
Bintang Andara, terangnya semua orang. Pria tampan pengidap Syndrom Asperger yang sangat disayangi oleh orang-orang yang mengenalinya akhirnya akan berangkat ke USA hari ini.
Andara, akan diberi terapi terbaik untuk memperbaiki kemampuan kognitifnya. Pengobatan dilakukan di luar negeri, karena tuan Kennedy ingin membantu pria itu mengasah kemampuan dan kecerdasannya di lingkungan yang memadai.
Kecerdasan di atas rata rata membuat tuan Kennedy tertarik untuk membuat Andara menjadi orang sukses. Dengan melatihnya, pria itu bisa menjadi salah satu orang terkemuka di dunia.
Andara mengingat Harapan kakak ya, dia akan terbang ke negeri yang jauh di sana untuk memulai petualangan baru dan kembali menjadi pria hebat yang bisa menjaga dan melindungi semua orang yang dia sayangi.
Banyak orang yang salah paham dengan pria ini. Mereka berpikir Andara hanya pria dingin, datar dan tidak berperasaan yang berbicara tanpa nada seperti robot dan terus mengulang-ulang kata katanya. Tetapi di balik semua kelemahan itu, dia adalah pria cerdas dan penuh dengan semangat.
"Jadi kau benar benar akan berangkat? meninggalkan kakak yang sakit?" tanah Bizael sambil menatap adiknya yang fokus memperhatikan ukuran bunga di meja di samping brankar Bizael.
"Hu UM!" jawabnya sambil mengangguk dan tidak menoleh sama sekali.
"Kau tidak akan menunggu Sampai kakak sembuh!?" tanya Bizael.
" Tidak!" balasnya lagi.
"Kau tidak akan mengajak kakak?" tanya Bizael.
"Orang sakit harus di rumah sakit, Andara sehat harus banyak belajar!" balasnya singkat padat dan jelas.
"Kalau begitu kakak mati saja!"ketus Bizael.
Andara yang tadinya fokus pada ukuran bunga langsung menatap Bizael dengan mata membulat, menunjukkan wajah marah dan kesal.
" Bodoh!" ucapnya ketus.
"Kalau mau mati jangan bilang-bilang, Sama saja kau berbohong, dasar jahat! mati sana!" ketus pria itu. Terlihat jelas beberapa hari ini Andara mengalami perubahan dalam mengekspresikan emosinya, menyusun kata kata dan mengungkapkan kekesalannya.
Bizael terkekeh," kakak bercanda, kau serius sekali,"
"Jangan bercanda dengan kematian, kalau kakak mati, aku tidak punya keluarga lagi, jadi menualah sampai setua mungkin dan kita mati bersama-sama!" ucap Andara dengan serius.
Meski kata katanya datar melompong seperti itu, tetapi maknanya sangat dalam. Andara tidak mau menghadiri kematian kakaknya, dia tidak mau melihat kakaknya mati di usia muda saat tidak banyak waktu yang mereka habiskan bersama di masa lalu.
Andara dan Bizael memiliki kecerdasan yang berada di atas rata-rata. Tetapi Bizael lama terperangkap dalam lautan trauma dan tekanan dari kedua orangtuanya yang jaha dan tidak berperasaan.
Sudah mencampakkan anak anaknya dan menikah lagi, saat mereka tahu Bizael jadi dokter, mereka masih mengancam pria itu. Bizael harus menghadapi tantangan terberat, sedangkan Andara yang kesulitan berempati dengan orang lain tidak merasakan tekanan berat yang dialami Bizael.
__ADS_1
"Terkadang aku malah berpikir kala tidak berperasaan seperti dirimu justru lebih baik Andara," ucap Bizael tiba-tiba.
Andara mengedipkan kedua matanya berkali-kali sambil mendengarkan ucapan kakaknya dengan serius.
"Kau tidak mampu merakan empati, beban mental pun tidak membuatmu tersiksa, ada kalanya aku ingin hidup dengan kondisi seperti dirimu, tidak punya perasaan, sehingga semua yang ku alami tidak ada apa apanya," ungkap Bizael.
Luka batin sejak kecil, tekanan mental, rasa sakit dan kepedihan yang tiada akhir membuat hati Bizael lelah.
Andara Mendengar dengan seksama," Bodoh!" ucapnya lagi dengan nada datar.
Bizael selalu tertawa setiap Andara mengejeknya.
" Jangan mengadu nasib, tidak baik, semua orang punya takdirnya masing-masing, seperti bintang di langit, tidak semua akan terus bersinar, ada kalanya bintang itu dihantam bintang yang lain sampai cahayanya menjadi hilang," ucap Andara.
"Tetapi, sebelumnya dia telah menganugerahi manusia dengan cahayanya yang indah dan berkesan, dia akan terus diingat setelah dia menghilang, dia akan terus diingat karena jasanya, Bizael juga begitu, Bizael akan terus Andara ingat karena Bizael orang paling penting di hidup Andara!!" ucapnya dengan tegas, panjang lebar dan lengkap.
"Jadi, Bizael harus menemukan takdir Bizael sendiri, Kakak tidak sendirian, Aku akan jadi tameng buat kakak, setelah kakak selama ini melindungi ku, aku janji!!" ucap pria itu sambil menatap Bizael dengan fokus.
