Istri Untuk Tuan Simon

Istri Untuk Tuan Simon
212 Season 2: Misteri


__ADS_3

Ucapan Laura beberapa waktu lalu mengundang kecurigaan bagi Simon terkait perilaku sekretaris nya yang aneh terhadap Laura istrinya.


Padahal sebelum perempuan itu diangkat ke posisinya atas saran Laura yang melihat dia bisa diandalkan, tidak terjadi apa apa.


Namun belakangan ini dia berilah dan berubah, tidak lagi seperti perempuan yang Laura bantu keluar dari jeratan dunia malam. Dia malah seolah kembali ke kehidupan lamanya.


Simon memiliki tiga sekretaris yang memiliki tugas masing-masing dan perempuan bernama Linda itu memiliki tugas paling mudah, dia hanya menyampaikan pesan dan mencatat beberapa laporan umum.


Linda juga diletakkan di luar ruangan Presdir berbeda dengan dua sekretaris lain yang terlibat urusan internal perusahaan.


Linda memiliki akses terbatas ke ruangan Presdir, tugasnya juga lebih ke arah mengurus hal umum kebutuhan dia sekretaris dan juga Presdir.


Namun anehnya, saat Laura ingin menyampaikan pesan, berkali-kali pesannya tak tersampaikan pada Simon maupun kedua sekretaris utama Simon.


Seringkali Laura bertanya pada perempuan itu, tetapi dijawab lupa olehnya.


Laura yang terlalu baik tidak membaca peringatan merah dari Linda, dengan polosnya dia bersikap pengertian pada gadis malang yang dia selamatkan dulu setelah babak belur dipukuli oleh rentenir karena terlibat utang.


Simon membaca gerakan perempuan itu, dia memerintahkan tim Aryn melacaknya dan mengikuti gerakan nya selama seminggu, dan hasilnya mereka menemukan tindakan aneh perempuan itu.


Hanya saja dia bekerja dengan rapi, mungkin karena tahu Tim Aryn bekerja menggunakan komputer, beberapa kali dia berbicara dengan orang lain dengan mengirim surat, atau mendatangi orang itu langsung.


Sehingga tim Aryn tidak bisa melacak panggilan teleponnya dan juga lokasi pastinya karena dia jarang membawa ponsel ketika tidak sedang bekerja.


Dari yang Simon temukan, dia menjadi bawahan dari seseorang yang cukup dikenal oleh Simon, tetapi tidak dia ungkapan.


"Ampuni saya tuan, saya bersalah, saya.. saya sangat bersalah!!!" ucap perempuan itu.


" Pftdhh bwahahahhahahaha....." Simon tiba-tiba tertawa. Bagi yang tidak mengenalinya, mungkin mereka piki Simon merasa ada yang lucu tetapi bagi tim Aryn, tawa Simon yang menggelegar seperti ini adalah tanda darurat.


Seketika ruangan itu hening, Linda merasa kalau dirinya akan selamat. Dia tersenyum dengan wajah gugup seraya melirik sang Presdir.


"Kalian dengar itu kan? dia tidak bersalah, bawa dia keluar dari gedung ini dan juga grup Kent!!" ucap Simon sambil berdiri.


"A.. apa maksudnya tuan, Sa..saya sudah mengaku bersalah, saya salah tuan!!" ucap Linda tak terima. Perkataan Simon tadi artinya dia dipecat dari grup Kent dan tidak diperbolehkan menginjakkan kaki di area grup Kent di mana pun dia berada, wajahnya mungkin akan dikenali oleh seluruh anggota perusahaan grup Kent.


Simon bahkan tak menoleh," Tcih.. apa aku pernah mengatakan kau melakukan kesalahan? kesalahan apa yang kau lakukan? aku hanya memancing mu dan kau bereaksi berlebihan, artinya ucapanku tadi benar, dan kau meyakinkan tebakan kami kalau kau bekerja sama dengan seseorang!" ucap Simon sambil tersenyum licik.

__ADS_1


Dia hanya memancing wanita itu, mengatakan beberapa kalimat dan berhasil mengelabuinya serta menjatuhkan mentalnya.


"Ta..tapi, saya tidak melakukan apa pun, Sa..saya... tuan tolong jangan pecat saya, saya butuh pekerjaan ini!! tuan!! tolong tuan!!" teriak Linda histeris hendak berlari menghampiri Simon tapi langsung ditahan oleh anak buah pria itu.


Simon pergi begitu saja tanpa mempedulikan ucapannya.


"Lepaskan saja dia," ucap Simon pada Ella.


