Istri Untuk Tuan Simon

Istri Untuk Tuan Simon
218 Season 2: Trap!


__ADS_3

Lanang tiba di perusahaan grup Nicholas di mana Dina dan Sandra sebenarnya bekerja. Sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang entertainment dan juga telah mencetuskan beberapa model yang sudah berkiprah di kancah internasional.


Dina adalah salah satu direktur eksekutif di perusahaan itu yang akan menjadi salah satu kandidat paling kuat untuk menjadi presdir berikutnya setelah sang ayah pensiun.


Sedangkan Sandra hanya salah satu dari bagian tim kreatif di perusahaan itu, bekerja bak orang normal lainnya, tak ada perlakuan khusus meskipun dia anak tuan dan nyonya besar Nicholas.


Pria itu berjalan dengan langakh cepat tetapi belum sempat memasuki perusahaan, Dina sudah turun dan berdiri dengan angkuh di depan perusahaan itu seraya melirik Lanang dengan lirikan sinis dan jijik.


“ Dina, kau sudah di sini rupanya, ayo ada yang ingin ku bicarakan , ini sangat penting!” ucap Lanang sambil menarik tangan gadis itu untuk segera mengikutinya.


Tetapi Dina menahan tangannya dan menariknya langsung dari genggaman Lanang,” apa apaan kau ,sangat tidak sopan dan beretika, kau menyakiti tanganku Lanang!” ketus Dina sambil mengusap tangannya dengan wajah kesal menatap Lanang yang berdiri dengan tatapan heran di depannya.


“ Maaf kalau itu menyakitimu, aku menyentuhmu dengan pelan, tak ku sangka itu akan menyakitimu Dina,” ucap Lanang sambil menatap gadis itu dengan hati yang hancur.


Perubahan besar yang ditunjukkan Dina pada saat berbicara dengannya telah membuat hati Lanang benar benar sakit. Dia sangat mencintai Dina bahkan tergila gila dengan gadis itu.


Mereka bahkan sudah berencana untuk menikah, tetapi setiap kali ditanyai dia malah mengalihkan pembicaraan dan mengatakan kalau dia sibuk.


Lanang menutup mata dan telinganya dari kata kata kasar Dina bahkan sikap Dina yang jelas tidak menyukai kehadiran Lanang di sekitarnya.


Dia benar benar bodoh, sampai Dina bahkan muak terhadapnya.


“ ikut aku, kita bicara di sini saja, aku sangat sibuk!" ucap Dina .


Lanang mengikuti langkah Dina ke dalam perusahaan itu. Mereka berdua memasuki sebuah pantry di lantai satu, para karyawan yang ada di sana langsung keluar dan memberikan ruangan setelah mendapatkan kode dari gadis itu.


“ sekarang katakan apa mau mu?” tanya Dina tanpa basa basi.


Lanang tentu saja merasa heran,”lho Dina, ada apa denganmu? Kau menjadi ketus begini dan sangat sulit di ajak bertemu, sudah seminggu kita tidak jalan, bahkan kencan yang ku rencanakan hari itu saja kau batalkan, aku mau berbicara tentang kita, tenang hubungan ini, ada apa denganmu?” tanya Lanang dengan nada membujuk.


Dina menatapnya dengan tatapan sinis seolah sedang mengasihani pria itu. Dia mana peduli dengan hubungan seperti itu, baginya hubungan dengan Lanang hanya sekedar hubungan memanfaatkan pria bodoh yang jatuh cinta padanya.


" Hubungan kita?" tanya Dina dengan angkuh.

__ADS_1


"hari ini aku ingin memperjelas sesuatu Lanang, aku tidak pernah mencintaimu, aku tidak pernah menyayangimu, kau yang terlalu tergila gila terhadap hubungan ini, hanya karena aku kasihan, makanya aku menerimamu," ucap Dina dengan sinis.


Lanang terkejut bukan main, cinta yang selama ini dia perjuangkan, ternyata bertepuk sebelah tangan.


Lanang terdiam, suaranya bak tercekat, dia tak menyangka kalau Dina tidak mencintainya dan baru mengatkannya setelah hubungan mereka menjalani tiga tahun.


" Dina, hahaha katakan kalau kau bercanda sayang, nggak mungkin kan? Dina jangan bercanda ayolah" ucap Lanang sambil tertawa seolah sedang menghibur dirinya dari rasa sakit di hatinya .


" Katakan kalau kau bercanda, tidak benar kan sayang, aku mencintaimu Dina, aku benar benar mencintaimu, kenapa kau melakukan ini padaku?" desak Lanang dengan wajah kecewa.


" Aku tidak pernah mencintaimu, selama ini hanya kau yang tergila gila padaku, aku tidak pernah mencintaimu, jadi sudah jelas kan?" ucap Dina sambil menatap jam tangannya.


