
Hari ini, jadwal pemotretan dengan majalah terkenal di negara itu. Sebuah wawancara eksklusif akan dilaksanakan dan disiarkan langsung ke hadapan publik.
Penampilan Perdana seorang Simon Mignolet Kent akan tampil di hadapan publik beriringan dengan rumor yang beredar tentang kondisinya dan terkait pernikahannya yang gagal dengan putri tuan Raymond.
Simon tampak sangat bersemangat, dia mengganti pakaiannya dengan pakaian yang sudah disiapkan sebelumnya. Wajahnya berseri dan senyumannya mampu menumbuhkan kembali bunga yang layu dan kering di taman sana.
Hendry, Lanang dan Dani akan mendampinginya, sedang Zayn akan menjaga Laura bersama Tiga kurcaci kesayangan Laura.
Sadrakh dan Diego belum juga kembali setelah pergi selama 3 hari ke kampung halaman mendiang istri pria itu. Kabarnya mereka sedang mengurus makam istri Sadrakh agar lebih terawat.
Simon mengikatkan dasi hitam legam yang dibelikan Laura saat di mall. Belum sempat dia memberikannya pada Simon, pria itu langsung memilih dasi yang sudah disusun istrinya di dalam ruang ganti kamar rumahnya.
Semua barang keperluan nya dia bawa ke rumah sakit, juga barang untuk Laura.
Sebab atas saran Zayn, Laura harus dirawat selama seminggu penuh sampai kondisinya benar benar pulih. Luka di kedua kakinya cukup dalam dan lebat sehingga Laura kesulitan berjalan dengan luka luka itu.
Simon tak ambil pusing, dia menjaga dan merawat Laura dengan senang hati.
Setelah sele berpakaian dengan rapi pria itu berjalan dengan gagah dan berkharisma keluar dari ruangan sebelah di mana dia mengganti pakaian menuju ruangan kamar sang istri.
" Sayang, Laura... Bagaiman penampilanku!!" seru Simon dengan senyum sumringah. Ini kali pertama pria itu merasa bersemangat menuju sebuah pertemuan.
Laura dan yang lainnya menatap Simon. Para pelayan dan teman Simon terkikik geli dengan sifat kekanakan Simon di depan Laura tetapi tetap garang di hadapan orang lain.
Laura terperangah, suaminya memang sangat tampan," Wahhh tampan!" seru Laura spontan begitu melihat Simon yang mengenakan stelan cokelat susu dengan celana cokelat tua dan kemeja senada jas namun lebih gelap dan dasi hitam pilihan Laura.
Pria itu memadukan penampilannya yang trendi dengan sepatu kets putih.
Rambutnya disisir rapi ke belakang, wajahnya bersih dan segar serta aroma semerbak dari parfumnya tercium oleh semua orang.
Simon tersenyum sambil duduk di dekat Istrinya yang dia perlakukan bak ratu. Hati Simon jelas tahu cara memperlakukan Laura sebagai prioritas nya. Apa pun yang dia lakukan ,dia ingin istrinya melihat semuanya.
" Aku tampan sayang?" tanya Simon sambil mendorong Zayn dari sisi Laura.
gedebukk...
Dokter Zayn terjatuh begitu saja di atas lantai karena ulah Tuan Simon .
__ADS_1
"Dasar si kampret gila ini, arrkhhh mengesalkan sekali, arrkhhh ingin ku hancurkan kau...grrkkkkk....sialan, aku keluar!!!" Zayn berdecak kesal, berjalan dengan cepat sambil mendengus dan keluar dari ruangan itu.
Mereka hanya tertawa melihat tingkah lakukan orang-orang besar ini.
Para pelayan bahkan sampai terperangah melihat Simon yang menjadikan Laura bak ratu. Jelas tergambar debaran cinta dari setiap kata yang dia keluar dari bibirnya untuk Laura.
tetapi jangan salah, bagi orang lain dia malah semakin terlihat seperti iblis kejam.
"Tuan Simon benar benar berbeda saat berbicara dengan nyonya Laura, Nyonya benar benar diragukan, ohhh ini membuatku iri!!!" seru Obelia yang bersandar di bahu Irvan .
" Kupikir Tuan Simon bukan pria yang manis, nyatanya dia benar benar meragukan istri nya, aku salut, nyonya benar-benar mengubah kepribadian tuan muda kita," balas Irvan yang dianggukkan oleh Obelia dan Gretta.
Laura terus menatap suaminya," Tampan sekali, sangat cocok untukmu," ucap Laura dengan senyuman manis di wajahnya.
