
Pertempuran besar itu tentu saja dimenangkan oleh tim Simon dan Waltz yang berhasil membekuk seluruh anak buah tuan Brown dalam genggaman mereka.
Laura dan simon serta yang lainnya tentu saja terkejut saat melihat kedatangan tuan Kennedy ke tempat itu. Ternyata pembalasan dendam juga dilakukan oleh mereka.
“ Papa baik baik saja? Ada yang luka tidak?” tanya Laura dengan penuh perhatian.
Tuan Kennedy merangkul putrinya dan menatapnya dengan penuh kasih sayang sambil memastikan Laura tidak apa-apa,” Papa baik sayang, kamu dan temanmu?” tanya pria itu.
“ saya baik om.. wahhh salut ini lihat bos besar di depan saya, keren banget...” celetuk Dani sambil tersenyum di depan tuan Kennedy yang menurutnya memang sangat berwibawa selaligus sangat berbahaya.
“ heh Dani, jangan bicara begitu, dia itu bosnya Wlatz, kau gak tahu ?” bisik Lanang yang jelas tahu siapa tuan Kennedy dan kekejaman pria itu dalam dunia bawah.
“ Tak masalah, kalian adalah teman putriku bahkan kalian sudah menerimanya sejak sebelum kami bertemu, tak perlu sungkan dengan saya,” ucap tuan Kennedy dengan senyumnya yang ramah berbeda ketika dia menatap tuan Brown dan anak buahnya.
Di saat yang sama, Simon keluar dari tempatnya dan berlari menghampiri mereka dengan wajah panik,” sayang kau baik baik saja? Kenapa kau ikut iktutan tadi? Itu bahaya, kalau kau terluka bagaimana, lihat aku apa ada yang lecet, jangan masuk ke arena tempur kalau tidak ada aku, kau ini bagaimana, “ pria itu langsung mengecek istrinya tanpa peduli dengan tatapan semua ornag yang ada di sana termasuk ayah mertuanya yang mengulum bibir melihat kelakuan menantunya.
“ wahh pa, mirip sama papa waktu muda, sampai bikin Mama gak betah di rumah terus hihihi..” bisik Zayn sambil merangkul ayahnya.
“ Shhht diam kamu, jangan bilang bilang , nanti image papa Hancur,” balas pria itu.
“ Ekhmm.. apa kalian sudah selesai bermesraannya? Sampai tidak ingat papa ada di sini?” ketus pria itu seolah dia kesal padahal di dalam hatinya berteriak kegirangan karena putrinya memiliki seorang suami yang sangat perhatian seperti Simon.
“ Ehh pa.. papa... maaf Pa hehehe..” pria itu tertawa cengengesan smabil menatap tuan Kennedy . Laura sendiri tersenyum gemas melihat tingkah suaminya yang begitu perhatian dan peduli.
“ Apa semua sudah beres?” tanya tuan Kennedy.
Simon kembali ke mode serius,tetapi tangannya tak melepaskan tangan Laura barang sedetik pun dan itu jelas terlihat di mata tuan Kennedy.
__ADS_1
“ Sudah pa, mereka semua sudah di tangkap, aku akan mencari Raymon bajingan yang telah membunuh ayah dan ibuku,” ucap Simon.
“tak perlu,” ucap tuan Kennedy yang membuat Laura, simon dan yang lainnya menatap pria itu.
“ Tapi pa, mereka yang membuat Simon kehilangan kedua orangtuanya, mereka adalah dalang di balik semua kejadian itu, jika tidak ditangkap, hidup mereka akan terlalu bahagia..” ucap gadis itu sambil melirik Cintia dan tuan Brown dengan tatapan sinis penuh dendam.
Cintia dan Vino sama sekali tidak pernah menyangka kalau perempuan yang mereka hina itu adalah anak dari orang berpengaruh, anak dari sosok yang ditakuti oleh dunia.
Kebenaran tentang kematian keluarga Simon tentu membuat pria itu terkejut, dia menatap menantunya," Serahkan pada Papa nak, jangan kotori tanganmu dengan darah mereka, biar Papa yang bereskan semuanya untuk kalian, " ucapnya sambil menatap Simon .