Bizael tertegun, adiknya yang sulit fokus berbicara, sulit menatap kenang lain ketika berbicara, dengan segenap hatinya berusaha keras untuk berubah, dan menatap Bizael dengan tenang.
"Ahh... mataku lelah kalau terus menatap, hahh... jadi orang normal itu malah terasa aneh, mataku sakit, tanganku juga lalu!!" celetuk Andara setelah bertahan selama beberapa detik tanpa menggerakkan jari jari tangannya, tanpa melirik ke kanan ke kiri, tanpa berputar putar dan tanpa gerakan kikuk lainnya.
Bizael tersenyum bangga, mendengar ucapan adiknya, semangat Bizael untuk sembuh kembali terkumpul. Dia menepuk pucuk kepala adiknya dengan pelan, "Kau hebat Bintang Andara!" ucap Bizael.
"Hahaha.. belum terbiasa? kau harus terbiasa!!" ucap Bizael sambil mengacak-acak rambut Andara.
"Kak, jangan diacak-acak, jadi rusak tahu, Aku menatapnya seperti yang diajari Gabriel, supaya terlihat tampan, kenapa kakak acak acak!!!' gerutu Andara dengan wajah kesal dan pipi menggembung sambil berjalan mundur dan merapikan kembali rambutnya.
Bizael terkekeh, dia senang, rasanya tubuhnya perlahan kembali sehat, hatinya tenang melihat Andara semakin baik setiap harinya .
"Ahhh malaikat maut, tolong delay permintaan kematianku, beri aku tahun tahun yang penuh berkat dan kebahagiaan, aku juga ingin menemukan kebahagiaanku, " batin Bizael sambil tersenyum menatap sang adik yang sibuk merapikan rambutnya.
"Wahhh, kekasihmu berubah banyak Dani, kau sangat beruntung!!" ucap Kevin yang berdiri di belakang Dani yang sedang mengintip ruangan Bizael mencuri dengar pembicaraan saudara kembar itu.
Dani tersenyum manis," tentu saja, tapi kau.. kau membuatnya belajar yang tidak tidak dasar sialan!!" gerutu Dani seraya melirik Kevin yang wajahnya penyok sana sini karena di hajar Dani. Belum lagi Loey yang juga terkena imbas karena video biru yang mereka tunjukkan pada Andara.
"Heheh... tau gak, aku kalah start dari Andara," ucap pria itu tiba-tiba.
Dani hanya diam dan menatap Andara.
__ADS_1
"Seandainya aku lebih cepat, seandainya aku lebih gesit dan tidak takut, aku mungkin akan jadi kekasihmu sekarang," celetuk Kevin dengan nada bercanda.
Bugh!
Dani menyikut perut pria itu," Jangan mengada-ada Kevin, kau jelas tahu aku menganggapmu saudara seperguruan, tidak lain dan tidak lebih, " balas gadis itu.
Dani tahu perasaan Kevin sejak lama, tetapi dia memilih diam bahkan menghindari Kevin agar tidak menyakiti perasaan pria itu.
"Hahahah... aku bercanda, dasar kau ini!!!' Kevin mengapit leher Dani di bawah ketiaknya.
"Akrhh lepaskan bajingan, kau membuatku tercekik!!!" teriak Dani sambil memukuli lengan pria itu.
" Hahahha... rasakan kau, rasakan kau!!!!" balas Kevin sambil menjitak kepala gadis itu berkali-kali.
"Ku harap kau bahagia dengan Andara, dia pria yang tepat untukmu Dani, dia akan menyembuhkan trauma dan rasa sakit mu, aku mendoakan kebahagiaan untuk kalian berdua, arhhh aku mungkin akan menjomblo seumur hidup," batin Kevin.
Tanpa mereka sadari Ella menatap mereka di ujung koridor dengan perasaan campur aduk," Kevin menyukai Dani, tapi aku tidak bisa apa-apa, mana mungkin aku merusak hubungan Dani dan Andara agar Kevin bahagia, ahhh aku... menyukainya, tapi... apa yang harus ku lakukan supaya dia sadar aku menyukainya!??" batin Ella.
"Ekhmm... sedang apa nih?? lagi menatap masa depan ya? dekatin dong, jangan di tatap melulu," celetuk Alexa istri Zayn yang berdiri di belakang Ella.
"Ka...kak Alexa!!"
...****************...
Sementara itu di markas Kelompok Waltz.
"Arkhhhh ampun, ampun aku minta ampun!!! aku minta ampun, ku mohon berhenti, aku tidak sanggup lagi, bunuh saja aku!!!!" teriakan Thomas di atas Periuk besar dengan air mendidih yang mengepul terdengar di seluruh penjuru markas.
"Hukuman untukmu tinggal sekali lagi, setelah itu kau ku kirim ke penjara!" ucap tuan Kennedy sambil tersenyum jahat.
Thomas meraung-raung, salah besar dia mengincar cucu pria tua itu.
"Masukkan dia ke dalam ruang gelap tikus tikus itu, setelah 4 jam baru keluarkan dan kirim dia ke pihak kepolisian setelah membuatnya lupa ingatan!" ucap tuan Kennedy.
"ti... tidak.. tidak...tolong aku,tolong aku!!!!!!"
.
.
__ADS_1
.
Like, vote dan komen 🤗