
Andara berlari keluar dari dalam mobil Lanang dengan wajah panik, dia menatap ke sana kemari ketakutan dan syok karena begitu bangun dia malah berada di tempat antah berantah yang sangat jauh dari kediamannya.
“ Arrkhhh di mana.. Di mana.. Ini di mana... mataharinya panas, Andara benci... Andara tidak suka... ini di mana.. ini di mana!!" pria itu berteriak histeris sambil memukul-mukul kepalanya sendiri dan berputar-putar seperti orang gila sampai membuat semua yang ada di sana menatap heran pada pria dewasa yang jika dilihat usianya mungkin lebih tua dari Danielle.
“ Siapa dia?” Mata Kevin membulat sempurna saat melihat Andara yang aneh dan tidak normal padahal sudah dewasa.
“ Hey kenapa kau bawa orang gila ke tempat ini..” teriak Kevin merongrong Lanang yang baru keluar bersama Pak Alvin. Mereka juga kaget melihat Andara yang tiba tiba marah seperti itu. Begitu dia bangun dia langsung histeris saat dia berada di tempat asing yang menyeramkan.
“ Lanang kenapa kau bawa orang gila?” kesal kevin sambil berkancah piggangmenatpa andara ynag terus menerus panik.
Pletak!!
“ Kepala kau orang gila, dasar kampret, dia temanku.” Ketus Dani sambil memukul kepala Kevin dnegan wajah kesal.
Gadis itu langsung berlari menghampiri Andara. Dia juga sama terkejutnya dengan mereka, tentu saja pria yang memiliki keterbatasan itu akan syok saat menemukan dirinya di tempat asing.
“ Andara?” panggil Dani sambil menepuk bahu pria itu.
“ Dani? Dani garang?” teriak pria itu, dia tampak berhenti dan menoleh ke arah Dani.
“ Tidak boleh marah, tidak boleh teriak nanti Dani mengamuk, tidak boleh marah, tapi kalau tidak marah Andara tidak pulang, bagaimana ini.. Andara takut...” pria itu duduk berjongkok dan memeluk dirinya sendiri . Terus menerus mengulang kata katanya dan berjongkok di sana dengan wajah takut.
Dani menarik nafas, menghadapi orang seperti Andara butuh kesabaran ekstra,” Andara berdirilah, jika tidak Dani akan marah,” ucapnya.
Andara langsung beridiri dengan wajah cemberut, kedua matanya menoleh ke sana ke mari dan jari jarinya saling bertaut di depan perutnya, seperti anak kecil yang sedang ketakutan.
“ Andara bingung.. Andara bingung... ini di mana, Mataharinya terlalu panas, Andara tidak suka, kulit Andara bisa gosong, Dani juga nanti jadi terbakar,” ucapnya sambil mengulum bibir dan menatap Dani dengan wajah cemas.
Gadis itu tertawa melihat tingkah Andara, dia mungkin bisa tertawa tetapi semua yang melihat merka hanya berkancah pinggang dan heran dengan kelakuan Andara yang diluar akal.
“ Dia sebenarnya siapa sih?” Kevin mendekati mereka dan menatap Andara dengan tatapan kesal. Sangat kesal dan marah karena tingkah yang tidak normal itu.
“ Kau siapa hah? Dasar aneh...” kesal Kevin sambil mencengkram kerah baju Andara dan menatpanya dengan tatapan menantang.
“ Lepas... ekhhhh kau tampan tapi mulutmu bau jengkol, bau ihhhh dasar jorok, lebih jorok dari Dani!!! huweeeekk!!" Andara mendorong pria itu dengan wajah kesal.
“ pffthh bwaahahhahahaa...”
Dani dan yang lainnya tertawa mendengar celetukan Andara. Kevin malah kesal , dia menarik kerah Andara lagi dan menatapnya dengan tatapan kesal,” bertingkahlah normal bajingan, dasar orang gila? Kau bukan anak anak kenapa bertingkah seperti itu!? hah!” kesal Kevin.
__ADS_1
“ Lepaskan, lepaskan Andara.. arkrhhh lepaskan... jangan begini.. kau bau jengkol!!" teriak Andara sambil memukul mukul lengan Kevin yang mencengkram kerah bajunya.
“ Dasar bajingan, beraninya kau..” Kevin mengangkat kepalan tangannya ingin menghajar Andara, tetapi tangannya malah di tarik oleh Dani.
“ Dasar gila, bersikap dewasalah Kevin,” ketus Dani sambil menarik pria itu dari sana.
“ Dia yang tidak dewasa, apa dia ini idiot hah? Sudah dewasa tapi bertingkah menjijikkan, lihat pakaiannya yang warna warni itu apa dia mau pergi ke taman kanak kanak?” kesal Kevin.