"Aku ingin membunuhnya dengan kedua tanganku, mereka membuat hidupku hancur dan sampai saat ini aku...
tangan tuan Kennedy memegang erat bahu Simon. Luka yang Simon tanggung sama dengan luka mereka. Keluarga mereka adalah korban kekejian Raymond dan keluarga besarnya.
tetapi Tuan Kennedy sama sekali tidak ingin anaknya menantunya, keluarganya mengotori tangan mereka dengan darah pembunuh itu.
"Nak, kamu punya papa dan istrimu juga sahabat mu bahkan keluarga yang lain sejak kamu memutuskan memilih Laura sebagai pendampingmu, maka bebanmu pun adalah beban kami," ucap tuan Kennedy seperti seorang ayah yang sedang menguatkan putranya.
" kau bisa berlindung pada kami, " ucapnya lagi.
Simon terdiam, jika ditelurusi lebih dalam ke lubuk hatinya, dia memang merindukan kehadiran sosok orangtua dalam hidupnya, dia juga seorang anak yang ingin dilindungi oleh orangtuanya dan merasakan bagaimana rasanya dijaga dan dibela.
Dan saat ini, tuan Kennedy keluarga dari pihak Istrinya menawarkan dia sebuah perlindungan sebagai keluarga, sebagai anak yang butuh kasih sayang bukan sebagai seorang menantu saja tetapi sebagai anak yang mereka sayang dan kasihi.
Betapa Simon tersentuh, dia mengangguk perlahan sambil tersenyum lembut.
"Bagus, kalau begitu kau ikut Papa dan Laura urus dulu teman temanmu yang terluka, yang lain ikut dengan Laura, Zayn kau rawat yang terluka, lalu Diego dan Hendry ikut paman!" Ucap pria itu yang dibalas anggukan kepala oleh mereka semua.
__ADS_1
Mereka berpisah di sana, Laura dan yang lainnya menuju rumah sakit sedangkan Simon bersama ayah mertua dan semua anggotanya menuju markas besar Waltz.
Raymond dan yang lainnya akan diberi hukuman atas perbuatan mereka terhadap keluarga Kent dan keluarga Waltz yang hancur karena keserakahan mereka.
Hukuman yang diberikan tuan Kennedy selalu adalah hukuman yang menyiksa.
Raymond, Tuan Brown dan Nyonya Tiara dibawa masuk ke dalam sebuah mobil penuh dengan cacing dan serangga.
Selama tiga hari tiga malam mereka dikurung dalam mobil itu. Sesak dan geli rasanya belum lagi mereka dikelilingi dengan api yang sangat panas dan berhasil membuat cacing-cacing di dalam mobil itu bergelinjang ke panasan dan menari nari di tubuh mereka.
Cintia dan Vino tak diberi ampun setelah semua yang mereka lakukan pada Laura terbongkar, mereka dicambuk sampai keduanya cacat dan berakhir di buang di pinggir jalan.
Kejam dan ngeri. Simon, Hendry dan Diego yang menyaksikan betapa kuat dan kejamnya tuan Kennedy bergidik ngeri saat melihat pria tua itu bahkan tersenyum ketika tuan Brown menangis dan berteriak dari dalam mobil.
Pria itu mengajarkan mereka menjadi pemimpin yang sesungguhnya.Zayn sendiri hampir setiap saat melihat hal seperti itu, sedangkan Sadrkah tak akan dia ajak sebelum pria itu sadar tanggung jawabnya sebagai seorang ayah.
Sementara mereka memberikan hukuman bagi tuan Brown dan yang lainnya, Laura sedang menunggu operasi Obelia selesai bersama dengan Gretta, Irvan, Lanang dan Dani serta beberapa anak buah tim Aryn.
Namun di antara mereka semua, tampak Sadrakh duduk di sudut paling jauh sambil menunduk dan mengatupkan kedua tangannya.
Jelas terlihat penyesalan memenuhi pikiran dan hatinya saat ini. Alesha juga sudah dibawa ke ruang perawatan dan ditangani oleh perawat.
"Lihatlah betapa bodohnya dia, sekarang menyesal besok diulang lagi, " ketus Laura.
.
.
__ADS_1
.
like, vote dan komen 🤗