Istri Untuk Tuan Simon

Istri Untuk Tuan Simon
166 Season 2: Confession


__ADS_3

Malam yang dingin dengan udara yang emnusuk tulang tulang tak membuat Dani yang tengah berdiri di puncak gedung pencakar langit tim Aryn kedinginan atau bahkan gentar karena cuaca dingin malam ini yang bahkan tidak mampu mengalahkan rasa dendam dan amarah panas membara di hatinya saat ini.


Dani berdiri di puncak gedung itu sambil menatap langit yang dipenuhi bintang kesukaan Andara.


“ Hei pria idiot, langit malam ini sangat indah, aku akan mengambil gambarnya untukmu, jadi kau harus segera bangun,” ucap Dani sambil memotret langit indah di malam itu.


Dia tersenyum tetapi hatinya pedih dan sakit saat mengingat Andara yang kini terbaring di dalam rumah sakit, berjuang di perbatasan antara hidup dan mati.


“Dani,” suara lembut Laura berhasil membuat gadis itu langsung menoleh.


“ kak... dingin loh, kenapa naik ke atas malam malam begini?” Dani langsung menghampiri Laura yang naik ke atas dan menemui Dani di sana.


“ Dingin memang, “ ucap Laura sambil menggenggam tangan perempuan itu dan menatpanya dengan penuh kasih ,” tapi pasti di sini lebih dingin kan sayang?” ucap Laura sambil menunjuk dada Dani.


Gadis itu tak kuasa menahan dirinya untuk tidak menangis, dia hanya menjadi seorang gadis manja di depan Laura dan yang lainnya.


“ kak... hiks hiks hiks.. Andara..” Dani menangis, di memeluk Laura smabil sesenggukan. Laura paham, dia tahu rasa sakti Dani, dia memeluk Dani tanpa mengatkana apa pun, dia tahu kalau Dani butuh sandaran bukan penasehat yang mendiktenya melakukan apa yang harus dia lakukan.


Laura selalu menjadi pendengar yang baik bukan hanya bagi Dani tetapi bagi semua orang yang dekat dengannya.


“ aku takut Andara pergi kak, aku tidak kuat, membayangkannya saja membuatku takut dan lemas,” ucap Dani.


“ bagaimana jika dia mati, bagaimana jika dia tidak bisa lagi mengomeliku seperti dulu, kak.. aku... aku jatuh cinta.. aku jatuh cinta pada pria itu, pada pria yang sedang berbaring di atas brankar itu, apa yang harus ku lakukan, hatiku sakit..” Dani mengakui perasaannya di depan Laura.


Yang dia lakukan saat ini hanya menangis dan bersedih atas apa yang terjadi pada Andara, membayangkan jika Andara meninggal karena kejadian itu saja sudah membuatnya hancur, apalagi jika hal itu sampai terjadi.


Tak dapat Dani pungkiri, dia telah jatuh cinta pada seorang pria yang orang lain anggap sebagai pria yang tidak seharusnya dijadikan pasangan, pria dengan kekurangan yang aneh bahkan dianggap idiot oleh orang orang.


Tetapi takdir memang begitu, Dani malah jatuh hati dengan polosnya seorang Andara yang selalu berhasil membuatnya tersenyum dengan segala tingkah randomnya yang tidak bisa ditebak.


Laura memeluk gadis itu, mengusap punggungnya sambil tersenyum, meskipun ekor matanya mengawasi Kevin yang berdiri di ujung pintu menuju rooftop mendengarkan mereka seklipun dia harus menahan rasa sakit di dadanya karena cinta bertepuk sebelah tangan yang bahkan tidak tersampaikan.

__ADS_1


“ Ahhh aku punya tugas yang berat, “ gumam Laura smabil tersenyum


“ Dani, percaya pada hatimu, Andara pasti akan selamat, tugas kita saat ini adalah mencari pelakunya dan memberikan mereka hukuman yang setimpal atas perbuatan mereka,” ucap Laura.


“ Apa jadinya jika saat Andara bangun nanti , dia malah melihatmu lemah seperti ini,” ucpa Laura.


“ Berjuanglah sayang, kakak mendukungmu, ada kami di sini menjadi kekuatanmu, kamu bisa, kamu pasti akan memecahkan kasus ini, kakak yakin,” ucap Laura.


