saja?” ucap gadis itu sambil menatap ruangan di mana anak buah Bima sudah tergeletak di sana.


“ seperti yang kau lihat nona manis,” celetuk kevin seraya mencolek dagu Dani .


“ haishhh apa apaan kau, dasar gila, saatnya pergi, kelima pria itu sudah ku temukan saatnya kita pergi,” ucap Dani..


“ngomong ngomong di mana bosnya?” tanya dani.


“ sudah lari,” ucap kevin dengan santai.


“ Lari bagaimana?” tanya Dani mulai kesal.


“ yahh larilah, pakai kaki, lari loh Dani... “ jawab Kevin sambil tersenyum.


Dani menatap heran pada Kevin. Tetapi dia jelas tahu apa yang sedang dialkukan oleh Kevin, membiarkan lolos seorang kepala penyelundupan manusia dan perbudakan illegal yang bahkan kepolisian pun belum tahu.


“ kau pasti mengenalnya, itu sebabnya kau biarkan dia lari, tapi bagaimana kalau dia malah kabur ?" tanay Dani.


“ yaahhh tinggal tangkap saja, itu kok susah, aku tahu dia Dani, dalam minggu ini, kau akan melihat berita besar tersiar ke seluruh negeri,” ucap kevin sambil merangkul Dani dan berjalan menuju ke luar gedung itu menemui Lanang dan yang lainnya yang telah membekuk lima pria yang menusuk Andara.


“ Ohhh jadi kalian yang menusuk adikku? Heheh waktunya bersenang-senang,” ucap Kevin dengan senyuman licik di wajah tampannya..


.


.


.


Like, vote dan komen

__ADS_1


__ADS_2