Simon lagi lagi terperangah dan terpesona dengan kecantikan luar biasa dari sang istri.
Tangan pria itu terangkat, dia menepuk pucuk kepala istrinya," Lihat aku nanti ya, aku akan tampil di siaran TV nasional," ucap Simon.
" Baiklah, aku tidak sabar Simon," ucap Laura.
" Hmm? apa tadi ? panggil apa hmmm?" tanya Simon seraya menyipitkan kedua matanya.
Simon sepertinya tak pegal senyum senyum sendiri menatap istrinya, tingkah Laura sangat menggemaskan, dia menyukai senyuman manis dari sang istri yang selalu membuatnya tak ingin melewatkan satu hari pun tanpa melihat senyuman sang istri.
" Wahh.... aku senang, kenapa aku sesenang ini? luar biasa, apa ini namanya cinta!?? " batin Simon .
" Baiklah, aku pergi dulu, sampai nanti, apa kau mau menitip sesuatu? makanan atau cemilan mungkin?" tanya Simon
"Tidak perlu, berangkat saja, nanti kamu terlambat," ucap Laura.
" Yakin?"
" hu.. umm yakin!" seru Laura.
Simon mengangguk paham, dia pun berangkat dari tempat itu. Sekali lagi dia menepuk pucuk kepala Laura dan beranjak dari sana setelah berpamitan pada istrinya.
Yang lain hanya bisa gigit jari dengan kemesraan tuan mereka dan keuwuan yang hakiki dari dua manusia yang tak sadar kalau sedang dimabuk cinta.
__ADS_1
Simon membuat semua wanita menjerit karena perlakuan lembutnya, sedangkan Laura membuat semua wanita iri karena diperlakukan bak ratu oleh suaminya sendiri.
Semua wanita tentu ingin ada di posisi seperti Laura.
Tetapi tak semuanya beruntung mendapatkan suami sehebat dan sebucin Simon. Mungkin karakter seorang Simon hanya bisa didapatkan dalam dunia fiksi atau dunia novel, tetapi bagi Laura dia salah satu manusia paling beruntung yang bisa mendapatkan Simon.
Simon dan Hendry berangkat bersama Lanang dan Dani yang masih dihukum karena kejadian waktu lalu. Mereka berdua sama sekali tidak diperbolehkan berbicara, menyapa dan menemui Laura tanpa seijin Simon. Dan hal itu hanya membuat mereka berdua cemberut dan kesal tapi tak bisa berbuat apa-apa.
Laura menatap kepergian suaminya," Hahh... aku merindukan Lanang dan Dani," ucap gadis itu sambil menghela nafas.
Dia tak melihat kedua orang itu membuat dirinya juga galau Gegana karena Lanang dan Dani juga teman baginya.
" Mereka sedang di hukum nyonya, karena kejadian beberapa waktu lalu," jelas Gretta sambil melepaskan perban luka Laura.
" Wahh Simon benar benar bikin kesal ya, kenapa dia melakukan hal itu, padahal kan yang salah mereka," celetuk Laura dengan wajah cemberut.
" Tuan Simon memang begitu nyonya muda, dia akan menghukum siapa saja yang berbuat kesalahan, apa pun itu, jadi jangan melarangnya, dia tahu apa yang dia lakukan, Tim Aryn memang dididik seperti itu," jelas Irvan yang paham dengan organisasi itu.
" Bagaimana kau tahu?" tanya Obelia.
" Aku dulu bagian tim Aryn, tapi keluar karena cedera parah, tuan Simon memintaku beristirahat dan tinggal di Mansion, kaki kiri ku ini bukan kali asli," ucap Irvan sambil menarik celananya dan tampaklah kaki palsu di bagian kiri yang membuat semua orang terkejut.
" Irvan, maaf kami tidak tahu!!" ucap Gretta terkejut.
Irvan tersenyum," Tak apa, tuan Simon yang menyelamatkanku, dia adalah orang baik dan hebat yang dinilai buruk dari sisi yang salah, aku sangat mengagumi tuan Simon," jelas Irvan .
" Anda sangat beruntung Nyonya, Anda bertemu pria sehebat tuan Simon, jangan membuatnya patah hati, dia sangat menghargai anda,"ucap Irvan.
Laura terdiam sejenak, ucapan Irvan seperti tanda baginya agar memperlakukan Simon dengan baik, karena pria itu demikian.
"Aku pasti akan membuatnya kembali seperti dulu, aku janji!" batin Laura.
.
.
.
__ADS_1
Like, vote dan komen 🤗