“ Apa aku bisa kak? Aku takut, aku takut ketika aku tidak di samping Andara, dia malah menyerah dan pergi meninggalkanku untuk selamanya, lalu mau ku bawa ke mana perasaanku ini nanti?” ucap Dani jujur.


Laura mengusap air mata gadis itu, dan tersneyum padanya,” ohh ayolah, apakah gadis bar bar ini sudah melemah? Ayolah sayang, semangat lah, Andara menantikan mu, “ ucap Dani.


“ Kau pasti bisa, ingat Andara selalu bahagia melihat Dani nya yang cerewet dan jorok ini, kau harus kuat,” ucap Laura.


Dani mengangguk smabil menangis dan memeluk Laura sekali lagi.


Laura hanya bisa menghela nafas,” apa yang akan ku lakukan menangai Kevin? Ahhh dia pasti kecewa Karena cintanya berteuk sebelah tangan, kenapa aku jadi seperti seornag ibu dari puluhan anak yang manja dan suka merengek?” batin Laura.


Laura jadi seperti sosok ibu bagi tim Aryn, wanita itu sangat mereka hargai dan sayangi dengan tulus. Kevin, Dani, Lanang, Ella, Loey dan anak buak yang lain sering curhat dan berbagi masalahnya dengan Laura, itu sebabnya Laura sering di panggil sebagai Ibu peri dan Mamagor jika dia sedang mengamuk.


"ahhh Andara... Kau benar benar saingan yang berat," gumam Kevin sambil berjalan menuruni anak tangga dengan hatinya yang kacau.


Rasa suka yang tidak pernah tersampaikan membuat pria ini sedikit lega, karena setidaknya hanya dirinya dan nyonya mudanya yang tahu isi hatinya.


"nyonya Muda pasti akan menertawakan ku, haihhh... Nggak apa apa Kevin, melajang pun kita bisa bahagia!" Batin pria itu menghibur dirinya sendiri.


Sementara itu di atas gedung, Laura dan Dani masih berdiri di sana sambil menatap ke arah langit yang penuh dengan bintang.


"Ahhhh Andara Pasti akan sangat bahagia melihat langit malam ini," ucap Laura.


" Kakak benar, dia pasti akan terus menerus mengoceh," balas gadis itu.

__ADS_1


Dani menatap ke bawah, tampak sepeda motor berhenti di depan markas itu.


"Kak, sepertinya misi berikutnya akan segera berjalan," ucap Dani sambil menunjuk Bizael yang jauh di bawah sana telah tiba di depan gedung tim Aryn.


Laura menggenggam tangan Dani," Kamu pasti bisa, kakak mendukung mu penuh, si kembar juga sangat ingin paman bintang mereka kembali sehat seperti semula," ucap Laura.


" Lakukanlah, tetapi jangan sampai kau terluka," ucap Laura.


Dani mengangguk dan sekali lagi memeluk tempat ternyaman baginya di bumi ini.


Kedua perempuan itu mengakhiri tour bintang mereka di atas atap lalu turun ke bawah.


...****************...


Bizael telah memikirkan semuanya dengan sangat matang. Dia tahu, meminta bantuan polisi tidak akan ada gunanya, karena kepolisian pun sedang kesulitan memecahkan kasus misterius hilangnya beberapa anak penyandang disabilitas seperti Andara.


Dia memasuki gedung itu dengan tekad bulat, kali ini dia menunjukkan warna asli dirinya. Seorang dokter berbakat yang sedang berjuang untuk menemukan pelaku penusukan sang adik.


"Kau tiba juga, hampir mati kamu menunggumu, ikut aku!" ucap Ella yang menunggunya di depan sana.


Bizael dan Ella berjalan menuju ruang rapat tim Aryn, di mana Laura, Simon Dani dan yang lainnya sudah berkumpul di sana.


Bizael terlihat takjub dengan seluk beluk bangunan tim Aryn yang rumit dan membuat orang terkecoh. Beruntung Ella menuntun jalannya, hingga dia memasuki ruangan yang tepat.


Bizael masuk ke dalam ruangan di mana Dani dan yang lainnya tengah memulai pencarian mereka.


"Bizael, mendekat ke sini dan lihat ini!!!" Ucap Dani.


.


.

__ADS_1


.


Like, vote dan komen 🤗


__ADS_2