“ Andara tidak idiot, penderita Syndrom Asperger memang memiliki kondisi yang spesial dibandingkan dengan orang lain, tapi kami tidak idiot, kami tahu yang benar dan salah bahkan kau yang bau jengkol pun kami tahu,” ucap Andara sambil berlari dan bersembunyi di belakang tubuh Dani sambil menutup hidungnya dengan kedua tangannya.
“ Sialan kau, ulangi sekali lagi ucapanmu kampret!!" teriak Kevin mengamuk.
“ Andara tidak idiot, Kevin bau jengkol yang idiot, dasar bodoh!!” ejek pria itu sambil menggembungkan pipinya seperti anak kecil.
Dani , Lanang, Pak Alvin dan anak buah yang lain tak bisa menahan gelak tawa mereka. Siapa sangka di hari mereka akan memberikan hukuman pada para penjahat, mereka akan melihat drama komedi seperti ini, sangat lucu dan menghibur.
“ Arkhhh berikan dia padaku Dani, aku akan menghajar mulut songongnya itu!" Teriak Kevin ingin menarik Andara tapi dihalangi oleh Dani.
“ Kevin tenanglah, dia penyandang disabilitas, lagipula kau yang memulai perdebatan, dia ini pria yang pintar, sekalipun bersikap seperti itu, dia itu unik bukan aneh,” ucap Dani sambil menepuk kepala Andara.
Andara tiba tiba menutup matanya seolah menahan sakit,” Andara tidak suka di pegang bagian kepala, tapi karena itu Dani garang Andara akan menahannya,” ucap pria itu sambil menutup mata dengan kedua tangan yang mengepal kuat.
“ Non, jangan pegang kepalanya, dia sensitif,” ucap pak Alvin.
“ Tidak apa, sekarang Dani sudah tahu,” ucap Andara lagi.
“ Lain kali beritahu aku yang membuatmu tidak nyaman ya,” ucap Dani yang langsung dibalas anggukan kepala oleh Andara.
“ Cihh, kenapa kau begitu perhatian padanya? Apa kau menyukainya? Dasar aneh?” ketus Kevin sambil menatap tak suka pada Andara.
“ Kalau suka kenapa? Apa itu masalah untukmu? Dasar aneh,” ketus Dani sambil berjalan dan menggandeng tangan Andara.
“ Tentu saja masalah, aku meny...
“ haishhh sial, sudahlah, aku harus mengalah pada pria konyol ini,” ucap Kevin sambil menatap Andara dengan tatapan kesal.
Mereka masuk ke bangunan markas, Andara tidak diijinkkan melihat para penjahat terutama Andara yang memiliki kebutuhan khusus, akan berbahaya jika dia menirukan apa yang mereka lakukan pada penjahat penjahat itu.
“ Andara,” Dani menatap pria itu .
__ADS_1
“ Kau duduk di sini dengan tenang, jangan keluar, kalau keluar Dani akan marah dan mengomel lagi, paham?” ucap Dani.
Andara mengangguk dan duduk dengan tenang.
“ Kevin jaga dia, Pak Alvin dan Lanang ikut aku,” ucap Dani.
“ Hah? Aku?” tanya Kevin sambill menunjuk dirinya sendiri.
“ Maksudmu siapa lagi di sini yang memiliki nama Kevin?’ Tanya Dani sambil menaikkan sebelah alisnya.
“ Tapi aku kan..
“ Sudah diam di sana, dan temani dia bercerita,” ucap Dani.
Gadis itu bersama Lanang dan pak Alvin berjalan keluar dari gedung sednag Kevin tetapi di ruangan bersama Andara dan beberapa anak buah yang lain.
“ cihh mengesalkan sekali,” ketus pria itu sambil mengusap pipinya yang terluka karena perbuatan Ferdi tadi.
Andara terus menatap Kevin, lebih tepatnya menatap wajah Kevin yang terluka. Dia mengambil sesuatu dari dalam tas, lalu tiba tiba berdiri dan..
Grep...
“ ma.. mau apa kau?” Kevin terbelalak saat pria itu menariknya dan mendorongnya ke atas kursi,” diam, duduk diam, Kevin walau bau jengkol harus diobati, diamlah.. lukamu bisa parah!!” ucap pria itu sambil menahan Kevin di sana dan menatpanya dengan serius.
“ Kau ini ya. Beraninya ka..
“ Kevin jaga dia baik baik, turuti saja, dia tidak akan melukaimu!?” ucap dani yang kembali lagi sambil menatap mereka.
"Tapi Dani..
“ Ahh kurasa sekarang kalian sudah bisa menjadi teman,” ucap Dani sambil tertawa.
“ Yak Dani.. arkhhh mengesalkan Sekali, Awas kau idiot!!!" pekik Kevin
“ Diamlah.. dasar bau jengkol!!”
.
.
__ADS_1
.
Like, vote dan komen