" Tapi Kak dia kan...


"sstthhh sudah ku bilang kau cuti, jangan ikut campur Dani, biarkan aku melakukan ini," ucapnya sambil tersenyum licik.


Dani dan Tim Aryn hanya bisa mengangguk paham dan melanjutkan tugas mereka dengan baik.


Simon keluar dari tempat itu," Siapa.. siapa yang mencoba mengusik Lauraku!?" batin Simon.


Dia berjalan menuju grup Kent tepat di depannya tanpa anak buah yang mengkawal, sudah kebiasaannya, hanya ada Lanang yang jadi asistennya yang terus ikut dengannya.


" Lanang rahasiakan ini dari nyonya," ucap Simon sambil menatap ke arah gedung di mana istrinya baru saja tiba dengan membawa bekal dan beberapa barang lainnya.


Dia sampai berlari menghampiri Laura seolah dia sudah berpisah lama dengan wanitanya.


"Aku merindukanmu!!!" teriak Simon terang terangan, dia mulai melakukan tindakan yang menunjukkan hubungannya dengan Laura di hadapan publik.


Laura terkekeh, dia menatap suaminya dan membalas lambaian tangan Simon. Pria itu tak malu jika dia harus berlari menghampiri sang istri, dia menghamburkan pelukannya pada Laura, ia khawatir istrinya akan terusik karena orang pernah jahat itu.


" Emmm dasar manja, ayo aku bawa cemilan, ini ponsel kamu, tadi ada beberapa panggilan, nggak aku jawab sih, tapi kelihatan penting !" ucap Laura sambil membalas pelukan suaminya.


Simon tak bicara, dia hanya memeluk erat istrinya sambil menarik nafas dalam dalam. Memeluk Laura sangat erat,"Aku akan melindungi mu sayang, kamu dan anak anak, apa pun yang terjadi, siapa pun itu, akan kudapatkan mereka!" batin Simon.


" Sayang? ada apa? kamu aneh," tanya Laura.


Simon menatap istrinya, dia mengecup bibir wanita itu tanpa segan lagi di hadapan orang lain.


" Aku sangat mencintaimu," ucap Simon.


"Uhmm? ada apa ini? kok aneh?" Laura terkekeh.

__ADS_1


" Lanang ada apa dengan dia? otaknya geser waktu bekerja!?" celetuk Laura.


" Hahaha... mungkin saja nyonya!" balas Lanang sambil tertawa.


"Awas kau nanti Lanang!!" kesal Simon.


Laura dan Simon masuk ke gedung, dengan mengumbar kemesraan yang disengaja oleh Simon. Dia ingin orang orang yang berusaha mengusiknya diam tertutup mulutnya dengan apa yang dia lakukan sekarang.


"Wah Ada apa dengan tuan? tidak biasanya begitu?" bisik Irvan tepat di telinga Lanang yang sedang bengong.


" Arrkhh!!! dasar kau, mengejutkan saja!!! sejak kapan kau di situ Irvan!!!" teriak Lanang kesal.


"Sejak tadi, kau yang tak lihat aku. dasar aneh!! bawa ini!!" ucap Irvan sambil menyerahkan beberapa paper bag milik nyonya mereka, berisi sampel bahan untuk produksi musim ini.


Lanang menatap ke dalam gedung," keparat sialan, lihat saja nanti!!" batin pria itu saat dia menatap ke gedung grup Kent.


Pria itu berjalan masuk mengikuti Tuan, nyonya dan Irvan.


" Lanang, ini laporan proyek baru yang bekerja sama dengan nyonya muda, filenya sudah ku isi seperti yang ka katakan," salah satu sekretaris Simon menghampiri Lanang dengan membawa dokumen di map biru.


Lanang menatap pria itu," Ahh baiklah, terimakasih, seharusnya kau langsung mengantarnya saja ke ruangan Presdir, ini laporan untuk tuan Simon!" ucap Lanang sambil menggenggam dokumen itu.


"Ya sudahlah, lanjutkan pekerjaanmu Petra!" ucap Lanang langsung pergi begitu saja meninggalkan Petra di sana.


" Baiklah" jawab pria itu lalu pergi dari sana setelah menyerahkan dokumen itu.


Dia tersenyum tipis lalu keluar dari perusahaan itu dengan langkah cepat.


Sementara itu Lanang tampak mengeraskan rahangnya ketika dia menerima map itu, " Semua filenya sudah tiba, kita lihat siapa dalangnya!" batin Lanang.


.


.


.


Like, vote dan komen 🤗

__ADS_1


__ADS_2