" aku sibuk, tidak sempat meladeni cinta monyetmu yang bertepuk sebelah tangan, sadarlah Lanang, kau bahkan tidak sebanding dengan ku, aku hanya cocok bersandaing dengan seseorang speerti tuan simon," ucap Dina dengan angkuh lalu hendak melangkah pergi dari sana meninggalkan Lanang dengan luka dalam yang beggiut menyakitkan.


Sesak rasanya dada Lanang, dia teridam membisu, jantungnya berdebar tak karuan mendengar ucapan Dina yang menyayat hatinya.


" Apa semua ini karena Simon!?" tanya Lanang dengan tatapan datar dan dingin, Dina berhenti melangkah dan menatap pria itu.


Lanang mengeraskan rahangnya dan mengepalkan kedua tangannya dengan erat.


Auranya langsung berubah, yang awalnya menatap Dina dengan lemah dan penuh cinta kini berubah drastis menatap gadis itu dengan tatapan dingin nan beringas.


Dia sudah tahu, tapi berusaha membodohi dirinya kalau Dina tidak seperti yang dia pikirkan.


"Katakan padaku, apa kau.. mendekati aku hanya karena tuan Simon!? selama beberapa tahun ini!? apa kau benar benar tidak pernah mencintaiku sekalipun!?" tanya Lanang.


Dia berharap, masih ada baginya kesempatan untuk mendapatkan cinta Dina. Jika dari bibir Dina mengatakan kalau dia pernah sekali saja mencintai Lanang, maka Lanang rela menjadikan dirinya korban dan melindungi Lanang.


Gila memang!


Tetapi Dia adalah cinta pertama Lanang, satu satunya gadis yang bisa meluluhkan hatinya. Tetapi tak dia sangat perbuatan manis, kata kata sayang dan senyuman indah di wajah Dina hanyalah akal bulus, hanya sebuah kepalsuan untuk mencapai tujuannya sendiri.


"Tidak!! sama sekali tidak pernah!!" ketus Dina seraya melirik Lanang dari ekor matanya.

__ADS_1


ctaarrr...


Pecah sudah hati yang rapuh itu. Remuk sudah punggung yang menanggung beban itu. Cinta Lanang yang tulus dikhianati, semua yang Lanang lakukan bak tiada arti bagi Dina.


Dia telah memberikan kesempatan untuk Dina. Sudah banyak dia berikan waktu bagi Andina untuk segera berubah, tetapi sayang, Andina melewatkan kesempatan itu.


Lanang terdiam, dia tak mengatakan apa pun lagi. Dia lepaskan kalung pasangan yang selalu dia pakai dan letakkan di atas meja tanpa mengatakan apa pun.


Pria itu pergi dari sana, hanya diam membisu tanpa menatap Andina dengan tatapan cinta yang sama. Tetapi di dalam hatinya, dia telah hancur berkeping-keping. Tak lagi percaya dengan yang namanya cinta.


Lanang pergi, dia berjalan dengan langkah tegas.


Andina terdiam sejenak, menatap kalung itu. Beberapa kenangan manis yang sempat dia lalui bersama Lanang terulang kembali di ingatannya.


"Hahh... aku lepas dari dia, sekarang aku bisa mendapatkan Simon!!' ucapnya sambil tersenyum lalu mengambil kalung itu.


Dina mendekati tempat sampah, tetapi ada sebuah rasa sakit di dadanya. Rasa sedih yang datang entah dari mana, membuatnya terdiam di depan tempat sampah tanpa tahu kalau sebenarnya, dia telah jatuh hati pada pria yang tepat.


Hubungan mereka kandas, dan Lanang akan membawa malapetaka bagi Andina.


"Nona ada kabar buruk!!" asisten gadis itu mendatangi nya dengan wajah pucat pasi sambil membawa sebuah tablet ke dekat gadis itu.


Andina menarik nafas dalam-dalam, dia menoleh dengan wajah sinis," kabar buruk apa lagi!??? kenapa kalian tak bisa melakukan tugas kalian dengan baik!" kesal Andina.


" Nona Sandra dan Pria itu hilang nona!! anak anak itu juga, bahkan anak buah yang akan menangkap nyonya Laura telah dipukul rata oleh wanita itu sendiri!!!" lapor pria itu.


" Apa!!???"


Sementara itu di luar perusahaan," Apa kau pikir aku memberikan informasi yang benar tentang tuan dan nyonya? aku memang mencintaimu Dina, tapi aku tidak sebodoh itu sampai membocorkan rahasia tuan dan nyonya yang menjagaku!! lihat pembalasanku, sekarang aku benar benar bisa melepasmu!!"


.


.

__ADS_1


.


like, vote dan komen 🤗


__ADS_2